Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
LEBAK, KOMPAS.TV - Jejak dua kampung yang lama tenggelam karena proyek pembangunan bendungan muncul kembali akibat kemarau panjang melanda wilayah Lebak, Banten.

Sejumlah warga kembali ke lokasi kampung tersebut untuk sekadar bernostalgia.

Pantauan udara Tim Liputan Kompas memperlihatkan bekas permukiman di Kampung Somang, Desa Sukarame, Lebak, Banten.

Sisa-sisa bangunan, ruas jalan kampung, hingga hamparan sawah dan ladang yang dahulu menjadi sumber penghidupan warga kini muncul kembali ke permukaan setelah bertahun-tahun tertutup genangan air.

Kampung ini dapat terlihat karena musim kemarau menyusutkan air yang sebelumnya menenggelamkan kampung ini.

Sebagian warga datang ke lokasi untuk mengenang masa lalu.

Desa Sukarame dan Desa Sukaraja adalah dua desa yang sebagian wilayahnya ditenggelamkan untuk proyek pembangunan Bendungan Karian 20152019.

Menyusutnya air di musim kemarau tidak hanya memunculkan kampung yang tenggelam. Sebagian warga di berbagai daerah mengakibatkan kekeringan hingga terancam gagal panen.

Baca Juga Detik-Detik Wasit Dikeroyok saat Pertandingan Sepak Bola Tarkam di Purbalingga | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/683296/detik-detik-wasit-dikeroyok-saat-pertandingan-sepak-bola-tarkam-di-purbalingga-kompas-petang

