Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Rumor adanya surat presiden (surpres) pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menjadi sorotan setelah muncul pernyataan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudianto yang menyebut pergantian Kapolri tinggal menunggu waktu.

Namun, isu tersebut langsung dibantah oleh DPR maupun pemerintah yang menegaskan belum ada surpres pergantian Kapolri yang dikirim ke parlemen.

Lantas, apakah isu ini hanya sebatas cek ombak, atau memang menjadi bagian dari dinamika politik menjelang keputusan Presiden Prabowo Subianto?

Baca Juga Terbaru! Pantauan Udara Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta, Pemadaman Berlangsung Hampir 2 Jam di https://www.kompas.tv/regional/684527/terbaru-pantauan-udara-kebakaran-gedung-bapenda-dki-jakarta-pemadaman-berlangsung-hampir-2-jam

Dalam dialog Bola Liar, pembahasan menghadirkan berbagai sudut pandang dari Irjen (Purn) Aryanto Sutadi (Penasihat Ahli Kapolri), Prof. Juanda (Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Esa Unggul), Ahmad Sahroni (Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi NasDem), Sugeng Teguh Santoso (Ketua Indonesia Police Watch), Julius Ibrani (Ketua Indonesia Risk Center), Komjen (Purn) Susno Duadji (mantan Kabareskrim Polri), Ray Rangkuti (Direktur Eksekutif Lingkar Madani), dan Djayadi Hanan (Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia).

Diskusi mengulas hak prerogatif Presiden, indikator kinerja Kapolri, isu regenerasi di tubuh Polri, hingga dinamika politik yang melatarbelakangi rumor pergantian pimpinan Korps Bhayangkara.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/684529/full-surpres-ganti-kapolri-menguat-pakar-bedah-isu-cek-ombak-hak-presiden-prabowo-bola-liar
Transkrip
00:00:05Intro
00:00:14Rumor adanya surat presiden ke DPR atau Surpres berisi pergantian Kapolri Generalistio Sigit Prabowo kembali mencuat pekan ini.
00:00:23Isu pergantian Kapolri kian berhembus kencang usai Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus.
00:00:30Aris Marsudianto menyebut bahwa pergantian Kapolri tinggal menunggu waktu.
00:00:52Rumor pun menggelinding kencang. Kapolri Generalistio Sigit pun ikut bereaksi.
00:00:58Listio bilang sepenuhnya prerogatif presiden.
00:01:01Kita kan prerogatif presiden. Jadi ya buat kita rajurit ya apapun dilaksanakan. Kita menunggu saja.
00:01:15Pak tadi menganggap sebut mengganggu kinerjanya?
00:01:17Enggak.
00:01:18Enggak ya sama kalian ya?
00:01:19Sangat tidak.
00:01:21Mensesnek Pras Tiohadi membantah adanya surpres pergantian Kapolri yang dikirim ke DPR.
00:01:27Kata siapa surpres Kapolri?
00:01:29Itu isu, ya isu.
00:01:31Ya isu.
00:01:32Itu tidak ada berapa?
00:01:33Tidak ada.
00:01:34Tidak ada.
00:01:35Tidak ada surpres Kapolri.
00:01:39Mengaku sudah mengecek kepimpinan DPR, Ketua Komisi 3 DPR Habibur Rahman membantah ada surat presiden soal pergantian Kapolri yang masuk
00:01:49ke kesenayan.
00:01:49Tidak benar kalau dikatakan ada surat presiden kepada DPR RI yang berisi tentang pergantian Kapolri.
00:01:58Kami menghimbau kepada masyarakat agar jangan terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar dan tidak ada dasarnya.
00:02:07Kami benar-benar telah mengecek kepada pimpinan DPR yang juga pimpinan DPR sudah mengecek kepada pihak terkait di istana bahwa
00:02:16memang tidak ada pengiriman surat presiden terkait pergantian Kapolri tersebut.
00:02:23Menurut pengamat kepolisian Bambang Rukminto, munculnya rumor surpres dan isu pergantian Kapolri sebagai upaya cek ombak.
00:02:31Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana dukungan publik jika kebijakan mengganti Kapolri diambil.
00:02:39Kalau secara politik keamanan ini adalah perang narasi memperbutkan persepsi di publik ya.
00:02:45Hanya sekitar cek ombak saja seberapa jauh dukungan untuk melakukan pergantian Kapolri.
00:02:52Tapi presiden tentu juga akan mengukur keuntungan atau keuntungan strategis dari pergantian Kapolri di saat ini.
00:03:01General Listio tercatat sebagai Kapolri terlama sejak tahun 1960 dengan masa jabatan berjalan 5 tahun 7 bulan.
00:03:10General Listio menjadi salah satu dari sederet pimpinan lembaga strategis warisan pemerintahan mantan Presiden Jokowi yang duduk di pemerintahan Presiden
00:03:19Prabowo.
00:03:20Isu pergantian Kapolri telah beberapa kali menguat sejak Presiden Prabowo Subianto menjabat.
00:03:34Selamat malam Saudara Bola Liar kembali menggelinding ke hadapan Anda.
00:03:39Di tengah desos-desos akan ada unjuk rosan besar di bulan Agustus.
00:03:42Lagi-lagi mencuat rumor Kapolri General Listio Sigit Prabowo bakal diganti.
00:03:48Rumornya, surat Presiden Surpres pergantian Kapolri telah dikirim ke DPR.
00:03:52Istana dan Komisi Tiga DPR pun boro-boro membantah.
00:03:56Serempak menjelaskan tak benar ada surpres dikirim Presiden ke DPR.
00:04:01Lalu apakah isu pergantian Kapolri benar tinggal menunggu waktu seperti sinyal yang disampaikan Kepala Papisus?
00:04:09Ataukah rumor sengaja dilempar untuk cek ombak sebelum Kapolri akan diganti?
00:04:15Mengapa Presiden Prabowo belum juga mengangkat Kapolri baru dan hingga saat ini masih mempertahankan General Listio yang sudah menjabat sejak
00:04:24pemberitahan Presiden Jokowi?
00:04:26Kita ulas lengkapnya bersama saya masih tertarikan di Bola Liar.
00:04:33Topik malam ini kita bahas dengan sejumlah nasional sumber.
00:04:36Saya menyiap Pak Jayadi Hanan, Direktur Sekutif Lembaga Survei Indonesia.
00:04:39Halo Pak Jayadi.
00:04:41Pak Juanda, Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas ESA Unggul Jakarta.
00:04:45Halo Pak Juanda.
00:04:47Ejen punawirawan Aryan Tosu tadi, penasihat ahli Kapolri.
00:04:50Selamat malam.
00:04:52Pak Sugeng Teguh Santoso, Ketua Indonesia Police Watch.
00:04:56Selamat malam Pak Sugeng.
00:04:56Selamat malam.
00:04:58Julus Ibrani, Ketua Indonesia, Rik Santas.
00:05:00Selamat malam Pak Julius.
00:05:01Selamat malam.
00:05:02Komjen punawirawan Susno Duwaji, Kabarres Pempolri.
00:05:052008-2009.
00:05:06Selamat malam.
00:05:07Selamat malam.
00:05:09Di floor Bang Rerangkuti, Direktur Eksekutif Lingkar Madani.
00:05:12Halo Pak.
00:05:13Selamat malam.
00:05:14Anda di bawah tapi yang pertama yang saya tanya.
00:05:17Oke.
00:05:18Bumuk pergantian Kapolri begitu kencang setelah kunjungan Pem Thailand.
00:05:22Lalu kemudian kita lihat ada peristiwa hukum dan dinamika politik.
00:05:25Ini cuma cek ombak atau sebenarnya memang mau ganti Kapolri?
00:05:29Piling saya iya mau diganti.
00:05:31Mau diganti?
00:05:31Tuh.
00:05:32Kalaupun disebut cek ombak.
00:05:33Indikasinya apa Bang? Sudah bolak-balik soalnya?
00:05:34Tau lalu juga kan?
00:05:35Oh iya udah banyak sih sebenarnya.
00:05:37Tapi ini kebutuhannya sih menurut saya udah mendesak lah ya.
00:05:39Mendesak?
00:05:52Mendesak.
00:05:52Di antara mereka aja nih sebetulnya yang mau dicek nih siapa yang kira-kira masih setuju Pak Sigit dipertahankan tidak
00:06:00-tidak gitu.
00:06:00Sebab kita tanya nanti Bung Jayadi ya.
00:06:04Kalau sekiranya disurpeni hari ini orang lebih suka kalau Pak Sigit diganti atau tetap dipertahankan.
00:06:10Saya sih punya feeling mungkin 60% lebih orang mengatakan sebaiknya diganti.
00:06:14Oke jadi lingkar istana yang abang maksud siapa aja?
00:06:17Ya lingkaran istana ini kan banyak lah ya yang berkepentingan gitu.
00:06:20Untuk tetap mempertahankan yang bersangkutan gitu.
00:06:23Itulah kenapa kita melihat misalnya buru-buru DPR mengatakan kami belum terima surprise-nya.
00:06:29Ya lalu pemerintah juga mengatakan hal yang sama gitu.
00:06:32Nah oleh karena itulah menurut saya ya di antara mereka aja nih sebetulnya yang masih ingin mempertahankan atau tidak.
00:06:38Kalau rakyatnya sih ya itu yang saya sebut tadi.
00:06:41Kalau Bung Jayadi mau lakukan survei, besok aja dilakukan survei.
00:06:45Saya sih hak kuliakin ya.
00:06:47Bukan hak kuliakin.
00:06:48Saya punya asumsi lebih dari 60% rakyat ini mau mengatakan supaya Kapolri yang sekarang itu diganti.
00:06:57Saya kan acara ini saya buat di media sosial saya.
00:06:59Ya kan acara kita malam ini.
00:07:01Itu komentarnya kebanyakan mengatakan setuju, setuju, setuju.
00:07:05Setuju diganti gitu.
00:07:06Jarang kita yang menemukan orang yang mengatakan sebaiknya dipertahankan.
00:07:11Kecuali tentu orang-orang dekat dari Kapolri ini gitu.
00:07:13Nah saya tadi menyebut ada sekitar 10 alasan saya untuk mendorong supaya Kapolri ini ganti.
00:07:20Perlu gak saya bacakan satu-satu.
00:07:22Oke yang paling, di ringkas dulu yang paling penting, paling ngerjain menurut Anda?
00:07:25Semuanya penting.
00:07:26Sudah 3 poin, 3 poin.
00:07:273 poin itu tahun 2025.
00:07:312026 ini sudah bertambah jadi 10.
00:07:33Nah yang mau 2024 dulu.
00:07:36Kalau 2024 itu ada 3 alasan.
00:07:38Alasan pertama adalah soal, kali pertama dalam sejarah Republik,
00:07:43Kepolisian itu diistilahkan dengan Parcok.
00:07:46Ya Partai Coklat, kita ingat tuh 2024 yang lalu gitu ya.
00:07:49Nah yang kedua adalah, kalau 2025 ini yang paling besar salah satu adalah penahanan terhadap lebih dari seribuan,
00:07:58bahkan mungkin tiga ribuan ya, aktivis yang kasus tahun Agustus 2025 yang lalu gitu.
00:08:04Saya bacakan sedikit-sedikit aja lah nanti penjelasannya ya.
