00:00Saudara kelompok Houthi Yaman yang merupakan sekutu Iran mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi.
00:06Lalu bagaimana dampaknya terhadap situasi konflik di Teluk?
00:10Kita bahas bersama dengan analis senior Indo-Pacific Strategic Intelligence Mbak Fauzia Cempaka Timur
00:16yang telah bergabung bersama kami di Sapa Indonesia Malam.
00:19Selamat malam Mbak Fauzia.
00:21Selamat malam Mas Yasser.
00:22Mbak Fauzia ini ada kaitannya nggak sih ini yang dilakukan oleh kelompok Houthi di Yaman
00:28yang mengumumkan bahwa akan memblokade laut untuk Arab Saudi.
00:32Karena kalau kita lihat Houthi Yaman ini sekutunya juga dengan Iran.
00:37Betul Mas. Jadi satu hal yang memang terjadi pasca pemakaman dari Ali Hamenei adalah
00:45ketika rombongan dari Houthi ini kembali ke Yaman.
00:49Nah salah satu bandara landasan pacu di bandara yang akan dilakukan pelandasan.
00:57Begitu ya dari kombongan Houthi ini itu dibom begitu ya oleh pemerintah Yaman sebenarnya
01:02untuk menghentikan delegasi ini kembali.
01:07Meskipun pada akhirnya delegasi ini akhirnya berhasil landing di bandara lain begitu.
01:11Namun tentu saja ini ketika dilakukan adanya pemboman pada landasan pacu ini
01:16ini menimbulkan sebuah fiksi tentu saja baik antara pemerintah Yaman dari kementerian pertahanannya
01:23dan juga dengan pihak Houthi sendiri yang tentu saja menyangka bahwa di belakang dukungan
01:31atau dukungan yang diberikan oleh Arab Saudi terhadap pemerintah Yaman ketika terjadi pemboman terhadap landasan pacu ini.
01:37Jadi retaliasi yang terjadi saat ini pada penutupan BAPL Mandet ini dilakukan untuk retaliasi atau pembalasan
01:45pada pemboman landasan pacu yang pernah dilakukan beberapa hari lalu begitu.
01:51Jadi ini yang kita lihat memang saat ini adalah juga merupakan bentuk aktifasi.
01:56Karena saya melihat bagaimana ada tiga hal ya mas ya yang menurut saya sangat menandakan eskalasi yang akan meningkat.
02:03Dan salah satunya adalah tentu terkait dengan bagaimana proksi BAPL Mandet yang saat ini dikuasai oleh Houthi.
02:10Dan tidak hanya Houthi saja, kita lihat ada ratusan orang turun ke jalan juga melakukan dukungan
02:16untuk apa yang dilakukan Houthi untuk menutup BAPL Mandet untuk kapal-kapal Arab Saudi.
02:22Bapak Fauzia maaf saya potong, sehingga ini bisa dilihat bahwa kedepannya ini memang Iran,
02:27pemimpin tertinggi Iran dan juga beberapa pejabat tinggi Iran benar-benar membuktikan omongannya
02:32bahwa mereka tidak main-main dalam perang ataupun serangan balik terhadap Amerika Serikat.
02:38Betul mas, ini sudah saya lihat dari 28 Februari hingga akhir Juni lalu,
02:43itu sudah dua sampai tiga kali pemerintah Houthi ini atau pimpinan Houthi menyatakan
02:48siap untuk mengaktifasi penutupan BAPL Mandet.
02:51Namun tidak dilakukan mas, sampai akhirnya tercapai Burgenstock Agreement begitu.
02:56Nah kita lihat saat ini adalah bentuk realisasi yang pertama nih mas,
03:00sejak chapter kedua terjadi sejak serangan tanggal 7 Juli lalu oleh Amerika Serikat.
03:05Nah ini menunjukkan bagaimana ternyata Houthi memang bisa saja melakukan realisasi.
03:10Namun yang kita lihat bagaimana saat ini yang dilakukan adalah
03:12pemblokadean terhadap kapal khusus Saudi Arabia.
03:16Namun kita harus lihat bagaimana pemblokadean pada kapal Saudi Arabia ini
03:20tentu di lapangan bisa terjadi miskalkulasi.
03:23Yang artinya jika kapal lain juga mengalami hal demikian meskipun dia bukan berbenbira Saudi Arabia,
03:30maka ini akan menjadi full scale of war yang artinya eskalasi yang sifatnya horizontal tidak akan terelakkan.
03:36Sehingga kalau kita lihat respons, kita masih menunggu ya sebenarnya apa reaksi dari Arab Saudi sendiri
03:43dan juga Amerika Serikat tentunya.
03:45Kalau yang Anda baca, respons dari mereka akan seperti apa?
03:49Nah saat ini tentu kita sangat menunggu ya karena dari Arab Saudi.
03:53Karena Arab Saudi sebenarnya kalau kita dengar juga,
03:56Arab Saudi ini juga tidak menutup pintu negosiasi atau sebagai pihak yang melakukan mediasi
04:04terhadap kembalinya US atau Amerika Serikat dan Iran ke meja perundingan.
04:09Jadi di sisi lain tentu ini menjadi sebuah dilema bagi Saudi Arabia
04:14karena saat ini kita tahu bahwa sejak 28 Februari hingga Juni Saudi Arabia ini terdampak pada military-military base
04:20atau basis-basis pangkalan militer Amerika Serikat yang ada di negaranya.
04:24Namun saat ini dia menjadi pihak yang terkena resiko secara langsung.
04:28Tidak hanya bicara tentang militer yang sebelumnya memang pangkalan militer,
04:33tapi sekarang bicara tentang kebutuhan ekonominya di mana kapal-kapalnya yang mau lewat ini ditutup.
04:39Nah kalau kita tahu memang dalam konteks Hormuz ini yang memiliki akses alternatif untuk ke Bab El-Mandeb
04:46itu adalah jalurnya Saudi Arabia.
04:48Jalur Saudi Arabia ya.
04:49Betul.
04:50Sehingga kalau seandainya ini, kalau betul-betul ditutup oleh Houthi ini tentu akan berdampak yang luar biasa terhadap Arab Saudi
04:57sendiri.
04:57Kalau kita lihat memang ini eskalasi perangnya nampaknya semakin tinggi,
05:01tapi di sisi lain ada secerca harapan Mbak Fauzia.
05:04Ya karena tadi Ismail Bage juga bilang, Marco Rubio juga bilang bahwa sebenarnya masih ada kesempatan,
05:09kok masih ada peluang, kok untuk diplomasi, negosiasi.
05:12Nah seberapa besar Anda melihat peluang ini terjadi di tengah, saling serang yang terus terjadi,
05:17apalagi blokade laut Arab Saudi yang mau dilakukan oleh Houthi?
05:21Ya, kalau kita lihat memang ada dua indikator yang bisa dibilang merupakan eskalasi yang lebih tinggi,
05:28yaitu statement yang disampaikan full scale of war atau perang eksistensial bagi Iran ini,
05:34bukan hanya disampaikan oleh pimpinan ARGC.
05:37Tapi yang menyampaikan ini adalah Pezeskian, presiden.
05:40Betul, presiden Iran.
05:41Intinya adalah sipil, aktor sipil.
05:43Tentu ketika disampaikan oleh aktor sipil, pimpinan sipil dengan pimpinan militer,
05:47konsekuensinya berbeda mas.
05:49Yang artinya konsekuensi eskalasi yang mungkin saja meningkat,
05:53ini lebih tinggi ketika disampaikan oleh pimpinan sipil.
05:55Terlebih presiden Pezeskian.
05:57Yang kedua adalah kita lihat bagaimana ada tanker-tanker minyak yang berusaha mencoba meletasi selat,
06:04ini juga masih terus dihentikan.
06:07Bahkan angkanya menyampaikan bahwa sejak ditutup kembali,
06:10angkanya hanya sekitar 2 sampai 5 kapal yang sangat-sangat kecil jumlahnya.
06:15Bahkan lebih kecil dibandingkan pada saat blokade periode Februari hingga Juni, mas.
06:20Nah, ini menunjukkan konsekuensi yang lebih besar.
06:23Nah, tapi kalau kita bicara apakah diplomasi tetap berjalan,
06:26tentu saat ini berjalan.
06:28Karena statement ini disampaikan setidaknya oleh pihak Iran maupun Amerika Serikat.
06:31Dan Amerika Serikat sendiri, Rubio.
06:34Dan sedangkan dari pihak Iran sendiri disampaikan oleh Bagehi.
06:37Bagaimana saat ini mediator termasuk Saudi Arabia,
06:41itu juga menjadi pihak yang disampaikan gagasan-gagasan untuk kembali lagi ke meja perundingan.
06:46Dan salah satu poin perundingan yang selalu disampaikan oleh kedua belah pihak ini adalah bagaimana selat hormus itu.
06:54Nah, kuncinya menurut Anda akan bisa mencapai titik temu jika selat hormus ini bisa jadi salah satu poin diskusi
07:04ataupun poin perundingan antara kedua belah pihak?
07:07Tentu memang sumbatnya ada di kasus hormus.
07:11Yang artinya pada saat bereskalasi pun itu terjadi karena ada dua pemahaman yang berbeda.
07:16Dari Amerika Serikat sendiri ingin kembali ke posisi awal.
07:19Yang artinya jalur utara dan selatan milik Oman dan Iran dua-duanya teraktifasi.
07:24Sedangkan kalau dari Iran sendiri inginnya adalah hanya yang dari utara.
07:28Yang artinya hanya pihak Iran sendiri yang mengatur bagaimana kapal ini fluktuasinya atau berjalan berlayarnya.
07:35Ini mengikuti jalur yang sudah ditentukan Iran.
07:37Nah, tentu kalau tadi pertanyaannya apakah selat hormus ini akan menjadi poin penentu, saya setuju mas.
07:43Karena memang ini yang menjadi sumbat dan ini juga yang akan menjadi penentu.
07:47Makanya kalau kita lihat satu hal yang dilakukan oleh Arashi ketika serangan gelombang Amerika Serikat sampai ke gelombang tiga dan
07:55empat adalah
07:56dia pergi ke Oman mas.
07:57Jadi ini yang menandakan sebenarnya betapa pentingnya diskusi antara Oman dan isu hormus ini
08:03sebagai penentu apakah ini akan bereskalasi atau justru akan terdeeskalasi mas.
08:08Iya, ini yang kita nantikan bersama.
08:10Seperti apa eskalasi yang terjadi di Timur Tengah antara Iran dan juga Amerika Serikat.
08:15Terima kasih Analisa New York Indo-Pacific Strategic Intelligence.
08:18Mbak Fauzia Cempaka Timur telah berbagi perspektifnya di Sapa Indonesia Malam.
Komentar