Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Presiden Prabowo Subianto menilai Indonesia layak dan mampu lolos ke Piala Dunia 2030. Untuk mendukung target tersebut, Presiden meminta Menteri Pemuda dan Olahraga serta PSSI menyusun blueprint atau cetak biru sepak bola Indonesia yang berisi rencana jangka panjang dan terukur bagi pembinaan serta pembangunan sepak bola nasional.

Pesan Presiden Prabowo disampaikan secara tertulis dan dibacakan Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir pada pembukaan Kongres Biasa PSSI di Jakarta, 3 Agustus. Blueprint tersebut diharapkan menjadi arah pembangunan sepak bola Indonesia yang berkelanjutan dan mampu melahirkan prestasi tim nasional di masa depan dengan dukungan berbagai pihak.

Di sisi lain, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam 0-3 pada laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat. Tiga gol Vietnam dicetak Nguyen Van Vi pada menit ke-6, Nguyen Hai Long pada menit ke-15, dan Nguyen Huan Son pada menit ke-71.

Kekalahan tersebut membuat peluang Indonesia menuju semifinal semakin berat. Tim Garuda kini wajib meraih kemenangan saat menghadapi Singapura untuk menjaga peluang menciptakan sejarah menjadi juara Piala AFF untuk pertama kalinya. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyatakan akan mempersiapkan timnya lebih baik menghadapi laga tersebut.

Dalam dialog KompasTV, pembahasan menghadirkan Ketua Badan Tim Nasional Sumardji dan Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali mengenai blueprint sepak bola Indonesia menuju Piala Dunia 2030 serta peluang Timnas Indonesia setelah kekalahan dari Vietnam.

#timnasindonesia #pssi #pialadunia2030 #pialaaff2026 #prabowo #sepakbola

Baca Juga Kongres PSSI 2026, Prabowo Minta Blueprint Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030 | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/683744/kongres-pssi-2026-prabowo-minta-blueprint-timnas-indonesia-menuju-piala-dunia-2030-kompas-malam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/683952/full-ketua-btn-dan-save-our-soccer-bahas-blueprint-timnas-menuju-piala-dunia-2030-sapa-malam
Transkrip
00:01Saudara Presiden Prabowo Subianto menilai Indonesia layak dan bisa lolos ke Piala Dunia tahun 2030.
00:07Karena itu, demi mengejar target lolos Piala Dunia, Presiden meminta pembuatan cetak biru atau blueprint sepak bola nasional.
00:16Presiden Prabowo Subianto meminta PSSI untuk menyusun rencana jangka panjang dan terukur soal pembinaan dan pembangunan sepak bola Indonesia
00:24demi target lolos ke Piala Dunia 2030.
00:26Pesan Presiden tersebut dibacakan ulang Menkora sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir pada pembukaan Kongres PSSI.
00:35Blueprint ini diharapkan dapat mewariskan jalan berkelanjutan dan terarah di masa depan untuk membentuk tim nasional yang kuat.
00:47Saya memandang Indonesia layak bisa tampil di Piala Dunia 2030.
00:56Saya telah meminta Menteri Pemuda Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI menyusun blueprint tim nasional Indonesia
01:03menuju Piala Dunia 2030 sebagai arah pembangunan sepak bola Indonesia secara berkelanjutan.
01:10Pemerintah akan terus hadir melalui pendanaan, pembangunan infrastruktur, penguatan pembinan usia dini,
01:18peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga,
01:20serta berbagai kebijakan yang mendukung kemajuan sepak bola nasional.
01:28Tim Nas Indonesia harus mengakui ketangguhan Vietnam dalam laga penyisihan Grup A Piala AFF 2026.
01:36Bermain di Stadion Pakansari Bogor, Jawa Barat, Vietnam bermain ketat saat menghadapi Tim Nas Garuda Indonesia.
01:43Kerja sama Nguyen Heilong dan Nguyen Hwang Dong di sisi kanan pertahanan Garuda
01:47menghasilkan umpan terobosan yang dituntaskan dengan apik oleh Nguyen Van Vy di menit ke-6.
01:55Vietnam kembali menambah keran gol lewat kaki Nguyen Heilong pada menit ke-15
01:59melalui skema serangan balik.
02:02Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
02:05Tak puas dengan dua gol, Vietnam mencetak gol ketiga dari Nguyen Hwang Son menit ke-71.
02:12Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan berakhir untuk kemenangan Vietnam.
02:18Kekalahan dari The Golden Stars Warrior membuat Tim Garuda akan menghadapi laga hidup mati kontra Singapura
02:24di pertandingan ke-4 Grup A Piala AFF 2026.
02:29Apabila kalah, kupus sudah peluang Indonesia menciptakan sejarah jadi kampiun pertama kali
02:34sejak kejuaraan ini bergulir 30 tahun lalu.
02:38Pelatih Timnas Indonesia John Hedman berjanji akan menyiapkan pasukan yang lebih baik saat menghadapi Singapura.
03:06Kapten Timnas Rizky Rido menyebut kekalahan lawan Vietnam menjadi pelajaran berharga.
03:11Dia dan penggawa Timnas yang lain bakal berjuang sekuat tenaga di pertandingan terakhir melawan Singapura.