00:08:07Satu, sudah menjabat lebih dari 5 tahun, 6 bulan tepatnya sebetulnya gitu ya.
00:08:14Dua, kesempatan untuk regenerasi di lingkaran polisi.
00:08:18Nah ini penting, karena kalau kita tanya sekarang misalnya,
00:08:20siapa kira-kira pengganti Pak Kapolri?
00:08:23Agak bingung, karena gak muncul tokoh-tokohnya.
00:08:25Kenapa gak muncul tokoh-tokohnya?
00:08:27Karena Pak Sigit sudah seperti tokoh sendiri gitu lah.
00:08:30Nah yang ketiga adalah, munculnya Caparcok itu yang saya sebut tadi itu ya.
00:08:34Yang keempat, banyaknya anggota Polri yang menduduki jabatan di luar institusi kepolisian,
00:08:39bahkan ketika putusan MK nomor 114 2025 melarang jabatan anggota polisi tetap berlaku,
00:08:48dan lebih banyak lagi sejak tahun 2023 sampai sekarang.
00:08:52Hampir lebih dari sekitar 3 ribuan sampai 4 ribuan anggota polisi yang menjabat di jabatan sivil ya.
00:08:585 ribuan aktifis ditahan, saya sudah sebutkan itu tadi.
00:09:016, peristiwa Agustus 2025 yang lalu.
00:09:057, pernyataan siap sampai titik darah penghabisan dirapat dengan Komisi 3 saat itu.
00:09:118, mandeknya amanah reformasi.
00:09:14Saya kira undang-undang yang sekarang, undang-undang nomor 5 tahun 2026,
00:09:18tidak begitu banyak memuat pesan-pesan reformasi.
00:09:219, rendahnya perhatian polisi terhadap kasus korupsi,
00:09:26khususnya yang berada di lingkaran kepolisian sendiri.
00:09:28Yang ke-10, ketegangan institusional antara kepolisian dan kejaksaan.
00:09:34Karena ada 10, saya menyatakan memang sebetnya diganti,
00:09:38karena lebih banyak alasan menggantinya daripada mempertahankannya.
00:09:42Oke, baik. Saya ke Pak Susno.
00:09:43Pak Susno, ada 10-an yang disampaikan oleh Bang Reh.
00:09:47Anda sendiri melihat apakah memang benar Kapol Reh harus mendesak diganti itu,
00:09:50kata Bang Reh tadi. Anda setuju nggak?
00:09:53Pertama, saya tentunya akan jawab sebagai seorang polisi ya, mantan polisi.
00:09:59Jelas kita konstitusional, itu hak perugati presiden, yes.
00:10:04Kemudian, yang kedua, apakah jabatan Kapol Reh ini adalah pejabat lembaga negara
00:10:10yang terlama di bidang penegakan hukum?
00:10:12Saya kira tidak.
00:10:14Yang paling lama itu Jaksa Agung.
00:10:162019.
00:10:17Jaksa Agung 7 tahun.
00:10:18Nah, kemudian dalam undang-undang untuk Kapol Reh,
00:10:22memang tidak ada ketentuan selain kalau dia pensiun.
00:10:26Nah, tetapi ini tergantung karena ini hak perirogati presiden,
00:10:30terserah Pak Presiden.
00:10:32Apakah yang sekarang ini presiden benar-benar mau mengganti,
00:10:36saya kira, ini saya sependapat dengan beliau,
00:10:39ini cek ombak.
00:10:39Siapa yang dicek ombaknya?
00:10:42Ya, yang berkepentingan.
00:10:43Kalau rakyat, tidak perlu dicek lagi ya,
00:10:45karena rakyat ini objeknya ya.
00:10:49Jadi, kalau cek ombak, beliau sudah penelitian.
00:10:52Nah, kalau di internal poli,
00:10:55saya yakin bahwa sebagian daripada junior-junior itu
00:10:59ingin juga merasakan bagaimana dia berbintang 8,
00:11:034 di kiri, 4 di kanan.
00:11:05Nah, jadi ini artinya, suara-suara dari bawah memang harus begitu.
00:11:12Tetapi persoalannya adalah, apakah saat ini tepat ganti Kapol Reh?
00:11:17Saya kira digeser sedikit.
00:11:19Mengapa?
00:11:20Kalau ini tepat ganti Kapol Reh,
00:11:23ini apa yang beredar rumor di masyarakat,
00:11:26bahwa ada pejabat yang dekat dengan presiden,
00:11:29menghendaki Kapol Reh diganti agar FA ini aman,
00:11:34ini akan kelep gitu.
00:11:36Jadi, presiden kalau ngecek ombak ini untuk orang istana,
00:11:41jangan sekarang.
00:11:43Kalau sekarang, selesaikan dulu FA ini kepastiannya.
00:11:47Apalagi tanggal 18, 19 itu adalah prah-peradilan.
00:11:52Nah, jangan-jangan ini pergeseran.
00:11:55Jadi, orang akan menyangka desakan ganti Kapol Reh ini adalah
00:12:00agar meloloskan FA ini berserta kroninya dari jerat hukum.
00:12:08Pasti ke situ.
00:12:09Pasti ke sana.
00:12:10Dan orang menduga bahwa kasus FA ini,
00:12:13FA ini bagian kecil daripada perkara ini.
00:12:16Orang saja sudah bertanya,
00:12:18kenapa perkara ini baru digleda, disita,
00:12:24membuat berita acara hasil pengledaan,
00:12:27dan menghitung barang bukti,
00:12:29dan membuktikan barang bukti ini asli apa palsu saja,
00:12:32belum sempat.
00:12:34Hari Jumat, hari Sabtu itu hari libur.
00:12:37Walaupun polisi 24 jam.
00:12:39Kok diserahkan?
00:12:41Ini ada suatu kekuatan.
00:12:42Nah, jangan-jangan nanti kekuatan inilah yang menghendaki pergantian Kapolri.
00:12:47Kalau soal ganti Kapolri, sangat sependapat.
00:12:50Ya, diganti.
00:12:51Tapi mungkin timingnya yang perlu dicari,
00:12:54kalau sekarang, pasti akan mengarahnya.
00:12:56Lebih banyak merugikan kalau diganti sekarang.
00:12:58Lebih banyak merugikan Pak Presiden.
00:13:00Tapi Anda setuju bahwa harusnya diganti.
00:13:02Entah minggu depan, entah minggu besok,
00:13:03tunggu dulu perkembangan perkara FA.
00:13:05Oke, baik.
00:13:06Saya coba ke Pak Arianto.
00:13:07Pak Arianto, tadi disampaikan ada 10 poin dari Bang Reh.
00:13:10Mutlak, mendesak, harus diganti Kapolri-nya.
00:13:13Jawaban Anda, responnya silakan.
00:13:14Kalau menurut saya ya,
00:13:16berapa tahun, 14 tahun saya di lingkungan Kapolri.
00:13:22Kapolri itu pasti dihentikan oleh Presiden.
00:13:26Kalau Presiden sudah menilai,
00:13:28tidak begitu kurang bermanfaat dalam Tampilri.
00:13:32Kapolri itu rata-rata,
00:13:33kalau dulu kan ya, pertama kali yang Kapolri pertama itu ada sampai 16 tahun,
00:13:38yang pendiri Kapolri.
00:13:39Terus kemudian yang kedua,
00:13:41Pak Tudu Pak Sanusi,
00:13:434 tahun,
00:13:44Pak Sikidmini 5 tahun.
00:13:45Yang lainnya rata-rata 2 tahun, 2 tahun, 2 tahun.
00:13:49Kapolri itu,
00:13:50pasti dipilih orang yang loyal dengan Presiden.
00:13:54Jadi kalau selama itu dinilai itu loyalnya tertinggi,
00:13:58itu dinilai berhasil.
00:14:00Contoh saja ya, misalkan.
00:14:02Kalau Kapolri-Kapolri yang dulu itu ya,
00:14:05itu kebanyakan fokusnya kan pada pembangunan internal Polotri.
00:14:09Tapi, Pak Sikid ini punya style lain.
00:14:13Beliau di samping memperbaiki publisi dengan presisinya,
00:14:18beliau punya program mengutamakan keberhasilan program pemerintah yang paling utama.
00:14:24waktu zaman Pak Jokowi dulu COVID ekonomi,
00:14:27dan itu oleh pemerintah dinilai berhasil.
00:14:31Disusul dengan Pak Prabowo.
00:14:32Pak Prabowo punya program makan, MPG, dan sebagainya.
00:14:38beliau pusatkan pada itu.
00:14:39Dan dinilai baik oleh Pak Presiden.
00:14:41Oke, jadi lebih dari 5 tahun visinya sama dengan Presiden.
00:14:45Jadi, meskipun 5 tahun,
00:14:47ya pasti masih dibutuhkan dan itu menguntungkan,
00:14:50itu diapresiasi.
00:14:51Selama 50 tahun ya,
00:14:53ini saya mengikuti ulang tahun polisi itu ya.
00:14:56Baru tahun ini,
00:14:58polisi itu disanjung oleh Presiden hebat,
00:15:00ini dan sebagainya.
00:15:01Dulu-dulu polisi itu nggak pernah disanjung oleh Presiden itu.
00:15:04Nggak pernah.
00:15:04Even oleh Pak Jokowi,
00:15:06nggak pernah disanjung seperti sekarang.
00:15:07Nah, itu menunjukkan bahwa Pak Presiden
00:15:10masih perlu menggunakan Pak Sikit.
00:15:13Jadi, kalau perlu diganti atau tidak,
00:15:16kalau menurut himat saya,
00:15:17tergantung dari Pak Presiden itu nanti.
00:15:19Kepentingan Pak Presiden nanti.
00:15:21Dan sejauh ini Anda melihat Pak Presiden puas dengan kinerja Pak Sikit?
00:15:23Iya.
00:15:24Jangan lupa.
00:15:24Mana-mana disanjung-sanjungnya gitu.
00:15:26Ini pandangan saya ya.
00:15:27Jangan lupa,
00:15:29ada beberapa menteri yang diganti oleh Pak Prabowo justru
00:15:32setelah disanjung-sanjung beliau.
00:15:34Jadi, terlalu kemungkinan Pak Sikit cukup banget.
00:15:38Apapun yang disampaikan itu,
00:15:39Bapak itu benar tadi.
00:15:40Itu pendapat saya begini.
00:15:42Tahu saya ya,
00:15:43saya ada di lingkungan Pak Kapolri itu.
00:15:46Pak Kapolri itu pasti digantikan
00:15:49apabila bermasalah dengan Presiden yang dulu.
00:15:51Tapi kalau dia masih disayang,
00:15:54pasti ya tidak segera diganti.
00:15:56Sekarang permasalahan yang kalau mau diganti,
00:15:57Presiden juga memikir penggantinya siapa.
00:16:01Apakah itu nanti bisa mengangkat kepentingan beliau atau tidak.
00:16:04Kira-kira itu kalau pendapat saya.
00:16:05Oke, coba.
00:16:06Saya ke Mas Julius.
00:16:06Anda lebih sepakat yang mana?
00:16:08Pendapat Bang Reh mendesak harus diganti.
00:16:10Atau Pak Arianto bilang,
00:16:11kinerja Pak Sikit,
00:16:12diakui Presiden.
