Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Isu pergantian Kapolri menjadi topik utama dalam dialog yang menghadirkan Irjen (Purn) Aryanto Sutadi, Ray Rangkuti, Juanda, Sugeng Teguh Santoso, Julius Ibrani, Komjen (Purn) Susno Duadji, Serta Djayadi Hanan

Mereka membahas berbagai spekulasi mengenai posisi Kapolri di tengah mencuatnya isu surat presiden (surpres), sekaligus mengulas apakah Presiden menghadapi kendala politik dalam mengambil keputusan terkait pergantian pimpinan Polri.

Dalam diskusi tersebut muncul beragam pandangan. Aryanto Sutadi menilai Presiden akan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan, sementara Juanda berpandangan Presiden secara konstitusional memiliki kewenangan penuh untuk mengganti Kapolri tanpa hambatan hukum.

Baca Juga Debat Keras! Aryanto, Ray, dan Sugeng Teguh Bahas Peran Kapolri dalam Dukung Program Pemerintah di https://www.kompas.tv/video/684520/debat-keras-aryanto-ray-dan-sugeng-teguh-bahas-peran-kapolri-dalam-dukung-program-pemerintah

Di sisi lain, Ray Rangkuti menyoroti kemungkinan adanya pertimbangan blok politik dalam proses pergantian Kapolri, sedangkan Julius Ibrani mengingatkan bahwa pergantian pimpinan institusi sebesar Polri hampir pasti menimbulkan dinamika internal.

