Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Polda Metro Jaya membenarkan temuan ratusan senjata di gudang sebuah sekolah di Jakarta Selatan.

Polisi akan memanggil mantan ketua yayasan sekolah untuk menggali soal kepemilikan dan perizinan senjata.

Dari pemeriksaan polisi, ditemukan 995 pucuk senjata angin serta satu pucuk senjata api merek "Prancispa".

Dari pendalaman, pemilik satu pucuk senjata api sudah meninggal pada tahun 2020.

Sementara untuk kepemilikan 995 senjata angin, polisi menyebut senjata tersebut disimpan oleh WD, yang merupakan mantan ketua yayasan sekolah tersebut.

Polisi pun akan memanggil WD untuk memastikan izin kepemilikan serta surat impor ratusan senjata angin tersebut.

#senjatadisekolah #poldametrojaya #senjata

Baca Juga Cerita Saksi Temukan Dugaan 995 Senjata Api di Sekolah Swasta di Jakarta Selatan di https://www.kompas.tv/nasional/684453/cerita-saksi-temukan-dugaan-995-senjata-api-di-sekolah-swasta-di-jakarta-selatan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/684457/polisi-masih-terus-dalami-dokumen-ratusan-senjata-di-sekolah-kompas-petang
Transkrip
00:01Terima kasih Anda masih menyaksikan Kompas Petang, Saudara.
00:04Polda Metro Jaya membenarkan temuan ratusan senjata di gudang sebuah sekolah di Jakarta Selatan.
00:10Polisi akan memanggil mantan ketua yayasan sekolah untuk menggali soal kepemilikan dan perizinan senjata.
00:28Dari pemeriksaan polisi, Saudara, 995 pucuk senjata angin serta 1 pucuk senjata api jadi disita, Saudara,
00:40dimana dari pendalaman ini pemilik 1 pucuk senjata api sudah meninggal pada tahun 2020.
00:45Sementara itu, Saudara, untuk kepemilikan 995 senjata angin, polisi bilang disimpan oleh WD yang merupakan mantan ketua yayasan sekolah tersebut.
00:57Polisi pun akan memanggil WD untuk memastikan izin kepemilikan serta surat import ratusan senjata angin tersebut.
01:12Dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api.
01:29Dan satu pucuk merupakan senjata api jenis Franchi SPA SPA-S15 kaliber 12GA.
01:41Pendalaman satu pucuk diduga senjata api, ini setelah didalami kepemilikan atas nama Saudara DS.
01:51Saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020.
01:57Tetapi kenapa penyimpanan bukan kepada tempat yang semestinya, tetapi di dalam satu yayasan.
02:05Saudara Iwe merupakan dulu pengurus dari suatu yayasan, sehingga mungkin melihat, menempatkan barang-barang tadi dalam satu gudang.
02:17Kita akan melakukan, mengundang Saudara Iwe dalam hal ini untuk memberikan keterangan,
02:23termasuk akan melakukan pendalaman terkait tentang asal-usul, kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, dan tujuan penyimpanan.
02:35Sebelumnya Saudara Kuasa Hukum pihak sekolah menjelaskan, barang-barang tersebut ditemukan di ruang seorang ketua yayasan
02:42yang sudah dipecat pihak sekolah beberapa bulan sebelum penemuan.
02:47Pihak yayasan kemudian mendatangi Polres Jakarta Selatan untuk mengusut temuan ratusan senjata tersebut secara menyeluruh.
02:58Karena ini ada senjata yang jumlahnya sangat banyak, nyaris seribu senjata,
03:04maka kami ingin perkara ini segera ditindaklanjuti secara serius oleh Polres Metro Jakarta Selatan,
03:09dan oleh karenanya kami meminta keseriusannya dan tindakannya segera karena masih ada ruangan yang belum bisa kami buka.
03:17Kami berharap ruangan itu yang bermutu seperti banker agar segera ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk dibuka.
03:23Ini ruangan yang tertutup gitu ya.
03:24Yang kemudian dari ruangan itu coba tadi dibongkar oleh sekolah, dibuka oleh sekolah.
03:29Tapi kita dengan meminta pendampingan dari kepolisian.
03:32Dan kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan selalu mendampingi kami.
03:37Merespon setemuan 995 senjata angin di sekolah, kuasa hukum WD.
03:43Sekaligus dirut PT Lokta Karya Perbakin, Al-Hadid Endar Putra tegaskan,
03:49ratusan pucuk senjata air, softgun itu adalah milik perusahaan tersebut.
03:54Ia mengklaim senjata itu resmi dan berizin.