00:16:13Masih disayang.
00:16:14Ya, saya bukan representasi Presiden,
00:16:17Mas Sister.
00:16:18Jadi, saya tidak akan jawab itu.
00:16:19Saya mau kita semua ini ada teman-teman mahasiswa.
00:16:23Saya mau mendudukan dulu mandat konstitusi.
00:16:25Di pasal 30 ayat 4.
00:16:28Indikatornya adalah program kerja dan performa.
00:16:31Dia adalah alat negara yang bertugas untuk menjaga keamanan negara.
00:16:36Penegakan hukum, ketertiban umum, pelayanan masyarakat.
00:16:39Itu isu undang-undang Polri.
00:16:41Pertanyaan pertama,
00:16:42jadi kalau tadi Febri pengacaranya FA bilang predicate crime,
00:16:47saya sebut indikator ini sebagai yang namanya predicate question.
00:16:51Pernahkah kita menyampaikan adakah indikator program kerja,
00:16:57penilaian kinerja, dan performa terhadap jabatan Kapolri itu?
00:17:02Yang pertama, apakah kita menjalankan pasal 30 ayat 1?
00:17:06Dimana ada partisipasi warga negara yang bersifat wajib
00:17:09dalam konteks bela negara termasuk bekerja berpartisipasi
00:17:13untuk dua alat negara, TNI dan Polri.
00:17:16Itu juga tidak ada.
00:17:17Jadi, karena kita ini di program bola liar,
00:17:19itulah kenapa sampai hari ini jadi bola liar.
00:17:22Programnya bukan program yang kalkulatif, yang jelas.
00:17:27Ini akan jadi program liar.
00:17:29Bagaimana kinerja kompolnas menilai performa Kapolri?
00:17:33Tidak ada.
00:17:33Siapa masyarakat yang dilibatkan? Tidak ada.
00:17:35Jangan-jangan, my sister, yang harus diganti kompolnasnya.
00:17:38Karena kita tidak pernah memberikan.
00:17:40Jangan-jangan yang harus diganti komisi 3 DPR RI-nya.
00:17:43Apa hasil evaluasi terhadap Polri?
00:17:45Kita tidak pernah punya indikator itu.
00:17:47Tapi masih disayang, kinerjanya memuaskan.
00:17:50Saya pikir kesayangan itu, Pak Presiden juga sayang terhadap kucing itu.
00:17:53Siapa bubikir tanah negara?
00:17:54Apakah kita mau pakai indikator itu, Bang Rai?
00:17:56Kan enggak.
00:17:56Tentunya enggak.
00:17:57Jadi, singkirkan hal-hal yang sifatnya personal,
00:18:00mari kita fokus pada hal-hal yang menjadi mandat konstitusional.
00:18:03Jadi gini, saya mau bilang begini, my sister.
00:18:07Kalau kita mau bicara setiap jabatan negara, penilaian performa pejabat negara harus dengan merit system,
00:18:16maka kita singkirkan tuh perdebatan-perdebatan.
00:18:18Dia udah terlalu lama, terlalu sebentar, segala macam.
00:18:21Jangan-jangan yang sebentar kinerjanya sangat buruk.
00:18:25Yang lama, misalnya Sultan Brunei seumur hidup.
00:18:28Lihat Brunei mewah dan berlimpah apapun.
00:18:31Rakyatnya enggak ada yang miskin.
00:18:32Maka, kalau kita tidak menempatkan merit system, penilaian kinerja, performa,
00:18:37hasilnya seperti itu.
00:18:38Kita akan berdebat terus di sini.
00:18:40Program bola liar ini enggak akan selesai.
00:18:42Selesai, kan itu ya?
00:18:43Saya mau bilang begini, satu.
00:18:44Tadi Bang Rai udah ngasih 10.
00:18:48Pertanyaannya dari 10 itu, mana yang masuk sebagai mandat pasal 30 ayat 4?
00:18:54Mana juga, pertanyaannya mana juga.
00:18:56Yang mandatnya itu dari rakyat.
00:18:58Dari tadi kita kan bilang, ini presiden masih senang.
00:19:01Masih dipakai, masih mendukung program pemerintah.
00:19:04Pertanyaannya, program rakyatnya yang mana?
00:19:06Saya pastikan Sylvie, kalau ditanya teman-teman buruh, ganti enggak nih Kapolri?
00:19:12Mereka akan jawab, tidak diganti.
00:19:14Karena hari ini, politik buruh merapat kepada Kapolri.
00:19:18Nah, makanya kalau kita tidak pakai indikator,
00:19:20kalau kita tidak pakai penilaian kinerja,
00:19:22siapa yang nilai?
00:19:23Itu jadi kurang.
00:19:25Presiden?
00:19:25Kalau Presiden Prabowo kan akan memberi bintang katanya kepada Kapolri,
00:19:29karena berhasil nanam jagung.
00:19:31Apakah indikator yang dimaksud dengan konstitusi yang Anda sebutkan?
00:19:35Bahwa Kapolri sukses nanam jagung, oleh karena itu ya layak dipertahankan.
00:19:39Jelas tidak Bang Rai.
00:19:40Karena mandat pasal 30 ayat 4 bukan itu.
00:19:43Tadi di depan saya sebutkan, penegakan hukum bagaimana?
00:19:46Terjadi politisasi kah, rekayasa kasus kah,
00:19:48masyarakat terlalu banyak korban segala macam kah?
00:19:50Nah, ketertibaan umum bagaimana?
00:19:52Gangguan keamanan seperti apa belakangan ini?
00:19:54Lalu tadi soal pelayanan masyarakat seperti apa?
00:19:56Digitalisasi sistem lalu lintas.
00:19:58Nah, terakhir saya mau bilang begini juga.
00:20:00Saya menagih janji Presiden yang membentuk komite
00:20:05tentang penilaian kinerja Kapolri, reformasi Polri dan segala.
00:20:09Kelanjutannya di mana?
00:20:10Kelanjutannya di mana, Pak Iso, Pak?
00:20:12Alat yang paling bagus, yang paling transparan, yang paling masif
00:20:17untuk mengumpulkan penilaian kinerja di situ.
00:20:20Kalau di situ, kalau dia bilang yes, yes, indikatornya jelas.
00:20:23Kalau dia bilang no, indikatornya jelas.
00:20:25Jadi bukan soal nama, Mas Isar.
00:20:26Baik, ini soal indikator yang dipertanyakan oleh Mas Julio.
00:20:29Jadi, Pak Juanda, rumornya ganti, Anda juga menanggapi rumor ganti Kapolri.
00:20:35Meskipun sebenarnya Komisi 3 maupun Istana sudah sama-sama membantah,
00:20:39tapi sayangnya Mbak Fisus memberikan narasi yang menimbulkan bola liar di lapangan.
00:20:45Baik, saya pikir tadi kan disampaikan bahwa ini tunggu waktu.
00:20:50Ya benar, waktu bisa satu tahun lagi.
00:20:53Iya, waktu dong.
00:20:55Enggak salah itu.
00:20:56Kan setuju itu.
00:20:58Jadi, waktu itu jangan ditapsirkan minggu depan, hari ini, atau bulan depan.
00:21:03Jadi, memang masih atrak.
00:21:05Itu satu.
00:21:05Yang kedua, persoalan penggantian ini, ya, tadi sudah sampaikan oleh sektaris, apa?
00:21:13S-Nex.
00:21:13S-Nex, ya.
00:21:14S-Nex, ya.
00:21:15Belum ada.
00:21:16Soalnya belum ada, tidak ada.
00:21:18Sebenarnya, dalam konteks hukum tata negara, kita lihat makronya konstitusi.
00:21:24Setelah konstitusi, prinsip negara hukum.
00:21:26Di mana, di mana, diatur di situ.
00:21:29Di dalam pasal 11, ya, undang-undang kepolisian itu jelas.
00:21:32Kalau mau mengganti Kapolri, itu memang melalui surat Presiden ke DPR.
00:21:40Tentu berbagai macam pertimbangan alasan yang diajukan.
00:21:45Nah, memang tadi saya setuju dengan Bang Susno.
00:21:48Ini memang adalah jurisdiksi absolut dari Presiden.
00:21:53Hak prioritas Presiden.
00:21:55Nah, oleh karena itu, saya pikir sekarang, seperti Bang Day mengatakan tadi,
00:21:59saya agak sedikit, saya agak sedikit kurang sependapat, ya.
00:22:06Karena Bang Ray ini melihat dari non-juridis.
00:22:10Misalnya, tadi sudah sampaikan, 5 tahun.
00:22:13Kan tidak ada aturan Kapolri itu harus 2 tahun, 3 tahun.
00:22:17Besok pun bisa.
00:22:18Jadi, harus kita berpikir secara juridis, tidak ada limitatif soal predisasi jabatan Kapolri.
00:22:24Kalau memang HPO ganti Presiden, tapi sekarang muncul rumornya cukup liar pergantian dari Kapolri.
00:22:30Menurut Anda, Cindy, Presiden sebenarnya mau ganti atau sebenarnya ada seorangan politik di belakangnya?
00:22:35Ya, dua-duanya ada.
00:22:37Dua-duanya ada?
00:22:37Ya.
00:22:38Saya melihat...
00:22:38Bukan masalah konsulidatif politik di atas?
00:22:41Tadi disampaikan oleh Bang Ray.
00:22:42Saya kira begini ya, saya ingin menambahkan apa yang dikatakan Bang Susna tadi.
00:22:47Bahwa sebenarnya soal penggantian itu kan hak perutat Presiden.
00:22:52Benar.
00:22:53Nah, kemudian, tapi tidak tepat sekarang.
00:22:56Tidak tepat dalam bulan ini.
00:22:58Kenapa tidak tepat?
00:22:59Saya melihat kalau ini diganti, pasti tafsirnya karena mentersangkakan FA.
00:23:06Iya.
00:23:07Nah, kalau mentersangkakan FA berarti ada kesan Pak Presiden tidak berkomitmen memperhatikan korupsi.
00:23:15Oke.
00:23:16Iya kan?
00:23:16Dan untuk mentersangkakan FA itu tidak gampang itu.
00:23:21Dia mempunyai posisi yang strategis sebagai penagak hukum.
00:23:24Dan ini yang pengendalakan oleh Kortas Pipikor dan Pol dan Metro Jaya.
00:23:30Ini adalah bagian dari dalam rangka membatas korupsi.
00:23:34Oke.
00:23:34Apakah dengan demikian Kapol yang diganti?
00:23:37Ini tidak tepat.
00:23:39Oke.
00:23:39Nanti jangan sampai.
00:23:40Hati-hati Presiden dalam mengambil keputusan.
00:23:43Hati-hati.
00:23:44Ini adalah bisa saja nanti investasi politik yang jelek kalau diganti hari ini atau minggu depan.
00:23:48Tidak tepat waktunya begitu.
00:23:49Baik, saya ke Pak Sugeng.
00:23:50Pak Sugeng, tadi kalau Bang Ray mengatakan,
00:23:52ini sebenarnya memang mau diganti cuman ada perdebatan di atas katanya.
00:23:57Para elit di atas.
00:24:00Kapolri itu alat kerja Presiden.
