Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Polda Metro Jaya masih mendalami penyebab meninggalnya Sutrimo, penjaga rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya menjelaskan pertanyaan masyarakat mengenai kondisi korban saat meninggal dunia menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Hingga kini, sedikitnya lima saksi telah dimintai keterangan.

Terkait beredarnya foto, video, maupun rekaman CCTV yang dikaitkan dengan kasus tersebut, polisi menegaskan seluruh materi tersebut masih dalam tahap verifikasi.

Video Editor: Lintang Amiluhur

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/683481/full-polda-metro-soal-cctv-saksi-terakhir-kematian-sutrimo-penjaga-rumah-eks-jampidsus-febrie
Transkrip
00:00Polda Metro Jaya mengetahui itu dari informasi yang beredar di media TV, media online, dan media sosial.
00:09Kami memahami bagaimana pertanyaan masyarakat secara umum tentang kondisi meninggalnya saudara S.
00:20Sehingga kejadian itu diketahui sekitar hari Kamis 23 Juli di bawah saudara Almarhum S.
00:30Dibawah menggunakan ambulan dari klinik Morden menuju rumah sakit Muhammadiyah, Taman Puring.
00:36Sekiranya pukul 9.10.
00:39Ada pun beberapa rangkaian penyelidikan yang saat ini masih ataupun sedang dilakukan
00:45sampai dengan jenazah itu dikirim ke satu wilayah di Jawa Tengah.
00:54Mulai hari Senin 27 Juli, penyelidik gabungan dari tim Ditreskrimum dan Tores Metro Jakarta Selatan
01:03bersama Puslapor Barefim Pori melakukan olah tempat kejadian peristiwa, olah TKP.
01:11Juga melakukan pemeriksaan kepada beberapa orang saksi, mengambil beberapa barang bukti,
01:19mengolah untuk diolah barang bukti dan dilakukan pendalaman.
01:23Ada lima orang saksi yang sudah dimintai keterangan, yaitu saudara Azed,
01:30pengumudi ambulan yang membawa jenazah menuju Banyumas.
01:33Yang kedua adalah MOP, pengumudi ambulan tujuan Banyumas,
01:38yang ini serta seorang bernama M di rumah sakit Muhammadiyah
01:44membantu memindahkan jenazah untuk di ruang pemandian menuju ambulan.
01:49Saudara MZ serta S ini merupakan manajer tentang pemilik ambulan yang mengantar jenazah ke Banyumas.
01:58Saudara MA, pihak yang mengenal almarhum dan melihat saksi terakhir kali,
02:06yaitu Rabu 22 Juli 2026 sekitar pukul 20.00 di depan klinik modern.
02:12AAS, pengemudi ambulan, serta saat ini penyelidik juga akan melakukan undangan klarifikasi
02:21kepada dokter yang memeriksa kondisi dan yang menyatakan bahwa
02:27saudara S, almarhum S, sudah meninggal dunia.
02:31Jadi saat ini masih dilakukan serangkaian penyelidikan.
02:36Penyelidikan kami akan sampaikan kepada rekan-rekan sekalian.
02:40Kami pada dasarnya Polda Mintur Jaya menyampaikan rasa belah sungkawa
02:45atas peristiwa yang terjadi.
02:49Semoga keluarga Bapak se-almarhum S dapat sabar dan menerima kekuatan.
02:57Itu ya terjawab.
02:59Selanjutnya.
03:00Menambahkan pertanyaan yang seterimu sih Pak.
03:03Ini kan masih simpang siul ya Pak soal kondisi.
03:06Yang bersangkutan kalau ditemukan pertama kali itu kan udah beri peristiwa bahwa dapat saksi.
03:10Dari kekenangan saksi sendiri, apakah bagaimana Pak kondisi sutrimu saat ditemukan
03:14apakah betul berbursa dan lain sebagainya gitu.
03:17Terus.
03:18Saksi.
03:23Beda itu Pak Pak.
03:24Ya, tadi sudah kami sampaikan bahwa penyelidik sedang mengirim,
03:30sudah mengirim undangan klarifikasi kepada dokter yang memeriksa.
03:34Makanya nanti akan didalami dulu proses tersebut.
03:38Kita mungkin teman-teman juga sudah melihat ada foto yang beredar.
03:42Tetapi kan harus kita klarifikasi apakah benar itu kondisi awal.
03:47Benar nggak itu merupakan sosok almarhum S atau bukan.
03:52Termasuk video-video yang beredar ambulans,
03:55keranda jenazah yang dibawa ada CCTV.
03:59Ini kan harus ditemukan persesuaian oleh teman-teman penyelidik.
04:09Saya Amrino dari I News.
04:11Sebenarnya sudah berbicara ke media kalau Pak S ini memang bekerja di rumahnya,
04:17petugasnya dari X Jan Bisus.
04:18Nah kalau dari Polda sendiri, apakah sudah dapatkan konfirmasi
04:21sebenarnya keterkaitan antara almarhum Supremo ini dengan X Jan Bisus itu seperti apa?
04:26Mengingat lokasi kejadian dengan rumah dari X Jan Bisus ini kan sangat dekat sekali.
04:30Mungkin bisa dijelaskan Pak bagaimana olah TKP dan juga penyelidikan yang dihasilkan oleh Polda berkaitan dengan hal ini.
04:36Terima kasih.
04:37Ya, ini masih dalam proses penyelidikan yang sedang berjalan dilakukan oleh tim penyelidik
04:43gabungan dari Polda Metro Jaya di Dreskrim Um dan Pores Metro Jakarta Selatan.
04:48Termasuk hasil lapor, ini juga belum keluar.
04:51Kita masih menunggu hasil tersebut.
04:53Mungkin teman-teman sendiri sudah mendapat statement dari pihak keluarga maupun dari pihak kejaksaan.
04:59Kami masih mendalami substansi dari proses awal informasi sampai dengan saat sekarang.
05:06Ini masih berproses.
05:11Penggalian barang bukti yang ditemukan di TKP meninggalnya korban S ini,
05:17apakah pihak kepolisian juga melakukan penelusuran terhadap barang-barang elektronik seperti HP korban
05:22beserta dengan riwayat chat dan juga riwayat panggilan di dalam ini?
05:27Terima kasih.
05:27Ya tentunya mbak, informasi sekecil apapun itu pasti akan dilakukan.
05:32Tetapi kalau kita berbicara tentang proses penyelidikan, substansi materi itu belum dapat kami sampaikan kepada publik.
05:41Karena itu merupakan kerasiaan dari teman-teman.
05:43Dari teman-teman mau tanya terkait dengan dugaan keterkaitan sutrimo dengan ekstrem tipsi Faby Adyansyah,
05:49apakah polisi itu akan memeriksa atau sudah memeriksa Pak Faby keterangan itu?
05:56Terus kedua, dari hasil visi meskentara, apakah ada tanya-tanya keterasan itu?
06:02Ini saya jawab ya, tadi kalau dengar yang pertama saya sampaikan,
06:06sudah ada beberapa saksi yang kita minta keterangan, termasuk orang yang mengantar menemukan pertama,
06:13orang yang memesan ambulan, termasuk orang yang berada di rumah sakit.
06:18Terkait tentang CCTV yang beredar, kami belum bisa dapat mengkonfirmasi.
06:24Karena ini masih ada proses persesuaian antara CCTV yang beredar dengan fakta sebenarnya dari hasil CCTV yang sudah diminta oleh
06:34teman-teman penyelidik.
06:35Tadi pertanyaan Mbak Nabila, keterkaitan itu penyampaian Mbak Nabila ya, dari dugaannya,
06:42kita tidak menyampaikan, intinya kita melakukan penyelidikan terkait tentang wajar atau tidak wajarnya meninggal seseorang bernama S.
06:52Ini masih kami dalami.
06:55Tidak ada kendala.
06:57Kita sampaikan bahwa proses ini kan tidak instan, tetapi ada tahapan-tahapan.
07:03Polri, perlu saya sampaikan kembali, adalah selalu menjaga etika kelembagaan.
07:10Dan Polri selalu mengedepatkan nurani di dalam proses penyelidikan dan penyidikan.
Komentar

Dianjurkan