Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
LUMAJANG, KOMPAS.TV - Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Brantas mulai menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Lumajang, Jawa Timur.

Ada sekitar 6 kecamatan dan 9 desa di Lumajang yang terdampak kekeringan tahun ini.

Bantuan air bersih kini jadi andalan warga di sejumlah kecamatan yang terdampak kekeringan di Lumajang, Jawa Timur.

Setiap harinya, dua tangki air bersih milik Kementerian PU disalurkan ke daerah-daerah terdampak krisis air bersih di Lumajang, Jawa Timur.

Proses pendistribusian dilakukan secara terkoordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten setempat agar titik-titik yang mengalami krisis air bersih bisa terjangkau.

Warga terdampak krisis air bersih di Desa Dadapan, Kecamatan Gucialit, menyatakan krisis air bersih ini sudah lama dirasakan mereka.

Selama ini, guna memenuhi kebutuhan air bersih, warga mengandalkan bantuan dari pemerintah.

Data dari Pemerintah Kabupaten Lumajang menunjukkan, ada sekitar enam kecamatan dan sembilan desa yang terdampak kekeringan tahun ini.

Bupati setempat juga sudah menetapkan masa tanggap darurat kekeringan dan karhutla sejak tanggal 10 Juli hingga 7 Oktober 2026.

Sementara BPBD Kabupaten Lumajang saat ini sudah menyediakan empat tangki untuk mendistribusikan air bersih.

Diharapkan ada pihak-pihak lain yang bisa membantu pemerintah guna mengatasi dampak kekeringan ini.

Baca Juga Harga Kebutuhan Pokok Naik: Cabai Tembus Rp45.000 per Kg dan Ayam Potong Rp40.000 per Kg di https://www.kompas.tv/regional/683325/harga-kebutuhan-pokok-naik-cabai-tembus-rp45-000-per-kg-dan-ayam-potong-rp40-000-per-kg

#kemarau #kekeringan #bpbd #krisisair

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/683328/6-kecamatan-dan-9-desa-di-lumajang-dilanda-kekeringan-warga-andalkan-bantuan-air-bersih
Transkrip
00:00Saudara Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Berantas
00:04mulai menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Lumajang, Jawa Timur.
00:08Ada sekitar enam kecamatan dan sembilan desa di Lumajang yang terdampak kekeringan tahun ini.
00:17Bentuan air bersih kini jadi andalan warga di sejumlah kecamatan yang terdampak kekeringan di Lumajang, Jawa Timur.
00:24Setiap harinya dua tangki air bersih milik Kementerian PU disalurkan ke daerah-daerah terdampak krisis air bersih di Lumajang, Jawa
00:33Timur.
00:35Proses pendistribusian dilakukan secara terkoordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten Setempat
00:41agar titik-titik yang mengalami krisis air bersih bisa terjangkau.
00:46Warga terdampak krisis air bersih di Desa Dadapan, Kecamatan Gucialit,
00:51menyatakan krisis air bersih ini sudah lama dirasakan.
00:55Selama ini guna memenuhi kebutuhan air bersih, warga mengandalkan bantuan dari pemerintah.
01:03Ya, sulitnya air minum, kebutuhan memiliki rumah istri.
01:09Jadi itu semua kebutuhan tergantung air ini, Bu, ya?
01:12Ya, atas sumber, tapi tidak mencukupi.
01:15Tidak mencukupi?
01:15Tapi benar-benar ini sih.
01:17Data dari pemerintah Kabupaten Lumajang menunjukkan,
01:21ada sekitar enam kecamatan dan sembilan desa yang terdampak kekeringan tahun ini.
01:28Bupati Setempat juga sudah menetapkan masa tanggap darurat kekeringan dan karhutlah
01:33sejak tanggal 10 Juli hingga 7 Oktober 2026.
01:40Harapan kami, kami bisa membantu masyarakat terdampak krisis air bersih
01:47supaya bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak.
01:55Mulai tanggal 10 Juli sampai 7 Oktober.
02:01Memang ada berapa daerah atau kecamatan, enam kecamatan, ya?
02:05Sembilan belas desa.
02:07Nah, di situ memang kita menghadapi krisis air bersih.
02:12Artinya apa?
02:14Warga-warga yang ada di Kabupaten Lumajang,
02:17terutama di sisi utara atau sisi barat,
02:20Kecamatan Bejalit, Kecamatan Raniyoso sendiri,
02:23warga kekurangan air bersih.
02:26Sementara itu BPBD Kabupaten Lumajang saat ini sudah menyediakan
02:30empat tangki untuk mendistribusikan air bersih.
02:34Diharapkan ada pihak-pihak lain yang bisa membantu pemerintah
02:38guna mengatasi dampak kekeringan.
02:42Abdul Rohman, Kompas TV Lumajang, Jawa Timur.
Komentar

Dianjurkan