00:24:04Jadi Kapolri secara konstitusi dia alat kerja penegakan hukum Presiden,
00:24:12melayani masyarakat, menjaga keamanan.
00:24:15Nah, sebagai alat kerja, dia ternyata tetap dipakai.
00:24:23Kalau orang alatnya itu cocok, ini tidak akan diganti-ganti.
00:24:28Berarti cocok sekarang.
00:24:29Cocok.
00:24:29Karena program dia, itu tidak dikerjakan oleh pihak lain.
00:24:35Program pangan.
00:24:36Kan tidak begitu berhasil.
00:24:40Kalau cocok, kenapa rumurnya bolak-balik?
00:24:42Karena pola liar yang menganggap itu.
00:24:44Bukan, kan ada yang ngomong kita angkat.
00:24:47Tahun lalu sudah ada isunya, sekarang diganti.
00:24:49Rumurnya kenapa?
00:24:50Ini sebentar dulu.
00:24:51Jadi itu sebagai alat, alat kerja.
00:24:54Kalaupun ada pergantian,
00:24:56maka Presiden menghendaki alat kerjanya ini juga memiliki kualitas
00:25:02dan juga kemampuan yang sama dengan alatnya dia.
00:25:06Maka, kalau dia mau mengganti,
00:25:09pasti dia akan tanya kepada Kapolri sekarang.
00:25:12Kalau ditanya Pak Kapolri, dia mau diganti,
00:25:15dia sebetulnya sudah pengen juga diganti.
00:25:17Mungkin termasuk salah satu yang disurvei oleh Pak Roy.
00:25:21Pak Rai.
00:25:22Pak Rai.
00:25:24Dia juga pengen ganti.
00:25:26Kenapa?
00:25:27Jadi Kapolri itu seperti mengelola tong sampah.
00:25:31Siapa yang senang mengelola tong sampah?
00:25:34Semua urusan bangke dimasukin di situ.
00:25:37Problem masyarakat macet dimasarkan polisi.
00:25:41Ada orang mati bunuh diri, gak jelas.
00:25:43Dilempar ke polisi.
00:25:46Segala macam.
00:25:47Pak Sugeng.
00:25:48Tong sampah itu.
00:25:49Korongan agar Kapolri itu mundur tuh.
00:25:51Terjadi pasca peristiwa Agustus 2020.
00:25:53Jadi begini.
00:25:54Kapolri ini, kalau saya bilang nyawanya serep.
00:25:57Kapolri justru mengelak.
00:25:59Jadi begini saya sudah tahu ya Pak Rai.
00:26:00Dengan mengatakan, saya akan menuntaskan.
00:26:03Jadi dia sudah tiga kali.
00:26:05Jadi gak benar kalau dia mau mundur.
00:26:07Ada isu mau diganti.
00:26:09Tiga kali isu diganti.
00:26:12Pertama, ketika ada penangkapan jenderal polisi yang terlibat narkoba.
00:26:18Itu ya.
00:26:19Itu.
00:26:20Itu rame itu.
00:26:22Sumbar ya?
00:26:23Iya.
00:26:23Sumbar ya.
00:26:24Karena ketidakberhasilan dia ya.
00:26:26Kalau kasus Sambo kan justru keberhasilan diungkap.
00:26:30Kemudian kedua, Agustus 2025 kemarin.
00:26:35Polisi mau dijebak dalam kondisi tertentu untuk melakukan pelanggaran HAM.
00:26:40Nah ini keahliannya Pak Kapolri.
00:26:44Dia menarik seluruh anggota yang di lapangan untuk masuk dan tidak melawan.
00:26:49Bahkan markas berimob diserang tidak dilawan.
00:26:54Gila gak?
00:26:54Karena dia tahu ada rencana menjebak polisi masuk dalam konstruksi pelanggaran HAM.
00:27:01Dimana?
00:27:02Yang di Kuitang.
00:27:04Tunggu dulu.
00:27:05Tunggu dulu bro.
00:27:05Ada pertanyaan yang bisa disampaikan di tengah terakhir.
00:27:08Tunggu dulu bro.
00:27:08Siapa kira-kira yang melakukan penjebakan?
00:27:11Ada kelompok ya.
00:27:13Yang ingin menguasai institusi polisi sebagai alatnya.
00:27:18Ya itu masih tetap aja.
00:27:19Siapa di kelompoknya?
00:27:21Tunggu dulu bro.
00:27:23Tunggu dulu bro.
00:27:25Di 2025 itu jelas ya.
00:27:28Ada oknum-oknum TNI di lapangan.
00:27:31Sama nih kasusnya dengan yang belakangan ini.
00:27:34Ketika kemarin ya terjadi penangkapan kan ada satu isu disiapkan seorang Kapolri baru bukan oleh Presiden.
00:27:45Tapi oleh temannya yang sedang ditangkap ini.
00:27:50Gitu loh.
00:27:51Temannya FA.
00:27:52Ya kan ada.
00:27:56Kapolri ini sangat seksi karena dia alatnya Presiden.
00:28:00Jadi kalau menurut saya ya memang prioritasnya Presiden.
00:28:05Tapi dalam pandangan saya ini akan kalaupun akan tergantik terdigantikan Presiden akan bertanya kepada Kapolri siapa.
00:28:15Dan supaya ini transisinya smooth.
00:28:17Baik coba saya ke Pak Jaedi kalau begitu.
00:28:19Berdasarkan obrolan barusan apakah Anda melihat bahwa memang ada pertarungan politik dibalik rumor pergantian Kapolri?
00:28:28Yang pasti ada yang ingin diganti kan.
00:28:31Tapi ada banyak juga yang ingin dipertahankan itu kan.
00:28:34Jadi jelas ada pertarungan di situ.
00:28:37Dan yang ingin diganti punya alasan kan.
00:28:41Misalnya sudah terlalu lama.
00:28:43Memang di era reformasi Pak Sigit yang terlama kan.
00:28:46Di era reformasi ya.
00:28:47Paling jauh itu kan Pak Daibah Tiar.
00:28:50Tiga tahun sebelas bulan.
00:28:52Jadi itu alasan itu.
00:28:54Nah alasan itu kan bisa kemana-mana.
00:28:55Seperti kata Pak Susno.
00:28:57Kalau Kapolri yang terlalu lama.
00:29:00Jadi regenerasi bisa jadi masalah kan.
00:29:04Yang kedua kan ada juga alasan lain yang sering diungkapkan dari yang ingin mengganti kan.
00:29:09Terkait dengan bahwa Kapolri ini bukan pilihannya Pak Prabowo.
00:29:13Jadi dia tetap seperti sekarang karena untuk menjaga keberlanjutan.
00:29:18Termasuk soal munculnya surpres itu.
00:29:20Isu surpres apakah memang ada pertarungan antar vaksin?
00:29:23Ya kalau di cerita Pak Sugeng ya.
00:29:29Menurut saya gini secara politik pertanyaannya itu sebenarnya sudah diungkap sih.
00:29:34Bukan hanya soal waktunya tapi siapanya.
00:29:38Jadi dua-dua itu.
00:29:39Nah memang jawabannya bisa jadi orang yang sama kan jadinya.
00:29:43Ujungnya itu.
00:29:45Karena kan Pak Sigit masih tiga tahun lagi pensiun.
00:29:47Benar gak?
00:29:4857 tahun berarti 60 ya?
00:29:49Tambah dua.
00:29:50Oh tambah dua lagi.
00:29:51Malah masih lima tahun ya.
00:29:5312 tahun itu berarti.
00:29:54Empat tahun.
00:29:55Empat tahun lagi.
00:29:55Bisa empat tahun lagi.
00:29:57Empat tahun lagi.
00:29:57Iya.
00:29:58Jadi yang pertama saya kira memang secara politik ya mau tidak mau.
00:30:04Ada dimensi politik kan penunjukan Kapolri itu.
00:30:06Pertama dia dituju oleh Presiden.
00:30:10Lalu juga ada kaitannya dengan fit and protest di DPR.
00:30:14Ada dimensi politiknya mau gak mau kan.
00:30:17Jadi pertimbangan-pertimbangan politik itu pasti akan muncul.
00:30:20Perutama dalam soal ini adalah satu.
00:30:22Seberapa dipercaya orang yang akan dipilih itu oleh Presiden.
00:30:26Oke.
00:30:27Nah itu satu.
00:30:28Jadi personal trust dari Presiden.
00:30:30Personal trust dari Presiden itu bisa jadi tidak hanya menyangkut soal profesionalisme.
00:30:37Kemampuan ya.
00:30:38Dan sebagainya itu.
00:30:39Yang kedua.
00:30:39Nah ini jangan dilupakan.
00:30:41Kapolri itu harus punya hubungan politik yang baik.
00:30:46Dengan aktor-aktor politik termasuk partai politik.
00:30:50Dan aktor-aktor sesama penegak hukum yang lain.
00:30:53Jaksa, polisi, apa namanya.
00:30:55Kejaksaan.
00:30:56KPK.
00:30:56KPK terutama.
00:30:57Itu kan.
00:30:58Dan jangan lupa ada TNI juga.
00:31:00Jadi kalau di antara empat ini.
00:31:03Kan empat unsur nih.
00:31:05Dia baik tiga.
00:31:06Kurang baik sama satu.
00:31:08Mungkin yang.
00:31:10Sementara alternatifnya baik sama dua.
00:31:12Tidak baik sama dua yang lain.
00:31:13Mungkin Presiden pikir.
00:31:14Ah sudah ambil yang tiga satu aja kan gitu.
00:31:16Dan itu yang kedua ya.
00:31:18Jadi hubungan dia dengan aktor-aktor politik yang lain.
00:31:20Yang ketiga adalah.
00:31:24Kemampuan dia menjaga stabilitas politik dan keamanan.
00:31:28Jadi pasti Presiden itu kalau mau menunjukkan Polri.
00:31:31Akan melihat pertimbangan politik.
00:31:33Tapi juga pertimbangan keamanan.
00:31:35Oke baik.
00:31:36Tapi kalau misalnya kita pertengah sedikit.
00:31:37Pertimbangan-pertimbangan itu bisa dari macam-macam orang kan.
00:31:39Kalau kita pertengah sedikit.
00:31:40Apakah memang benar kasus ex-jampitsus.
00:31:42Febri Adrian Sahla.
00:31:43Yang membuat rumor.
00:31:45Ataupun memicu rumor pergantian Kapolri.
00:31:46Nanti dijawab.
00:31:58Jadi Pak Jaya di menurut Anda.
00:32:00Kasus ex-jampitsus Febri Adrian Sahla.
00:32:02Yang menimbulkan rumor pergantian Kapolri.
00:32:05Sehingga menjadi bola liar di masyarakat.
00:32:06Yang menimbulkan pertanyaan soal.
00:32:09Atau rumor ya.
00:32:11Pergantian Kapolri itu ada dua hal.
00:32:13Satu faktor-faktor struktural.
00:32:15Nah yang saya sebut yang pertama tadi.
00:32:17Dua.
00:32:17Itu ada faktor struktural.
00:32:19Masa jabatannya yang dianggap sudah lama.
00:32:21Yang kedua.
00:32:22Ini bukan.
00:32:24Tidak ditunjuk oleh Presiden Prabowo.
00:32:26Itu dua masalah.
