00:00Dengan ini Hotman menyatakan permohonan maaf kalau ada ucapan.
00:09Pengacara Hotman Paris meminta maaf setelah menyeret Presiden Prabowo Subianto saat membela kliennya,
00:16mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pindana Khusus atau Jampitsus Febri Adriansya,
00:20yang menjadi tersangka kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang atau TPPU.
00:27Dalam akun Instagram pribadinya, ia mengaku meminta maaf secara khusus kepada Presiden,
00:33Jaksa Agung Sanityar Burhanudin, Kapolri Jenderalist Tio Sigit Prabowo,
00:38hingga Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri atas pernyataannya saat jumpa pers di Kejaksaan Agung.
00:44Halo Bapak Presiden Republik Indonesia, Halo Bapak Jaksa Agung, Halo Bapak Kapolri, Halo Bapak Kapolda Metro Jaya.
00:54Dengan ini Hoffman menyatakan permohonan maaf kalau ada ucapan atau tindakan saya yang kurang berkenan pada waktu konferensi pers,
01:07pada waktu setelah selesai pemeriksaan tersangka mantan Jaksa Agung pada tanggal 17 Juli 2026.
01:22Apapun yang saya ucapkan, murni hanya dari aspek kepengacaraan, tidak ada motivasi atau keterlibatan politik apapun.
01:32Ya, murni hanya skill sebagai pengacara yang tugasnya adalah berusaha melindungi kliennya secara hukum.
01:42Sekali lagi, Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Jaksa Agung, Bapak Kapolri, dan Bapak Kapolda Metro Jaya,
01:50sekali lagi Hoffman minta maaf. Sekian dan terima kasih.
01:55Sebelumnya, Hoffman menyebut kasus yang menjerat Febri sebagai bentuk kriminalisasi.
02:00Ia mengaku merasa miris melihat kondisi kliennya saat ini.
02:05Padahal, selama menjadi Jampitsus, Febri adalah sosok berprestasi yang menjadi kebanggaan Presiden Prabowo
02:12karena berhasil menyelamatkan aset negara dalam jumlah fantastis.
02:16Saya melihat benar-benar saya merasa miris. Karena apa? Jampitsus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo
02:27karena dengan dia, dia mendapatkan, negara mendapatkan sebagai Satgas PKH 300 triliun.
02:36Kemudian, dalam satu tahun. Kemudian, pengembalian kerugian negara dapat 130 triliun.
02:42Sudah 430 triliun kembali dibanggakan oleh Presiden.
02:50Bayangin orang yang kebanggaannya Presiden, tiba-tiba dikriminalisasi bahkan tanpa pamit sama Presiden.
02:59Karena waktu saya di Singapura, saya bikin akun bahwa gak bukit Presiden yang gak tau.
03:05Ternyata enggak. Itu, itu, 430 triliun.
03:09Lu bayangin coba, disitulah saya merasa marwah dari klien saya yang sampai sekarang hubungan baik.
03:17Saya merasa tertantang. Walaupun saya namanya jadi sedikit, karena 90 persen follower saya biasanya,
03:24semua kasus viral yang melanggar aja sih, gue yang ngepegang gratis.
03:28Semua, termasuk, Anda tau lah, semua yang di Indonesia ini.
03:32Mereka kalau ke Komunasas gak laku kasusnya.
03:35Kalau saya yang ngepegang gratis, boom, boom, boom.
03:37Sudah 10 tahun saya begitu.
03:38Kasus Yuvita, kasus polisi yang kemarin itu gue yang bikin.
03:42Kasus Radit di Matar, kasus pesantren Lombok, kasus ABK kapal yang di, itu semua.
03:50Kalau udah saya ngomong, sukses semuanya.
03:52Saya tidak minta imbalan apapun, walaupun semua konglomerat kalian sangat.
03:57Itulah saya mau, saya terpanggil, ya, karena saya merasa ada yang baik.
