Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meluncurkan 10 buku karyanya yang digelar di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam acara itu, Prabowo juga sempat membubuhkan tanda tangannya ke buku karya Bahlil tersebut. Bahkan, Prabowo juga menulis kata pengantar dalam buku itu.

"Bapak Presiden, di akhir daripada sambutan kami, kami jujur menyampaikan terima kasih yang mendalam karena Bapak sudah membuat kata pengantar di buku ini. Kata pengantarnya kop negara, Pak Mensesneg makasih ya, ini kelihatannya tambah setoran kelihatannya ini," kata Bahlil.

Baca Juga Prabowo Puji Bahlil Jaga Harga BBM Subsidi Tak Naik: Negara Lain Agak Panik, Indonesia Cool di https://www.kompas.tv/nasional/684542/prabowo-puji-bahlil-jaga-harga-bbm-subsidi-tak-naik-negara-lain-agak-panik-indonesia-cool



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684560/canda-bahlil-saat-luncurkan-buku-ditandatangani-prabowo-cak-imin-belum-tentu-punya
Transkrip
00:00Jadi ini yang menjadi apresiasi bagi kami, yang luar biasa sekali, bahwa Presiden di akhirnya daripada sambutan kami, kami jujur
00:09menyampaikan terima kasih yang mendalam karena Bapak sudah membuat kata pengantar di buku ini.
00:18Kata pengantarnya, Kop Negara, Pemirsa Snek, makasih ya. Ini kelihatannya tambah storan kelihatannya.
00:29Kemudian, tanda tangannya basah, Pak. Ini semakin golkar tidak bisa kemana-mana.
00:41Jadi, mohon maaf, Cak Imin sekalipun sudah jadi ketumpar terlama, belum tentu punya buku tanda tangan oleh Presiden.
00:52Itu belum tentu, Cak.
00:55Nah, itulah perbedaan antara perbaduan antara gaya politik timur dan Jawa, dan Jawa saja, kira-kira begitu.
01:04Bapak-Ibu semua, saya pikir demikian.
01:07Terima kasih.
01:09Saya sekali lagi mengucapkan terima kasih atas semua ucapan dari WA Group maupun WA-WA yang lain.
01:19Saya tahu betul, dalam cyberproses, saya pertama mengucapkan terima kasih yang tulus-tulusnya kepada Bapak Presiden yang telah membimbing kami.
01:33Mengarahkan semua kota kabinet, banyak orang-orang yang memberikan kontribusi terbaiknya.
01:40Baik teman-teman saya dari senior saya di HMP, di HIPMI, di KNPI, maupun yang lain.
01:46Di usia saya yang kelima puluh tahun, Bapak Presiden, izinkan saya untuk menyampaikan satu cerita.
01:54Tapi cerita itulah yang mencambuk saya, kenapa harus saya membuat sepuluh buku ini.
02:00Suatu ketika, saya di SMP, itu kondektor angkot.
02:08Saya pulang karena kehidupannya keras.
02:11Ya karena keras di Papua, udah tahulah bagaimana kalau kehidupan di terminal.
02:17Kadang-kadang teh Papua lancar, kira-kira begitu.
02:20Satu ketika saya pulang, Bapak Presiden, saya dipukul oleh ayah saya, almarhum ayah saya.
02:26Kata almarhum ayah saya, kamu ini mau jadi apa?
02:30Hidup kamu begini terus.
02:33Ketika saya mau dicambuk, rotan yang dari ayah saya itu diambil oleh ibu saya.
02:40Untuk saya jangan sampai dipukul.
02:41Tapi, karena ibu saya nggak kuat, maka saya dipukul oleh ayah saya.
02:46Mulai dari situ, saya katakan bahwa,
02:48saya banyak mengecewakan orang tua,
02:51yang begitu tidak sempurna karena keras ditanam di hati saya.
02:56Suatu saat, saya akan berikan jawaban yang terbaik kepada kedua orang tua saya.
03:06Jadi buku ini saya persembahkan untuk almarhum ayah saya.
03:10Sekalipun beliau sudah tidak ada,
03:12tapi mungkin beliau akan ingat.
03:16Terima kasih kepada saya.
Komentar

Dianjurkan