00:00Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Seragen, Jawa Tengah memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah.
00:05Sumur mengering, warga memanfaatkan air dari bantuan BPBD.
00:09Dan tak hanya itu, petani jagung dan tebu mulai menggali tanah akibat air irigasi dari sungai telah mengering.
00:17Kemarau yang berlangsung selama dua bulan terakhir membuat sumur-sumur yang ada di Desa Gale,
00:22Kecamatan Tangen, Kabupaten Seragen, Jawa Tengah mengering.
00:25Karena tidak memiliki sumber air bersih, warga Desa Gale yang berada di perbatasan antara Kabupaten Seragen dan gerobokan ini
00:33terpaksa memanfaatkan air dari bantuan BPBD untuk mandi dan mencuci pakaian hingga peralatan rumah tangga mereka.
00:43Sedangkan untuk kebutuhan minum dan memasak, mereka harus membeli air bersih dengan biaya tambahan per galon Rp4.000.
01:18Kondisi serupa juga dialami sejumlah petani jagung dan tebu.
01:22Mereka menggali tanah hingga kedalaman 2,5 meter untuk mengairi jagung dan tepunya yang baru berusia 20 hari agar tidak
01:30mati.
01:3215 hari mulai nanam ini harus menggali tanah sedalam 2,5 meter.
01:44Biasanya yang sebelum kemarau mudah Pak ini dapatnya?
01:49Kalau belum kemarau masih mudah.
01:52Ini setiap hari nyiramnya Pak?
01:53Ya.
01:54Meski pemerintah telah menyalurkan bantuan melalui dropping air setiap 3 hari sekali,
02:00namun volume air yang didistribusikan didilai belum mampu memenuhi kebutuhan sekitar 700 KK atau 2.000 jiwa.
02:08Dekat ini untuk mencegah kekeringan ini butuh bantuan untuk toren air.
02:14Kemudian untuk jangka panjangnya mungkin dibangunkan semacam PAMSIMAS supaya kekeringannya segera teratasi.
02:23Warga berharap pemerintah segera membangun dan memperluas jaringan air bersih
02:28agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Komentar