Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SRAGEN, KOMPAS.TV Kemarau yang berlangsung selama 2 bulan terakhir membuat sumur-sumur di Desa Galeh, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, mengering.

Karena tidak memiliki sumber air bersih, warga Desa Galeh yang berada di perbatasan Kabupaten Sragen dan Grobogan terpaksa memanfaatkan air bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mandi, mencuci pakaian, hingga membersihkan peralatan rumah tangga.

Sementara itu, untuk kebutuhan minum dan memasak, warga harus membeli air bersih dengan biaya tambahan sebesar Rp4.000 per galon.

Kondisi serupa juga dialami sejumlah petani jagung dan tebu. Mereka menggali tanah hingga kedalaman 2,5 meter untuk mengairi tanaman jagung dan tebu yang baru berusia 20 hari agar tidak mati akibat kekeringan.

Meski pemerintah telah menyalurkan bantuan melalui dropping air setiap tiga hari sekali, volume air yang didistribusikan dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan sekitar 700 kepala keluarga (KK) atau 2.000 jiwa.

Warga berharap pemerintah segera membangun dan memperluas jaringan air bersih agar masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca Juga 3 Hektar Hutan Jati di Kulon Progo Terbakar, Kemarau Mempercepat Penyebaran Titik Api di https://www.kompas.tv/regional/681911/3-hektar-hutan-jati-di-kulon-progo-terbakar-kemarau-mempercepat-penyebaran-titik-api

#kekeringan #krisisair #kemarau #bpbd

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/681913/kemarau-picu-kekeringan-di-sragen-warga-andalkan-air-bantuan-bpbd-untuk-sehari-hari-kompas-siang
Transkrip
00:00Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Seragen, Jawa Tengah memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah.
00:05Sumur mengering, warga memanfaatkan air dari bantuan BPBD.
00:09Dan tak hanya itu, petani jagung dan tebu mulai menggali tanah akibat air irigasi dari sungai telah mengering.
00:17Kemarau yang berlangsung selama dua bulan terakhir membuat sumur-sumur yang ada di Desa Gale,
00:22Kecamatan Tangen, Kabupaten Seragen, Jawa Tengah mengering.
00:25Karena tidak memiliki sumber air bersih, warga Desa Gale yang berada di perbatasan antara Kabupaten Seragen dan gerobokan ini
00:33terpaksa memanfaatkan air dari bantuan BPBD untuk mandi dan mencuci pakaian hingga peralatan rumah tangga mereka.
00:43Sedangkan untuk kebutuhan minum dan memasak, mereka harus membeli air bersih dengan biaya tambahan per galon Rp4.000.
01:18Kondisi serupa juga dialami sejumlah petani jagung dan tebu.
01:22Mereka menggali tanah hingga kedalaman 2,5 meter untuk mengairi jagung dan tepunya yang baru berusia 20 hari agar tidak
01:30mati.
01:3215 hari mulai nanam ini harus menggali tanah sedalam 2,5 meter.
01:44Biasanya yang sebelum kemarau mudah Pak ini dapatnya?
01:49Kalau belum kemarau masih mudah.
01:52Ini setiap hari nyiramnya Pak?
01:53Ya.
01:54Meski pemerintah telah menyalurkan bantuan melalui dropping air setiap 3 hari sekali,
02:00namun volume air yang didistribusikan didilai belum mampu memenuhi kebutuhan sekitar 700 KK atau 2.000 jiwa.
02:08Dekat ini untuk mencegah kekeringan ini butuh bantuan untuk toren air.
02:14Kemudian untuk jangka panjangnya mungkin dibangunkan semacam PAMSIMAS supaya kekeringannya segera teratasi.
02:23Warga berharap pemerintah segera membangun dan memperluas jaringan air bersih
02:28agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Komentar

Dianjurkan