Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Polisi melakukan autopsi terhadap jenazah KD, terduga pencuri ayam yang meninggal dunia akibat diamuk massa di Kabupaten Tabanan, Bali. Autopsi dilakukan di kuburan Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, tempat korban dimakamkan pada Sabtu lalu (25/7/2026).

Autopsi dilakukan oleh tim dari Polres Tabanan dengan melibatkan Tim Inafis serta bantuan Tim Forensik RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar. Pemeriksaan berlangsung sekitar tiga jam untuk memastikan penyebab kematian korban. Proses autopsi sempat tertunda karena keluarga korban pada awalnya menolak pemeriksaan terhadap jenazah.

Kasus ini bermula pada 24 Juli 2026, ketika KD, warga Sidatapa, Buleleng, diduga mencuri ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Baturiti, Tabanan. Korban kemudian dikejar warga, ditangkap, dan mengalami aksi main hakim sendiri hingga meninggal dunia. Warga juga merusak serta membakar sepeda motor milik korban.

Setelah melakukan penyelidikan, memeriksa para saksi, dan mengumpulkan alat bukti, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri dan menyerahkan penanganan dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum.

Psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menilai aksi main hakim sendiri atau vigilantisme merupakan salah satu bentuk ketidakpercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Kasus di Tabanan ini menjadi pengingat pentingnya penyelesaian perkara melalui proses hukum yang berlaku.

#bali #tabanan #buleleng #mainhakimsendiri #polrestabanan #autopsi

Baca Juga Mensos Tawari Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok di Bali Masuk ke Sekolah Rakyat di https://www.kompas.tv/nasional/682715/mensos-tawari-anak-terduga-pencuri-ayam-yang-tewas-dikeroyok-di-bali-masuk-ke-sekolah-rakyat

