00:00Saudara kita ke informasi selanjutnya,
00:03jejak dua kampung yang lama tenggelam karena proyek pembangunan bendungan
00:07muncul kembali akibat kemarau panjang melanda wilayah Lebak Banten.
00:12Sejumlah warga kembali ke lokasi kampung tersebut untuk sekadar bernostalgia.
00:30Pantauan udara tim meliputan Kompas TV ini memperlihatkan bekas permukiman
00:35di kampung Somang, desa Soekarami, Lebak, Banten.
00:42Sisa-sisa bangunan, ruas jalan kampung hingga hamparan sawah dan ladang
00:47yang dahulu menjadi sumber penghidupan warga,
00:50kini muncul kembali ke permukaan setelah bertahun-tahun tertutup genangan air.
00:57Kampung ini dapat terlihat karena musim kemarau menyusutkan air
01:01yang sebelumnya menenggelamkan kampung ini.
01:05Sebagian warga datang ke lokasi untuk mengenang masa lalu.
01:11Ada banyak yang datang gitu.
01:13Dulunya warga yang di sini pernah datang lagi ke sini juga ya?
01:16Ada banyak.
01:19Banyak yang pada kesini pada main melihat-lihat kampung gitu ya,
01:22pada bilang sedih gitu kan.
01:24Seperti kalau bahasa kampungnya, melangsang gitu kan.
01:28Saatnya sekarang itu sedih gitu.
01:31Kenapa sedih, Bu?
01:32Karena udah nggak ada rumah.
01:35Iya.
01:35Dulu Ibu tinggal di daerah yang bagi sana?
01:37Di sini.
01:38Alhamdulillah waktu dulu enak tinggal di sini.
01:41Sekarang, Mak, nggak begitu enak lah.
01:44Apa, Bu, dulu keenakannya tinggal di desa Soekarami ini?
01:47Ya, sandang pangan cukup gitu.
01:51Air juga ada sekarang makan, ada air agak susah gitu.
01:55Agak susah.
01:56Iya.
01:57Mulai tahun berapa, Bu, di relokasinya?
02:00Tahun berapa, Pak?
02:01Udah lima tahun.
02:02Udah lima tahun aja.
02:05Desa Soekarami dan Desa Soekaraja adalah dua desa yang sebagian wilayahnya
02:10ditenggelamkan untuk proyek pembangunan Bendungan Kairan 2015-2019.
02:17Menyusitnya air di musim kemarau tidak hanya memunculkan kampung yang tenggelam.
02:22Sebagian warga di berbagai daerah juga terdampak kekeringan hingga terancam gagal panen.
02:30Tim Liputan Kompas TV, Lebak, Banten
02:38Saudara kita akan melihat situasi terkini di kampung yang tenggelam di Lebak, Banten ini.
02:45Sudah ada terhubung dengan jurnalis Kompas TV, Zevanya Situ Meyang dan Andika Pratama.
02:50Zevanya jadi bisa digambarkan suasana di sana seperti apa?
02:54Mengapa warga masih ingin kembali untuk melihat rumah mereka yang dulu ada
03:02tapi sekarang sudah tenggelam karena proyek Bendungan?
03:10Satu kata Fidi, kangen.
03:12Kalau kata warga yang sejak pagi hari tadi saya temui,
03:15banyak yang berkunjung ke Dermaga Somang,
03:18tempat kami melaporkan saat ini.
03:20Bersama anaknya juga mereka melihat kembali ke titik yang jauh di sana di belakang saya
03:26di mana mereka sama-sama mengulas kembali atau flashback ke momen-momen
03:31ketika mereka masih menjalani kehidupan di Kampung Somang
03:35atau di mana Kampung Somang ini ada dua desa
03:38yakni desa Sukarame dan juga desa Sukajaya.
03:42Nah, jaraknya kalau dari Dermaga Somang ini, Fidi,
03:45ini kurang lebih 200 meter.
03:47Jadi, kalau kita mau kembali melihat ke titik Kampung Somang itu,
03:55kita harus naik rakit.
03:56Ini yang Anda lihat di visual Anda.
03:58Ini adalah rakit yang disediakan.
04:01Ada juga sebenarnya nanti warga yang menuntun begitu ya
04:06untuk menyusuri kembali Perkampungan Somang
04:09yang dulu ditenggelamkan begitu.
