Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo, pegawai eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), dengan memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti.

Jurnalis KompasTV menelusuri lokasi klinik di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tempat Sutrimo ditemukan meninggal dunia. Lokasi tersebut berada sekitar 450 meter dari rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Sementara itu, kafe yang sebelumnya digeledah polisi dan menjadi lokasi ditemukannya barang bukti uang dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) berjarak sekitar 3 kilometer dari rumah Febrie Adriansyah.

Hingga kini, polisi telah dua kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), namun belum mengungkap penyebab kematian Sutrimo maupun memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Dalam video dialog ini, KompasTV membahas perkembangan penyelidikan kasus tersebut bersama mantan Kabareskrim Ito Sumardi dan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. Keduanya mengulas apakah pemeriksaan saksi dan barang bukti yang telah dilakukan cukup untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo serta menanggapi dugaan keterkaitan peristiwa tersebut dengan perkara TPPU yang menjerat eks Jampidsus.

#sutrimo #febrieadriansyah #poldametrojaya #kompastv #dialog

Baca Juga UPDATE! Menguak Peran NH Tersangka Baru Kasus TPPU Eks Jampidsus, Benarkah Gatekeeper? | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/683307/update-menguak-peran-nh-tersangka-baru-kasus-tppu-eks-jampidsus-benarkah-gatekeeper-sapa-malam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/683318/full-usman-hamid-sutrimo-diduga-saksi-kunci-ito-sumardi-bahas-unsur-pidana-kompas-petang
Transkrip
00:00Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo, pegawai X-Jampitsus dengan memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti.
00:07Jurnalis Kompas TV, Putri Oktaviani dan Juru Kamera Janifan Prapta sempat menelusuri lokasi tempat pegawai X-Jampitsus ditemukan tewas
00:16yang lokasinya sekitar 800 meter dari rumah kediaman X-Jampitsus, Febri Adriansyah di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
00:31Saudara Sutrimo yang menjadi korban di Jakarta itu benar bekerja di rumahnya Bapak Febri Adriansyah, Jampitsus.
00:44Tapi sudah cukup lama, puluhan tahun, di rumahnya Bapak Febri Adriansyah.
00:59Saudara dalam kasus yang menyeret nama mantan Jampitsus Febri Adriansyah,
01:04hal yang menarik adalah orang yang disebut-sebut sebagai kepala rumah tangga dari Febri Adriansyah,
01:11yakni Sutrimo, sempat ditemukan tergeletak di depan Morden Aesthetic Clinic di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
01:19Menarik perhatian masyarakat adalah lokasi dari Morden Aesthetic Clinic ini berdekatan dengan rumpah dari X-Jampitsus Febri Adriansyah.
01:29Hampir sepekan garis polisi masih terpasang di klinik kecantikan kawasan Keramat Pela Kebayoran Baru.
01:35Klinik yang sudah tidak beroperasi ini jadi saksi biru tewasnya Sutrimo, pegawai X-Jampitsus.
01:43Klinik kecantikan ini berada tak jauh dari rumah X-Jampitsus.
01:48Kami mencoba menuju ke rumah X-Jampitsus yang berada di kawasan Radio 1 Keramat Pela.
01:53Letak klinik dan rumah X-Jampitsus yang berjarak 800 meter dapat ditempuh selama 5 menit.
02:01Berbeda dengan sebelumnya, tak ada penjagaan ketat dari rumah X-Jampitsus saat ini.
02:06Yang menarik sudah tidak hanya di Morden Aesthetic Clinic rumah X-Jampitsus,
02:11tapi juga salah satu tempat yang mencuri perhatian adalah Cafe The Classic Nature yang ada di kawasan Cipetai, Jakarta Selatan.
02:18Rumah X-Jampitsus, klinik tempat Sutrimo pegawai X-Jampitsus ditemukan tewas hingga Cafe.
02:24Tempat ditemukannya sejumlah uang bukti kasus TPPU yang menjerat X-Jampitsus sebagai tersangka berada di kawasan Jakarta Selatan.
02:34Jarak klinik kecantikan ini dengan rumah X-Jampitsus hanya berjarak 450 meter.
02:39Sementara dari rumah X-Jampitsus Febri ke Cafe, tempat bukti uang TPPU ditemukan berjarak 3 kilometer.