00:32:27Itu akan selalu menjadi alasan orang untuk bertanya.
00:32:30Atau menimbulkan soal.
00:32:31Menimbulkan isu soal pergantian Kapolri.
00:32:33Yang kedua peristiwa-peristiwa.
00:32:35Seperti yang kita sebut itu.
00:32:37Seperti kata Bang Rai kan.
00:32:38Peristiwa Agustus.
00:32:40Ternyata peristiwa Agustus tidak dijawab dengan pergantian Kapolri kan.
00:32:43Dijawab dengan Komite Reformasi kan.
00:32:44Reformasi Polri.
00:32:45Yang nasibnya kata Bang Rai entah kemana kan gitu.
00:32:49Itu yang kedua.
00:32:51Lalu sekarang apa namanya.
00:32:53Ya itu tadi.
00:32:54Isu FA termasuk gitu.
00:32:56Termasuk.
00:32:57Termasuk.
00:32:58Jadi setiap kali ada.
00:32:59Jadi ada dasar fundamentalnya tuh.
00:33:01Dua soal tadi.
00:33:02Kemudian ada peristiwa-peristiwa yang muncul kan.
00:33:04Timbul tenggelam.
00:33:05Yang semua kan menjadi.
00:33:05Yang menjadi dasar untuk menimbulkan bola liar ini.
00:33:11Soal pergantian Kapolri kan gitu.
00:33:12Nah yang berikutnya adalah momentum.
00:33:15Sekarang kan momentum mau menjelang dua tahun pemerintahan.
00:33:18Sementara kan menurut sejumlah hasil survei.
00:33:22Apa namanya.
00:33:24Appropriating Presiden kan sedang turun.
00:33:25Ekonomi tidak baik.
00:33:27Jadi ada alasan untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
00:33:31Dari tim.
00:33:33Dan alat kerja Presiden itu.
00:33:35Termasuk Kapolri kan gitu.
00:33:38Nah dengan adanya apa namanya.
00:33:41Dua faktor dasar atau faktor struktural.
00:33:43Peristiwa-peristiwa seperti peristiwa FA.
00:33:46Lalu kemudian momentum menjelang dua tahun pemerintahan.
00:33:49Maka ketika dimunculkan isu pergantian Kapolri itu menjadi sesuatu yang masuk akal gitu.
00:33:55Dua tahun itu kelamaan atau enggak berdanda?
00:33:57Untuk konsolidasi politik?
00:34:00Kan setelah ini akan ada pemilu 2029 kan.
00:34:03Jadi kita tanya Pak Susno nih.
00:34:06Kan enggak cukup waktunya kalau cuma satu setengah gitu kan.
00:34:09Karena kan pemilu itu perlu waktu yang cukup untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
00:34:15Termasuk tugas untuk tugas-tugas polisi.
00:34:17Oke baik saya ke Bang Re.
00:34:19Bang Re tidak digantinya Pak Sigit apakah menurut Anda karena Pak Prabowo segan terhadap Jokowi.
00:34:23Karena Jokowi yang milih Sigit dulu.
00:34:25Atau mungkin dipertahankan karena seperti yang tadi sampaikan bahwa memang berprestasi.
00:34:31Ya kalau prestasinya hal yang berhubungan dengan yang disebutkan oleh Julius itu sih oke gitu.
00:34:36Ini kan persoalannya prestasinya kok enggak ada hubungannya dengan tugas kepolisian.
00:34:40Itu justru yang membuat saya mengatakan harus diganti.
00:34:43Karena beliau itu dianggap berprestasi pada pekerjaan yang sebetulnya enggak menjadi kewajiban dia.
00:34:51Jadi Pak Prabowo enggak ganti karena segan ke Pak Jokowi atau apa?
00:34:54Mungkin ada faktor itu dan kenapa juga Pak Sigit bertahan gitu.
00:34:58Jangan disebut bahwa Pak Parti Pak Sigit itu enggak pernah berpikir untuk tidak mundur loh ya.
00:35:0326 September 2025 beliau sudah mengatakan saya bertanya kepada bawahan-bawahan lah ya.
00:35:10Kolega istilahnya.
00:35:11Istilah beliau itu anggota PORI yang lain.
00:35:14Pejabat utama dan anggota PORI yang lain.
00:35:15Tapi umumnya keberatan.
00:35:18Ya dengan sendirinya keberatan ketua minta apakah saya akan berhenti atau tidak mundur atau tidak berhenti ke bawahan.
00:35:24Ya semua bahan mengatakan jangan Pak gitu loh.
00:35:28Tapi kalau beliau mengatakan saya sudah meminta izin kepada masyarakat apakah saya mundur atau tidak.
00:35:35Saya yakin beliau akan mendapat jawabannya mundur Pak Sigit gitu loh kira-kira itu.
00:35:40Ini ditanya bawahan dan oleh karena itulah beliau mengatakan saya enggak mundur karena bawahan mengatakan saya jangan mundur dulu.
00:35:48Kan itu alasan apa gitu.
00:35:50Itu yang kedua.
00:35:51Yang ketiga ini bagi saya juga nih kasus soal FA.
00:35:55Yang tiba-tiba kasus ini di entah itu namanya dilimpahkan atau diberikan atau apalah namanya kekejaksaan.
00:36:03Justru itu harus dipertanyakan oleh Kompolnas.
00:36:07Hei Kapolri berdasar apa Anda melimpahkan ya kalau kita sebut melimpahkan atau apa namanya lah ya.
00:36:15Kasus itu diserahkan kepada kekejaksaan.
00:36:18Kenapa Anda tidak lanjutkan?
00:36:19Paling mungkin kasus ini Anda serahkan kepada KPK.
00:36:22Oleh karena itulah keminggu kemarin kita berdebat.
00:36:25Saya mempertanyakan kenapa polisi kalau merasa bahwa kasus ini rentan.
00:36:30Ada hubungan yang tidak bagus antara kekejaksaan dengan kekepolisian.
00:36:34Enggak menyerahkan kasus ini kepada KPK.
00:36:37Sebab dengan pelimpahan kasus ini kepada kekejaksaan.
00:36:40Ya otomatis ada persoalan yang disebut tadi ketendangan.
00:36:44Yang kedua.
00:36:45Kemudian sekarang orang mulai tidak percaya apakah kasus FA ini akan ditangani dengan baik atau tidak.
00:36:50Karena yang menangani orang kekejaksaan sendiri.
00:36:53Nah inilah mestinya yang dipertanyakan oleh Kompolnas.
00:36:56Tapi karena Kompolnas tidak bertanya.
00:36:58Komis tidak bertanya.
00:37:00Kitalah setidaknya di dalam porumbolaria ini yang mempertanyakan.
00:37:04Mengapa Kapolri menyerahkan kasus itu kepada kekejaksaan.
00:37:09Dan bukankah karena itu mestinya presiden.
00:37:12Ya.
00:37:13Ngatakan mengganti Kapolri.
00:37:15Oke baik.
00:37:16Pak Rianto.
00:37:16Salah satu hal yang membuat presiden belum juga mengganti Pak Sigi tadi disampaikan.
00:37:21Bahwa ada faktor segan kepada Pak Jokowi.
00:37:23Adalah itu?
00:37:25Saya tidak bisa menjawab itu.
00:37:27Itu kan masalah politik ya.
00:37:29Saya bukan orang politik.
00:37:31Saya hanya melihat kenyataan apa yang saya lihat sehari-hari gitu.
00:37:35Jadi seperti tadi saya mengatakan bahwa Pak Presiden itu tidak akan mengganti Pak Sigi karena menurut saya di mata Pak
00:37:44Presiden itu Pak Sigi itu yang paling berhasil sama memimpin kapol.
00:37:47Kalau kata Bang Rai tadi prestasinya tidak berkaitan dengan tugas kepolisian.
00:37:51Itu kan menilanya bukan presiden.
00:37:53Iya, iya.
00:37:54Itu kan bukan presiden.
00:37:55Ini presiden yang menilai.
00:37:57Setidaknya Presiden menyampaikan kepada Pak.
00:37:59Kalau masuk keingat ya mengatakan ya.
00:38:00Bahwa Pak Sigi akan diberi penghormatan karena berhasil nanam jagung.
00:38:05Bukan karena berhasil nangkap begal.
00:38:08Bukan karena berhasil nangkap koruptor.
00:38:10Bukan karena berhasil untuk melakukan penyakit keamanan.
00:38:14Itu disampaikan oleh Presiden.
00:38:16Kalau menangkap tersangka korupsi berhasil dia.
00:38:17Itu korupsi besar tuh.
00:38:20FI itu korupsi besar bro.
00:38:23Iya.
00:38:24Sebelumnya Presiden menyatakan akan memberi, sebelum kasus FI ini.
00:38:28Akan memberi penghargaan kepada Pak Sigi.
00:38:32Iya kan.
00:38:33Karena berhasil nanam jagung.
00:38:35Bukan berhasil seperti yang disebutkan oleh Julius.
00:38:38Karena dia punya program.
00:38:39Itu menegakkan apa tadi?
00:38:40Pasar.
00:38:41Dia punya program.
00:38:4230.
00:38:43Dia punya program ya.
00:38:45Jadi kalau dibantu dia senang-senang saja.
00:38:47Kok orang lain repot gitu.
00:38:49Itu yang mestinya harus kita cengah Pak Sigi.
00:38:51Harus mengingatkan kepada Presiden.
00:38:54Agar institusi polisi ini jangan ditarik-terarik kepada pekerjaan yang tidak kewenangannya.
00:39:01Coba Pak Rianto silahkan.
00:39:02Nami tadi mau merespon.
00:39:03Silahkan.
00:39:03Tadi kan menyalahkan Presiden.
00:39:06Di apa ya.
00:39:09Kapolri itu ya yang belakang ini penonjolannya adalah.
00:39:12Dia tidak hanya fokus kepada peningkatan tugas pokok polis.
00:39:18Tetapi juga menyukseskan program pemerintah.
00:39:21Kenapa begitu?
00:39:23Karena polisi itu seperti tadi Pak Sukeng.
00:39:25Dia adalah pembantu Presiden.
00:39:27Presiden maunya apa.
00:39:29Itulah yang paling dikerjakan dia.
00:39:31Otomatis dia walaupun itu bukan tugas pokoknya ya.
00:39:34Tapi sepanjang tugas pokok yang lain masih bisa berjalan normal.
00:39:37Dan itu bisa bagus.
00:39:38Ya pasti tindaknya bagus dong.
00:39:40Boleh sepertahankan.
00:39:41Itu anum Pak.
00:39:42Memang kok saya hanya mengatakan begitu ya.
00:39:45Ini yang menilai itu Presiden.
00:39:47Jangan nyalahkan Presiden.
00:39:49Nyalahkan Kapolri.
00:39:50Nyalahkan kenapa kok mau.
00:39:51Ikut MBG dan sebagainya itu.
00:39:54Nah perintahnya Presiden kayak gitu kok.
00:39:56Bosnya beliau kan nomor satu kan di atas.
00:39:59Itu.
00:40:00Terjemahan daripada polisi.
00:40:02Saya melihat dari.
00:40:04Satya Prabu.
00:40:05Setia kepada pimpinannya.
00:40:07Pimpinan yang sah.
00:40:09Mana?