04:13Kenapa harus naik rakit kalau tadi saya bertanya?
04:15Karena jalannya kecil sekali.
04:17Karena kita ketahui dulu desa Sukarame dan Sukajaya ini adalah pemukiman padat penduduk.
04:24Jadi, jalannya kecil sehingga hanya dapat disusuri dengan rakit yang tersedia.
04:29Nah, tapi kalau untuk melihat dari pinggir desa Sukarame dan Sukajaya ini,
04:41ini bisa juga naik perahu sebenarnya.
04:43Tapi karena cukup besar, perahunya jadi hanya bisa menyusuri dari pinggir-pinggir kerangka-kerangka
04:51atau sisa-sisa bangunan dari desa Sukarame dan juga desa Sukajaya ini.
04:57Nah, Fidi memang kalau bertanya ke warga,
05:00sejak kapan sih kemudian kampung mereka ini mulai muncul,
05:03mulai terlihat lagi?
05:05Ini katanya sejak tahun 2023 sudah sempat terlihat sedikit begitu ya beberapa bangunannya.
05:12Karena musim kemarau yang berkepanjangan di Kabupaten Lebak, Banten dan di tahun ini juga muncul kembali
05:19bahkan cukup rendah penyusutan airnya di bendungan karyan Kabupaten Lebak, Banten
05:29sehingga membuat bangunan-bangunan yang puing-puing rumah, sisaan begitu ya,
05:35bekas pembebasan lahan yang dilakukan ini kemudian bermunculan kembali.
05:39Sedangkan warga yang dulunya tinggal di sini sejak pembebasan lahan dilakukan sekitar tahun 2020-2021,
05:48ini kemudian mereka tinggal di daerah yang tidak terlalu jauh letaknya dari kampung Somang ini
05:55sehingga ketika mendengar kabar dan bisa melihat lagi rumah-rumah mereka di masa lalu,
06:02begitu ketika masih tinggal ini banyak warga yang kembali berdatangan,
06:05sangat bernostalgia bersama keluarganya untuk mengingat lagi momen-momen kebersamaan di desa Sukarame dan juga Sukajaya.
06:15Ada pun kalau melihat informasinya, luas dari bendungan karyan Kabupaten Lebak, Banten ini,
06:20Fidi, ini luas sekali.
06:211,7 hektare.
06:23Di mana ada 11 desa kurang lebih yang ditenggelamkan untuk proyek pembangunan bendungan ini.
06:29Tapi memang karena musim kemarau, air surut, dua desa ini hanya dua desa yang terlihat.
06:35Jadi sebenarnya ke arah sana itu masih luas, ada beberapa desa lainnya yang berada di bawah permukaan air bendungan karyan
06:42Kabupaten Lebak, Banten ini.
06:44Sementara itu melihat dari sisi musim kemarau, tadi memang warga menyebut merasakan dampaknya tentu warga yang tinggal di Banten ini,
06:53di mana kesulitan untuk menerima air bersih salah satunya yang kendala yang mereka rasakan begitu ya.
07:00Dan juga kalau melihat sebenarnya informasi pembangunan dari bendungan karyan ini adalah banyak salah satunya untuk menangkal banjir dan juga
07:10sebagai irigasi untuk pertanian.
07:14Sementara demikian, Fidi, kembali ke studio.
07:17Baik, ketika air menyusut karena musim kemarau sehingga jejak-jejak kampung muncul kembali,
07:23ini membangkitkan kembali nostalgia dan kenangan kepada para warga yang pernah tinggal di situ.
07:30Terima kasih Zevanya Situ Meyang untuk laporan Anda.
07:36Saudara, untuk lebih jelasnya lagi terkait tenggelamnya kampung di Lebak, Banten,
07:41kita akan bergabung dengan sejarawan Museum Multatuli Ubaidilah Mukhtar.
07:46Selamat siang, Mas Ubaidilah.
07:50Selamat siang, Mas.
07:51Mas Ubaidilah, terima kasih untuk waktunya di Kompas Siang.
07:54Mas, ini kan ini kemarau,
07:57terus kemudian desa yang pernah tenggelam ini muncul lagi di kampung Somang.
08:03Ini di kampung Somang di Lebak, Banten.