02:46Namun bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan selama 15 menit.
02:56Cafe ini jadi perhatian publik setelah polisi menggeledah tempat ini dan menemukan sejumlah uang miliaran rupiah
03:03sebagai bukti kasus tindak pidana pencucian uang.
03:07Praktisi hukum dan aktivis anti korupsi Saur Siagian menduga ada modus pelibatan orang dekat X-Jampitsus
03:14untuk menutupi praktik korupsi dan pencucian uang yang dilakukannya.
03:18Kalau orang di sekitar daripada pelibatan Ardiansa itu dilibatkan untuk menutupi kejahatan ini,
03:26inilah menurut saya juga diduga dari analisas petunjuk bahwa sutrimo juga berkaitan dengan itu.
03:34Oke, Anda meyakini itu ya?
03:35Ya, bukan meyakini, petunjuk satu kepada petunjuk yang lain, misalnya tentang rumah yang disentuh, you know.
03:42Dia bilang itu rumah memang rumahnya, tetapi dihibahkan dari mertuanya kepada cucunya.
03:49Semua orang-orang yang di dekat dia tentu akan dipakai untuk menutupi, itu juga mungkin terjadi kepada sutrimo.
03:58Kuasa hukum Febri Adrian Syah, Febri Dian Syah menolak mengomentari soal penyelidikan kematian sutrimo.
04:05Hingga saat ini polisi sudah dua kali melakukan oleh TKP di lokasi tempat pegawai X-Jampitsus tewas.
04:11Namun polisi belum mengungkap penyebab kematian sutrimo dan apakah ada unsur pidana dalam kematiannya.
04:19Tim Liputan Kompas TV
04:24Saudara sejumlah saksi dan barang bukti sudah diperiksa polisi apakah ini cukup kuat untuk mengusut penyebab kematian sutrimo,
04:31pegawai X-Jampitsus, dan membantah dugaan kematian sutrimo terkait dengan kasus TPPU yang menjerat X-Jampitsus.
04:38Kita bahas bersama dengan mantan kabar es krim, Ito Sumardi, dan juga Direktur Eksekutif Amnesty International, Usman Hamid,
04:44yang telah bergabung di Kompas Petang. Selamat petang semuanya.
04:47Selamat petang, Mas.
04:49Selamat petang, Mas.
04:50Ya, saya ke Pak Ito dulu. Sudah diperiksa, saksi sudah diperiksa, bukti juga sudah dikumpulkan.
04:56Pertanyaannya lalu apa yang membuat polisi yang tidak kunjung mengungkap kasus ini?
05:00Kesulitannya di mana, Pak Ito?
05:03Kesulitannya sebenarnya yang utama adalah ini kan diduga adalah kematiannya tidak wajar,
05:09ataupun wajar yang hanya dipuktikan melalui penyelidikan secara ilmiahnya atau scientific crime investigation.
05:16Ini semuanya akan memudahkan apabila ada otopsi ya, ada otopsi yang kebetulan keluarganya tidak mengizinkan.
05:25Dengan otopsi dokter forensik ya, forensik itu akan bisa menentukan penyebab dari kematian,
05:33dan kalau memang tidak wajar, baru kita akan mengkaitkan dengan kemungkinan terkait dengan peristiwa pidana.
05:39Ini kendalanya. Sekarang tentunya polisi akan bekerja keras untuk bisa bagaimana mengumpulkan bukti-bukti lain di tempat kejadian.
05:48Kan tadi sudah disampaikan, supir ambulan.
05:51Kan ambulan yang membawa juga dari tempat di mana almaklu melembagaan mahuk yang bekerja ya.
05:58Saya kira dari kejaksaan.
05:59Nah ini kita juga tidak mau berspekulasi ya untuk masalah ini.
06:03Dan ini tidak menutup kemungkinan kalau keluarganya memberikan izin, maka untuk memastikan, untuk menghilangkan spekulasi sekitaran segera ini,
06:14tentunya kalau diizinkan kita bisa melakukan ekhumasi ya atau penggalian jenis.
06:19Sehingga Anda mendorong proses dilakukan ekhumasi.
06:22Dan yang terbaru Pak itu, polisi akan memeriksa dokter yang pertama kali menangani sutrimo.
06:28Apa yang bisa digali? Petunjuk apa yang bisa didapat dari pemeriksaan saksi dokter ini, Pak Ito?