00:40:09Itu yang diturutin.
00:40:11Itu salah satu ciri daripada polisi.
00:40:13Baik.
00:40:13Silahkan Pak Jonah.
00:40:13Saya masih melihat dalam raka konstitusi ya.
00:40:18Oke.
00:40:18Ada kaitan dengan Bang Rai tadi.
00:40:22Dibaca tadi pasal 30 ayat 4.
00:40:25Alat negara bidang kantip mas.
00:40:28Pelayanan.
00:40:28Perlindungan.
00:40:30Pengayuman masyarakat.
00:40:31Saya menafsirkan agar luas.
00:40:35Program Presiden Nanam Yagung.
00:40:38Memang dipercaya kepada polisi.
00:40:41Dalam raka pelayanan masyarakat.
00:40:43Ini tafsir saya ya.
00:40:44Tidak salah itu.
00:40:46Tidak salah.
00:40:47Tidak salah.
00:40:47Jadi tidak hanya penegakan hukum.
00:40:50Di situ ada empat hal.
00:40:51Di dalam pasal 30 ayat 4.
00:40:54Diturunkan dalam Undang-Undang Jawa.
00:40:55Anda saya pikir itu keliru.
00:40:57Itu keliru kalau menafsirkan pelayanan masyarakat.
00:40:59Silahkan keliru.
00:41:00Tapi menurut saya kan Anda yang menurut.
00:41:02Karena penerjemahan pelayanan masyarakat itu.
00:41:05Itu ada di Undang-Undang Polri.
00:41:07Yang Mas itu isinya tentang apa sih?
00:41:10Tentang administrasi kependudukan.
00:41:12SKCK dan lain.
00:41:13Lalu lintas dan segala macam.
00:41:14Saya pikir itu keliru.
00:41:15Saya harus tegaskan.
00:41:17Begini ya.
00:41:18Program-program pemerintah itu.
00:41:19Itu anggap.
00:41:20Keliru itu dalam konteks.
00:41:23Bang Julius mengatakan begitu.
00:41:25Dalam.
00:41:26Kan makro.
00:41:28Dalam esistik konstitusi.
00:41:30Definisi masyarakat itu.
00:41:32Silahkan dalam Undang-Undang Polri.
00:41:33Tapi sebagai akademisi.
00:41:34Saya berhak untuk menersaksikan secara ontologis.
00:41:37Itu yang saya sebut salah.
00:41:38Impistemologis.
00:41:39Dan aksiologis.
00:41:40Dan itu tidak boleh dilanjutkan.
00:41:42Kalau Undang-Undang Polri.
00:41:44Itu harus dianggap sebagai kitab sucinya Polri.
00:41:47Kecuali kita ubah.
00:41:48Definisi pelayanan masyarakat itu.
00:41:49Silahkan.
00:41:49Tadi saya sudah bilang.
00:41:50Apa sih yang diharapkan masyarakat.
00:41:52Pelayanan masyarakat.
00:41:53Bukan Nanam Jagung.
00:41:54Bukan MBG.
00:41:55Tapi yang diharapkan masyarakat itu.
00:41:57Pelayanan masyarakat seperti apa?
00:41:58Lalu lintas semua digitalisasi.
00:42:00Kita sudah lihat CCTV dan segala macam.
00:42:02Lalu sistem SKCK dan segala macamnya.
00:42:05Nah ini yang harusnya dikedepankan.
00:42:07Menjadi penilaian bagi presiden.
00:42:09Mengurangi human error.
00:42:11Digital system dan segala macamnya.
00:42:14Improvement yang dicari gitu loh.
00:42:15Bahwa tadi betul mendukung program pemerintah.
00:42:18Pasti presiden senang.
00:42:19Tapi itu nilai bonus.
00:42:21Jangan jadikan itu indikator utama.
00:42:23Karena itu bukan mandat konstitusi.
00:42:24Dan bukan mandat undang-undang.
00:42:26Nah kalau saya mau bilang begini.
00:42:29Kita keluar deh dari soal.
00:42:32Apa sih.
00:42:33Maruah Polri ini institusional.
00:42:35Jadi bukan maruah Polri ini.
00:42:37Bukan di tangan Listio Sigit Prabowo.
00:42:39Dari tadi kita berdebatkan namanya itu.
00:42:41Jangan-jangan besok beliau ngajuin penetapan pengadilan.
00:42:43Saya ganti nama deh.
00:42:44Jadi Rai Rangkuti.
00:42:45Itu kan.
00:42:46Jadi gini ya.
00:42:47Gak ada masalah.
00:42:47Jadi saya mau bilang gini Bang.
00:42:49Sebentar Bang Juwanda.
00:42:50Saya mau katakan.
00:42:51Bahwa sekarang yang dibutuhkan institusi Polri apa.
00:42:55Yang dibutuhkan masyarakat.
00:42:57Apa.
00:42:58Kalau butuh regenerasi segala macam.
00:43:00Indikatornya apa.
00:43:01Kalau kinerjanya belum bagus.
00:43:03Aspirasinya apa.
00:43:05Saya pikir di bawah.
00:43:06Salah satu yang saya soroti.
00:43:07Waktu perpanjangan masa usia.
00:43:10RUU Polri.
00:43:10Adalah talent pool.
00:43:12Kita gak punya Bang Juwanda itu.
00:43:13Talent pool siapa.
00:43:14Prestasi apa.
00:43:15Ditempatkan di mana.
00:43:16Naik bintang satu.
00:43:17Bintang dua.
00:43:18Segala macam.
00:43:18Itu PR utama.
00:43:19Bicara regenerasi.
00:43:20Apakah itu terjawab.
00:43:22Kalau Kapolri-nya diganti Rai Rangkuti.
00:43:24Gak akan terjawab.
00:43:24Karena sistemnya belum terbangun.
00:43:26Jadi makanya saya katakan.
00:43:28Jangan pernah perdebatkan institusi.
00:43:31Dengan perspektif by person.
00:43:34Tapi perspektifnya by system.
00:43:36Sistem apa yang mau kita bangun.
00:43:37Kalau ini banyak kesalahan.
00:43:39Saya setuju dengan Bang Rai.
00:43:40Jangan memaknai ketertiban umum.
00:43:43Keamanan nasional.
00:43:44Dengan menangkap 4.000 aktivis.
00:43:46Itu salah.
00:43:48Itu pelanggaran.
00:43:48Itu harus dievaluasi.
00:43:50Tapi tangkap teroris.
00:43:51Kan gitu ya.
00:43:52Tangkap yang punya hampir 1.000 punjuk senjata.
00:43:55Tangkap juga.
00:43:56Ya kalau mau pakai istilah akunum.
00:43:57Silahkan lah.
00:43:58Anggota TNI atau anggota BIS.
00:44:00Yang merusuh di Agustus kemarin.
00:44:01Dan akan merusuh lagi.
00:44:03Dalam waktu dekat.
00:44:03Nah ini yang diharapkan masyarakat.
00:44:05Sampaikan kepada masyarakat.
00:44:07Jadi kita siap-siap gitu loh.
00:44:08Tahun 40-an aja kita bisa siap-siap Bang Rai ya.
00:44:10Melawan Belanda ya.
00:44:11Masa tahun ini kita gak bisa mempersiapkan diri bersama Polri.
00:44:14Untuk menjaga keamanan.
00:44:16Lawan siapa?
00:44:16Ya kita tahu Agustus lawan siapa Bang.
00:44:18Saya di lapangan hujan-hujanan.
00:44:20Dan melihat semua anggota-anggota itu.
00:44:22Begitu terlatih untuk merusuh.
00:44:23Apakah itu diperdebatkan sekarang?
00:44:25Enggak Bang Rai.
00:44:26Apakah itu diperdebatkan kebutuhan masyarakat?
00:44:29Enggak juga.
00:44:30Ingat Lombok udah panas.
00:44:33Jangan sampai dia datang ke Ibu Kota ke Jakarta.
00:44:35Karena Jakarta ini adalah ring satu kekuasaan negara.
00:44:39Yang jadi simbol kedaulatan.
00:44:40Bisa gak following gitu?
00:44:41Dijawab nanti Pak Juanda.
00:44:43Saya bergerak.
00:44:43Dijawab nanti.
00:44:44Dijawab nanti.
00:44:44Kan saya kasihatkan kepada saudara.
00:44:45Tetap di Bola Liar.
00:44:46Iklan dulu.
00:44:47Iklan dulu.
00:44:54Ya Pak Juanda silahkan di respon tadi disampaikan.
00:44:57Kalaupun memang membantu program strategis presiden.
00:45:00Itu bonus.
00:45:00Lainnya adalah tugas dasar dari kepolisian.
00:45:02Termasuk soal keamanan.
00:45:04Silahkan.
00:45:05Jadi begini.
00:45:06Saya sebagai akademisi.
00:45:07Biasa melihat sesuatu itu tidak hanya positif hukumnya.
00:45:14Itu hak saya.
00:45:16Kita berbeda berat?
00:45:17Boleh.
00:45:19Saya melihat itu secara luas.
00:45:21Pelayanan masyarakat itu.
00:45:23Itu satu.
00:45:23Itu termasuk sebenarnya.
00:45:26Saya tanya sekarang.
00:45:27Pelayanan masyarakat bukan pelayanan dalam arti di dalam undang-undang itu.
00:45:31Saya tanya.
00:45:33Yang dilakukan oleh Kapolri atau kepolisian itu membantu program pemerintah yang namanya Jagung tadi yang Bang Rai katakan tadi.
00:45:42Pelayanan masyarakat tidak?
00:45:44Bukan.
00:45:46Pelayanan masyarakat.
00:45:47Itu yang perlu kita klirkan.
00:45:50Menurut saya itu salah satu bentuk pelayanan masyarakat karena itu program presiden.
00:45:55Persoalan misalnya polisi, Kapolri itu menjalankan program presiden.
00:46:02Jangan salahkan kepolisian dong.
00:46:05Jangan dianggap juga kepolisian tidak berhasil menjalankan tugasnya.
00:46:09Jadi kalau Mas Julius mau mempertanyakan, pertanyakannya ke siapa?
00:46:13Ya ketanya presiden.
00:46:14Ke presiden.
00:46:14Kenapa presiden?
00:46:15Itu kemudian definisinya jadi berubah Bang Juanda.
00:46:18Silahkan, tidak masalah.
00:46:19Menjadi pelayanan masyarakat.
00:46:20Eh Bang sudah selesai tadi ya?
00:46:21Jangan dibatah lagi.
00:46:23Tolong, tolong.
00:46:24Jadinya presiden senang dengan dia.
00:46:25Silahkan, kan gitu Bang.
00:46:26Tadi sudah selesai kan?
00:46:27Nah saya lagi giliran, jadi kalau dipotong terus.
00:46:30Lanjut-lanjut Pak Juanda, silahkan.
00:46:31Boleh Bang, boleh Bang.
00:46:32Boleh, katanya boleh.
00:46:33Kita menimpali boleh katanya tadi.
00:46:34Boleh, tapi kan sudah tadi.
00:46:36Nah kalau tidak seberdapat silahkan.
00:46:39Nah jadi saya berpendapat dalam arti melihat sesuatu hal makna konstitusi itu dalam arti luas.
00:46:46Jangan hanya letter lag positifistik.