03:19Evaluasi ke depannya, saya sadar juga di hari ini saya melakukan banyak kesalahan yang berujung kebobolan
03:25yang itu harus saya evaluasi lagi dan pelajari lagi agar ke depannya tidak boleh terjadi.
03:30Di pertandingan seperti ini kita tahu sendiri kesalahan kecil akan mengakibatkan kekalahan seperti sekarang.
03:36Jadi kita belajar, evaluasi lagi, kita punya satu pertandingan di Singapura.
03:41Mari doakan kami dan kita akan berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan 3 pun.
03:45Timnas Garuda bakal menghadapi partai penentuan melawan Singapura pada Jumat 7 Agustus 2026.
03:53Kesempatan lolos ke semifinal masih terbuka.
03:55Asal Timnas mampu meraih 3 poin.
03:58Tim Diputan Kompas TV
04:03Saudara Presiden Prabowo Subianto menilai Indonesia layak dan bisa lolos ke piala dunia 2030.
04:07Dan juga meminta penyusunan blueprint sepak bola nasional.
04:10Lalu apa tindak lanjut yang akan dilakukan PSSI?
04:13Dan realistiskah mimpi Indonesia ke piala dunia 2030?
04:17Kita akan bahas bersama Ketua Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali.
04:22Selamat malam, Mas Akmal.
04:23Selamat malam, salam sepak bola.
04:25Salam sepak bola.
04:26Kalau bicara soal blueprint atau cetak biru, ini kan ibaratnya PSSI juga ditantang oleh Presiden.
04:35Bagaimana pembinaan yang dilakukan oleh PSSI terhadap tim nasional menjelang piala dunia 2030?
04:41Tapi kalau kita bicara soal blueprint itu tadi, Anda memaknai ini seperti apa?
04:46Apa maksudnya dari Presiden sebenarnya?
04:48Ya kalau bicara blueprint sebenarnya sejak zaman Ketua Umum PSSI Pak Nurdin Halid sudah ada blueprint.
04:53Sudah ada, oke.
04:54Blueprint yang dinamai Indonesia Emas 2045.
04:59Waktu zamannya Pak Nurdin Halid.
05:00Kemudian digantikan oleh Pak Johar Arifin, juga punya blueprint.
05:05Ada juga.
05:05Kebetulan saya juga bagian dari yang menyusun itu.
05:08Oke.
05:09Waktu zamannya Pak Johar Arifin.
05:10Kemudian Pak Elah Nyala juga punya blueprint.
05:13Kemudian juga setelah itu Pak Edi Rahmayadi juga punya blueprint.
05:17Jadi setiap ketub punya blueprint?
05:18Setelah itu Pak Iwan Bule juga punya blueprint.
05:21Dan Pak Erick Tohid juga sudah punya blueprint juga.
05:24Jadi blueprint ini menurut saya seperti kitab suci.
05:26Cuma salahnya adalah kitab suci-nya cuma ditaruh di lemari, tidak dibaca.
05:31Sehingga...
05:32Dibaca dan ditafsirkan begitu.
05:33Sehingga implementasinya tidak berjalan secara efektif.
05:36Kalau bicara sepak bola misalnya, kita ini negara yang sangat luar biasa.
05:40Karena hanya cabang sepak bola yang kemudian punya aspek legal,
05:45legasinya atau aspek legalnya itu payung hukumnya
05:48dengan Impres Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional No. 3 tahun 2019
05:53yang dikeluarkan pada 25 Januari 2019 di aranya Pak Jokowi.
05:59Nah, di sana melibatkan 11 kementerian.
06:02Dan di antaranya adalah, termasuk di dalamnya adalah
06:05Gubernur, Wali Kota, Bupati juga ikut terlibat di dalamnya.
06:11Cuma permasalahannya lagi-lagi itu Impres Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional ini
06:15tidak berjalan secara utuh.
06:17Kalau kita bicara 2019, sekarang adalah 2006, artinya sudah 7 tahun.
06:23Tapi fakta di lapangannya belum ada yang berjalan secara simultan.
06:26Artinya, kalau itu kemudian berjalan secara simultan,
06:29Pak Prabowo nggak perlu lagi minta blueprint-blueprint lagi.
06:32Tapi gini, kalau bicara soal blueprint,
06:34apa sih sebenarnya blueprint sepak bola nasional itu?
06:36Apakah yang dimaksud seperti misalnya pendidikan
06:39atau pembinaan pemain-pemain sepak bola usia dini
06:42seperti yang dilakukan oleh Perancis di Clairefontaine misalnya?
06:44Betul, betul. Jadi kalau bicara blueprint sebenarnya arah sepak bola kita.
06:48Nah ini yang sebenarnya menjadi pertanyaan banyak pecinta sepak bola Indonesia juga.
06:53Mau dibawa ke mana sepak bola kita?
06:55Kuofadis.
06:57SSI lah gitu, seperti itu.
06:58Karena setiap pergantian ketua umum PSSI
07:01pasti ada perubahan visi misi,
07:04ada perubahan program.
07:05Bawa agenda sendiri-sendiri.
07:06Bawa agenda sendiri-sendiri.
07:08Sehingga kemudian tidak berkelanjutan.
