Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Penyelidikan penyebab kematian Sutrimo, pegawai eks Jampidsus, masih dilakukan Polda Metro Jaya. Sejumlah saksi yang mengantar Sutrimo ke rumah sakit telah diperiksa, termasuk sopir ambulans yang pertama kali membawanya dari Klinik Morden ke RS Muhammadiyah Taman Puring.

Kompas TV secara eksklusif mewawancarai sopir ambulans tersebut untuk menggali informasi terkait peristiwa yang terjadi sebelum Sutrimo meninggal dunia.

Polisi juga telah dua kali melakukan olah tempat kejadian perkara di Klinik Morden dan mengumpulkan sejumlah bukti, salah satunya selimut berwarna hijau.

#sutrimo #poldametromjaya #klinikmorden #jampidsus #kompastv

Baca Juga Kesaksian Sopir Ambulans yang Antar Sutrimo ke Rumah Sakit di https://www.kompas.tv/nasional/684513/kesaksian-sopir-ambulans-yang-antar-sutrimo-ke-rumah-sakit

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/684556/buka-fakta-sopir-ambulans-ceritakan-kronologi-pemindahan-jasad-sutrimo-kompas-pagi
Transkrip
00:00Saudara penyelidikan penyebab kematian Sutrimo, pegawai ex-Jampitsus, masih dilakukan Polda Metro Jaya.
00:07Sejumlah saksi kunci yang mengetahui peristiwa kematian tersebut sudah diperiksa.
00:11Kompas TV secara eksklusif mewawancarai salah satu sopir ambulans yang membawa Sutrimo ke rumah sakit.
00:20Empat sosok yang mengantar jenazah Sutrimo ke rumah sakit Muhammadiyah usai tak sadarkan diri di klinik kecantikan Morden
00:27menjadi saksi kunci untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo.
00:33Polisi sudah memeriksa beberapa pihak yang mengantar Sutrimo sebagai saksi kunci yakni sopir ambulans dan seorang kerabat yang mengantar Sutrimo
00:40ke rumah sakit.
00:43Jurnalis Kompas TV Tifal Solesa dan juru kamera Andini Anissa secara eksklusif mewawancarai sopir ambulans yang pertama kali
00:51membawa Sutrimo dari klinik menuju rumah sakit Muhammadiyah, Taman Puring.
00:59Halo, selamat pagi. Dengan Mas Adit, betul?
01:02Ya, betul.
01:03Mas Adit, saya Tifal dari Kompas TV, Mas Adit.
01:06Saya mau konfirmasi soal Mas yang waktu itu bawa jenazah Pak Sutrimo yang di klinik kecantikan Kebayoran Baru.
01:13Itu betul ya, Mas, ya?
01:18Mas Adit?
01:19Ya, betul.
01:20Oh, oke. Mas, boleh tahu dong, Mas, waktu saat ngangkut bawa jenazahnya sebelum ke rumah sakit, itu kondisi waktu itu
01:27gimana ya, Mas? Ya, tanggal 23 itu?
01:30Lebih lanjutnya, kalau ingin tahu jelasnya, ditanyakan saja Mas sama yang pihak-pihak yang berwajib.
01:36Karena saya sudah mempunyai keterangan di sana sih, Mas.
01:39Tepuk ngangkut dan detail.
01:41Oh, berarti Mas memang sudah diperiksa ya, berarti? Waktu itu sama Polda ya?
01:45Sudah.
01:47Oke. Waktu itu, Mas, barengan ngantar berapa? Ada 4 orang. Katanya 4 orang itu siapa ya, Mas, ya? Kalau boleh
01:52tahu?
01:56Mas Adit, Mas, sama Pihak. Kalau wajib kerasan, saya sudah mempunyai keteranganan.
02:01Tapi memang kalau kondisi waktu itu betul, Sutrimo kondisi mulut berbusa, betul ya, Mas, ya?
02:12Mas Adit?
02:18Ditutup.
02:20Dari informasi yang didapat Kompas TV, salah seorang pengantar Sutrimo sempat menuliskan kronologi kejadian lengkap kematian pegawai ex-jang Pitsus.