00:46:50Akhirnya apalah aliran-aliran yang legalistik.
00:46:54Padahal kita ini lebih luas untuk melihat, oh jangan melihat negatifnya saja.
00:46:59Kita lihat positifnya juga loh.
00:47:01Capaiannya apa Pak?
00:47:02Kasih contoh.
00:47:03Capaian, lah.
00:47:04Jagung, itu kan program presiden.
00:47:06Berhasil atau tidak?
00:47:07Soal berhasil saya tidak tahu.
00:47:09Oke.
00:47:09Tetapi.
00:47:10Kalau itu berhasil Bang?
00:47:11Berhasil.
00:47:11Itu berhasil.
00:47:12Saya tidak tahu.
00:47:13Saya tidak bisa menilai.
00:47:14Jagung, SPPG, itu berhasil Bang.
00:47:16Saya tidak bisa menilai itu.
00:47:17Akan ditanya.
00:47:18Bukan kehalian saya.
00:47:20Oke silahkan lanjut.
00:47:21Oke.
00:47:21Nah jadi yang penting menurut saya ini ada program presiden.
00:47:26Reformasi.
00:47:27Terus diperintahkan oleh presiden kepada koefisien.
00:47:31Dia jalankan.
00:47:32Apa salah?
00:47:33Dan menurut saya itu adalah salah satu pelayan.
00:47:36Karena ini program Pak Presiden untuk pelayanan masyarakat.
00:47:38Bukan dalam arti di dalam undang-undang itu tadi ya.
00:47:41Nah ini sebagai akademisi.
00:47:44Saya kira dalam cakrawala yang makro.
00:47:46Ini berhasil.
00:47:48Tapi jangan disalahkan kepolisian.
00:47:50Kita harus objektif dong.
00:47:51Itu saja saya kira.
00:47:53Jangan sampai nanti semua polisian itu salah.
00:47:55Oke baik.
00:47:56Coba saya tanya.
00:47:57Saya melihatnya mestinya ya.
00:47:59Kapolri yang menurut saya bagus itu adalah kapolri yang mengatakan Pak Presiden.
00:48:05Saya sebetulnya sebagai kapolri tidak punya kewenangan untuk ngurusin SPPG dan juga tanam jagung.
00:48:14Secara profesional kewenangan saya sudah diatur di undang-undang.
00:48:17Oleh karena itu sebagai kapolri saya tidak menyatakan menolak.
00:48:22Tapi baiknya Presiden memikirkan terlebih dahulu.
00:48:26Apakah polisi harus dilibatkan ngurusin.
00:48:29Itu kapolri di Amerika atau di Indonesia itu.
00:48:32Dan juga ngurusin SPPG.
00:48:32Mengingat tugas-tugas kami saat ini sangat berat.
00:48:36Begalnya makin merajalela.
00:48:38Pencuriannya makin merajalela.
00:48:41Apa namanya itu korupsinya makin merajalela.
00:48:44Lalu macam-macam hal yang setengah ini gitu.
00:48:47Itu pula yang harus kita sampaikan kepada TNI.
00:48:51TNI itu juga jangan ngurusin soal KDMP.
00:48:54Ngurusin hal masing-masing.
00:48:57Anggarannya gede Bang Reh.
00:48:58Itu dia.
00:48:58Itu yang saya mau katakan.
00:49:00Kalau cara berpikir kita bahwa polisi boleh masuk ke jagung tentara masuk ke KDMP.
00:49:07Ya kalau begitu ngapain juga kita buat ada komisi tiga, ada komisi satu.
00:49:13Coba Pak Sisno.
00:49:15Menurut pendapat Anda.
00:49:16Tadi ini kita memperdebatkan ada program protest presiden.
00:49:19Harusnya ya jangan dibebankan.
00:49:21Karena masalah angka kriminalitas juga masih tinggi begitu.
00:49:24Baik.
00:49:25Saya sekarang berbicara.
00:49:26Berbicara sebagai rakyat sekarang karena saya sudah pensiun ya.
00:49:30Polri itu milik rakyat.
00:49:33Ini digaji oleh rakyat.
00:49:37Diberi kewenangan oleh rakyat.
00:49:41Dipersenjatai oleh rakyat.
00:49:44Siapa pemilik Polri?
00:49:46Rakyat.
00:49:46Ya.
00:49:47Presiden digaji oleh rakyat.
00:49:50Dipilih oleh rakyat.
00:49:52Diberi kewenangan berdasarkan konstitusi yang dibuat oleh rakyat.
00:49:58Melalui perwakilan.
00:49:59Jadi karena ini milik rakyat semua.
00:50:02Kita negara demokrasi.
00:50:03Baik presiden maupun Polri.
00:50:07Seperti Polri ya.
00:50:08Polri.
00:50:09Harus menuruti apa maunya rakyat.
00:50:12Artinya Pak Sigit sebagai Kapolri bisa meminta yang tadi disampaikan oleh Bang Rai.
00:50:19Ngomong.
00:50:19Jawab presiden.
00:50:20Pak presiden ini bukan jangan kami gitu.
00:50:23Kita ngerjain.
00:50:24Kalau presidennya orang Sumatera seperti saya gak bisa ngomong gitu.
00:50:29Pak gak boleh gitu Pak.
00:50:30Saya dia gak mau dah.
00:50:31Besok saya udah lengser gitu.
00:50:34Tapi.
00:50:35Mungkin Bang Rai ya.
00:50:37Dia Kapolri peran itu.
00:50:38Mungkin gaya bahasa aja tidak begitu.
00:50:40Enggak dia kamu dari kabinet bayangan.
00:50:44Pak Arianto yang diperdebatkan disini adalah harusnya tugas dasarnya dulu.
00:50:49Termasuk soal pelayanan masyarakat.
00:50:51Kita lihat angka kriminal segi tinggi.
00:50:52Jadi belum.
00:50:52Harusnya kan boleh.
00:50:53Belum sebentar dulu ya kalau gitu.
00:50:55Kesini dulu deh.
00:50:56Belum selesai.
00:50:58Semua yang ada di Republik ini diatur oleh peraturan perundang-undangan.
00:51:03Oke.
00:51:04Presiden diatur oleh konstitusi.
00:51:06Kapolri diatur oleh undang-undang tentang Polri.
00:51:09Merupakan turunan daripada undang-undang dasar.
00:51:13TNI diatur juga demikian.
00:51:15Termasuk kabinet kita.
00:51:17Jelas beliau ahli tata negara ini adik saya ini.
00:51:20Dia diatur situ.
00:51:21Sepanjang kita melaksanakan tugas dan tanggung jawab keunangan sesuai itu.
00:51:27Tidak menyimpang.
00:51:28Insya Allah Republik ini akan mengalahkan Amerika.
00:51:31Amin.
00:51:35Masalah kriminalitas ataupun yang lain.
00:51:37Masalah dasar yang harus diselesaikan itu sudah banyak Pak.
00:51:40Bukankah harusnya ini kan tugas prioritas Pak Presiden dalam bidang ekonomi ini kan cukup berat juga.
00:51:46Bukankah harusnya Pak Listio boleh gitu.
00:51:48Ngomong begitu.
00:51:49Fokus saja ke keamanan.
00:51:50Bukan saya menolak.
00:51:51Tapi bolehkah saya menyelesaikan masalah keamanan dulu ke Pak Presiden.
00:51:54Saya kira Pak Sikit sudah pernah ngomong gitu juga.
00:51:57Oh gitu.
00:51:58Ya pasti dong.
00:51:59Pak tugas saya begini.
00:52:00Tetapi Presiden adalah atasan beliau.
00:52:02Kalau dia ngasih tugas yang lain.
00:52:04Ya dia sepanjang yang tugas ini tidak.
00:52:07Tidak bisa nolak.
00:52:07Ya tidak bisa nolak dong.
00:52:09Kan bosnya polisi rakyat.
00:52:11Bisa beliau nolak.
00:52:12Bisa beliau nolak.
00:52:14Pak Presiden.
00:52:15Kalau saya tetap dipaksa untuk menengani MBG.
00:52:18Menengani Jekungan.
00:52:19Saya akan mundur.
00:52:21Kalau tidak ada pemerintah birokrasi.
00:52:24Itu makanya.
00:52:25Saya akan mundur.
00:52:26Karena itu tidak sesuai dengan tugas Pak Polisnya.
00:52:28Makanya itu Pak Polri di dalam negara bayangan.
00:52:34Republik bayangan ini.
00:52:36Oke.
00:52:36Baik Pak Jayadi.
00:52:38Jadi Pak Polri itu jabatan politik sampai harus tunduk kepada Presiden?
00:52:43Atau sebenarnya jabatan profesional yang tadi disampaikan oleh Pak Susno?
00:52:48Tuhan-Nya adalah rakyat.
00:52:49Ya seharusnya jabatan profesional.
00:52:51Harusnya jabatan profesional.
00:52:53Jadi lebih patuh kepada rakyat.
00:52:54Posisi Polri langsung dibawa Presiden.
00:52:57Jadi mau tidak mau dia bersifat politis jadinya.
00:53:00Akibatnya proses kemungkinan politisasi menjadi sangat besar.
00:53:04Apalagi kan mau tidak mau kan harus berhubungan dengan partai juga.
00:53:08Haru berhubungan dengan DPR.
00:53:11Apalagi dengan lembaga-lembaga yang lain.
00:53:14Jadi profesionalismenya menjadi sangat tergantung kepada usernya.
00:53:21Usernya itu adalah Presiden.
00:53:23Sekarang apakah dia ingin tetap di posisi profesionalnya atau tidak.
00:53:29Ketika berhadapan dengan usernya adalah meli Presiden.
00:53:33Itu tergantung kepada jadinya si yang bersangkutan kan gitu.
00:53:37Bukan hanya struktur jadinya.
00:53:40Kalau dia enjoy dengan posisi seperti itu tidak masalah.
00:53:44Ya akhirnya ikut kan.
00:53:45Maka muncullah tuduhan seperti parcok misalnya.
00:53:48Terusnya begini juga.
00:53:50Pak Kapolri juga ya.
00:53:53Saya bilang tadi kayak tong sampah.
00:53:55Kalau dia bisa berhenti saya rasa dia sudah berhenti ya.
00:53:58Bisa.
00:53:58Sudah berhenti kalau dia bisa.
00:54:00Sudah sudah.
00:54:00Sudah minta enggak.
00:54:01Tunggu dulu sebentar.
00:54:03Tanggal 26 September sudah mengatakan beliau ditanya.
00:54:07Katanya anggota-anggota-anggota.
00:54:09Ini kedua.
00:54:10Bukan ditanya rakyat Indonesia.
00:54:12Ada juga gerbongnya yang mempertahankan dia.
00:54:14Gerbongnya mempertahankan dia.
00:54:15Jadi begini lho.
00:54:16Ada satu situasi dimana.
00:54:20Kalau Kapolri diganti gerbongnya tidak aman.
00:54:24Ada gejolak.
00:54:25Akan ada gejolak.
00:54:26Bukan gejolak.
00:54:27Tersingkirlah.
00:54:28Tersingkir.
00:54:29Iya lah.
00:54:30Kan makin jelas ini kalau ke sini kan.
00:54:32Alasannya bukan alasan-alasan yang ideal.