07:10Nah ini yang menjadi problem.
07:11Sebenarnya simpel untuk kemudian membuat sepak bola kita hebat.
07:15Ada istilah,
07:17tim nasional yang kuat itu lahir dari pembinaan yang hebat
07:20dan kompetisi yang sehat.
07:21Liga yang sehat.
07:22Artinya apa?
07:23Artinya selama pembinaan kita tidak hebat,
07:25masih ada curi umur,
07:27masih ada apa namanya,
07:29titip-menitip pemain misalnya.
07:31Dan itu akan merusak moral sepak bolanya.
07:33Sulit untuk mendapatkan pembinaan yang hebat
07:38kalau misalnya orang tua-orang tua pelatih masih diintervensi oleh pihak-pihak di luar.
07:45Nah, jangan bicara kelab konten dulu.
07:47Kalau kemudian pembinaannya,
07:49kita tidak punya kitab suci.
07:50Kita katanya punya,
07:51apa namanya,
07:52Pilanesia.
07:53Tapi sejauh ini,
07:53Pilanesia itu seperti apa,
07:55kita juga tidak tahu.
07:56Sama halnya dengan blueprint.
07:58Sampai sekarang,
07:58misalnya di PSSI,
07:59katanya PSSI punya blueprint.
08:01Sampai sekarang juga publik sepak bola tidak tahu blueprintnya seperti apa.
08:05Gitu kan.
08:06Salah satunya,
08:06yang dulu sempat rame adalah
08:07ketika ada,
08:08apa namanya,
08:10direktur teknik tim nasional
08:12menyampaikan blueprint sepak bola nasional
08:15hanya tengah tiga lembar yang kemudian menjadi kontroversi.
08:18Apakah blueprint sepak bola kita hanya tiga lembar
08:20untuk mencapai piala dunia?
08:21Sementara misalnya negara-negara hebat seperti Jepang.
08:24Jepang itu punya 1,000 vision.
08:28Seribu tahun,
08:29visi seribu tahun.
08:30Mereka menargetkan juara piala dunia pada 2050.
08:34Artinya apa?
08:35Kalau sekarang 2026,
08:37artinya 24 tahun lagi,
08:38baru mereka berpikir tentang piala dunia menjadi juara.
08:42Nah, Indonesia,
08:43belum apa-apa.
08:44Tiba-tiba 2030 pengen lolos piala dunia.
08:46Piala AFF aja masih susah jadi juara.
08:48Ini yang menarik.
08:49Ini yang menarik.
08:50Karena Anda menyinggung piala AFF.
08:52Saya sebenarnya tidak mau mengait-ngaitkan
08:54pembicaraan Pak Prabowo ini
08:56soal blueprint
08:56dengan ajang piala AFF yang sekarang.
08:58Tapi kok momennya bersamaan.
08:59Ketika kita menelan kekalahan telak
09:02di kandang sendiri,
09:033-0,
09:03tiba-tiba Presiden berbicara soal blueprint sepak bola nasional.
09:06Apakah ini dibaca oleh Presiden sebagai kekhawatiran
09:09sepak bola nasional kita
09:11tidak akan mencapai puncaknya
09:13pada saat ajang mendekati piala dunia 2030 nanti?
09:16Ya, kalau kita bicara target PSSI.
09:19PSSI sebenarnya punya target 2038.
09:21Baru kita lolos piala dunia.
09:23Tapi kalau mungkin ada peluang,
09:25seperti kemarin 2026 kan,
09:27kualifikasi kita ada peluang lolos sampai babak keempat.
09:30Kalau kemudian ada kesempatan diambil
09:32untuk jadi juara,
09:33eh untuk lolos ke piala dunia.
09:34Kenapa tidak diambil?
09:35Tapi faktanya kan kita gagal.
09:37Artinya kegagalan itu harus menjadi pelajaran
09:39bahwa senjatinya
09:40kita belum siap untuk tampil di piala dunia.
09:43Lagi-lagi seperti itu.
09:44Kenapa? Yang ada glorifikasi sejauh ini.
09:47Bahwa kita sudah hebat.
09:48Padahal 1986,
09:50kita juga pernah mencapai babak yang sama
09:52dengan Indonesia saat ini.
09:54Waktu dilatih Sintayong.
09:55Ketika itu dilatih oleh Barcematula Velwa.
09:58Nah, inilah yang kemudian menurut saya
10:02harus dipikirkan secara matang.
10:04Mau dibawa kemana arahnya dan target-targetnya.
10:07Kalau target dibuat,
10:08apa langkah-langkah yang harus dilakukan?
10:10Nah, selama langkah-langkah yang tadi,
10:12pembinaannya masih belum hebat,
10:14kemudian kompetisinya belum sehat,
10:16masih ada atur-mengatur skor pertandingan,
10:18masih ada atur-mengatur juara,
10:20masih ada gonta ganti nama klub.
10:22Apa yang memang hal itu masih terjadi sampai saat ini?
10:25Ya, masih terjadi.
10:26Dan itu fakta.
10:27Dan itu dirasakan oleh semua publik.
10:29Yang sekarang aja kemarin,
10:30Kongres PSSI kan,
10:31ada klub yang tiba-tiba ganti nama.
