Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Polres Metro Jakarta Pusat menegaskan proses penyelidikan dan pencarian terhadap atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay, tetap dilanjutkan meskipun laporan dugaan penculikan telah resmi dicabut oleh pelapor.

Polisi perlu memastikan apakah peristiwa yang terjadi benar-benar murni tindak pidana penculikan atau ada motif lain di baliknya.

Dari pemeriksaan manifes penumpang, J-W teridentifikasi berada dalam pesawat tujuan Kuala Lumpur bersama dua kerabatnya yang berinisial E-A dan E-I. Ketiganya berangkat dari Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

#atletgolf #jesslyn #penculikan

Baca Juga 2 Orang Tewas Dalam Insiden Kebocoran Gas di Perumahan Mewah di Medan | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/681584/2-orang-tewas-dalam-insiden-kebocoran-gas-di-perumahan-mewah-di-medan-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/681591/full-polisi-ungkap-tetap-selidiki-kasus-dugaan-penculikan-atlet-golf-jesslyn-kompas-petang
Transkrip
00:00Kompas petang kembali, sodara atlet golf putri Jaslyn Wijaya diduga menjadi korban penculikan saat berada di restoran di kawasan Mangga
00:09Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
00:16Atlet golf putri Jaslyn Wijaya diduga diculik pada 13 Juli 2026.
00:22Saat itu, korban tengah menghadiri perayaan hari ulang tahun neneknya di sebuah restoran yang berlokasi di Jalan Mangga Besar, Sawah
00:31Besar, Jakarta Pusat.
00:33Teman korban akhirnya melaporkan dugaan penculikan ini ke Polres Metro Jakarta Pusat.
00:38Keterangan awal, korban dibawa paksa oleh 5 orang pria ke dalam mobil.
01:04Polres Metro Jakarta Pusat menegaskan proses penyelidikan dan pencarian terhadap atlet golf putri Jaslyn Wijaya lay tetap dilanjutkan meskipun laporan
01:14dugaan penculikan telah resmi dicabut oleh pelapor.
01:17Polisi perlu memastikan apakah peristiwa yang terjadi benar-benar murni tindak pidana penculikan atau ada motif lain dibaliknya.
01:26Dari pemeriksaan manifest penumpang, JW teridentifikasi dalam pesawat tujuan Kuala Lumpur bersama dua kerabatnya berinisial EA dan EI, ketiganya berangkat
01:39dari Bandar Ahmad Iyan di Semarang, Jawa Tengah.
02:08Pemeriksaan manifest penumpang, Jawa Tengah.
02:10Saudara atlet golf putri Jaslyn Wijaya diduga menjadi korban penculikan saat berada di restoran di kawasan Mangga Besar, sawah besar
02:17Jakarta Pusat.
02:22Saudara atlet golf putri Jaslyn Wijaya diduga menjadi korban penculikan saat berada di restoran di kawasan Mangga Besar, sawah besar
02:30Jakarta Pusat.
02:35Na sebagai pelapor sendiri pada hari Minggu, tanggal 19 Juli 2026 kemarin, sudah datang ke persever excessiveek Lehrwerkes las peuvent
02:47mencabut laporan.
02:49namun dari kami Polres Meto Jakarta Pusat belum menghentikan penyelidikannya.
02:57Saudara, meski laporan sudah dicabut, Polres Jakarta Pusat masih melediki kasus dugaan penculikan atlet golf putri ini.
03:04Bagaimana update-nya? Kita tanyakan ke Kasat Reskrim Polres Jakpus, AKBP Robi Heresa Putra.
03:09Bang Robi, selamat petang.
03:12Selamat petang.
03:13Bang Robi, saya mau pastikan dulu, jadi status hukum kasus dugaan penculikan atlet golf ini bagaimana, Bang?
03:20Saat ini masih penculikan di Kata Pusat.
03:25Kita masih memeriksa validitas informasi terkait festival penculikan, motif ataupun informasi-informasi yang ada di belakangnya.
03:37Akan ada perbedaan pelidikan ketika sudah dicabut dan sekarang, Bang?
03:42Tentu saja, memang laporan atas nama NA atau teman daripada Jesslin ini kemarin sudah permohon dicabut pada tanggal 19 atau
03:57pada hari Minggu.
03:58Namun, kami belum menghentikan penyelidikannya sampai kami mengetahui dengan pasti bahwa peristiwa yang ada ini bukan merupakan suatu cindak pidana.
04:08Jadi kalau masih belum bisa kita pastikan, kita belum menutup perkaranya.
04:14Apa alasan penjabutan laporan kemarin?
04:18Kalau surat yang diajukan kepada kami, yang pertama adalah karena NA sebagai pelapor bukan merupakan keluarga.
04:29Kemudian yang kedua, karena NA tidak mengetahui atau mengalami langsung peristiwa yang dia laporkan.
04:40Tapi, Bang Robi, ketika sudah dicabut, bagaimana polisi sebenarnya melihat konstruksi perkara yang saat ini sedang diselidiki juga?
04:46Apakah sudah menemukan adanya dugaan tindak pidana?
04:51Tentu saja karena ini juga sudah merupakan konsumsi publik, artinya sudah ramai di halayak.
04:57Baik itu di sosial media maupun di media online.
05:00Kami perlu memastikan yang pertama adalah keamanan dan keselamatan dari korban yang pernah dilaporkan sebagai korban penjelidikan.
05:09Kemudian yang kedua, kami perlu mengetahui dengan pasti peristiwa yang terjadi di TKP.
05:16Apakah itu sebuah tindak pidana atau memang kesalahpahaman yang mungkin saja sudah dimaafkan atau dimalami oleh korban.
05:26Kalau posisi korban sekarang juga sudah diketahui oleh keluarga maupun juga polisi, Bang?
05:32Untuk posisi korban, kami yakini masih berada di luar negeri namun masih dalam penyelidikan karena sampai saat ini korban belum
05:41dapat kita temui.
05:42Jadi yang kami temui hasil penyelidikan memang pada kejadian tanggal 13 di Rumah Kansong Kito,
05:53kemudian tanggal 14, yang bersangkutan atau korban, ada informasi atau tanda keluar negeri dari Bandara Ahmad Yani, Semarang.
06:08Yang kemudian kami cek lagi di TKP, ternyata yang bersangkutan itu pergi bersama dua kerabatnya,
06:16antara lainnya ibunya dan saudara dari ibunya.
06:20Kami masih belum mengetahui apakah itu korban nanti perginya dengan keinginan sendiri atau dengan tekanan atau paksaan,
06:29kita juga belum dapat pastikan.
06:30Kemudian kami masih sudah mengundang keluarga namun belum hadir dan belum memberikan keterangan antara lain orang tuanya,
06:38baik itu ayah atau ibunya maupun bibinya.
06:42Berarti tapi selama penyelidikan sejauh ini, apakah sudah bisa ada temuan-temuan yang mengarah pada ada atau tidak yang indikasi
06:50dugaan penculikan itu, Bang Robi?
06:53Dugaan tidak pidana.
06:55Ya, jadi faktor kejadiannya memang benar ada penarikannya atau membawa saudara-saudari JW itu dari lokasi secara paksa atau secara
07:10paksa ke mobil.
07:11Namun motifnya kita masih dalami.
07:15Ada kemungkinan ini yang pertama, kesalahpahaman atau konflik internal dalam keluarga.
07:24Yang kedua, ya mungkin saja ada ajakan dari orang tuanya kepada korban yang belum ditanggapi,
07:37artinya sehingga menggunakan cara-cara pemaksaan tersebut.
07:40Namun sampai saat ini karena kita belum memeriksa dari keluarganya atau dari orang tuanya, jadi belum bisa kita pastikan.
07:50Untuk memastikan ada atau tidaknya pemaksaan itu berarti siapa lagi yang akan diperiksa dalam waktu dekat, Bang Robi?
07:57Kita sudah mengundang ke tiga orang nih ya, orang tuanya ya, ayah, ibu, dan tantenya.
08:02Dan tentu saja yang paling bisa menjawab adalah saudari JW-nya ya.
08:07Karena yang kita ketahui dia bersama ibunya, keluarga negeri itu.
08:13Oke. AKBP Robi Harissa Putra, Kasat Raskin Polaris Jakarta Pusat, terima kasih sudah berbagi bersama kami di Kompas Petang.
08:19Selalu, Bang Robi.
08:21Ya, terima kasih, Mbak.
08:22Selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan