Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
SURABAYA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, meminta publik tidak terus terpaku pada polemik istilah "Londo Ireng" yang diucapkan Presiden Prabowo Subianto.

Saat ditemui di Surabaya, Selasa (29/7/2026), Qodari menegaskan bahwa perhatian masyarakat seharusnya diarahkan pada substansi pidato Presiden yang berisi komitmen pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Baca Juga Tak Sinkron! OC Kaligis Ungkap Kejanggalan Penetapan Tersangka Lodewyk Pusung, Dugaan Kriminalisasi di https://www.kompas.tv/video/682646/tak-sinkron-oc-kaligis-ungkap-kejanggalan-penetapan-tersangka-lodewyk-pusung-dugaan-kriminalisasi

Menurut Qodari, pidato Presiden membahas berbagai agenda strategis, mulai dari peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, swasembada pangan, ketahanan energi, hingga pengembangan program B50.

Ia menilai isu-isu tersebut jauh lebih penting untuk dikawal karena berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas, dibanding terus memperdebatkan penggunaan istilah "Londo Ireng".

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/682831/kepala-bakom-qodari-respons-polemik-londo-ireng-minta-publik-fokus-pada-substansi-pidato-prabowo
Transkrip
00:00Kita lihat rangkaian pidato presiden, semuanya itu untuk membela kepentingan rakyat.
00:05Apa namanya lo doirem Pak untuk jurnalis dan menuai kontroversi Pak?
00:10Kita fokus topik ini aja ya.
00:12Pertama begini, kalau mengenai ternyataan presiden, pidato presiden, mari kita lihat rangkaian pidato presiden,
00:18semuanya itu untuk membela kepentingan rakyat.
00:22Konsisten sekali pidato presiden itu, selalu berbicara meningkatkan kesejahteraan petani,
00:28tarap hidup petani, tarap hidup nelayan, ketahanan pangan, suasembada beras, ketahanan energi, pencapaian B50.
00:38Kemudian juga bagaimana blok masalah sudah 28 tahun akhirnya dimulai.
00:43Kemudian bagaimana beliau mengungkap adanya praktek under-invoicing, transfer pricing yang mengerugikan negara setiap tahun 500 riyun,
00:51itu semua mau dihentikan.
00:53Jadi insya Allah kita kalau fokus kepada substansi, itulah poin-poin yang sesungguhnya dari pidato bapak.
00:58Terkait survei Pak, 30% turun Pak.
01:11Kita lihat ada substansi nggak, teman-teman?
01:13Substansi pada teman-teman.
01:14Emangnya kalau udah irang ada datanya Pak?
01:16Substansi teman-teman.
01:17Maksudnya jurnalistis berapa?
01:19Ada datanya kan Pak?
01:20Ada datanya kan Pak?
01:22Ada datanya kan Pak?
01:23Nika.
01:24Adanya kan Pak.
01:412.
01:445.
01:4412.
01:448.
01:459.
01:459.
01:4510.
01:509.
01:56Terima kasih telah menonton
02:34Terima kasih telah menonton
02:57Terima kasih telah menonton
Komentar

Dianjurkan