10:33Nah, jual-beli klub,
10:34cross ownership,
10:35kepemilikan ganda.
10:36Kepemilikan ganda ini dilarang oleh FIFA.
10:38Kenapa?
10:39Kalau ada orang atau perusahaan
10:40memiliki lebih dari satu klub,
10:42ini kan berpotensi untuk terjadinya pengaturan skor.
10:44Ternyata kutip,
10:45terlalu banyak sengketa di dalam,
10:47apa namanya,
10:48bukan tidak bicara PSSI,
10:49tapi di dalam kompetisi.
10:50Jadi kalau sebelum kita bicara lolos ke piala dunia,
10:53maka yang harus kita lakukan adalah
10:54membenahi ekosistem sepak bola kita.
10:56Oke, bicara soal ekosistem.
10:58Saya menyinggung soal ekosistem
10:59berkaitan dengan filosofi sepak bola.
11:01Banyak yang menilai
11:01problem utama sepak bola Indonesia ini
11:03ada di pondasi.
11:04Kalau kita bicara di pondasi kan,
11:05filosofi permainan,
11:07kualitas kompetisi,
11:08jumlah pelatih berlisensi
11:10yang ada di Indonesia,
11:11lalu juga infrastruktur di daerah,
11:13mulai dari stadion dan segala macamnya.
11:14Nah, apakah permintaan blueprint ini
11:16bisa menyelesaikan akar mesara?
11:17Masalah sepak bola di Indonesia sendiri sebenarnya?
11:19Ya, sebenarnya Pak Prabowo
11:20tinggal melanjutkan
11:21impres percepatan pembangunan sepak bola
11:23yang dibuat oleh Pak Jokowi.
11:25Di situ kan ada.
11:25PUPR diberikan tugas
11:27untuk melakukan pembangunan infrastruktur.
11:29Sekarang kan sudah ada 32 stadion
11:32di sejumlah daerah yang direnovasi.
11:34Cuma permasalahannya
11:35apakah renovasi itu
11:37hanya sekedar dicat
11:38atau di standar internasional kan?
11:40Nah, itu kan yang jadi problem.
11:42Ada beberapa stadion yang direnovasi
11:44faktanya adalah
11:45ternyata cuma renovasi ganti bangku
11:47dan sebagainya
11:48tapi tidak memenuhi standar-standar
11:50FIFA Safety and Security Stadium Regulation
11:52yang pada akhirnya terjadilah
11:54tragedi kejuruhan.
11:55Nah, yang semacamnya.
11:56Kemudian misalnya pelatih berlisensi
11:58di impres percepatan pembangunan
12:00sepak bola nasional
12:01itu sudah dibuat
12:02dibuat di mana misalnya
12:04Menteri Pendidikan
12:05Kementerian Pendidikan
12:06ikut terlibat di sana
12:07nanti sekolah-sekolah
12:09guru olahraga
12:10guru sepak bola di sekolah
12:11itu minimal harus punya lisensi.
12:13D.
12:14Kepelatihan
12:15di lingkup misalnya
12:16kabupaten kota
12:18punya pelatih berlisensi B
12:19berlisensi A
12:21direktur teknik
12:22berlisensi APRO
12:23tapi permasalahannya adalah
12:25ya itu lagi
12:25pendanaannya yang kemudian
12:27menjadi salah satu problem
12:29sehingga kemudian membuat
12:31biaya
12:31kepelatihan di kita
12:32itu mahal sekali.
12:33Kita untuk dapat lisensi APRO
12:35itu biayanya
12:35250 juta.
12:37Nah, setelah
12:38kemarin ada beberapa
12:39pelatih lokal kita
12:40yang habis
12:41kursus lisensi APRO
12:43telepon saya
12:44Mal,
12:44abang udah dapetin
12:45lisensi APRO
12:46tapi setelah ini
12:47abang jadi pengangguran
12:48bayar 250 juta
12:49jadi pengangguran.
12:50Kenapa?
12:50Karena peluang untuk
12:51melatih di klub-klub
12:52diberikan kepada pelatih asing.
12:54Sehingga kemudian
12:55pemberdayaan
12:56iya, pembiayaan besar
12:57untuk menjadi pelatih
12:58tapi kemudian
12:59tidak diberdayakan.
13:00Nah, ini kan problem
13:01kalau kemudian
13:02ini diberdayakan
13:03saya pikir
13:04di setiap provinsi
13:05diberdayakan kompetisi
13:06usia muda
13:07digelar secara
13:08simultan
13:08di semua kompetisi
13:09kita bisa
13:10tidak perlu lagi
13:11jalan naturalisasi
13:13tidak perlu lagi
13:13jalur ambil
13:14pemain diaspora
13:15kita harus percaya
13:16bibit-bibit muda kita
13:17potensial
13:18untuk menjadi
13:19apa namanya
13:20pemain
13:21yang punya kualitas
13:22dan berpotensi
13:23menjadi kekuatan
13:24masa depan
13:26tim nasional Indonesia.
13:26Jadi sebenarnya
13:27PR-nya PSSI sekarang ini
13:29sebenarnya tidak ribet-ribet amat ya?