06:34Ya, kalau dokter itu kan dia hanya pemeriksaan visum luar ya.
06:39Secara di luar itu kan tidak bisa mengatakan apakah yang bersakutan itu korban.
06:44Itu adalah korban karena ada satu yang menyebabkan kematian.
06:49Kemudian juga tentunya polisi saat ini sudah memeriksa rekam jejak medis daripada yang bersakutan.
06:57Apakah memang yang bersakutan punya penyakit atau tidak, ya itu tentunya yang bisa menentukan adalah
07:03kalau memang dilakukan otopsi ya, jadi dokter.
07:06Tapi kalau dokter yang biasa, itu saya kira mungkin kesulitan ya untuk bisa menentukan secara pasti
07:12penyebab kematian daripada almarhum sutrimo itu.
07:15Sehingga kalau Pak Ito lihat, kalau sudah dilakukan oleh TKP dua kali,
07:19sudah melakukan sejumlah pemeriksaan saksi maupun barang bukti,
07:22yang Pak Ito lihat apakah ini bisa dikategorikan ada apakah memang ada unsur pidana dalam kasus ini
07:29atau hanya kematian wajar menurut hemat Pak Ito?
07:33Ya, menurut saya sulit ya.
07:35Karena kan sekarang yang bisa menentukan apakah almarhum itu meninggal secara wajar atau karena tidak wajar.
07:43Kalau tidak wajar, maka otomatis ini bisa dikaitkan ada peristiwa pidana yang harus didalami.
07:49Kemudian kalau dikaitkan dengan peristiwa lain ya, bahwa almarhum ini kan adalah orang dekat
07:54yang isinya secara logika akan menjadi sasaran utama daripada pemeriksaan.
07:59Kan kita akan menanyakan siapa orang-orang yang biasa masuk ke sana, tamu-tamunya, kapan, membawa apa.
08:07Tapi sekarang...
08:11Oke, saya ke Pak Usman.
08:13Kalau kita lihat tadi yang disampaikan Pak Ito, sebenarnya ada beberapa hal yang menjadi kesulitan.
08:17Polisi hingga saat ini belum mengungkap kasus ini.
08:19Kalau dari hemat Mas Usman sendiri, apakah hanya kesulitan itu saja atau ada faktor lain?
08:28Ya, terima kasih.
08:30Bisa saja ada kesulitan-kesulitan semacam itu,
08:33tetapi memang sedari awal perkara ini sangat sensitif ya.
08:37Terutama apabila benar ini berhubungan dengan katakanlah mantan Jampitsus
08:42yang sekarang ini sedang tersangkut skandal korupsi yang besar.
08:47Dan semakin kesini kita semakin tahu bahwa Sutrimo adalah orang yang telah lama bekerja
08:52di tempat mantan Jampitsus.
08:55Dan Sutrimo belakangan juga pergi ke kampungnya di Banyumas setelah terjadi pengledahan
09:02dan diminta kembali oleh mantan Jampitsus.
09:05Nah, saya tidak tahu apakah sudah sempat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian
09:10dalam konteks pengledahan.
09:11Mungkin belum.
09:13Dan kalau seandainya belum, artinya ia masih merupakan saksi kunci
09:17yang sangat penting untuk membongkar dugaan skandal korupsi
09:21yang melibatkan mantan Jampitsus tersebut.
09:25Nah, kejadian kematiannya itu kan terjadi setelah ia kembali ke Jakarta
09:30dan kabarnya ia diminta langsung oleh Febri Adriansa.
09:34Nah, selama ini memang tadi kita dengar sendiri Sutrimo memang tinggal di rumah Febri
09:40dan bahkan dikabarkan juga ia adalah mandor saat pembangunan rumah di Radio Dalam tersebut.
09:46Nah, dengan kejanggalan-kejanggalan dari mulai keluarnya busa di mulutnya
09:50yang menunjukkan besar kemungkinan ia mengalami hal itu karena faktor racun.
09:57Racunnya bisa cyanida, bisa yang lain.
10:00Saya kira itu perlu penyelidikan lebih jauh.
10:02Yang kedua juga para pengantarnya baik itu supir atau orang yang menghubungi klinik
10:07atau orang yang mengantar membopong jenazahnya juga terkesan menghindar.