08:06Apa yang bisa diceritakan dari bekas permukiman padat ini, Pak?
08:11Iya, terima kasih, Mas.
08:15Desa atau kampung Somang, desa Sukarame di Kecamatan Sajirah Lebak, Banten.
08:21Ini adalah satu dari sekian kampung yang tenggelam karena ada proyek Wadukarian.
08:28Nah, sebetulnya bahasa muncul kembali ini kurang cocok ya.
08:35Karena sebenarnya ini kampung yang berada di hulu Danau Karyan,
08:42di sungai, pengisinya adalah sungai Ciberang.
08:47Jadi, bahasa yang lebih tepat karena di hulu jadi tidak betul-betul tenggelam sebenarnya desa Somang ini, Mas.
08:58Oh, baik.
08:59Jadi, apa yang kemudian waktu itu membuat kampung ini diputuskan menjadi lokasi Waduk?
09:06Apa yang bisa Anda ceritakan ini?
09:08Iya, ini satu kesatuan dengan desa-desa yang lainnya, desa Sukarame, desa Sukajaya,
09:14kemudian kampung-kampung di Kecamatan Sajirah, kemudian sebagian di Lewidamar,
09:21kemudian ke Cimarga, di Rangkas Bitung juga.
09:25Jadi, ini kampung paling hulu di Wadukarian, sehingga muncul narasi, muncul kembali.
09:34Padahal ini sebenarnya karena posisinya ada di hulu, sehingga tampak muncul.
09:41Padahal tidak sepenuhnya.
09:44Ketikapun airnya penuh, kampung Soma ini tidak seluruhnya tenggelam, kayak gitu, Mas.
09:50Jadi, hanya sekitar 20 persen.
09:51Oke, lalu lokasi tersebut apa, Mas?
09:56Yang bisa, ini kan warga tadi mengeluhkan, misalnya sekarang kemarau, susah air,
10:01atau mereka dulu nggak pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya di kampung yang lama,
10:07atau memang fenomenanya seperti itu, atau kampung yang lama ini memang memiliki nilai tersendiri
10:13bagi pertanian warga di sana, atau seperti apa, Mas?
10:17Ya, tentu saja ya. Kita yang tinggal di sebuah kampung atau di desa,
10:23tentu saja akan punya kenangan tersendiri, akan punya keterkaitan dengan tanah tempat kita dilahirkan.
10:29Dan ini fenomenanya umum sebenarnya, tidak hanya di Kecamatan Sajira,
10:35ataupun di Desa Soekarame saja, tapi juga di Kecamatan-Kecamatan lainnya agak kesulitan air,
10:44karena memang posisi musimnya seperti ini.
10:48Nah, kalau konteks kampung yang kita bicarakan, yaitu Kampung Soma,
10:53saya pikir yang memang punya sejarah tersendiri, kemudian yang paling dekat bisa dijangkau,
11:00di posisi buka, tutup pintu wadukarian ini, sehingga sekarang jadi ramai seperti ini, Mas.
11:10Oke, dulu proses relokasinya tapi seperti apa, Mas?
11:12Emang seperti apa yang bisa Anda ceritakan?
11:16Ya, kalau proses relokasinya seperti juga relokasi di kampung-kampung yang lainnya,
11:21ada Cikapas atau Kampung Calung Ungur memang,
11:24yang juga dilakukan oleh pihak Kementerian PU dan yang lainnya,
11:32kemudian juga sudah ada tempat relokasi tersendiri.
11:35Nah, kalaupun tadi misalnya ada warga yang datang, berkunjung,
11:38itu adalah bagian dari proses melihat kembali,
11:41sebenarnya juga bisa, bisa apa ya, bisa tidak hanya di hari-hari seperti ini.
11:47Oke.
11:48Proses tampaknya itu ketika sekarang surutnya 20%,
11:54misalnya tampak sampai ke, apa nanya itu,
11:58ke sebagian besar rumah-rumah di sana, kayak gitu.
12:01Oke.
12:02Baik Pak Ubaidillah Mukhtar, sejarawan dari Museum Multatuli,
12:06terima kasih untuk berbagi pandangan di Kompas Siang,
12:09selamat beraktifitas kembali, Pak.
12:11Terima kasih.
Komentar