13:30Sudah ada
13:31sebenarnya blueprintnya
13:31tinggal mengembangkan
13:32dan itu tadi
13:33mengejawantahkannya
13:34seperti apa?
13:35Apakah
13:37bisa realistis
13:38diejawantahkan
13:39atau bisa
13:40diaplikasikan
13:40atau tidak?
13:41Karena sekarang
13:41yang penting adalah
13:42will dari
13:43ketua PSSI sendiri
13:45untuk bisa menjalankan
13:46blueprint yang sudah
13:46disusun sedemikian rupanya.
13:47Jadi menurut saya
13:48target Piala Dunia 2030
13:50itu tidak realistis.
13:51Belum realistis?
13:52Dengan kondisi
13:53sebab bola kita saat ini.
13:54Baik.
13:55Nah, kita tinggalkan
13:56blueprint saudara
13:57nanti setelah jeda
13:58nanti Bunga Kemal
13:59masih akan disini
14:00untuk menemani saya
14:01dan juga akan bergabung
14:02Ketua Badan Tim Nasional
14:03yang juga manajer
14:04Timnas Indonesia
14:05untuk membahas
14:06laga kemarin
14:06yang harus diavaluasi
14:08ketika Timnas
14:09harus mengakui
14:11keunggulan Vietnam
14:12di kandang
14:12sendiri di 3-0
14:13dan bagaimana
14:14menghadapi
14:14sisa pertandingan
14:15di fase grup
14:16melawan Singapura
14:17di Singapura nanti
14:17dan bagaimana
14:19kansnya Indonesia
14:20juga bisa menjuari
14:21Piala AFF
14:21setelah 30 tahun
14:23tidak mencicipi
14:24juara Piala AFF
14:25sesaat lagi
14:25disampai Indonesia malam
14:26Masih ada
14:28Koordinator Sefer Soccer
14:30Agnal Mahali
14:30bersama saya
14:31dan kali ini
14:32ada juga
14:32manajer Timnas Indonesia
14:33yang juga Ketua Badan Tim Nasional
14:35Pak Sumarji
14:36Selamat malam Pak Sumarji
14:38Selamat malam
14:39Assalamualaikum
14:40Waalaikumsalam
14:41dan sekarang
14:42kita akan bahas
14:43soal pertandingan kemarin
14:44Pak Sumarji
14:45dan juga menata
14:45pertandingan berikutnya
14:46melawan Singapura
14:48tidak ada yang menyangka
14:49jujur saja
14:50kalau saya melihat
14:50reaksi publik
14:51reaksi pecinta
14:52sepak bola Indonesia
14:53tidak ada yang menyangka
14:54bahwa Indonesia
14:55bisa menelan kekalahan
14:56begitu telak 3-0
14:57kecewa pasti ada
14:58tapi ASA masih tetap ada
14:59karena masih bisa
15:00lolos ke fase berikutnya
15:01jika melawan Singapura
15:03bisa mengoptimalkan
15:04skuad yang ada
15:05dan permainan yang baik
15:07saya berangkat
15:09dari pertandingan kemarin dulu
15:10Pak Marji
15:11sebenarnya
15:11apa yang perlu
15:12dievaluasi di pertandingan kemarin
15:13ya jadi begini
15:15di pertandingan kemarin
15:17itu betul-betul
15:18sesuatu yang
15:20sangat mengecewakan hasilnya
15:22dan tentu
15:23ini menjadi evaluasi
15:24tersendiri bagi kami
15:25di tim
15:25yang pertama
15:27berkaitan dengan
15:27mental para pemain
15:29ini jadi topik utama
15:31yang tentu menjadi
15:32perhatian kami
15:33dikarenakan
15:34kami sudah memberikan
15:35motivasi
15:36sudah
15:37kucon
15:38sudah memberikan
15:39arahan
15:39sudah memberikan
15:41cara-cara
15:42bagaimana mengantisipasi
15:43cara main
15:44Vietnam
15:45dengan
15:45bermain cepat
15:47tentu juga
15:48tentu yang menjadi
15:50menjadi evaluasi kami
15:52ini adalah
15:53mereka bermain cepat
15:55tetapi anak-anak tidak
15:55cepat langsung
15:57bisa merespon itu
15:58sehingga
15:58itu jadi persoalan
16:00padahal kami
16:00selalu sampaikan
16:02bahwa
16:03menghadapi Vietnam
16:04itu nomor satu
16:05adalah
16:06mengantisipasi bagaimana
16:07supaya
16:07kecepatan
16:09yang dilakukan
16:11itu bisa
16:12diredam
16:13dan bisa
16:13diantisipasi
16:14dan yang
16:15tentu menjadi
16:16perhatian khusus
16:17bagi kami adalah
16:18dari faktor
16:19soal
16:20fisik
16:21pemain
16:21juga menjadi
16:22catatan
16:23sehingga
16:24untuk
16:26pertandingan kemarin
16:27ya tentu
16:28akan kita perbaiki
16:29dari semua hal
16:31saya kira itu
16:32dari semua hal
16:33tapi banyak juga
16:34yang
16:35mengomentari
16:36begitu ya
16:36banyak juga yang mengamati
16:38bahwa
16:39ya kita tidak ingin
16:40memberikan
16:41apa ya