02:29Kempat pria yang mengantar Sutrimo juga tidak lama berada di rumah sakit karena keluarga tidak meminta proses otopsi.
02:36Jurnalis Kompas TV, Tifal Solesa, juga mencoba menghubungi salah satu kerabat Sutrimo yang membuat kronologi kematian Sutrimo.
02:44Kompas TV juga mendapatkan satu data tentang formulir kronologis.
02:49Dalam formulir itu diterangkan, Febrio Adianto sebagai penanggung jawab Sutrimo saat ditemukan pertama kali, dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan
02:57informasi awal mengeluh sakit.
03:00Kemudian Febrio ini mendatangi Sutrimo di titik pertama saat ditemukan di kawasan salah satu lokasi klinik kecantikan kawasan Kebayoran Baru,
03:09Jakarta Selatan, mengeluh sakit.
03:11Tapi saat tiba, sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengeluarkan busa pada mulut dan hidung.
03:17Saya akan coba konfirmasi kepada Febrio, apa yang menjadi perhatiannya saat Sutrimo ditemukan di klinik kecantikan itu sampai akhirnya dibawa
03:25ke rumah sakit ini.
03:28Meninggalkan pesan suara.
03:30Untuk meninggalkan pesan suara, tekan satu.
03:33Karena nomor yang Anda tuju sedang tidak dapat dihubungi.
03:39Sebelumnya, jurnalis Kompas TV Diponur Bahagia juga sempat mewawancarai pihak rumah sakit Muhammadiyah
03:44untuk mengonfirmasi informasi terkait kronologi kejadian lengkap kematian pegawai ex-Campitsus yang beredar di media sosial.
03:52Pihak rumah sakit menyebut, kronologi tersebut ditulis langsung oleh Febrio, kerabat Sutrimo.
03:58Karena memang tidak diminta oleh keluarga, maka kami tidak memberikan salah utuh.
04:04Jadi kalau secara medis, kita sudah klarifikasi, ada namanya luka lebam mayat.
04:10Mayat ini sudah mati atau meninggal mungkin sejam atau dua jam sebelumnya.
04:15Kalau tertulis di dalam berita acara, jam 6.39 yang ditandatangani oleh Febrio,
04:24itu memang sudah ada keluhan oleh si pasien yang dirasakan.
04:30Itu apakah pihak rumah sakit yang menulis atau mungkin pihak pengantar yang mengisi sendiri?
04:35Jadi pengantarlah yang mengisi langsung. Atas nama Febrio memang tertulis.
04:41Tak hanya memeriksa saksi kunci, polisi juga sudah dua kali melakukan olah TKP di klinik Morden.
04:47Sejumlah bukti juga sudah dikumpulkan penyidik saat olah TKP salah satunya sebuah selimut berwarna hijau.
04:53Selimut ini berbeda dengan selimut yang digunakan saat Sutrimo dibawa ke rumah sakit.
04:58Kepada Kompas TV, pengacara Febri menolak untuk berkomentar atau menanggapi penyelidikan soal kasus kematian Sutrimo.
05:07Tim Liputan, Kompas TV
05:15Pemerintah Desa Lahar, Banyumas, Jawa Tengah bilang jika jenazah Sutrimo pegawai eks-jampitsus diantar oleh empat orang ke desa,
05:23saat jenazah diantar tidak ada serat terima barang-barang milik korban seperti HP, hanya KTP milik Sutrimo yang diserahkan.
05:30Kepala desa juga menyebut tidak ada administrasi surat kematian yang diminta oleh pihak keluarga hingga saat ini.
05:42Yang dua dari berseragam, dari pihak ambulan yang dua berseragam, jaket hijau tua, hijau daun lah.
05:52Itu tapi bilang dari keamanan.
05:55Apakah ada barang-barang milik korban yang diserahkan oleh pengantar ini?
06:01Menurut laporannya si Soeib dari adik iparnya Sutrimo itu hanya KTP yang diserahkan.
06:08Berarti HP dan barang lain tidak?
06:11Tidak.
Komentar

Dianjurkan