#kampungtenggelam #kampunglebak #lebak #bendungankarian

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/683300/fenomena-kampung-di-lebak-yang-lama-tenggelam-tiba-tiba-muncul-ke-permukaan-ini-penampakannya
Transkrip
00:00Saudara kita ke informasi selanjutnya,
00:03jejak dua kampung yang lama tenggelam karena proyek pembangunan bendungan
00:07muncul kembali akibat kemarau panjang melanda wilayah Lebak Banten.
00:12Sejumlah warga kembali ke lokasi kampung tersebut untuk sekadar bernostalgia.
00:30Pantauan udara tim meliputan Kompas TV ini memperlihatkan bekas permukiman
00:35di kampung Somang, desa Soekarami, Lebak, Banten.
00:42Sisa-sisa bangunan, ruas jalan kampung hingga hamparan sawah dan ladang
00:47yang dahulu menjadi sumber penghidupan warga,
00:50kini muncul kembali ke permukaan setelah bertahun-tahun tertutup genangan air.
00:57Kampung ini dapat terlihat karena musim kemarau menyusutkan air
01:01yang sebelumnya menenggelamkan kampung ini.
01:05Sebagian warga datang ke lokasi untuk mengenang masa lalu.
01:11Ada banyak yang datang gitu.
01:13Dulunya warga yang di sini pernah datang lagi ke sini juga ya?
01:16Ada banyak.
01:19Banyak yang pada kesini pada main melihat-lihat kampung gitu ya,
01:22pada bilang sedih gitu kan.
01:24Seperti kalau bahasa kampungnya, melangsang gitu kan.
01:28Saatnya sekarang itu sedih gitu.
01:31Kenapa sedih, Bu?
01:32Karena udah nggak ada rumah.
01:35Iya.
01:35Dulu Ibu tinggal di daerah yang bagi sana?
01:37Di sini.
01:38Alhamdulillah waktu dulu enak tinggal di sini.
01:41Sekarang, Mak, nggak begitu enak lah.
01:44Apa, Bu, dulu keenakannya tinggal di desa Soekarami ini?
01:47Ya, sandang pangan cukup gitu.
01:51Air juga ada sekarang makan, ada air agak susah gitu.
01:55Agak susah.
01:56Iya.
01:57Mulai tahun berapa, Bu, di relokasinya?
02:00Tahun berapa, Pak?
02:01Udah lima tahun.
02:02Udah lima tahun aja.
02:05Desa Soekarami dan Desa Soekaraja adalah dua desa yang sebagian wilayahnya
02:10ditenggelamkan untuk proyek pembangunan Bendungan Kairan 2015-2019.
02:17Menyusitnya air di musim kemarau tidak hanya memunculkan kampung yang tenggelam.
02:22Sebagian warga di berbagai daerah juga terdampak kekeringan hingga terancam gagal panen.
02:30Tim Liputan Kompas TV, Lebak, Banten
02:38Saudara kita akan melihat situasi terkini di kampung yang tenggelam di Lebak, Banten ini.
02:45Sudah ada terhubung dengan jurnalis Kompas TV, Zevanya Situ Meyang dan Andika Pratama.
02:50Zevanya jadi bisa digambarkan suasana di sana seperti apa?
02:54Mengapa warga masih ingin kembali untuk melihat rumah mereka yang dulu ada
03:02tapi sekarang sudah tenggelam karena proyek Bendungan?
03:10Satu kata Fidi, kangen.
03:12Kalau kata warga yang sejak pagi hari tadi saya temui,
03:15banyak yang berkunjung ke Dermaga Somang,
03:18tempat kami melaporkan saat ini.
03:20Bersama anaknya juga mereka melihat kembali ke titik yang jauh di sana di belakang saya
03:26di mana mereka sama-sama mengulas kembali atau flashback ke momen-momen
03:31ketika mereka masih menjalani kehidupan di Kampung Somang
03:35atau di mana Kampung Somang ini ada dua desa
03:38yakni desa Sukarame dan juga desa Sukajaya.
03:42Nah, jaraknya kalau dari Dermaga Somang ini, Fidi,
03:45ini kurang lebih 200 meter.
03:47Jadi, kalau kita mau kembali melihat ke titik Kampung Somang itu,
03:55kita harus naik rakit.
03:56Ini yang Anda lihat di visual Anda.
03:58Ini adalah rakit yang disediakan.
04:01Ada juga sebenarnya nanti warga yang menuntun begitu ya
04:06untuk menyusuri kembali Perkampungan Somang
04:09yang dulu ditenggelamkan begitu.
04:13Kenapa harus naik rakit kalau tadi saya bertanya?
04:15Karena jalannya kecil sekali.
04:17Karena kita ketahui dulu desa Sukarame dan Sukajaya ini adalah pemukiman padat penduduk.
04:24Jadi, jalannya kecil sehingga hanya dapat disusuri dengan rakit yang tersedia.
04:29Nah, tapi kalau untuk melihat dari pinggir desa Sukarame dan Sukajaya ini,
04:41ini bisa juga naik perahu sebenarnya.
04:43Tapi karena cukup besar, perahunya jadi hanya bisa menyusuri dari pinggir-pinggir kerangka-kerangka
04:51atau sisa-sisa bangunan dari desa Sukarame dan juga desa Sukajaya ini.
04:57Nah, Fidi memang kalau bertanya ke warga,
05:00sejak kapan sih kemudian kampung mereka ini mulai muncul,
05:03mulai terlihat lagi?
05:05Ini katanya sejak tahun 2023 sudah sempat terlihat sedikit begitu ya beberapa bangunannya.
05:12Karena musim kemarau yang berkepanjangan di Kabupaten Lebak, Banten dan di tahun ini juga muncul kembali
05:19bahkan cukup rendah penyusutan airnya di bendungan karyan Kabupaten Lebak, Banten
05:29sehingga membuat bangunan-bangunan yang puing-puing rumah, sisaan begitu ya,
05:35bekas pembebasan lahan yang dilakukan ini kemudian bermunculan kembali.
05:39Sedangkan warga yang dulunya tinggal di sini sejak pembebasan lahan dilakukan sekitar tahun 2020-2021,
05:48ini kemudian mereka tinggal di daerah yang tidak terlalu jauh letaknya dari kampung Somang ini
05:55sehingga ketika mendengar kabar dan bisa melihat lagi rumah-rumah mereka di masa lalu,
06:02begitu ketika masih tinggal ini banyak warga yang kembali berdatangan,