16:42satu kesalahan
16:43kepada satu lini
16:44misalnya lini belakang saja
16:44tapi kemarin
16:45betul kata Pak Sumarji
16:47lini belakang kita
16:47tidak bisa mengantisipasi
16:48kecepatan-kecepatan
16:49para pemain Vietnam
16:50ketika ada counter tag
16:51begitu ya
16:51nah apakah
16:52dimulai
16:53pembenahan ini
16:53atau evaluasi ini
16:54dimulai dari lini belakang
16:55termasuk juga
16:56apa namanya
16:57performa dari
16:58keeper Nadeo Arga Winata
16:59Pak Marji
17:00gini gini
17:01evaluasi kemarin
17:03kemarin itu
17:04yang nomor satu
17:05tadi saya sampaikan adalah
17:06bagaimana mental pemain
17:08mental pemain itu
17:09hal yang utama
17:10kemarin itu
17:11karena mungkin
17:12yang menjadikan
17:15anak-anak itu
17:17tidak
17:17tidak bisa
17:18merespon dengan cepat
17:19ya tentu
17:20ini
17:20menyiapkan mental
17:22anak
17:23mental diri
17:24itu kurang
17:24gitu
17:25sehingga
17:25ya dari awal
17:27memang
17:28itulah yang
17:29tapi lebih spesifik lagi
17:30mohon maaf Pak Marji
17:31lebih spesifik lagi
17:32kalau bicara mental itu
17:33apa yang dimaksud
17:33mental pemain kemarin
17:34memberikan efek negatif
17:35untuk pertandingan
17:37kemarin
17:37ya mungkin
17:38satu sisi
17:39menganggap bahwa
17:40lawan yang dihadapi
17:41karena dua kali menang
17:43mungkin yang dihadapi
17:44dianggapnya
17:45biasa-biasa
17:46jadi
17:47respon itu
17:48tidak sekiranya
17:49ditangkap gitu
17:49jadi kan
17:50itu jadi persoalan
17:51kalau
17:52menganggapnya
17:53biasa-biasa
17:53dan
17:54lawan itu
17:55meresponnya dengan cepat
17:56terus kita tidak cepat
17:58mengantisipasikan
17:59jadi persoalan besar
18:00seperti kemarin
18:01itu dilihat dari sekali
18:02itu
18:02ya
18:02agak overconfident lah ya
18:04kalimat singkatnya begitu
18:05agak overconfident
18:06terhadap dua
18:07kemenangan beruntun
18:08sebelumnya melawan
18:09Kamboja
18:09melawan Timur Leste
18:10Anda sepakat
18:11kemarin
18:11ada
18:13overconfident
18:14dari para pemain timnya
18:14sehingga bisa
18:15menalang kekalahan
18:15cukup telak
18:16ya apa yang dikatakan
18:17Pak Marji
18:18saya setuju
18:18karena Pak Marji
18:19ada di dalam tim
18:20jadi dia tahu
18:21seluruhnya
18:22apa yang terjadi
18:22di dalam tim
18:23baik teknis
18:24maupun non teknis
18:25tapi menurut saya
18:26ini adalah
18:27apa namanya
18:27problem yang
18:28sejatinya
18:29belum kiamat
18:30buat Indonesia
18:31walaupun kita kalah
18:33telak 0-3
18:34dari Vietnam
18:35orang pasti
18:35membanding-bandingkan
18:36dengan sebelum-sebelumnya
18:38dimana kita
18:39tiga kali
18:40bisa menang
18:41melawan Vietnam
18:421-0 di Piala Asia
18:43kemudian
18:441-0 dan 3-0
18:45di Hanoi
18:46ada kualifikasi
18:47Piala Dunia
18:47babak kedua
18:48tapi kan sepak bola
18:49berjalan terus
18:50sehingga kemudian
18:51Vietnam pun juga
18:52datang dengan
18:53kondisi dimana
18:54mereka harus
18:55memenangkan pertandingan
18:56setelah imbang
18:570-0
18:58melawan Singapura
18:59artinya
19:00buat mereka
19:01partai melawan Indonesia
19:02di Stadion Pakansari
19:04adalah partai
19:05final buat mereka
19:06karena kalau mereka
19:07sampai seri
19:08mereka tidak bisa
19:09lolos ke
19:09semifinal nantinya
19:10makanya
19:11ada motivasi lebih
19:12dari para
19:13pemain Vietnam
19:14yang mungkin itu
19:15kurang direspon
19:16secara
19:17cepat
19:18oleh pemain
19:18kita
19:19kalau di lapangan
19:20bicara materi
19:21pemain
19:21penguasan bola
19:22kita unggul
19:23tapi untuk
19:24bicara peluang
19:25untuk kemudian
19:27memanfaatkan peluang
19:29kita lemah
19:30disitu
19:30tapi menurut saya
19:31adalah
19:31ini justru
19:32bagus buat
19:33evaluasi
19:33pelatih John Hedman
19:34untuk menghadapi
19:35partai berikutnya
19:36kalau kemarin kan
19:37Vietnam ditahan imbang
19:38Singapura
19:390-0
19:39buat Vietnam
19:40lagam lawan
19:41Indonesia adalah
19:41final
19:42sekarang setelah