00:54:35Ya maksudnya kemudian ini banyak sekali faktornya.
00:54:38Tetapi yang pasti Pak Kapolri sebagai instrumennya presiden.
00:54:42Dia itu disukai presiden.
00:54:44Gitu lho.
00:54:46Dan dia dengan segala kelelahannya saya melihat.
00:54:48Ya dia jalankan.
00:54:50Mungkin dia mengorbankan diri juga ya.
00:54:52Kalau menurut saya.
00:54:53Karena juga di sini gerbongnya dia masih supaya tetap bisa jalan.
00:54:59Di sana presiden juga.
00:55:01Ya mengorbankan diri juga sebetulnya.
00:55:04Kita dari aspek itu ya.
00:55:06Jadi kalau misalnya seperti yang Bang Rai bilang itu.
00:55:10Tidak adalah Kapolri yang model begitu.
00:55:13Saya tidak mau menjalankan.
00:55:15Orang Satya Haprabu kok.
00:55:17Itu prinsip dasar.
00:55:19Dan ingat loh.
00:55:20Dalam sejarah Republik ini.
00:55:23Hanya institusi Polri yang tidak pernah berkhianat sama pimpinannya.
00:55:28Dalam perebutan-perebutan kekuasaan tidak pernah terlibat.
00:55:32Pak Sugeng.
00:55:33Kalau Kapolri mengatakan saya mundur.
00:55:36Misalnya kalau saya diminta mengerjakan yang bukan kewenangan saya.
00:55:39Itu bukan berkhianat.
00:55:41Bukan.
00:55:42Nah sepatuh-patuh Kapolri kepada presiden.
00:55:46Justru karena.
00:55:47Ya mestinya lebih patuh pada konstitusi.
00:55:49Itu ininya filosofinya.
00:55:51Konstitusi menyatakan dia anak buahnya presiden bos.
00:55:54Ya.
00:55:54Tidak karena dia anak buahnya.
00:55:56Kecuali dia disuruh melanggar hukum.
00:55:58Tidak melanggar hukum.
00:56:00Nah kalau dia disuruh melanggar hukum.
00:56:02Kalau beliau mundur.
00:56:03Atas nama konstitusi dia akan melawan.
00:56:05Ya itu makanya.
00:56:06Oleh karena itulah Pak Presiden.
00:56:08Karena ini tidak melanggar hukum.
00:56:10Kapolri dibaca di konstitusi.
00:56:13Polisi itu tidak dihajarkan.
00:56:15Konstitusi.
00:56:16Oke kita langsung ke lagi.
00:56:17Nah kita tetap di bawahnya.
00:56:28Ya Mas Julius.
00:56:30Apakah kalian mencium.
00:56:31Kalau sampai Kapolri diganti.
00:56:33Ini akan menimbulkan gejolak di internal.
00:56:35Oh kalau di bagian itu.
00:56:36Sudah pasti gejolak.
00:56:37Institusi manapun.
00:56:38Ya kalau kepimpinannya diganti.
00:56:41Gejolak pasti ada.
00:56:42Karena pimpinan itu adalah salah satu target dari jenjang karir.
00:56:46Jenjang karir itu di institusi manapun pasti ada kompetisi.
00:56:49Tapi yang paling penting gini dulu deh.
00:56:50Sebelum ke arah sana Mas Isir.
00:56:52Saya mau bilang bahwa perdebatannya bukan terletak head to head antara Kapolri dengan Presiden.
00:56:58Selesai.
00:56:59On behalf Presiden.
00:57:00Presiden bilang program saya terpenuhi.
00:57:02Sempurna.
00:57:03SPPG-nya enak makanannya dan segala macam.
00:57:05Selesai.
00:57:06Tapi siapa pengawas kinerjanya.
00:57:08Supaya bisa memunculkan indikator yang tadi Bang Rai bilang.
00:57:12Hari ini Senayan ngomong apa.
00:57:14Hari ini Komisi 3 ngomong apa.
00:57:15Jangan-jangan ada program-program khusus Senayan juga.
00:57:19Yang kemudian membuat Senayan senang.
00:57:20Sehingga tidak ada evaluasi.
00:57:22Padahal tugas dia berdasarkan konstitusi.
00:57:24Nah ini yang harus didorong satu.
00:57:25Yang kedua adalah Senayan juga rumah masyarakat.
00:57:29Kita lihat Komisi 3 syuting dengan berbagai macam kasus.
00:57:32Output dari syuting-syuting kasus itu apa?
00:57:34Apa masukan buat Kapolri?
00:57:36Apa buat Presiden?
00:57:37Jadi head to head-nya itu adalah antara Komisi 3.
00:57:40Dan?
00:57:40Kelompok politik yang tadi dimaksud oleh Pak Anand.
00:57:42Dengan Presiden.
00:57:44Oke baik.
00:57:44Sepanjang itu enggak ada.
00:57:45Enggak akan diganti.
00:57:46Presiden bilang akusi yes kalau kata Presiden.
00:57:49Akusi yes.
00:57:49Baik.
00:57:50Saya ke Pak Arianto.
00:57:50Bagaimana rumor surprise ini Presiden Prabowo?
00:57:53Apakah Anda melihat memang masih kesulitan berkonsolidasi termasuk mengganti Kapolri?
00:57:58Itu yang terjadi Anda lihat?
00:57:59Itu yang Anda baca?
00:58:00Kalau saya melihat Pak Presiden pasti sekarang menghitung-hitung setiap hari itu.
00:58:04Menghitung-hitung setiap hari?
00:58:05Iya menghitung-hitung.
00:58:06Karena ada dorongan yang sudah diganti.
00:58:09Di lain sisi.
00:58:10Tapi dalam penampilan-penampilan selama ini ya.
00:58:13Berapa kali Pak Presiden itu menyanjung ya.
00:58:15Mulai seulang tahun 1 Juli kemarin MBQ berhasil itu.
00:58:17Karena memang kenyataannya kayak gitu gitu.
00:58:19Jadi dia sekarang ya juga masih berpikir kan.
00:58:24Sementara ini didorong kesini katanya pursi kurang baik.
00:58:27Tapi survei harinya bagus.
00:58:30Kan kayak gitu kan.
00:58:32Jadi beda-beda pendapat.
00:58:34Dari tengah-tengah beda pendapat ini Presiden pasti akan melihat.
00:58:37Kira-kira itu tadi situasinya yang paling tepat kapan.
00:58:42Sekarang ini sedang menjelang ini.
00:58:44Agustus ini.
00:58:45Apalagi ada rumus di mana-mana banyak.
00:58:47Amper rame gitu.
00:58:48Masih itu dihitung oleh Presiden itu.
00:58:50Tidak hanya nurutin satu desakan dari sini aja.
00:58:53Tapi juga pasti.
00:58:54Kan semuanya yang menanggung risiko beliau.
00:58:57Jadi itu benar-benar rumor.
00:58:58Jelas Pak Sigit masih akan tetap jet Kapolri.
00:59:00Oke.
00:59:01Saya tidak mengatakan gitu ya.
00:59:03Itu tetapkan Presiden aja.
00:59:04Oke baik.
00:59:06Bang Reh tolong disimpulkan dipertegas.
00:59:09Apakah memang saat ini Pak Prabowo masih kesulitan berkonsolidasi.
00:59:12Termasuk mengatet Kapolri.
00:59:15Saya juga agak bingung dengan Pak Prabowo.
00:59:19Kalau disebut sebagai macan.
00:59:21Kalau urusan ini tidak kelihatan macannya.
00:59:24Nah yang kedua adalah.
00:59:26Pada dasarnya beliau mempunyai kesulitan.
00:59:28Mengganti Kapolri.
00:59:29Mengganti menteri.
00:59:29Apa kesulitannya.
00:59:31Nah kalau tapi disebut.
00:59:32Mungkin karena ada desakan kelompok-kelompok.
00:59:35Yang tadi disebutkan oleh Pak Sugeng.
00:59:37Ya mungkin karena itu.
00:59:38Tapi kan kemudian jadi tidak sehat.
00:59:39Pertimbangannya bukan karena pertimbang demi kepentingan konstitusi kan.
00:59:43Demi kepentingan kinerja.
00:59:45Demi kepentingan memperbaiki institusi polisi.
00:59:47Tapi kepentingannya adalah demi blok-blok politik.
00:59:50Oleh karena itulah saya mengatakan jadi ahal ganti.
00:59:53Sebab kalau Pak Sigit tetap dipertahankan.
00:59:56Blok-blok politiknya ada.
00:59:57Sekarang pertanyaannya adalah.
00:59:59Apakah Pak Prabowo mau mempertahankan blok-blok ini.
01:00:02Atau memulai tradisi yang lebih baik terhadap institusi polisi.
01:00:06Yang bebas dari blok-blok politik.
01:00:09Oke coba saya ke Pak.
01:00:10Kenapa itu disatakan blok politik?
01:00:12Karena Pak Sigit ini memang punya kecenderungan dekat dengan politik.
01:00:15Itulah makanya istilah parcok di 2024 muncul.
01:00:19Karena dianggap polisi banyak sekali terlibat dalam urusan pemilu.
01:00:23Dan juga urusan pilgada.
01:00:25Oke baik.
01:00:26Pak Juanda tapi singkat saja.
01:00:27Rumor Surpres ini menandakan bahwa Presiden tengah kesulitan berkonsolidasi.
01:00:31Bagaimana?
01:00:32Sulit berkonsolidasi termasuk pergantian Kapolri.
01:00:35Dengan adanya rumor ini.
01:00:37Rumor Surpres.
01:00:38Dalam konteks simpap presidensil ya.
01:00:41Dalam konstitusi.
01:00:42Yang memegang kendali di Republik secara ekstret itu Presiden.
01:00:46Tidak ada kendala apapun.
01:00:48Tidak ada.
01:00:48Ini persoalan kebijakan dan...
01:00:51Tapi kadang-kadang kenapa muncul rumor?
01:00:53Ya.
01:00:54Dalam hal ini kan memang berselewatan politik.
01:00:57Politik yang kadang-kadang politik subjektif.
01:00:59Politik yang...
01:01:03Kelompok.
01:01:04Oke.
01:01:04Saya kira ini hal yang kita harus buang.
01:01:07Kalau kita mau mengakui dan memperintakan negara hukum.
01:01:11Oke.
01:01:11Nah satu hal lagi sebelum saya lupa.
01:01:14Baik singkat saja Pak.
01:01:15Untuk si Bang Rai tadi mengatakan kembali ke sana bahwa...
01:01:22Kapolri bagaimana misalnya menolak.
01:01:25Dalam struktur ketatangan Indonesia.
01:01:27Baik.
01:01:27Kapolri ini kan di bawah Presiden.
01:01:30Presiden.
01:01:30Mana ada Kapolri atau bawaan yang berani membantah.
01:01:34Oke.
01:01:35Siap laksanakan gitu lah ya.
01:01:36Iya.
01:01:36Oke baik.
01:01:37Terima kasih.
01:01:38Terima kasih untuk seluruh resumber yang sudah hadir.
01:01:39Malam ini dan semua teman-teman mahasiswa.
01:01:42Dengan demikian saya masih tetap akan pamit.
01:01:43Sampai jumpa minggu depan di Bola Liar.
01:01:50Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan