Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Orang tua murid SD Negeri 57 Kendari menyegel pagar sekolah sebagai aksi protes menolak penempatan kepala sekolah.

Menurut orang tua murid, penolakan itu didasari kebijakan kepala sekolah yang dinilai sengaja menolak perbaikan gedung sekolah yang sudah tidak layak.

Orang tua murid SD Negeri 57 Kendari ini berkumpul di depan sekolah sambil membawa poster bertuliskan penolakan terhadap kepala sekolah.

Mereka bahkan memblokir akses masuk ke sekolah dengan menyegel pagar sekolah.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kepala sekolah SD Negeri 57 Kendari yang mengeluarkan kebijakan yang dinilai mengecewakan.

Menurut salah satu orang tua murid, kepala sekolah telah menolak anggaran perbaikan sekolah, padahal kondisi sejumlah ruang kelas sudah tidak layak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Saemina, menyayangkan aksi protes yang dilakukan orang tua murid.

Saemina menegaskan, penempatan kepala sekolah ditentukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Akibat penyegelan sekolah, kegiatan belajar mengajar siswa SD Negeri 57 Kendari sempat terhenti.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari berjanji akan memperbaiki bangunan sekolah melalui alokasi anggaran tahun 2027 mendatang.

#orangtuamurid #sdnkendari #dinaspendidikan

Baca Juga Warga Kompleks Adi Tarina Makassar Blokade Jalan, Polisi Diserang saat Cek Lahan Sengketa di https://www.kompas.tv/regional/681634/warga-kompleks-adi-tarina-makassar-blokade-jalan-polisi-diserang-saat-cek-lahan-sengketa



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/681636/alasan-orang-tua-murid-sdn-di-kendari-segel-pagar-sekolah-berita-utama
Transkrip
00:00Saudara orang tua murid SD Negeri 57 Kendari menyegal pagar sekolah sebagai aksi protes menolak penempatan kepala sekolah.
00:07Menurut orang tua murid, penolakan itu didasari pada kebijakan kepala sekolah yang sengaja menolak perbaikan gedung sekolah yang sudah tak
00:15layak.
00:20Orang tua murid SD Negeri 57 Kendari ini berkumpul di depan sekolah sambil membawa poster bertuliskan penolakan terhadap kepala sekolah.
00:31Mereka bahkan memblokir akses masuk ke sekolah dengan menyegal pagar sekolah.
00:36Aksi itu dilakukan sebagai protes terhadap kepala sekolah SD Negeri 57 Kendari yang mengeluarkan kebijakan yang dinilai mengecewakan.
00:46Menurut salah satu orang tua murid, kepala sekolah telah menolak anggaran perbaikan sekolah.
00:51Padahal kondisi sejumlah ruang kelas sudah tak layak.
00:56Ternyata ini sebenarnya tahun ini harusnya dibangun, tapi karena ada kepala sekolah yang lalu itu menolak proyek ini.
01:07Akhirnya kami sepakat ini hari ini orang tua bahwa memang bocoran dari guru-guru bahwa hari ini akan kembali.
01:14akan kembali kepala sekolah. Jadi kami kompak. Maka ada petisi yang saya bawa kemarin itu.
01:20Nah inisiatif kami sendiri dari orang tua kita tolak itu.
01:23Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Sayemina menyayangkan aksi protesi yang dilakukan orang tua murid.
01:31Sayemina menegaskan penempatan kepala sekolah ditentukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
01:38Saya menyampaikan, menuntutkan sebuah guru-guru bahwa tugas kita bukan hanya untuk mengajar, mendidik anak-anak kita.
01:46Berpolemik masalah kepala sekolah itu urusan kepala sekolah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
01:51Karena kenapa? Ada mekanisme, ada prosedur. Apalagi di dalam penantaran kepala sekolah ini ada dua kementerian.
02:00Akibat penyegelan sekolah, kegiatan belajar mengajar siswa SD Negeri 57 Kendari sempat terhenti.
02:06Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari berjanji akan memperbaiki bangunan sekolah lewat alokasi anggaran tahun 2027 mendatang.
02:16Silvian Sakia, Kompas TV, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Komentar

Dianjurkan