00:01Terima kasih Anda masih menyaksikan Kompas Petang, Saudara.
00:04Polda Metro Jaya membenarkan temuan ratusan senjata di gudang sebuah sekolah di Jakarta Selatan.
00:10Polisi akan memanggil mantan ketua yayasan sekolah untuk menggali soal kepemilikan dan perizinan senjata.
00:28Dari pemeriksaan polisi, Saudara, 995 pucuk senjata angin serta 1 pucuk senjata api jadi disita, Saudara,
00:40dimana dari pendalaman ini pemilik 1 pucuk senjata api sudah meninggal pada tahun 2020.
00:45Sementara itu, Saudara, untuk kepemilikan 995 senjata angin, polisi bilang disimpan oleh WD yang merupakan mantan ketua yayasan sekolah tersebut.
00:57Polisi pun akan memanggil WD untuk memastikan izin kepemilikan serta surat import ratusan senjata angin tersebut.
01:12Dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api.
01:29Dan satu pucuk merupakan senjata api jenis Franchi SPA SPA-S15 kaliber 12GA.
01:41Pendalaman satu pucuk diduga senjata api, ini setelah didalami kepemilikan atas nama Saudara DS.
01:51Saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020.
01:57Tetapi kenapa penyimpanan bukan kepada tempat yang semestinya, tetapi di dalam satu yayasan.
02:05Saudara Iwe merupakan dulu pengurus dari suatu yayasan, sehingga mungkin melihat, menempatkan barang-barang tadi dalam satu gudang.
02:17Kita akan melakukan, mengundang Saudara Iwe dalam hal ini untuk memberikan keterangan,
02:23termasuk akan melakukan pendalaman terkait tentang asal-usul, kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, dan tujuan penyimpanan.
02:35Sebelumnya Saudara Kuasa Hukum pihak sekolah menjelaskan, barang-barang tersebut ditemukan di ruang seorang ketua yayasan
02:42yang sudah dipecat pihak sekolah beberapa bulan sebelum penemuan.
02:47Pihak yayasan kemudian mendatangi Polres Jakarta Selatan untuk mengusut temuan ratusan senjata tersebut secara menyeluruh.
02:58Karena ini ada senjata yang jumlahnya sangat banyak, nyaris seribu senjata,
03:04maka kami ingin perkara ini segera ditindaklanjuti secara serius oleh Polres Metro Jakarta Selatan,
03:09dan oleh karenanya kami meminta keseriusannya dan tindakannya segera karena masih ada ruangan yang belum bisa kami buka.
03:17Kami berharap ruangan itu yang bermutu seperti banker agar segera ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk dibuka.
03:23Ini ruangan yang tertutup gitu ya.
03:24Yang kemudian dari ruangan itu coba tadi dibongkar oleh sekolah, dibuka oleh sekolah.
03:29Tapi kita dengan meminta pendampingan dari kepolisian.
03:32Dan kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan selalu mendampingi kami.
03:37Merespon setemuan 995 senjata angin di sekolah, kuasa hukum WD.
03:43Sekaligus dirut PT Lokta Karya Perbakin, Al-Hadid Endar Putra tegaskan,
03:49ratusan pucuk senjata air, softgun itu adalah milik perusahaan tersebut.
03:54Ia mengklaim senjata itu resmi dan berizin.
03:57Al-Hadid juga mengaku telah memperlihatkan surat izin tersebut ke polisi.
04:08Melalui pesan singkat kepada Kompas TV Saudara,
04:11kuasa hukum WD bilang semua airsoftgun beserta spare part
04:15adalah milik PT Lokta Karya Perbakin yang legal dan berizin.
04:21Airsoftgun tersebut adalah airsoftgun olahraga
04:23untuk kepentingan pelatihan dan pengembangan atlet muda untuk olahraga menembak.
04:28Tidak ada senjata api yang dimiliki oleh PT Lokta Karya Perbakin.
04:38Lebih lengkap mengenai temuan 995 pucuk senjata angin
04:43dan satu pucuk senjata api di gudang sekolah di Jakarta Selatan ini Saudara.
