Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Konstatering atau pencocokan objek lahan sengketa di Kompleks Aditarina, Jalan Ujung Bori, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, diwarnai kericuhan pada Selasa siang. Sejumlah warga memblokade jalan dan melakukan perlawanan saat aparat kepolisian mengawal petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) menuju lokasi.

Warga yang menolak kedatangan tim BPN berupaya menghalangi akses masuk dengan memblokade jalan. Situasi kemudian memanas ketika sejumlah warga melempari aparat menggunakan batu, petasan, busur, hingga molotov. Polisi merespons dengan melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa.

Untuk membuka akses menuju lokasi lahan sengketa, polisi mengerahkan kendaraan taktis hingga akhirnya petugas dapat menjangkau lokasi dan mengamankan proses konstatering serta pemasangan tiang pada objek sengketa.

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan atas permintaan BPN untuk pelaksanaan konstatering yang telah lama direncanakan. Menurutnya, sebagian warga diduga belum memahami bahwa kegiatan tersebut merupakan konstatering, bukan eksekusi lahan.

Akibat kericuhan tersebut, beberapa anggota kepolisian mengalami luka ringan. Kapolrestabes juga mengimbau warga yang memiliki bukti sah kepemilikan lahan agar menyampaikannya melalui mekanisme di BPN. Adapun luas lahan yang menjadi objek sengketa mencapai sekitar 30 hektare.

#Makassar #Aditarina #BPN #SengketaLahan #SulawesiSelatan

Baca Juga Viral Penganiayaan Anak di Depok, Pelaku Paksa Dua Bocah Makan Cabai dan Masuk Freezer di https://www.kompas.tv/regional/681783/viral-penganiayaan-anak-di-depok-pelaku-paksa-dua-bocah-makan-cabai-dan-masuk-freezer

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/681788/konstatering-bpn-berujung-ricuh-warga-lempari-polisi-dengan-batu-dan-molotov-jurnal-nusantara
Transkrip
00:00Sejumlah warga di komplek Adi Tarina Makassar memblokade jalan serta menyerang polisi yang tengah mengawal petugas BPN untuk mencocokkan objek
00:09sengketa.
00:15Ketegangan terjadi di kompleks Adi Tarina Makassar.
00:19Pasukan BRIMOB yang hendak mengamankan jalannya pencocokan objek lahan sengketa mendapatkan perlawanan dari warga.
00:26Warga berupaya memblokade jalan agar polisi dan tim BPN tak mampu menjangkau lahan yang sengketa.
00:35Warga yang menolak kedatangan tim BPN berupaya menyerang polisi dengan petasan, busur hingga molotov, sehingga membuat situasi semakin memanas.
00:45Polisi pun melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan warga.
00:50Untuk menerobos blokade warga, polisi menggunakan mobil taktis, membuka akses masuk ke lokasi lahan sengketa, dan membuat warga mundur.
01:00Usai mampu menjangkau lokasi.
01:02Polisi kemudian melakukan pengemanan ketat agar proses pemasangan tiang di objek lahan sengketa dapat dilakukan.
01:09Cuma ditarik sementara diajak bicara, tapi gak ada yang ditahan, gak ada yang diamkan ke kantor, cuma ditempat aja supaya
01:15tidak memprovokasi warga.
01:17Karena provokasinya kan katanya rumahnya mau dirusak, katanya mau dieksekusi, ini gak ada semua. Kita cuma taruh tiang mengukur aja.
01:26Imbas dari penyerangan warga, beberapa polisi mengalami luka ringan.
01:30Sementara Kapol Stapes Makassar mengimbau, warga yang keberatan jika memiliki surat sah kepemilikan lahan, bisa melaporkannya ke BPN.
01:38Arief Tirtana, Kompas TV, Makassar, Sulawesi Selatan.
Komentar

Dianjurkan