10:11Nah, jika ini memang banyak kejanggalan maka besar kemungkinan ada unsur pidana
10:17dan jika ada unsur pidana itu artinya ia mungkin dibunuh.
10:20Dan jika ia dibunuh maka itu artinya pembunuhan saksi kunci dalam skandal korupsi yang besar.
10:28Itu pula artinya itu adalah supaya untuk menghilangkan nyawa seseorang
10:33yang memiliki informasi yang penting untuk menutupi kejahatan.
10:37Membongkam orang lain bahkan memberi pesan kepada siapapun saksi
10:41yang mungkin mengetahui perkara ini untuk tidak bekerjasama dengan penegak hukum
10:46atau untuk takut berbicara.
10:49Karena itulah saya meminta kepada kepolisian khususnya jajaran Polda Metro Jaya
10:54untuk membongkar tuntas masalah ini termasuk juga kepada LPSK
10:58untuk mengambil langkah proaktif dalam perlindungan saksi dan korban
11:03mengingat status sosial keluarga Sutrimo bukanlah keluarga yang katakanlah
11:08berada dan berani mengambil risiko-risiko hukum
11:12atau risiko keamanan berkait dengan kematian Sutrimo.
11:15Sehingga Anda melihat apakah ada hubungannya timeline kematian dari Sutrimo
11:20dengan kasus exjampitus yang tengah diusuh juga oleh kejahatan?
11:25Besar kemungkinan itu berhubungan.
11:27Misalnya kalau kita lihat tanggal-tanggal pengledahan itu kan
11:30kalau tidak salah tanggal 8 misalnya 9 atau 10 gitu ya
11:34lalu kemudian iya kembali ke Banyumas
11:36lalu kemudian iya kembali diminta kembali ke Jakarta
11:40dan tanggal maupun lokasi gitu ya
11:45waktu maupun lokasi kejadian kematiannya berdekatan dengan rumah Febri
11:50di Radio Dalam maupun juga kafenya yang ada di Cipete gitu
11:56dan sepertinya sebagai orang yang bekerja pada sebuah rumah, pada sebuah keluarga
12:01kematiannya seperti diabaikan, seperti ditelantarkan, seperti tidak ada yang mau mengambil tanggung jawab
12:07seandainya itu adalah seorang asisten rumah tangga di keluarga kita
12:10dan kematiannya adalah kematian yang wajar
12:13tentu kita ingin berusaha menyelamatkannya
12:16kita akan muncul, kita akan tampil, kita akan bicara dengan rumah sakit baik-baik
12:20saya adalah majikannya atau saya adalah bagian dari keluarganya, kerabatnya
12:24dan saya meminta agar misalnya pihak rumah sakit, pihak klinik mengobatinya sebaik mungkin
12:29atau saya meminta kepada kepolisian untuk membongkarnya
12:32nah hal-hal yang seharusnya dilakukan, yang seharusnya terjadi semacam itu
12:36itu kan tidak terjadi
12:37sehingga Anda melihat banyak sekali kejanggalan ya
12:40banyak sekali kejanggalan yang terjadi dalam penyebab kematian dari Sutrimo ini
12:46kalau dari Pak Ito sendiri melihatnya seperti apa?