Dialog ini juga membahas hubungan Kapolri dengan Presiden, profesionalisme institusi Polri, serta berbagai perspektif mengenai arah kepemimpinan Polri ke depan.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/684524/saling-argumen-julius-aryanto-ray-juada-bicara-presiden-ganti-kapolri-pasti-ada-gejolak
Transkrip
00:01Ya Mas Julius, apakah kalian mencium kalau sampai Kapolri diganti ini akan menimbulkan gejolak di internal?
00:07Oh kalau di bagian itu sudah pasti gejolak, institusi manapun ya, kalau kepimpinannya diganti gejolak pasti ada.
00:15Karena pimpinan itu adalah salah satu target dari jenjang karir.
00:19Jenjang karir itu di institusi manapun pasti ada kompetisi.
00:21Tapi yang paling penting gini dulu deh sebelum ke arah sana Mas Ister, saya mau bilang bahwa perdebatannya bukan terletak
00:29head to head antara Kapolri dengan Presiden.
00:31Selesai. On behalf Presiden, Presiden bilang program saya terpenuhi sempurna, SPPG-nya enak, makanannya dan segala macem. Selesai.
00:38Tapi siapa pengawas kinerjanya supaya bisa memunculkan indikator yang tadi Bang Rai bilang?
00:44Hari ini Senayan ngomong apa? Hari ini Komisi 3 ngomong apa? Jangan-jangan ada program-program khusus Senayan juga yang
00:52kemudian membuat Senayan senang sehingga tidak ada evaluasi.
00:55Padahal tugas dia berdasarkan konstitusi. Nah ini yang harus didorong satu. Yang kedua adalah Senayan juga rumah masyarakat.
01:01Kita lihat Komisi 3 syuting dengan berbagai macam kasus. Output dari syuting-syuting kasus itu apa? Apa masukan buat Kapolri?
01:08Apa buat Presiden?
01:10Jadi head to headnya itu adalah antara Komisi 3 dan kelompok politik yang tadi dimaksud oleh Pak Anand dengan Presiden.
01:16Sepanjang itu enggak ada. Enggak akan diganti. Presiden bilang akusi yes kalau kata Presiden.
01:22Saya ke Pak Arianto. Bagaimana rumor surprise ini Presiden Prabowo apakah Anda melihat memang masih kesulitan berkonsolidasi termasuk mengganti Kapolri?
01:31Itu yang terjadi Anda lihat? Itu yang Anda baca?
01:33Kalau saya melihat Pak Presiden pasti sekarang menghitung-hitung setiap hari itu.
01:37Menghitung-hitung setiap hari?
01:38Iya menghitung-hitung setiap hari itu. Karena ada dorongan yang sudah diganti.
01:41Di lain sisi. Tapi dalam penampilan-penampilan selama ini berapa kali Pak Presiden itu menyanjung ya.
01:47Mulai seulang tahun 1 Juli kemarin MBK berhasil itu.
01:50Karena memang kenyataannya kayak gitu. Jadi dia sekarang ya juga masih berpikir kan.
01:57Sementara ini didorong kesini katanya pursi kurang baik. Tapi survei hari ini bagus.
02:03Kan kayak gitu kan. Jadi beda-beda pendapat. Di tengah-tengah beda-beda pendapat ini Presiden pasti akan melihat kira
02:10-kira itu tadi situasinya yang paling tepat kapan.
02:14Sekarang ini sedang menjelang ini. Agustus ini. Apalagi ada rumus di mana-mana banyak yang hampir rame gitu. Masih itu
02:21dihitung oleh Presiden itu.
02:23Tidak hanya nurutin satu desakan dari sini aja. Tapi juga pasti. Kan semuanya yang menanggung risiko kan beliau.
02:29Jadi itu benar-benar rumor. Jelas Pak Sikip masih akan tetap jadi Kapolri.
02:34Saya tidak mengatakan gitu ya. Itu tetap mengatakan Presiden aja.
02:37Oke baik.
02:39Baik. Coba Bang Reh tolong disimpulkan dipertegas. Apakah memang saat ini Pak Prabowo masih kesulitan berkonsolidasi termasuk mengatakan Kapolri?
02:47Iya. Saya juga agak bingung dengan Pak Prabowo.
02:52Kalau disebut sebagai macan, kalau urusan ini nggak kelihatan macannya.
02:56Nah yang kedua adalah pada dasarnya beliau nggak punya kesulitan. Mengganti Kapolri, mengganti menteri apa kesulitannya.
03:03Nah kalau tapi disebut karena ada, mungkin karena ada desakan kelompok-kelompok yang tadi disebutkan oleh Pak Sugeng.
03:09Ya mungkin karena itu. Tapi kan kemudian jadi nggak sehat.
03:13Pertimbangannya bukan karena pertimbang demi kepentingan konstitusi kan.
03:16Demi kepentingan kinerja, demi kepentingan memperbaiki institusi polisi.
03:20Tapi kepentingannya adalah demi blok-blok politik.
03:23Boleh karena itulah saya mengatakan jadi awal ganti.
03:26Sebab kalau Pak Sigit tetap dipertahankan, blok-blok politiknya ada.
03:30Sekarang pertanyaannya adalah apakah Pak Prabowo mau mempertahankan blok-blok ini?
03:35Atau memulai tradisi yang lebih baik terhadap institusi polisi yang bebas dari blok-blok politik.
03:42Oke coba saya ke Pak.
03:43Kenapa itu disatakan blok politik?
03:45Karena Pak Sigit ini memang punya kecenderungan dekat dengan politik.
03:48Itulah makanya istilah parcok di 2024 muncul.
03:51Karena dianggap polisi banyak sekali terlibat dalam urusan pemilu dan juga urusan pilgada.
03:58Oke, baik. Pak Juanda tapi singkat saja.
04:00Rumor surpres ini menandakan bahwa Presiden tengah kesulitan berkonsolidasi.
04:04Bagaimana?
04:05Sulit berkonsolidasi termasuk pergantian Kapolri.
04:08Dengan adanya rumor ini.
04:09Saya kira dalam konteks siapa presidensi ya, dalam konstitusi, yang memegang kendali di Republik secara ekstret itu Presiden.
04:19Tidak ada kendala apapun.
04:20Tidak ada.
04:21Ini persoalan kebijakan dan...
04:24Tapi kadang-kadang kenapa muncul rumor?
04:26Ya.
04:27Dalam hal ini kan memang berselewatan politik.
04:29Politik yang kadang-kadang politik subjektif.
04:31Politik yang kelompok.
04:37Saya kira ini hal yang kita harus buang.
04:40Kalau kita mau mengakui dan memperhentikan negara hukum.
04:44Nah, satu hal lagi sebelum saya lupa.
04:47Baik, singkat saja Pak.
04:48Untuk si Bang Rai tadi mengatakan kembali ke sana bahwa Kapolri bagaimana misalnya menolak.
04:57Dalam struktur ketatangan Indonesia, Kapolri ini kan di bawah Presiden.
05:03Mana ada Kapolri atau Bawaan yang berani membantah.
05:07Siap melaksanakan gitu lah ya.
05:09Iya.
05:09Oke, baik. Terima kasih.
05:10Terima kasih untuk seluruh resumber yang sudah hadiah malam ini dan semua teman-teman mahasiswa.
05:14Dengan demikian saya masih tertarikan pamit.
05:16Sampai jumpa minggu depan di Bola Liar.
Komentar

Dianjurkan