00:00Saudara orang tua murid SD Negeri 57 Kendari menyegal pagar sekolah sebagai aksi protes menolak penempatan kepala sekolah.
00:07Menurut orang tua murid, penolakan itu didasari pada kebijakan kepala sekolah yang sengaja menolak perbaikan gedung sekolah yang sudah tak
00:15layak.
00:20Orang tua murid SD Negeri 57 Kendari ini berkumpul di depan sekolah sambil membawa poster bertuliskan penolakan terhadap kepala sekolah.
00:31Mereka bahkan memblokir akses masuk ke sekolah dengan menyegal pagar sekolah.
00:36Aksi itu dilakukan sebagai protes terhadap kepala sekolah SD Negeri 57 Kendari yang mengeluarkan kebijakan yang dinilai mengecewakan.
00:46Menurut salah satu orang tua murid, kepala sekolah telah menolak anggaran perbaikan sekolah.
00:51Padahal kondisi sejumlah ruang kelas sudah tak layak.
00:56Ternyata ini sebenarnya tahun ini harusnya dibangun, tapi karena ada kepala sekolah yang lalu itu menolak proyek ini.
01:07Akhirnya kami sepakat ini hari ini orang tua bahwa memang bocoran dari guru-guru bahwa hari ini akan kembali.
01:14akan kembali kepala sekolah. Jadi kami kompak. Maka ada petisi yang saya bawa kemarin itu.
01:20Nah inisiatif kami sendiri dari orang tua kita tolak itu.
01:23Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Sayemina menyayangkan aksi protesi yang dilakukan orang tua murid.
01:31Sayemina menegaskan penempatan kepala sekolah ditentukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
01:38Saya menyampaikan, menuntutkan sebuah guru-guru bahwa tugas kita bukan hanya untuk mengajar, mendidik anak-anak kita.
01:46Berpolemik masalah kepala sekolah itu urusan kepala sekolah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
01:51Karena kenapa? Ada mekanisme, ada prosedur. Apalagi di dalam penantaran kepala sekolah ini ada dua kementerian.
02:00Akibat penyegelan sekolah, kegiatan belajar mengajar siswa SD Negeri 57 Kendari sempat terhenti.
02:06Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari berjanji akan memperbaiki bangunan sekolah lewat alokasi anggaran tahun 2027 mendatang.
02:16Silvian Sakia, Kompas TV, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Komentar