12:48apa yang harus dilakukan oleh polisi sehingga dapat mengusut kasus ini secara tuntas
12:52karena seperti yang dikatakan oleh Mas Usman tadi
12:54ini bisa jadi kedugaan pembunuhan saksi kunci dalam kasus exjampitsus febri adrians ya
13:02ya menurut saya kan kalau untuk bisa membuktikan peristiwa pidana
13:08tentunya kita tidak hanya didasarkan kepada asumsi ya
13:12ataupun dugaan-dugaan
13:14tapi itu menjadi petunjuk
13:16petunjuk itu kemudian dikembangkan menjadi pengolahan TKP
13:20sehingga kita bisa mendapatkan bukti-bukti lain
13:23kan penyidik sudah mengumpulkan CCTV yang ada di sana
13:26keterangan saksi ya
13:28saksi yang saat itu melihat keluarga korban
13:31supir ambulan, petugas rumah sakit
13:34serta mendalami reka medis dan riwayat pemesanan ambulan
13:37yang sudah dilakukan
13:38kemudian juga di lokasi awal kan sempat tidak steril ya
13:42waktu walah TKP
13:43sehingga pendalamannya bertupu pada bukti lain yang masih bisa diverifikasi
13:48nah saat ini kita juga tentunya meminta
13:51kalaupun keluarga ini membuat laporan kan
13:54laporan ini menjadi dasar satu upaya penyelidikan
13:57ini kan sementara diasarkan kepada LI ya
13:59laporan informasi daripada masyarakat
14:01kalau keluarga membuat laporan
14:04kalau menilai ada kejanggalan
14:06proses hukumnya akan bisa diperdalap secara lebih formal ya
14:10jadi saya kira saat ini polisi belum bisa menyatakan
14:13ada racun di lokasi kejadian
14:15ya ataupun ada hal-hal penyebab yang
14:18tidak normal sebagaimana disampaikan Bang Osman Hamid
14:21tetapi itu merupakan petunjuk saya yakin
14:24saat ini teman-teman penyidik sedang mendalami
14:26karena kalau kasus ini tidak terungkap dengan jelas
14:30maka spekulasi ini akan semakin berkembang ya
14:34apalagi dikaitkan dengan kasus yang sedang ditangani
14:37terkait dengan terserah KFA
14:40ini satu saksi kunci
14:42saya sempat dapat dengan Bang Osman
14:44ini saksi kunci
14:45sehingga harus betul-betul diperoleh kejelasan
14:48kepastian penyebab kematiannya
14:50ini yang penting ya Pak Ito ya
14:51diperoleh kejelasan kematian dari sutrimo ini
14:54kalau dari Mas Osman sendiri melihat
14:55apakah perlu dilakukan eksumasi
14:57otopsi untuk mengungkap
15:01sambil menunggu hasil ini
15:02apakah untuk menentukan ada pidana atau tidak
15:05itu apa yang harus dilakukan oleh polisi
15:07sehingga betul-betul kasus ini tidak bisa clear gitu di publik
15:11tidak disangkut pautkan dengan hal lain
15:14ya seandainya ini ada unsur pidana yang besar
15:18maka pihak kepolisian berkewajiban
15:22untuk mengambil langkah-langkah hukum
15:24termasuk eksumasi dan juga otopsi
15:27seandainya setelah ada pengambilan katakanlah
15:31kandungan busa di dalam mulutnya
15:33dalam klinik yang bisa diberikan oleh dokter
15:35pemeriksanya itu bisa jadi dasar
15:38bagi kepolisian untuk mengembangkannya
15:39melalui permintaan keterangan ahli
15:41ahli racun, ahli arsen, ahli
15:44sianida dan lain sebagainya
15:46selain juga ada keterangan
15:47para saksi yang saat ini
15:49sedang dalam konteks
15:52penyelidikan dan penyelidikan di
15:53kepolisian gitu. Nah di luar itu
15:55untuk eksumasi maupun otopsi
15:57sebenarnya itu adalah
15:59langkah hukum yang tidak
16:03digantungkan oleh
16:04persetujuan dari pihak keluarga
16:06filosofinya di dalam hukum pidana
16:09sebuah persiwa pidana itu bisa saja
16:11melibatkan orang terdekat
16:13entah itu keluarga atau kerabat
16:15oleh karena itu logika bahwa
16:17otopsi atau eksumasi itu
16:19harus mendapatkan persetujuan
16:22keluarga dan seandainya
16:23tidak disetujui maka langkah itu
16:25tidak bisa dilakukan itu logika yang tidak
16:27masuk akal. Sehingga Anda mendorong meskipun
16:29pihak keluarga tidak mengizinkan
16:32atau memberi izin dalam proses
16:33otopsi atau peksumasi tapi Anda
16:35mendorong polisi untuk melakukan
16:36otopsi atau peksumasi untuk
16:38membongkar kasus ini sehingga hasilnya
16:40juga profesional ya. Kita nantikan
16:42seperti apa langkah dari polisi untuk
16:44mengungkap kasus kematian dari
16:45Sutrimo yang merupakan
16:47mantan dari pegawai
16:49dari Exjam Pitsus Febri Adriansa. Terima kasih
16:52Pak Ito, terima kasih Mas Usman
16:53atas perspektif dan informasinya di Kompas Petang.
16:56Salam sehat.
Komentar

Dianjurkan