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/682812/kasus-main-hakim-sendiri-berlanjut-polisi-autopsi-dan-tetapkan-lima-tersangka-kompas-pagi
Transkrip
00:00Sorotan lain saudara polisi lakukan otopsi jenazah KD terduga pencuri ayam yang meninggal dunia akibat diamuk masa.
00:11Otopsi dilakukan di kuburan desa Sidatapa, Kejamatan Banjar, Buleleng, Bali, tempat korban KD dimakamkan pada Sabtu lalu.
00:19Otopsi dilakukan oleh tim dari Polres Tabanan dengan merunkan tim Inavis dan perbantuan dari tim forensik RSUP Prof. Ngurah Dempasar,
00:29Bali.
00:30Otopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban KD.
00:35Otopsi berlangsung sekitar 3 jam dan sempat tertunda karena keluarga korban pada awalnya menolak dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah.
00:58Otopsi berlangsung sekitar 3 jam dan sempat terhadap jenazah.
01:29Otopsi berlangsung sekitar 3 jam yang menolak diri.
01:31Dari 4 bulan terakhir ini ada 16 TKB kehilangan mungkin lebih dari 100 ayam tidak kita.
01:46Kami sudah mengamankan tersangka sebanyak lima orang
01:56Dari waktu ke waktu memang Fijil Arke dianggap memiliki hubungan yang terbalik dengan kepercayaan terhadap pemerintah negara lupa
02:04Artinya, semakin rendah tingkat kepercayaan masyarakat berhadap pemerintah negara lupung
02:10Maka diturunkan atas kertas Fijil Arke akan malam
02:24Tangis istri seorang anak terdengar saat mengetahui ayahnya meninggal akibat aksi amur masa
02:34Sang ayah, warga Sidatapa, Buleleng, berinsial KD meninggal di amur masa karena diduga mencuri ayam aduan
02:43Aksi warga main hakim sendiri ini terjadi pada 24 Juli lalu
02:49Warga Banjar, Dinas Curugulgi, Batu Riti Tabanan, memergoki KD yang diduga mencuri ayam
02:57Warga kemudian berame-rame mengejar KD
03:03Warga berhasil menangkap KD dan kemudian diamuk masa hingga akhirnya meninggal dunia
03:09Tak hanya menghakimi KD, warga juga merusak dan membakar sepeda motornya
03:21KD meninggalkan tiga orang anak, dua di antaranya masih duduk di bangku sekolah
03:28Sang istri mengaku sebelum meninggal KD pergi dari rumah tanpa memberi kabar
03:34Sudah pergi, tidak bilang, saya cariin di sini
03:39Lapor sama Pak El, Pak El, mungkin ya di sini
03:45Dari, baru ada kabar dari sini, sudah meninggal
03:51Memburu, Pak, buru serabut
04:03Setelah melakukan penyelidikan, memeriksa keterangan para saksi
04:08Serta mengumpulkan alat bukti, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka
04:14Kami sudah mengamankan
04:18Tersangka sebanyak lima orang dewasa
04:21Seluruhnya adalah bergeris kelamin laki-laki
04:25Tindakan kekerasan secara bersama-sama yang diduga dipicu oleh kemarahan
04:30Dan juga emosi warga masyarakat
04:34Ketika korban
04:37Inisial S diduga tertangkap mencuri dua ekor ayam jantan
04:44Aksi pencurian ayam diduga menjadi pemantik kemarahan warga
04:48Warga resah, karena selama ini wilayahnya kerap kehilangan ayam aduan
04:54Polisi mengimbau, warga tak lagi main hakim sendiri
04:58Dan menyerahkan kasus hukum ke polisi
05:00Kami memahami keresahan masyarakat
05:04Atas adanya kasus kehilangan ternak
05:06Namun kami mengimbau agar masyarakat
05:09Tidak melakukan tindak main hakim sendiri
05:12Karena setiap dugaan tindak pidana harus diselesaikan
05:17Melalui proses hukum yang berlaku
05:20Sementara warga Baturiti menyatakan
05:23Aksi pencurian ayam marak terjadi sejak 4 bulan terakhir
05:27Aksi menghakimi terduga pencuri ayam 24 Juli lalu
05:31Merupakan tindakan spontan warga
05:34Karena itu, tokoh masyarakat Baturiti berharap
05:38Polisi memberikan keringanan hukuman terhadap 5 orang
05:42Yang telah ditetapkan sebagai tersangka
05:45Mengalami dari 4 bulan terakhir ini ada 16 TKP
05:49Kehilangan, mungkin lebih dari 100 ayam sudah kita
05:53Terakhir yang kita kehilangan 18 ekor ini ke tanggal 15 Juni
05:57Yang tidak bisa melihat kondisi secara langsung
06:02Tetapi itulah yang terjadi di warga Titiang
06:05Artinya banyak TKP sudah
06:07Tetapi sangat disayangkan
06:09Artinya hal ini bisa terjadi
06:11Dan kami pun tidak membenarkan ada penghakiman besar
06:13Dan perbuatan mencuri itu adalah
06:17Jelas-jelas sudah menanggah hukum
06:18Spontanitas saja sebenarnya Pak
06:20Itu spontanitas Pak
06:22Atau untuk membela diri Pak?
06:24Membela diri dan spontanitas
06:25Dan harapan kami bisa diringankan
06:29Untuk hukumannya
06:30Proses tetap proses
06:32Dan bisa cepat selesai
06:36Psikolog forensik Reza Ingkagiri menyatakan
06:39Aksi main hakim sendiri atau vigilanti
06:42Merupakan salah satu bentuk ketidakpercayaan masyarakat
06:45Terhadap aparat penegak hukum
06:48Bahwa lewat aksi-aksi yang sebetulnya salah semacam ini
06:51Masyarakat mencoba memastikan bahwa
06:54Tidak ada satu jengkal tanah pun
06:57Yang vakum hukum
06:58Kepastian
07:00Kemanfaatan
07:01Bahkan mungkin dalam definisi masyarakat
07:04Keadilan
07:04Tetap bisa diciptakan
07:06Betapapun kehadiran
07:07Autoritas penegak hukum
07:08Tampaknya jauh panggang dari aku
07:10Dari waktu ke waktu
07:11Memang vigilanti dianggap memiliki
07:13Hubungan yang terbalik
07:16Dengan kepercayaan terhadap
07:17Autoritas penegak hukum
07:18Artinya
07:19Semakin rendah tingkat kepercayaan masyarakat
07:22Terhadap otoritas penegak hukum
07:24Maka itu menghitungkan di atas kertas
07:25Aksi vigilanti akan marak
07:27Sebaliknya
07:29Ketika kepercayaan masyarakat terhadap
07:31Autoritas penegak hukum
07:32Berada pada titik yang optimal
07:33Maka kita patut berharap
07:35Bahwa aksi vigilanti akan turut
07:37Tapi tadi saya katakan
07:39Ternyata
07:39Ketika masyarakat melihat
07:41Bahwa ada ruang-ruang yang vakum hukum
07:43Masyarakat mengambil inisiatif
07:45Dengan melakukan aksi vigilanti
07:46Tidak serta-merta juga
07:48Kita katakannya sebagai hal yang
07:49Sungguh-sungguh buruk
07:50Itu salahnya
07:51Tapi apakah ada manfaat
07:53Yang terbangun di masyarakat
07:54Harus saya katakan
07:55Iya
07:55Ini lah
07:57Satu tambahan manfaat lagi
07:58Bahwa hingga derajat tertentu
08:00Aksi vigilanti
08:01Justru akan memunculkan efek jerak
08:03Bayang tidak
08:04Diimpungan setempat
08:05Efek jerak langsung
08:06Yaitu tentu saja
08:07Pelaku berpikir ulang
08:08Untuk mengulangi perbuatan jahatnya
08:10Efek jerak langsung
08:11Dan bagaimana orang-orang
08:12Tidak akan menilu perbuatan sempat
08:14Oke
08:14Kalau kita bicara
08:15Apakah ini berada di kodron hukum
08:18Gambar
08:18Kasat mata bisa kita saksikan
08:20Bahwa ini aksi di luar hukum
08:22Kasus di tabanan Bali ini
08:25Bisa menjadi perhatian semua pihak
08:27Aparat hukum
08:28Jangan terlambat hadir
08:29Karena warga
08:30Bisa mengambil alih peran penegakan hukum
08:33Namun jika masyarakat
08:35Memutuskan siapa yang bersalah
08:37Dan memberikan hukuman
08:38Seringkali akan berakhir
08:41Dengan tragedi
08:42Tim Liputan
08:44Kompas TV
08:45Terima kasih
Komentar

Dianjurkan