00:00Saudara penyelidikan penyebab kematian Sutrimo, pegawai ex-Jampitsus, masih dilakukan Polda Metro Jaya.
00:07Sejumlah saksi kunci yang mengetahui peristiwa kematian tersebut sudah diperiksa.
00:11Kompas TV secara eksklusif mewawancarai salah satu sopir ambulans yang membawa Sutrimo ke rumah sakit.
00:20Empat sosok yang mengantar jenazah Sutrimo ke rumah sakit Muhammadiyah usai tak sadarkan diri di klinik kecantikan Morden
00:27menjadi saksi kunci untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo.
00:33Polisi sudah memeriksa beberapa pihak yang mengantar Sutrimo sebagai saksi kunci yakni sopir ambulans dan seorang kerabat yang mengantar Sutrimo
00:40ke rumah sakit.
00:43Jurnalis Kompas TV Tifal Solesa dan juru kamera Andini Anissa secara eksklusif mewawancarai sopir ambulans yang pertama kali
00:51membawa Sutrimo dari klinik menuju rumah sakit Muhammadiyah, Taman Puring.
00:59Halo, selamat pagi. Dengan Mas Adit, betul?
01:02Ya, betul.
01:03Mas Adit, saya Tifal dari Kompas TV, Mas Adit.
01:06Saya mau konfirmasi soal Mas yang waktu itu bawa jenazah Pak Sutrimo yang di klinik kecantikan Kebayoran Baru.
01:13Itu betul ya, Mas, ya?
01:18Mas Adit?
01:19Ya, betul.
01:20Oh, oke. Mas, boleh tahu dong, Mas, waktu saat ngangkut bawa jenazahnya sebelum ke rumah sakit, itu kondisi waktu itu
01:27gimana ya, Mas? Ya, tanggal 23 itu?
01:30Lebih lanjutnya, kalau ingin tahu jelasnya, ditanyakan saja Mas sama yang pihak-pihak yang berwajib.
01:36Karena saya sudah mempunyai keterangan di sana sih, Mas.
01:39Tepuk ngangkut dan detail.
01:41Oh, berarti Mas memang sudah diperiksa ya, berarti? Waktu itu sama Polda ya?
01:45Sudah.
01:47Oke. Waktu itu, Mas, barengan ngantar berapa? Ada 4 orang. Katanya 4 orang itu siapa ya, Mas, ya? Kalau boleh
01:52tahu?
01:56Mas Adit, Mas, sama Pihak. Kalau wajib kerasan, saya sudah mempunyai keteranganan.
02:01Tapi memang kalau kondisi waktu itu betul, Sutrimo kondisi mulut berbusa, betul ya, Mas, ya?
02:12Mas Adit?
02:18Ditutup.
02:20Dari informasi yang didapat Kompas TV, salah seorang pengantar Sutrimo sempat menuliskan kronologi kejadian lengkap kematian pegawai ex-jang Pitsus.
02:29Kempat pria yang mengantar Sutrimo juga tidak lama berada di rumah sakit karena keluarga tidak meminta proses otopsi.
02:36Jurnalis Kompas TV, Tifal Solesa, juga mencoba menghubungi salah satu kerabat Sutrimo yang membuat kronologi kematian Sutrimo.
02:44Kompas TV juga mendapatkan satu data tentang formulir kronologis.
02:49Dalam formulir itu diterangkan, Febrio Adianto sebagai penanggung jawab Sutrimo saat ditemukan pertama kali, dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan
02:57informasi awal mengeluh sakit.
03:00Kemudian Febrio ini mendatangi Sutrimo di titik pertama saat ditemukan di kawasan salah satu lokasi klinik kecantikan kawasan Kebayoran Baru,
03:09Jakarta Selatan, mengeluh sakit.
03:11Tapi saat tiba, sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengeluarkan busa pada mulut dan hidung.
03:17Saya akan coba konfirmasi kepada Febrio, apa yang menjadi perhatiannya saat Sutrimo ditemukan di klinik kecantikan itu sampai akhirnya dibawa
03:25ke rumah sakit ini.
03:28Meninggalkan pesan suara.
03:30Untuk meninggalkan pesan suara, tekan satu.
03:33Karena nomor yang Anda tuju sedang tidak dapat dihubungi.
03:39Sebelumnya, jurnalis Kompas TV Diponur Bahagia juga sempat mewawancarai pihak rumah sakit Muhammadiyah
03:44untuk mengonfirmasi informasi terkait kronologi kejadian lengkap kematian pegawai ex-Campitsus yang beredar di media sosial.
03:52Pihak rumah sakit menyebut, kronologi tersebut ditulis langsung oleh Febrio, kerabat Sutrimo.
03:58Karena memang tidak diminta oleh keluarga, maka kami tidak memberikan salah utuh.
04:04Jadi kalau secara medis, kita sudah klarifikasi, ada namanya luka lebam mayat.
04:10Mayat ini sudah mati atau meninggal mungkin sejam atau dua jam sebelumnya.
04:15Kalau tertulis di dalam berita acara, jam 6.39 yang ditandatangani oleh Febrio,
04:24itu memang sudah ada keluhan oleh si pasien yang dirasakan.
04:30Itu apakah pihak rumah sakit yang menulis atau mungkin pihak pengantar yang mengisi sendiri?
04:35Jadi pengantarlah yang mengisi langsung. Atas nama Febrio memang tertulis.
04:41Tak hanya memeriksa saksi kunci, polisi juga sudah dua kali melakukan olah TKP di klinik Morden.
04:47Sejumlah bukti juga sudah dikumpulkan penyidik saat olah TKP salah satunya sebuah selimut berwarna hijau.
04:53Selimut ini berbeda dengan selimut yang digunakan saat Sutrimo dibawa ke rumah sakit.
04:58Kepada Kompas TV, pengacara Febri menolak untuk berkomentar atau menanggapi penyelidikan soal kasus kematian Sutrimo.
05:07Tim Liputan, Kompas TV
05:15Pemerintah Desa Lahar, Banyumas, Jawa Tengah bilang jika jenazah Sutrimo pegawai eks-jampitsus diantar oleh empat orang ke desa,
05:23saat jenazah diantar tidak ada serat terima barang-barang milik korban seperti HP, hanya KTP milik Sutrimo yang diserahkan.
05:30Kepala desa juga menyebut tidak ada administrasi surat kematian yang diminta oleh pihak keluarga hingga saat ini.
05:42Yang dua dari berseragam, dari pihak ambulan yang dua berseragam, jaket hijau tua, hijau daun lah.
05:52Itu tapi bilang dari keamanan.
05:55Apakah ada barang-barang milik korban yang diserahkan oleh pengantar ini?
06:01Menurut laporannya si Soeib dari adik iparnya Sutrimo itu hanya KTP yang diserahkan.
06:08Berarti HP dan barang lain tidak?
06:11Tidak.
Komentar