00:00Ada berita juga dari siswa desa Santan Ulu di Kutai, Kertanegara Kalimantan Timur
00:04yang harus bertaruh nyawa pergi ke sekolah dengan menyeberangi sungai menggunakan kereta gantung kayu.
00:11Kereta gantung kayu ini digunakan karena tidak ada jembatan yang menghubungkan sungai yang banyak buayanya.
00:19Sejumlah siswa di desa Santan Ulu ini harus menyeberangi sungai sepanjang 45 meter
00:24dengan cara menarik tali kereta gantung kayu.
00:30Meski berisiko tinggi, tak ada pilihan lain karena kereta gantung kayu ini menjadi akses paling terdekat untuk siswa
00:37berangkat dan pulang dari sekolah mereka.
00:40Saat hujan, risiko tinggi membayangi para siswa ketika berangkat sekolah
00:45dan para guru memberikan toleransi waktu jika siswa terlambat tiba di sekolah.
00:50Kereta gantung yang dibangun swadaya warga ini sudah digunakan selama 6 tahun.
00:55Warga dan para siswa berharap pemerintah segera membangun jembatan agar akses ke sekolah mereka lebih aman.
01:06Sudah berjalan sekitar kurang lebih 6 tahun.
01:14Dan ini dipakai aktivitas untuk anak-anak sekolah menyeberang?
01:19Ya, yang pertama yang kami pikirkan itu anak-anak yang sekolah menyeberang ini yang terutama.
01:27Selebihnya untuk umum.
01:29Sisi saya kalau seperti itu kan situasinya beda dengan yang lain.
01:36Hari hujan, lebat terus becak di sana.
01:41Karena kami itu berikan kebijaksanaan, dia belajar secara online.
01:46Dia agak terlambat.
Komentar