19:42mereka menang
19:433-0
19:44selanjutnya
19:44yang berbalik
19:45adalah Indonesia
19:45lagam lawan
19:46Singapura
19:47seperti partai final
19:48karena wajib
19:49menang
19:50jadi menurut saya
19:51selama ini memang
19:52salah satunya
19:54Vietnam salah satu
19:55momok juga
19:56buat kita
19:56selain Thailand
19:57dan juga
19:58Singapura
19:59dan Malaysia
19:59karena 4 negara
20:01ini adalah
20:014 negara
20:02adidaya sepak bola
20:03di Asia
20:03selain Indonesia
20:04Thailand 7 kali
20:05juara
20:06kemudian
20:08Singapura
20:094 kali
20:09Vietnam 3 kali
20:10kemudian
20:11Malaysia 1 kali
20:12kita 6 kali
20:13tapi runner up
20:15penantian 30 tahun ini
20:16yang kemudian
20:17membuat mungkin
20:18publik merasa
20:18apa namanya
20:20kecewa dan sebagainya
20:21harapannya bisa juara
20:23tapi kok bisa kalah
20:24dari Vietnam
20:25tapi ingat
20:25Argentina 2022
20:27kalah juga dari
20:28Arab Saudi
20:29tapi bisa juara
20:29jadi masih ada peluang
20:30yang menarik ini
20:33cocok loh gini ya
20:34tanggal 3
20:34kita kalah 3-0
20:36yang mencetak gol
20:37dari Vietnam
20:38pertama adalah
20:38nomor 3
20:39kemudian
20:40pemain yang mencetak gol
20:41ada 3 orang
20:42tiga-tiganya
20:43Nguyen
20:43namanya
20:44Nguyen
20:44Panfi
20:45Nguyen
20:45Hong Lok
20:46dan Nguyen
20:47Kwan Son
20:48kemudian
20:49dia adalah
20:49peringkat 3
20:50yang kemudian
20:50naik peringkat
20:513 kali juara
20:53mereka dan kita
20:54dari sekarang
20:55berada di peringkat 3
20:56jadi misteri
20:57angkat 3 ini
20:58luar biasa
20:58dan kalau saya melihat
21:00memang Vietnam ini
21:02kalau diajang AFF
21:02seperti ajangnya mereka
21:03jadi semangatnya
21:05bisa berlipat ganda
21:05ini yang harus diantisipasi
21:06mungkin
21:07kalau kita bisa menghadapi
21:08Singapura
21:09mengatasi Singapura
21:10dan lolos ke semifinal
21:11pasti akan melawan
21:13Thailand
21:13dan jika lolos
21:14melawan Thailand
21:15kalau matematika
21:16sebang bolanya
21:17akan ketemu lagi
21:18melawan Vietnam
21:19di final
21:20partai final
21:21saya ingin bicara
21:22menatap ke depan
21:23melawan Singapura
21:24Pak Marji
21:24bagaimana kesiapan
21:25fisik para pemain
21:25yang harus terbang ke Singapura
21:27dan harus melawan
21:28Singapura
21:29di Singapura nanti
21:30yang pertama
21:32sebelum saya berbicara
21:33soal fisik para pemain
21:35tentu yang utama adalah
21:36membenahi mental pemain dulu
21:38kita harus mengembalikan
21:39mental pemain itu nomor satu
21:40karena itu poin utama
21:41ketika situasi seperti ini
21:43yang harus dibangun
21:44yang harus ditingkatkan
21:46dan harus dikembalikan
21:46adalah mental para pemain
21:48untuk kembali
21:49on fire kembali
21:51itu yang pertama
21:51terus yang kedua
21:52adalah berkaitan dengan fisik
21:54tentu kalau dengan fisik
21:56kami tentu tidak
21:58tidak risau ya
22:00dikarenakan kan
22:01jarak perjalanan pun
22:02juga sekali penerbangan saja
22:03dan insya Allah
22:04kita besok akan berangkat
22:05sehingga kita masih ada waktu
22:07untuk memperbaiki fisik
22:09dan tentunya
22:10utamanya adalah
22:11bagaimana supaya
22:12restnya itu betul-betul
22:13cukup
22:14buat para pemain
22:15untuk bermain
22:16melawan Singapura
22:18karena ingat
22:18Singapura ini
22:20tidak bisa kita
22:21berada ketergantungan
22:23sama orang lain
22:23artinya
22:24nasib tim nasi indonesia
22:26ya akan ditahukan
22:27oleh anak-anak sendiri
22:29kalau memang
22:30anak-anak fight
22:31mentalnya kuat
22:32fisiknya
22:33bagus
22:34taktiknya dijalankan
22:35sesuai dengan
22:36apa yang sudah disampaikan
22:37oleh Kod John
22:38tentu
22:38ya kita akan bisa
22:40bisa memenangkan pertandingan
22:42karena
22:42tidak ada lagi
22:43besok itu
22:44ketika lawan
22:45Singapura
22:46kita harus imbang
22:47tidak ada
22:47harus menang
22:48sama ketika kemarin
22:49kita
22:51sama seperti kemarin
22:52kondisinya Vietnam