03:57Al-Hadid juga mengaku telah memperlihatkan surat izin tersebut ke polisi.
04:08Melalui pesan singkat kepada Kompas TV Saudara,
04:11kuasa hukum WD bilang semua airsoftgun beserta spare part
04:15adalah milik PT Lokta Karya Perbakin yang legal dan berizin.
04:21Airsoftgun tersebut adalah airsoftgun olahraga
04:23untuk kepentingan pelatihan dan pengembangan atlet muda untuk olahraga menembak.
04:28Tidak ada senjata api yang dimiliki oleh PT Lokta Karya Perbakin.
04:38Lebih lengkap mengenai temuan 995 pucuk senjata angin
04:43dan satu pucuk senjata api di gudang sekolah di Jakarta Selatan ini Saudara.
04:47Kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV,
04:49Jihan Jufri dan juga juru kamera Bodhya Vimala
04:52dari Polres Metro Jakarta Selatan.
04:54Selamat petang Jihan.
04:56Apakah polisi sejauh ini sudah menggali keterangan atau informasi
05:00dari mantan Ketua Yayasan Sekolah yang berinisial WD
05:03untuk menjelaskan sebenarnya bagaimana soal temuan 900 lebih senjata ini?
05:12Ya Yasir, pemanggilan dan juga penjadualan untuk dimintai keterangan
05:18terhadap mantan Ketua Yayasan Sekolah dengan inisial IWD
05:23memang sudah dilayangkan begitu ya oleh Polres Metro Jakarta Selatan
05:29dan memang ini dilakukan untuk meminta keterangan pasti
05:33seperti penggunaannya untuk apa dari senjata-senjata tersebut
05:38yang ditemukan lebih dari 900 senjata
05:41lalu juga legalitas serta keberadaan senjata tersebut di ruangannya.
05:47Sementara itu memang kami belum mendapatkan informasi terkait
05:50kapan pastinya IWD akan segera dijadwalkan pemanggilannya
05:56atau di hari apa atau di tanggal berapa.
05:58Dan kalau hari ini memang tadi sudah dilakukan pemeriksaan
06:03tepatnya ini kepada pihak pelapor ataupun pihak sekolah
06:07ada dua orang yang memang tadi sudah dilakukan pemeriksaan
06:11salah satunya ini adalah kuasa hukum Yayasan Hermawanto
06:16dan juga ada staf ahli pembina Yayasan Untung Sangaji
06:20yang mana tadi kalau polisi dari Polres Jaksel ini
06:24memintai keterangan terkait kronologi penemuan 900 lebih senjata
06:30di ruangan mantan ketua Yayasan tersebut
06:34lalu juga kalau dari inventaris pihak sekolah memang ini mencatat ada hampir menyentuh seribu senjata
06:44lalu juga ditemukan dugaannya ini adalah narkotika dan juga puluhan sidi porto.
06:52Ini juga sudah didalami oleh polisi tadi sudah dimintai keterangan oleh Polres Jakarta Selatan
06:59kepada yang bersangkutan.
07:00Nah memang sampai dengan saat ini pasti yang ditunggu adalah pendalaman kasus
07:05terkait dengan pemanggilan mantan ketua Yayasan yang bersangkutan dengan inisial IWD.
07:14Jihan kemudian dari informasi di lapangan
07:16apa sebenarnya peruntukan dari ratusan senjata angin yang berada di sekolah ini?
07:26Ya kalau peruntukannya memang tadi dari Kompas TV ini sempat menghubungi kuasa hukum
07:32dari mantan ketua Yayasan Sekolah Swasta tersebut
07:36Al-Hadid selaku kuasa hukum ini memang mengatakan bahwa semua senjata
07:42yakni termasuk airsoft gun lalu juga ada spare parts-spare partsnya
07:47ini sudah berizin dan memiliki legalitas yang jelas.
07:51Disampaikan juga oleh Al-Hadid bahwa senjata-senjata tersebut ini milik PT Lokta Karya Perbakin
08:00dan memang peruntukannya adalah untuk kepentingan ekstra kulikuler
08:05ataupun pelatihan atlet muda
08:08ataupun pengembangan pelatihan atlet muda di sekolah begitu ya
08:12namun memang sampai dengan saat ini
08:14pasti kami juga sedang menanyai pihak Polres Jakarta Selatan
08:18yakni yang kabarnya sampai dengan saat ini
08:21sudah melibatkan tim laboratorium forensik atau labfor
08:26untuk menguji semua dari senjata-senjata temuan tersebut
08:31mari kita nantikan seperti apa nantinya update dari pemeriksaan labfor tersebut
08:36Terima kasih Jurnalis Kompas TV, Jan Jufri dan juga Juru Kamerabody Vimal
08:40atas informasinya dari Polres Metro Jakarta Selatan
08:43terima kasih Jurnalis Kompas TV
08:44Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan