00:00Polda Metro Jaya mengetahui itu dari informasi yang beredar di media TV, media online, dan media sosial.
00:09Kami memahami bagaimana pertanyaan masyarakat secara umum tentang kondisi meninggalnya saudara S.
00:20Sehingga kejadian itu diketahui sekitar hari Kamis 23 Juli di bawah saudara Almarhum S.
00:30Dibawah menggunakan ambulan dari klinik Morden menuju rumah sakit Muhammadiyah, Taman Puring.
00:36Sekiranya pukul 9.10.
00:39Ada pun beberapa rangkaian penyelidikan yang saat ini masih ataupun sedang dilakukan
00:45sampai dengan jenazah itu dikirim ke satu wilayah di Jawa Tengah.
00:54Mulai hari Senin 27 Juli, penyelidik gabungan dari tim Ditreskrimum dan Tores Metro Jakarta Selatan
01:03bersama Puslapor Barefim Pori melakukan olah tempat kejadian peristiwa, olah TKP.
01:11Juga melakukan pemeriksaan kepada beberapa orang saksi, mengambil beberapa barang bukti,
01:19mengolah untuk diolah barang bukti dan dilakukan pendalaman.
01:23Ada lima orang saksi yang sudah dimintai keterangan, yaitu saudara Azed,
01:30pengumudi ambulan yang membawa jenazah menuju Banyumas.
01:33Yang kedua adalah MOP, pengumudi ambulan tujuan Banyumas,
01:38yang ini serta seorang bernama M di rumah sakit Muhammadiyah
01:44membantu memindahkan jenazah untuk di ruang pemandian menuju ambulan.
01:49Saudara MZ serta S ini merupakan manajer tentang pemilik ambulan yang mengantar jenazah ke Banyumas.
01:58Saudara MA, pihak yang mengenal almarhum dan melihat saksi terakhir kali,
02:06yaitu Rabu 22 Juli 2026 sekitar pukul 20.00 di depan klinik modern.
02:12AAS, pengemudi ambulan, serta saat ini penyelidik juga akan melakukan undangan klarifikasi
02:21kepada dokter yang memeriksa kondisi dan yang menyatakan bahwa
02:27saudara S, almarhum S, sudah meninggal dunia.
02:31Jadi saat ini masih dilakukan serangkaian penyelidikan.
02:36Penyelidikan kami akan sampaikan kepada rekan-rekan sekalian.
02:40Kami pada dasarnya Polda Mintur Jaya menyampaikan rasa belah sungkawa
02:45atas peristiwa yang terjadi.
02:49Semoga keluarga Bapak se-almarhum S dapat sabar dan menerima kekuatan.
02:57Itu ya terjawab.
02:59Selanjutnya.
03:00Menambahkan pertanyaan yang seterimu sih Pak.
03:03Ini kan masih simpang siul ya Pak soal kondisi.
03:06Yang bersangkutan kalau ditemukan pertama kali itu kan udah beri peristiwa bahwa dapat saksi.
03:10Dari kekenangan saksi sendiri, apakah bagaimana Pak kondisi sutrimu saat ditemukan
03:14apakah betul berbursa dan lain sebagainya gitu.
03:17Terus.
03:18Saksi.
03:23Beda itu Pak Pak.
03:24Ya, tadi sudah kami sampaikan bahwa penyelidik sedang mengirim,
03:30sudah mengirim undangan klarifikasi kepada dokter yang memeriksa.
03:34Makanya nanti akan didalami dulu proses tersebut.
03:38Kita mungkin teman-teman juga sudah melihat ada foto yang beredar.
03:42Tetapi kan harus kita klarifikasi apakah benar itu kondisi awal.
03:47Benar nggak itu merupakan sosok almarhum S atau bukan.
03:52Termasuk video-video yang beredar ambulans,
03:55keranda jenazah yang dibawa ada CCTV.
03:59Ini kan harus ditemukan persesuaian oleh teman-teman penyelidik.
04:09Saya Amrino dari I News.
04:11Sebenarnya sudah berbicara ke media kalau Pak S ini memang bekerja di rumahnya,
04:17petugasnya dari X Jan Bisus.
04:18Nah kalau dari Polda sendiri, apakah sudah dapatkan konfirmasi
04:21sebenarnya keterkaitan antara almarhum Supremo ini dengan X Jan Bisus itu seperti apa?
04:26Mengingat lokasi kejadian dengan rumah dari X Jan Bisus ini kan sangat dekat sekali.
04:30Mungkin bisa dijelaskan Pak bagaimana olah TKP dan juga penyelidikan yang dihasilkan oleh Polda berkaitan dengan hal ini.
04:36Terima kasih.
04:37Ya, ini masih dalam proses penyelidikan yang sedang berjalan dilakukan oleh tim penyelidik
04:43gabungan dari Polda Metro Jaya di Dreskrim Um dan Pores Metro Jakarta Selatan.
04:48Termasuk hasil lapor, ini juga belum keluar.
04:51Kita masih menunggu hasil tersebut.
04:53Mungkin teman-teman sendiri sudah mendapat statement dari pihak keluarga maupun dari pihak kejaksaan.
04:59Kami masih mendalami substansi dari proses awal informasi sampai dengan saat sekarang.
05:06Ini masih berproses.
05:11Penggalian barang bukti yang ditemukan di TKP meninggalnya korban S ini,
05:17apakah pihak kepolisian juga melakukan penelusuran terhadap barang-barang elektronik seperti HP korban
05:22beserta dengan riwayat chat dan juga riwayat panggilan di dalam ini?
05:27Terima kasih.
05:27Ya tentunya mbak, informasi sekecil apapun itu pasti akan dilakukan.
05:32Tetapi kalau kita berbicara tentang proses penyelidikan, substansi materi itu belum dapat kami sampaikan kepada publik.
05:41Karena itu merupakan kerasiaan dari teman-teman.
05:43Dari teman-teman mau tanya terkait dengan dugaan keterkaitan sutrimo dengan ekstrem tipsi Faby Adyansyah,
05:49apakah polisi itu akan memeriksa atau sudah memeriksa Pak Faby keterangan itu?
05:56Terus kedua, dari hasil visi meskentara, apakah ada tanya-tanya keterasan itu?
06:02Ini saya jawab ya, tadi kalau dengar yang pertama saya sampaikan,
06:06sudah ada beberapa saksi yang kita minta keterangan, termasuk orang yang mengantar menemukan pertama,
06:13orang yang memesan ambulan, termasuk orang yang berada di rumah sakit.
06:18Terkait tentang CCTV yang beredar, kami belum bisa dapat mengkonfirmasi.
06:24Karena ini masih ada proses persesuaian antara CCTV yang beredar dengan fakta sebenarnya dari hasil CCTV yang sudah diminta oleh
06:34teman-teman penyelidik.
06:35Tadi pertanyaan Mbak Nabila, keterkaitan itu penyampaian Mbak Nabila ya, dari dugaannya,
06:42kita tidak menyampaikan, intinya kita melakukan penyelidikan terkait tentang wajar atau tidak wajarnya meninggal seseorang bernama S.
06:52Ini masih kami dalami.
06:55Tidak ada kendala.
06:57Kita sampaikan bahwa proses ini kan tidak instan, tetapi ada tahapan-tahapan.
07:03Polri, perlu saya sampaikan kembali, adalah selalu menjaga etika kelembagaan.
07:10Dan Polri selalu mengedepatkan nurani di dalam proses penyelidikan dan penyidikan.
Komentar