00:01Terima kasih Anda masih di Kompas Siang, Saudara Presiden Prabowo Subianto menaikan tunjangan kinerja prajurit TNI dan pegawai Kementerian Pertahanan.
00:10Mensesnek bilang, tak hanya Tukin TNI dan Kemhan yang naik, tapi ada juga lembaga lain.
00:18Kata Mensesnek, Tukin sejumlah lembaga sudah lama tidak naik.
00:23Kenaikan, selain kenaikan Tukin kepada pegawai Kemhan dan prajurit TNI, pemerintah juga menaikan tunjangan kinerja kepada tenaga kesehatan dan guru
00:33yang bekerja di wilayah 3T.
00:35Kenaikan ini diatur dalam Peraturan Presiden nomor 42 dan Peraturan Presiden nomor 43 tahun 2026 mengenai penyesuaian Tukin.
00:49Secara menyeluruh di seluruh kementerian dan lembaga itu ada yang disebut dengan tunjangan kinerja yang memang besarannya berbeda-beda.
00:59Nah, ada beberapa yang kemudian oleh karena pertimbangan tertentu itu diberikan kebijakan untuk dilakukan kenaikan setelah sekian tahun tidak pernah
01:13naik.
01:13Contohnya beberapa yang tidak hanya di TNI maupun di Kementerian Pertahanan tetapi juga untuk guru-guru di daerah 3T, untuk
01:23dosen di daerah 3T,
01:25tenaga kesehatan di daerah 3T itu kita perhatikan mengenai tunjangan atau kesehatan bagi mereka-mereka yang mengabdikan diri di tempat
01:36-tempat yang tergolong cukup sulit.
01:40Yang juga jadi sorotan saudara akademisi dan juga Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan Ferry Amsari menyebut pembentukan Kabinet Bayangan merupakan
01:51salah satu mekanisme check and balances terhadap jalannya ke pemerintahan.
01:56Sementara Ketua Asosiasi Kader Sosioekonomi Strategis Suroto bilang Kabinet Bayangan merupakan pressure group.
02:03Berikut cuplikan dialognya dalam program Rossi.
02:07Membangun efektivitas itu tidak dengan membangun kepentingan politik.
02:12Kalau kepentingan politik dibagi-bagi jumlahnya akan membludak.
02:16Tapi kalau kinerja yang dilakukan untuk kesejahteraan orang bisa lebih sederhana, beban keuangan negara juga tidak.
02:24Coba bayangkan rapat Kabinet kami pertama karena 15 orang itu anggarannya cuma 2 juta.
02:30Bandingkan dengan rapat paripurna Kabinet di Merah Putih jumlahnya saja penuh.
02:36Kapan diskusinya para menteri dengan presiden?
02:39Kalau kami ada diskusinya.
02:41Nah tanggal 28 Juli Anda mengunggah di media sosial Mas Roto apresiasi Anda tapi juga menantang Kabinet Bayangan ini.
02:50Jadi Anda lagi memuji, lagi menguji atau apa sih konteksnya?
02:54Ya ini Kabinet Bayangan ini kan menarik ya.
02:58Setahu saya kalau di luar negeri sih Kabinet Bayangan itu dibentuk dari posisinya itu dari parlemen.
03:05Tapi dianggap parlemen macet kan sekarang gitu.
03:08Teman-teman ini kan ini menurut saya ini bukan Kabinet Bayangan yang seperti halnya di luar negeri.
03:13Tapi ini mungkin semacam pressure group.
03:15Cuma mungkin supaya keren jadi harus ada oposisi.
03:20Di luar negeri mana contohnya Mas Roto?
03:21Contohnya kalau ada di Kanada itu juga di sana ada Kabinet Bayangan.
03:26Tapi itu dari parlemen.
03:26Tapi Mas Roto belum baca yang di Perancis.
03:29Ya maksud saya begini saya hanya mau mengatakan bahwa ini hanya semacam pressure group.
03:34Tunggu dulu, tunggu dulu.
03:35Dan pressure group ini, pressure group ini sebetulnya juga dilakukan oleh siapapun.
03:39Dan ini penting sekali untuk kita tanggapi.
03:44Saya terus terang saya senang ada kawan kita yang ngaku sebagai segnek bayangan kan.
03:49Siapa tahu suatu saat akan terpilih sebagai segnek beneran.
03:52Tapi kalau kemudian men-challenge berarti ada yang hal ini sanksikan.
03:55Justru di situ mereka itu pressure group yang mereka ini mengatasnamakan sebuah Kabinet Bayangan.
04:03Seperti halnya biasanya di luar negeri seperti itu.
04:05Terus kemudian, tapi mereka itu dipilih oleh siapa?
04:09Kan ini representasinya kan hanya representasi civil society.
04:12Apa bedanya sama LSM yang lain? Sama.
04:14Cuman ini segnek-segnekan, kementeri-kementrianan.
04:18Itu supaya lebih mungkin fokus kepada polosi-polosi yang tadi kabin-kabin kecil kan gitu.
04:23Tapi menurut saya ini terlepas dari itu.
04:26Saya ingin menguji ini bagaimana perspektifnya terutama karena saya diundang ke sini.
04:32Ini kan sesinya adalah sesi menguji kebijakan tentang kooperasi Desa Kelurahan Merah Putih nih.
04:36Nah, saya ingin tahu sebenarnya perspektif teman-teman kabinet bayangan ini.
04:40Yang banyak saya lihat juga saya kenal baik.
04:44Saya perlu merespon sebelum kabinet kooperasi gak?
04:47Sebelum ngomongin soal kooperasi kita akan siapkan itu nanti.
04:50Tapi kemudian disangsikan masalah pemilihan orang-orang itu tadi Bang Fed.
04:53Ya, tidak apa-apa. Kan beliau ini juga pressure group ya.
04:56Kalau oposisi itu memang pressure group.
04:59Dia mempressure pemerintahan.
05:02Nah, karena beliau ini masih kurang bahan bacaannya ya.
05:06Kalau di beberapa negara sudah berkembang sekarang.
05:09Konsep Westminster dengan kabinet bayangan itu sudah kemana-mana.
05:14Terutama memang konsepnya di parlemen.
05:16Tapi ada perkembangan.
05:18Misalnya dengan negara dengan sistem kuasi presidensial di Perancis.
05:22Tidak hanya shadow kabinet di dalam parlemen.
05:25Ya, itu gak ada masalah.
05:27Mungkin gak masalah ya.
05:29Sabar supaya Anda paham.
05:30Bahwa di masyarakat secara informal juga dibentuk shadow kabinet ketika parlemen tidak lagi terbangun oposisi yang kuat.
05:40Sehingga suara publik tidak tersampaikan.
05:43Jadi sudah banyak perkembangan.
05:44Tapi presidennya siapa nih Mas?
05:45Ya, jangan kesana dulu. Fokus dulu.
05:47Fokus dulu.
05:48Kita bicara soal shadow kabinet boleh gak secara dilakukan oleh publik.
05:53Kalau Anda lebih jauh membaca.
05:56Shadow kabinet itu yang saya tahu itu dibentuk di parlemen.
05:59Tapi ini kan hanya dari masyarakat.
06:01Sikil society ini sebetulnya hanya pressure group seperti LSM biasa.
06:03Mas Roto tidak mendengar.
06:05Coba pasang di telinga.
06:06Satu di Perancis ada yang di parlemen shadow kabinet.
06:10Formal shadow kabinet namanya.
06:12Diisi oleh kabinet oposisi dari partai minoritas di parlemen.
06:19Paham ya?
06:21Di luar itu ternyata ada shadow kabinet publik di luar parlemen.
06:26Itu tradisi baru ketika kegagalan oposisi bertanding dengan pemerintahan di parlemen.
06:33Oke.
06:33Jadi ada model baru.
06:36Kalau kita pakai referensi sabar.
06:39Jangan dipotong dulu.
06:40Supaya paham kita duduk persoalannya.
06:42Tradisi ketatanegaraan baru, politik ketatanegaraan baru itu lah yang kita bawa di sini.
06:49Kenapa?
06:50Karena kalau mas Roto cermat dengan terbangunnya kolisi tunggal tidak lagi terjadi checks and balances yang baik.
06:58Saya ambil contoh percampuran yang terjadi.
07:01Wakil ketua DPR datang ikut terlibat menyusun kabinet.
07:07Itu percampuran legislatif.
07:09Dengar dulu.
07:09Anda kan tidak paham konsep.
07:10Tapi tidak ada rekognisinya di dalam aturan hukum kita, konstitusi kita, tata negara.
07:15Kita kan tidak ada.
07:16Anda kan pakar tata negara.
07:17Gimana Anda?
07:18Tapi kemudian kan ada upaya check and balance.
07:19Ini hanya sepacem presen kru biasa.
07:21Mas Roto ini terlalu semangat.
07:23Dia bilang semua ada di ketatanegaraan.
07:26Di konstitusi.
07:26Anda saya kasih tahu ya, kejaksaan KPK tidak ada di konstitusi.
07:31Apakah tidak sah?
07:32Loh, itu kan ada undang-undangnya.
07:34Ini kan tidak dibentuk oleh undang-undang.
07:36Mas, setiap lembaga negara itu ciri khasnya disebut di konstitusi biasanya.
07:40Enggak, tapi ada diatur di undang-undang.
07:42Ini kan hanya pressure group tidak diatur oleh undang-undang.
07:45Tidak ada kewenangan yang diatur.
07:46Saya sebut ya, di undang-undang namanya partisipasi publik.
Komentar