04:01Dan yang kedua, beliau ini sekarang, Jepisus, lo tau gak terlalu surprising itu?
04:08Dalam sejarah kejaksaan di Indonesia, sejak zaman Majapahit, termasuk presiden-presiden yang sebelumnya,
04:16Belum pernah ada kejaksaan, ya, ini aja sudah 430 triliun yang terkumpul uang berupa uang kes masuk ke ras negara.
04:25Apa lagi dengan trans pricing, lo tau gak, ribuan triliun ruginya.
04:29Yang sedang diproses sekarang.
04:31Belum lagi yang gak ketahuan, karena itu sudah berlangsung dari zaman presiden zaman dulu.
04:36Ya, berarti banyak oligarki yang terapa disini?
04:41Terganggu.
04:42Terganggu.
04:43Belum lagi kasus petrol, ya, si R yang lagi di Malaysia.
04:48Belum lagi kasus MBG segala macam.
04:50Jadi benar-benar dengan melakukan itu terhadap Jampisus ini, mantan Jampisus ini,
04:57Benar-benar saya melihat kurang penghormatan terhadap presiden Prabowo.
05:02Itulah alasannya saya terpanggil.
05:05Saya tidak mengharapkan uang dari Jampisus ini, karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal.
05:10Saya bayarannya super mahal di Indonesia.
05:13Itulah backgroundnya, biar tahu.
05:16Sudah.
05:16Kamu tahu, semua bantuan hukum yang saya kasih itu, banyak uang dari saya, saya gak usah bilang.
05:23Kasus Radit semua saksinya gue yang biayai.
05:25Kasus ABKK gue yang biayai ke Komisi 3.
05:28Semua, gak mungkin.
05:29Puluhan pengantara saya kirim.
05:30Jadi, bagi follower saya yang merasa kok Hotmart sekarang jadi begitu, yang semula 99% sebagai pengagum saya, silahkan gue
05:39ambil resiko itu.
05:40Tapi di mana logikanya?
05:41Seorang bawahannya presiden, ya, justru mentersangkakan, mempermalukan bawahan yang lain yang adalah kebanggaan presiden yang telah mengembarkan uang kepada negara
05:55430 triliun cash.
05:58Dengan cara seperti ini.
05:59Dengan cara tanpa diperiksa saksi, langsung bung, bung, bung.
06:02Anda jawab sendiri, ada apa.
06:06Memang tujuannya sudah terkabul, akhirnya dia mundur, sudah menang.
06:10Tapi hukum akan berjalan.
06:11Terus, itulah background saya.
06:13Saya tidak rela merawah bapak presiden yang adalah kilian.
06:18Saya dimulai matang sama adiknya Hasim.
06:20Saya tidak rela karena saya seorang pengacara, saya bebas ngomong.
06:23Jangan tanya saya cari buka, saya tidak butuh uang-uang lagi.
06:26Saya sudah kaya raya.
06:29Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan,
06:34pemerintah menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada proses hukum.
06:38Pras meminta, agar siapapun tak mengaitkannya dengan presiden.
06:43Dia menegaskan pemerintah ingin agar kasus Febri diproses sesuai hukum.
06:48Ya, itu kan kita kembalikan ke proses hukum ya.
06:52Jangan dikait-kaitkan juga dengan bapak presiden.
06:57Sepenuhnya kita kembalikan ke mekanisme hukum yang berlaku.
07:01Tapi kalau pemeriksaan membutuhkan izin presiden, kejabat ini itu berapa?
07:06Saya rasa, kembali kepada mekanisme hukumnya ya.
07:12Saya rasa tidak ada juga.
07:15Hanya pada saat masih proses pemeriksaan, harus izin presiden itu kan.
07:21Oke, terima kasih ya.
07:22Mas, terkait pakun tadi yang disuruhkan menjadi jumpit, itu sudah disetujui pak presiden atau bagaimana?
07:29Insya Allah, minggu ini akan kita selesai.
07:35Mas, oke?
Komentar