00:00Sorotan lain saudara polisi lakukan otopsi jenazah KD terduga pencuri ayam yang meninggal dunia akibat diamuk masa.
00:11Otopsi dilakukan di kuburan desa Sidatapa, Kejamatan Banjar, Buleleng, Bali, tempat korban KD dimakamkan pada Sabtu lalu.
00:19Otopsi dilakukan oleh tim dari Polres Tabanan dengan merunkan tim Inavis dan perbantuan dari tim forensik RSUP Prof. Ngurah Dempasar,
00:29Bali.
00:30Otopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban KD.
00:35Otopsi berlangsung sekitar 3 jam dan sempat tertunda karena keluarga korban pada awalnya menolak dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah.
00:58Otopsi berlangsung sekitar 3 jam dan sempat terhadap jenazah.
01:29Otopsi berlangsung sekitar 3 jam yang menolak diri.
01:31Dari 4 bulan terakhir ini ada 16 TKB kehilangan mungkin lebih dari 100 ayam tidak kita.
01:46Kami sudah mengamankan tersangka sebanyak lima orang
01:56Dari waktu ke waktu memang Fijil Arke dianggap memiliki hubungan yang terbalik dengan kepercayaan terhadap pemerintah negara lupa
02:04Artinya, semakin rendah tingkat kepercayaan masyarakat berhadap pemerintah negara lupung
02:10Maka diturunkan atas kertas Fijil Arke akan malam
02:24Tangis istri seorang anak terdengar saat mengetahui ayahnya meninggal akibat aksi amur masa
02:34Sang ayah, warga Sidatapa, Buleleng, berinsial KD meninggal di amur masa karena diduga mencuri ayam aduan
02:43Aksi warga main hakim sendiri ini terjadi pada 24 Juli lalu
02:49Warga Banjar, Dinas Curugulgi, Batu Riti Tabanan, memergoki KD yang diduga mencuri ayam
02:57Warga kemudian berame-rame mengejar KD
03:03Warga berhasil menangkap KD dan kemudian diamuk masa hingga akhirnya meninggal dunia
03:09Tak hanya menghakimi KD, warga juga merusak dan membakar sepeda motornya
03:21KD meninggalkan tiga orang anak, dua di antaranya masih duduk di bangku sekolah
03:28Sang istri mengaku sebelum meninggal KD pergi dari rumah tanpa memberi kabar
03:34Sudah pergi, tidak bilang, saya cariin di sini
03:39Lapor sama Pak El, Pak El, mungkin ya di sini
03:45Dari, baru ada kabar dari sini, sudah meninggal
03:51Memburu, Pak, buru serabut
04:03Setelah melakukan penyelidikan, memeriksa keterangan para saksi
04:08Serta mengumpulkan alat bukti, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka
04:14Kami sudah mengamankan
04:18Tersangka sebanyak lima orang dewasa
04:21Seluruhnya adalah bergeris kelamin laki-laki
04:25Tindakan kekerasan secara bersama-sama yang diduga dipicu oleh kemarahan
04:30Dan juga emosi warga masyarakat
04:34Ketika korban
04:37Inisial S diduga tertangkap mencuri dua ekor ayam jantan
04:44Aksi pencurian ayam diduga menjadi pemantik kemarahan warga
04:48Warga resah, karena selama ini wilayahnya kerap kehilangan ayam aduan
04:54Polisi mengimbau, warga tak lagi main hakim sendiri
04:58Dan menyerahkan kasus hukum ke polisi
05:00Kami memahami keresahan masyarakat
05:04Atas adanya kasus kehilangan ternak
05:06Namun kami mengimbau agar masyarakat
05:09Tidak melakukan tindak main hakim sendiri
05:12Karena setiap dugaan tindak pidana harus diselesaikan
05:17Melalui proses hukum yang berlaku
05:20Sementara warga Baturiti menyatakan
05:23Aksi pencurian ayam marak terjadi sejak 4 bulan terakhir
05:27Aksi menghakimi terduga pencuri ayam 24 Juli lalu
05:31Merupakan tindakan spontan warga
05:34Karena itu, tokoh masyarakat Baturiti berharap
05:38Polisi memberikan keringanan hukuman terhadap 5 orang
05:42Yang telah ditetapkan sebagai tersangka
05:45Mengalami dari 4 bulan terakhir ini ada 16 TKP
05:49Kehilangan, mungkin lebih dari 100 ayam sudah kita
05:53Terakhir yang kita kehilangan 18 ekor ini ke tanggal 15 Juni
05:57Yang tidak bisa melihat kondisi secara langsung
06:02Tetapi itulah yang terjadi di warga Titiang
06:05Artinya banyak TKP sudah
06:07Tetapi sangat disayangkan
06:09Artinya hal ini bisa terjadi
06:11Dan kami pun tidak membenarkan ada penghakiman besar
06:13Dan perbuatan mencuri itu adalah
06:17Jelas-jelas sudah menanggah hukum
06:18Spontanitas saja sebenarnya Pak
06:20Itu spontanitas Pak
06:22Atau untuk membela diri Pak?