22:54kita menghadapi kita
22:55tidak boleh imbang
22:56harus menang
22:56nah sebaliknya
22:57kita juga harus
22:58betul-betul fight
22:59ketika nanti
23:00menghadapi Singapura
23:01belum habis
23:02ya belum habis
23:03belum habis
23:04belum habis
23:04peluangnya masih ada
23:06tinggal bagaimana
23:07kita
23:08betul-betul berjuang
23:09untuk bangsa
23:10dan negara ini
23:11agar supaya
23:12anak-anak
23:13betul-betul
23:14berkorban
23:15ya berkorban
23:16dengan sepenuh hati
23:17sepenuh jiwa
23:18dan sepenuh tenaganya
23:20untuk bisa
23:21melaju ke
23:22masa selanjutnya
23:24ya ada satu
23:24sisi positif dari
23:25coach John Hortman
23:26ini sendiri sebenarnya
23:27setiap pertandingan
23:28yang akan dilakukan
23:29timnas
23:30ia anggap sebagai
23:31pertandingan yang berat
23:31dan ini yang memberikan
23:32sebenarnya
23:33efek
23:34apa ya
23:35fisik dan mental
23:36pemain yang juga
23:37harus dijaga oleh
23:38para pemain
23:38tapi apakah
23:39kemarin sebelum
23:41pertandingan
23:41nuansa itu juga
23:42diterapkan sebenarnya
23:43pada para pemain ya
23:44Pak Marji
23:45ya sebenarnya
23:47semua sudah
23:48dilakukan
23:49dan dijalankan
23:50ya di tim
23:51secara utuh
23:52semua berbuat apa
23:53itu semuanya
23:55sudah kita lakukan
23:56sudah kita lakukan
23:57hanya memang
23:59yang
23:59menjadi catatan
24:01kita
24:01terpenting
24:03adalah
24:04bagaimana
24:05tim ini bisa
24:06solid secara
24:07keseluruhan
24:07jadi tidak ada
24:09namanya
24:09dalam tim
24:10entah itu
24:11pemain
24:12entah itu
24:13pelatih
24:13asisten
24:14official
24:14secara keseluruhan
24:16harus menyatu
24:16kalau
24:17mengevaluasi
24:18dari pertandingan
24:19kemarin
24:19maka
24:19kami
24:21jujur saja
24:21tidak hanya
24:22mengevaluasi
24:23kalau kita
24:23dikembalikan lagi
24:25tanya
24:25kemarin
24:26pertandingan kemarin
24:27yang kita evaluasi
24:29bukan hanya
24:29pemain
24:30tetapi
24:30secara keseluruhan
24:32di tim ini
24:33kita evaluasi
24:33oke
24:34terakhir
24:34singkat saja
24:34Bunga Kmal
24:35kalau
24:36Anda boleh
24:37memberikan saran
24:38kepada
24:38coach John Hornman
24:40melawan Singapura nanti
24:41langsung gaspol
24:42atau harus
24:42ada kesimbangan
24:43di lini belakang
24:44dan depan
24:45juga untuk
24:45menjaga
24:46agar tidak terjadi lagi
24:47counter attack
24:47yang mematikan
24:48seperti kemarin
24:48kemarin kan ada
24:49masalah di transisi
24:50kita
24:51menguasai pertandingan
24:52tapi ketika
24:52transisi negatif
24:53kita kalah
24:55cepat dari
24:56dari Vietnam
24:58nah ini yang kemudian
24:59harus diantisipasi
25:00bagaimanapun
25:01Singapura yang pertama
25:02dia main di kantang
25:03sendiri
25:04walaupun dalam sejarahnya
25:05Singapura pernah kita kalahkan juga
25:07di Singapura
25:07di Piala FF
25:082022
25:10waktu itu
25:11artinya
25:12Singapura juga timnya
25:13sebenarnya tidak
25:15begitu kuat saat ini
25:16itu yang kemudian
25:17menjadi sisi lemah
25:18dan
25:19apa namanya
25:20yang paling penting
25:21seperti tadi kata
25:21Pak Marja adalah
25:22mental
25:23mental
25:24blok yang selama ini
25:25menghantui para pemain kita
25:27itu bisa dilepas seluruhnya
25:29sehingga
25:29para pemain
25:30tampil
25:31nothing to lose
25:32di lapangan
25:32untuk memberikan yang terbaik
25:34dan
25:34saya masih meyakini
25:35kita bisa memenangkan
25:37pertandingan dan nolol semifinal
25:38baik terima kasih
25:39Bunga Akbal
25:40Pak Marji
25:40salam untuk para pemain tim
25:41semangat menghadapi Singapura
25:43dan
25:43asa masih ada
25:44kita semua yakin
25:45dan saya yakin
25:46para pecinta
25:47Bakula di tanah air juga
25:48terus mendukung
25:49tim Garuda
25:50untuk bisa
25:50meraih
25:51kemenangan
25:52dan mengangkat trofi
25:53Piala FF
25:54untuk pertama kali
25:54sejak 30 tahun yang lalu
25:55terima kasih Pak Marji
25:56selamat malam
25:58sampai jumpa lagi
25:59terima kasih
Komentar

Dianjurkan