06:05sangat bernostalgia bersama keluarganya untuk mengingat lagi momen-momen kebersamaan di desa Sukarame dan juga Sukajaya.
06:15Ada pun kalau melihat informasinya, luas dari bendungan karyan Kabupaten Lebak, Banten ini,
06:20Fidi, ini luas sekali.
06:211,7 hektare.
06:23Di mana ada 11 desa kurang lebih yang ditenggelamkan untuk proyek pembangunan bendungan ini.
06:29Tapi memang karena musim kemarau, air surut, dua desa ini hanya dua desa yang terlihat.
06:35Jadi sebenarnya ke arah sana itu masih luas, ada beberapa desa lainnya yang berada di bawah permukaan air bendungan karyan
06:42Kabupaten Lebak, Banten ini.
06:44Sementara itu melihat dari sisi musim kemarau, tadi memang warga menyebut merasakan dampaknya tentu warga yang tinggal di Banten ini,
06:53di mana kesulitan untuk menerima air bersih salah satunya yang kendala yang mereka rasakan begitu ya.
07:00Dan juga kalau melihat sebenarnya informasi pembangunan dari bendungan karyan ini adalah banyak salah satunya untuk menangkal banjir dan juga
07:10sebagai irigasi untuk pertanian.
07:14Sementara demikian, Fidi, kembali ke studio.
07:17Baik, ketika air menyusut karena musim kemarau sehingga jejak-jejak kampung muncul kembali,
07:23ini membangkitkan kembali nostalgia dan kenangan kepada para warga yang pernah tinggal di situ.
07:30Terima kasih Zevanya Situ Meyang untuk laporan Anda.
07:36Saudara, untuk lebih jelasnya lagi terkait tenggelamnya kampung di Lebak, Banten,
07:41kita akan bergabung dengan sejarawan Museum Multatuli Ubaidilah Mukhtar.
07:46Selamat siang, Mas Ubaidilah.
07:50Selamat siang, Mas.
07:51Mas Ubaidilah, terima kasih untuk waktunya di Kompas Siang.
07:54Mas, ini kan ini kemarau,
07:57terus kemudian desa yang pernah tenggelam ini muncul lagi di kampung Somang.
08:03Ini di kampung Somang di Lebak, Banten.
08:06Apa yang bisa diceritakan dari bekas permukiman padat ini, Pak?
08:11Iya, terima kasih, Mas.
08:15Desa atau kampung Somang, desa Sukarame di Kecamatan Sajirah Lebak, Banten.
08:21Ini adalah satu dari sekian kampung yang tenggelam karena ada proyek Wadukarian.
08:28Nah, sebetulnya bahasa muncul kembali ini kurang cocok ya.
08:35Karena sebenarnya ini kampung yang berada di hulu Danau Karyan,
08:42di sungai, pengisinya adalah sungai Ciberang.
08:47Jadi, bahasa yang lebih tepat karena di hulu jadi tidak betul-betul tenggelam sebenarnya desa Somang ini, Mas.
08:58Oh, baik.
08:59Jadi, apa yang kemudian waktu itu membuat kampung ini diputuskan menjadi lokasi Waduk?
09:06Apa yang bisa Anda ceritakan ini?
09:08Iya, ini satu kesatuan dengan desa-desa yang lainnya, desa Sukarame, desa Sukajaya,
09:14kemudian kampung-kampung di Kecamatan Sajirah, kemudian sebagian di Lewidamar,
09:21kemudian ke Cimarga, di Rangkas Bitung juga.
09:25Jadi, ini kampung paling hulu di Wadukarian, sehingga muncul narasi, muncul kembali.
09:34Padahal ini sebenarnya karena posisinya ada di hulu, sehingga tampak muncul.
09:41Padahal tidak sepenuhnya.
09:44Ketikapun airnya penuh, kampung Soma ini tidak seluruhnya tenggelam, kayak gitu, Mas.
09:50Jadi, hanya sekitar 20 persen.
09:51Oke, lalu lokasi tersebut apa, Mas?
09:56Yang bisa, ini kan warga tadi mengeluhkan, misalnya sekarang kemarau, susah air,
10:01atau mereka dulu nggak pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya di kampung yang lama,
10:07atau memang fenomenanya seperti itu, atau kampung yang lama ini memang memiliki nilai tersendiri
10:13bagi pertanian warga di sana, atau seperti apa, Mas?
10:17Ya, tentu saja ya. Kita yang tinggal di sebuah kampung atau di desa,
10:23tentu saja akan punya kenangan tersendiri, akan punya keterkaitan dengan tanah tempat kita dilahirkan.
10:29Dan ini fenomenanya umum sebenarnya, tidak hanya di Kecamatan Sajira,
10:35ataupun di Desa Soekarame saja, tapi juga di Kecamatan-Kecamatan lainnya agak kesulitan air,
10:44karena memang posisi musimnya seperti ini.
10:48Nah, kalau konteks kampung yang kita bicarakan, yaitu Kampung Soma,
10:53saya pikir yang memang punya sejarah tersendiri, kemudian yang paling dekat bisa dijangkau,
11:00di posisi buka, tutup pintu wadukarian ini, sehingga sekarang jadi ramai seperti ini, Mas.
11:10Oke, dulu proses relokasinya tapi seperti apa, Mas?
11:12Emang seperti apa yang bisa Anda ceritakan?
11:16Ya, kalau proses relokasinya seperti juga relokasi di kampung-kampung yang lainnya,
11:21ada Cikapas atau Kampung Calung Ungur memang,
11:24yang juga dilakukan oleh pihak Kementerian PU dan yang lainnya,
11:32kemudian juga sudah ada tempat relokasi tersendiri.
11:35Nah, kalaupun tadi misalnya ada warga yang datang, berkunjung,
11:38itu adalah bagian dari proses melihat kembali,
11:41sebenarnya juga bisa, bisa apa ya, bisa tidak hanya di hari-hari seperti ini.
11:47Oke.
11:48Proses tampaknya itu ketika sekarang surutnya 20%,
11:54misalnya tampak sampai ke, apa nanya itu,
11:58ke sebagian besar rumah-rumah di sana, kayak gitu.
12:01Oke.
12:02Baik Pak Ubaidillah Mukhtar, sejarawan dari Museum Multatuli,
12:06terima kasih untuk berbagi pandangan di Kompas Siang,
12:09selamat beraktifitas kembali, Pak.
12:11Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan