00:00Kompas petang kembali, sodara atlet golf putri Jaslyn Wijaya diduga menjadi korban penculikan saat berada di restoran di kawasan Mangga
00:09Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
00:16Atlet golf putri Jaslyn Wijaya diduga diculik pada 13 Juli 2026.
00:22Saat itu, korban tengah menghadiri perayaan hari ulang tahun neneknya di sebuah restoran yang berlokasi di Jalan Mangga Besar, Sawah
00:31Besar, Jakarta Pusat.
00:33Teman korban akhirnya melaporkan dugaan penculikan ini ke Polres Metro Jakarta Pusat.
00:38Keterangan awal, korban dibawa paksa oleh 5 orang pria ke dalam mobil.
01:04Polres Metro Jakarta Pusat menegaskan proses penyelidikan dan pencarian terhadap atlet golf putri Jaslyn Wijaya lay tetap dilanjutkan meskipun laporan
01:14dugaan penculikan telah resmi dicabut oleh pelapor.
01:17Polisi perlu memastikan apakah peristiwa yang terjadi benar-benar murni tindak pidana penculikan atau ada motif lain dibaliknya.
01:26Dari pemeriksaan manifest penumpang, JW teridentifikasi dalam pesawat tujuan Kuala Lumpur bersama dua kerabatnya berinisial EA dan EI, ketiganya berangkat
01:39dari Bandar Ahmad Iyan di Semarang, Jawa Tengah.
02:08Pemeriksaan manifest penumpang, Jawa Tengah.
02:10Saudara atlet golf putri Jaslyn Wijaya diduga menjadi korban penculikan saat berada di restoran di kawasan Mangga Besar, sawah besar
02:17Jakarta Pusat.
02:22Saudara atlet golf putri Jaslyn Wijaya diduga menjadi korban penculikan saat berada di restoran di kawasan Mangga Besar, sawah besar
02:30Jakarta Pusat.
02:35Na sebagai pelapor sendiri pada hari Minggu, tanggal 19 Juli 2026 kemarin, sudah datang ke persever excessiveek Lehrwerkes las peuvent
02:47mencabut laporan.
02:49namun dari kami Polres Meto Jakarta Pusat belum menghentikan penyelidikannya.
02:57Saudara, meski laporan sudah dicabut, Polres Jakarta Pusat masih melediki kasus dugaan penculikan atlet golf putri ini.
03:04Bagaimana update-nya? Kita tanyakan ke Kasat Reskrim Polres Jakpus, AKBP Robi Heresa Putra.
03:09Bang Robi, selamat petang.
03:12Selamat petang.
03:13Bang Robi, saya mau pastikan dulu, jadi status hukum kasus dugaan penculikan atlet golf ini bagaimana, Bang?
03:20Saat ini masih penculikan di Kata Pusat.
03:25Kita masih memeriksa validitas informasi terkait festival penculikan, motif ataupun informasi-informasi yang ada di belakangnya.
03:37Akan ada perbedaan pelidikan ketika sudah dicabut dan sekarang, Bang?
03:42Tentu saja, memang laporan atas nama NA atau teman daripada Jesslin ini kemarin sudah permohon dicabut pada tanggal 19 atau
03:57pada hari Minggu.
03:58Namun, kami belum menghentikan penyelidikannya sampai kami mengetahui dengan pasti bahwa peristiwa yang ada ini bukan merupakan suatu cindak pidana.
04:08Jadi kalau masih belum bisa kita pastikan, kita belum menutup perkaranya.
04:14Apa alasan penjabutan laporan kemarin?
04:18Kalau surat yang diajukan kepada kami, yang pertama adalah karena NA sebagai pelapor bukan merupakan keluarga.
04:29Kemudian yang kedua, karena NA tidak mengetahui atau mengalami langsung peristiwa yang dia laporkan.
04:40Tapi, Bang Robi, ketika sudah dicabut, bagaimana polisi sebenarnya melihat konstruksi perkara yang saat ini sedang diselidiki juga?
04:46Apakah sudah menemukan adanya dugaan tindak pidana?
04:51Tentu saja karena ini juga sudah merupakan konsumsi publik, artinya sudah ramai di halayak.
04:57Baik itu di sosial media maupun di media online.
05:00Kami perlu memastikan yang pertama adalah keamanan dan keselamatan dari korban yang pernah dilaporkan sebagai korban penjelidikan.
05:09Kemudian yang kedua, kami perlu mengetahui dengan pasti peristiwa yang terjadi di TKP.
05:16Apakah itu sebuah tindak pidana atau memang kesalahpahaman yang mungkin saja sudah dimaafkan atau dimalami oleh korban.
05:26Kalau posisi korban sekarang juga sudah diketahui oleh keluarga maupun juga polisi, Bang?
05:32Untuk posisi korban, kami yakini masih berada di luar negeri namun masih dalam penyelidikan karena sampai saat ini korban belum
05:41dapat kita temui.
05:42Jadi yang kami temui hasil penyelidikan memang pada kejadian tanggal 13 di Rumah Kansong Kito,
05:53kemudian tanggal 14, yang bersangkutan atau korban, ada informasi atau tanda keluar negeri dari Bandara Ahmad Yani, Semarang.
06:08Yang kemudian kami cek lagi di TKP, ternyata yang bersangkutan itu pergi bersama dua kerabatnya,
06:16antara lainnya ibunya dan saudara dari ibunya.
06:20Kami masih belum mengetahui apakah itu korban nanti perginya dengan keinginan sendiri atau dengan tekanan atau paksaan,
06:29kita juga belum dapat pastikan.
06:30Kemudian kami masih sudah mengundang keluarga namun belum hadir dan belum memberikan keterangan antara lain orang tuanya,
06:38baik itu ayah atau ibunya maupun bibinya.
06:42Berarti tapi selama penyelidikan sejauh ini, apakah sudah bisa ada temuan-temuan yang mengarah pada ada atau tidak yang indikasi
06:50dugaan penculikan itu, Bang Robi?
06:53Dugaan tidak pidana.
06:55Ya, jadi faktor kejadiannya memang benar ada penarikannya atau membawa saudara-saudari JW itu dari lokasi secara paksa atau secara
07:10paksa ke mobil.
07:11Namun motifnya kita masih dalami.
07:15Ada kemungkinan ini yang pertama, kesalahpahaman atau konflik internal dalam keluarga.
07:24Yang kedua, ya mungkin saja ada ajakan dari orang tuanya kepada korban yang belum ditanggapi,
07:37artinya sehingga menggunakan cara-cara pemaksaan tersebut.
07:40Namun sampai saat ini karena kita belum memeriksa dari keluarganya atau dari orang tuanya, jadi belum bisa kita pastikan.
07:50Untuk memastikan ada atau tidaknya pemaksaan itu berarti siapa lagi yang akan diperiksa dalam waktu dekat, Bang Robi?
07:57Kita sudah mengundang ke tiga orang nih ya, orang tuanya ya, ayah, ibu, dan tantenya.
08:02Dan tentu saja yang paling bisa menjawab adalah saudari JW-nya ya.
08:07Karena yang kita ketahui dia bersama ibunya, keluarga negeri itu.
08:13Oke. AKBP Robi Harissa Putra, Kasat Raskin Polaris Jakarta Pusat, terima kasih sudah berbagi bersama kami di Kompas Petang.
08:19Selalu, Bang Robi.
08:21Ya, terima kasih, Mbak.
08:22Selamat menikmati.
Komentar