Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Siswa Desa Santan Ulu di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, harus bertaruh nyawa pergi ke sekolah dengan menyeberangi sungai menggunakan kereta gantung kayu.

Kereta gantung kayu digunakan karena tidak ada jembatan yang menghubungkan sungai yang banyak buayanya.

Sejumlah siswa di Desa Santan Ulu harus menyeberangi sungai sepanjang 45 meter dengan cara menarik tali kereta gantung kayu.

Meski berisiko tinggi, tidak ada pilihan lain karena kereta gantung kayu ini menjadi akses paling dekat bagi para siswa untuk berangkat dan pulang sekolah.

Saat hujan, risiko tinggi membayangi para siswa ketika berangkat ke sekolah. Para guru memberikan toleransi waktu jika siswa terlambat tiba di sekolah.

Kereta gantung yang dibangun secara swadaya oleh warga ini sudah digunakan selama enam tahun.

Warga dan para siswa berharap pemerintah segera membangun jembatan agar akses bersekolah mereka menjadi lebih aman.

#jembatan #kalimantan #keretagantung

Baca Juga 2 Tahun Belum Diperbaiki, Gubernur Pramono: Perbaikan SD Rusak Jadi Prioritas | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/681818/2-tahun-belum-diperbaiki-gubernur-pramono-perbaikan-sd-rusak-jadi-prioritas-sapa-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/681819/tak-ada-jembatan-siswa-desa-santan-ulu-kaltim-seberangi-sungai-dengan-kereta-gantung
Transkrip
00:00Ada berita juga dari siswa desa Santan Ulu di Kutai, Kertanegara Kalimantan Timur
00:04yang harus bertaruh nyawa pergi ke sekolah dengan menyeberangi sungai menggunakan kereta gantung kayu.
00:11Kereta gantung kayu ini digunakan karena tidak ada jembatan yang menghubungkan sungai yang banyak buayanya.
00:19Sejumlah siswa di desa Santan Ulu ini harus menyeberangi sungai sepanjang 45 meter
00:24dengan cara menarik tali kereta gantung kayu.
00:30Meski berisiko tinggi, tak ada pilihan lain karena kereta gantung kayu ini menjadi akses paling terdekat untuk siswa
00:37berangkat dan pulang dari sekolah mereka.
00:40Saat hujan, risiko tinggi membayangi para siswa ketika berangkat sekolah
00:45dan para guru memberikan toleransi waktu jika siswa terlambat tiba di sekolah.
00:50Kereta gantung yang dibangun swadaya warga ini sudah digunakan selama 6 tahun.
00:55Warga dan para siswa berharap pemerintah segera membangun jembatan agar akses ke sekolah mereka lebih aman.
01:06Sudah berjalan sekitar kurang lebih 6 tahun.
01:14Dan ini dipakai aktivitas untuk anak-anak sekolah menyeberang?
01:19Ya, yang pertama yang kami pikirkan itu anak-anak yang sekolah menyeberang ini yang terutama.
01:27Selebihnya untuk umum.
01:29Sisi saya kalau seperti itu kan situasinya beda dengan yang lain.
01:36Hari hujan, lebat terus becak di sana.
01:41Karena kami itu berikan kebijaksanaan, dia belajar secara online.
01:46Dia agak terlambat.
Komentar

Dianjurkan