04:47Kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV,
04:49Jihan Jufri dan juga juru kamera Bodhya Vimala
04:52dari Polres Metro Jakarta Selatan.
04:54Selamat petang Jihan.
04:56Apakah polisi sejauh ini sudah menggali keterangan atau informasi
05:00dari mantan Ketua Yayasan Sekolah yang berinisial WD
05:03untuk menjelaskan sebenarnya bagaimana soal temuan 900 lebih senjata ini?
05:12Ya Yasir, pemanggilan dan juga penjadualan untuk dimintai keterangan
05:18terhadap mantan Ketua Yayasan Sekolah dengan inisial IWD
05:23memang sudah dilayangkan begitu ya oleh Polres Metro Jakarta Selatan
05:29dan memang ini dilakukan untuk meminta keterangan pasti
05:33seperti penggunaannya untuk apa dari senjata-senjata tersebut
05:38yang ditemukan lebih dari 900 senjata
05:41lalu juga legalitas serta keberadaan senjata tersebut di ruangannya.
05:47Sementara itu memang kami belum mendapatkan informasi terkait
05:50kapan pastinya IWD akan segera dijadwalkan pemanggilannya
05:56atau di hari apa atau di tanggal berapa.
05:58Dan kalau hari ini memang tadi sudah dilakukan pemeriksaan
06:03tepatnya ini kepada pihak pelapor ataupun pihak sekolah
06:07ada dua orang yang memang tadi sudah dilakukan pemeriksaan
06:11salah satunya ini adalah kuasa hukum Yayasan Hermawanto
06:16dan juga ada staf ahli pembina Yayasan Untung Sangaji
06:20yang mana tadi kalau polisi dari Polres Jaksel ini
06:24memintai keterangan terkait kronologi penemuan 900 lebih senjata
06:30di ruangan mantan ketua Yayasan tersebut
06:34lalu juga kalau dari inventaris pihak sekolah memang ini mencatat ada hampir menyentuh seribu senjata
06:44lalu juga ditemukan dugaannya ini adalah narkotika dan juga puluhan sidi porto.
06:52Ini juga sudah didalami oleh polisi tadi sudah dimintai keterangan oleh Polres Jakarta Selatan
06:59kepada yang bersangkutan.
07:00Nah memang sampai dengan saat ini pasti yang ditunggu adalah pendalaman kasus
07:05terkait dengan pemanggilan mantan ketua Yayasan yang bersangkutan dengan inisial IWD.
07:14Jihan kemudian dari informasi di lapangan
07:16apa sebenarnya peruntukan dari ratusan senjata angin yang berada di sekolah ini?
07:26Ya kalau peruntukannya memang tadi dari Kompas TV ini sempat menghubungi kuasa hukum
07:32dari mantan ketua Yayasan Sekolah Swasta tersebut
07:36Al-Hadid selaku kuasa hukum ini memang mengatakan bahwa semua senjata
07:42yakni termasuk airsoft gun lalu juga ada spare parts-spare partsnya
07:47ini sudah berizin dan memiliki legalitas yang jelas.
07:51Disampaikan juga oleh Al-Hadid bahwa senjata-senjata tersebut ini milik PT Lokta Karya Perbakin
08:00dan memang peruntukannya adalah untuk kepentingan ekstra kulikuler
08:05ataupun pelatihan atlet muda
08:08ataupun pengembangan pelatihan atlet muda di sekolah begitu ya
08:12namun memang sampai dengan saat ini
08:14pasti kami juga sedang menanyai pihak Polres Jakarta Selatan
08:18yakni yang kabarnya sampai dengan saat ini
08:21sudah melibatkan tim laboratorium forensik atau labfor
08:26untuk menguji semua dari senjata-senjata temuan tersebut
08:31mari kita nantikan seperti apa nantinya update dari pemeriksaan labfor tersebut
08:36Terima kasih Jurnalis Kompas TV, Jan Jufri dan juga Juru Kamerabody Vimal
08:40atas informasinya dari Polres Metro Jakarta Selatan
08:43terima kasih Jurnalis Kompas TV
08:44Terima kasih.
Komentar