06:24Membela diri dan spontanitas
06:25Dan harapan kami bisa diringankan
06:29Untuk hukumannya
06:30Proses tetap proses
06:32Dan bisa cepat selesai
06:36Psikolog forensik Reza Ingkagiri menyatakan
06:39Aksi main hakim sendiri atau vigilanti
06:42Merupakan salah satu bentuk ketidakpercayaan masyarakat
06:45Terhadap aparat penegak hukum
06:48Bahwa lewat aksi-aksi yang sebetulnya salah semacam ini
06:51Masyarakat mencoba memastikan bahwa
06:54Tidak ada satu jengkal tanah pun
06:57Yang vakum hukum
06:58Kepastian
07:00Kemanfaatan
07:01Bahkan mungkin dalam definisi masyarakat
07:04Keadilan
07:04Tetap bisa diciptakan
07:06Betapapun kehadiran
07:07Autoritas penegak hukum
07:08Tampaknya jauh panggang dari aku
07:10Dari waktu ke waktu
07:11Memang vigilanti dianggap memiliki
07:13Hubungan yang terbalik
07:16Dengan kepercayaan terhadap
07:17Autoritas penegak hukum
07:18Artinya
07:19Semakin rendah tingkat kepercayaan masyarakat
07:22Terhadap otoritas penegak hukum
07:24Maka itu menghitungkan di atas kertas
07:25Aksi vigilanti akan marak
07:27Sebaliknya
07:29Ketika kepercayaan masyarakat terhadap
07:31Autoritas penegak hukum
07:32Berada pada titik yang optimal
07:33Maka kita patut berharap
07:35Bahwa aksi vigilanti akan turut
07:37Tapi tadi saya katakan
07:39Ternyata
07:39Ketika masyarakat melihat
07:41Bahwa ada ruang-ruang yang vakum hukum
07:43Masyarakat mengambil inisiatif
07:45Dengan melakukan aksi vigilanti
07:46Tidak serta-merta juga
07:48Kita katakannya sebagai hal yang
07:49Sungguh-sungguh buruk
07:50Itu salahnya
07:51Tapi apakah ada manfaat
07:53Yang terbangun di masyarakat
07:54Harus saya katakan
07:55Iya
07:55Ini lah
07:57Satu tambahan manfaat lagi
07:58Bahwa hingga derajat tertentu
08:00Aksi vigilanti
08:01Justru akan memunculkan efek jerak
08:03Bayang tidak
08:04Diimpungan setempat
08:05Efek jerak langsung
08:06Yaitu tentu saja
08:07Pelaku berpikir ulang
08:08Untuk mengulangi perbuatan jahatnya
08:10Efek jerak langsung
08:11Dan bagaimana orang-orang
08:12Tidak akan menilu perbuatan sempat
08:14Oke
08:14Kalau kita bicara
08:15Apakah ini berada di kodron hukum
08:18Gambar
08:18Kasat mata bisa kita saksikan
08:20Bahwa ini aksi di luar hukum
08:22Kasus di tabanan Bali ini
08:25Bisa menjadi perhatian semua pihak
08:27Aparat hukum
08:28Jangan terlambat hadir
08:29Karena warga
08:30Bisa mengambil alih peran penegakan hukum
08:33Namun jika masyarakat
08:35Memutuskan siapa yang bersalah
08:37Dan memberikan hukuman
08:38Seringkali akan berakhir
08:41Dengan tragedi
08:42Tim Liputan
08:44Kompas TV
08:45Terima kasih
Komentar