00:00Saya tidak terlalu bahagia juga kalau misalnya diserahkan kepada KPK.
00:06Tapi kalau KPK menjalankan fungsi supervisi, mengawasi, monitoring, saya sangat setuju.
00:12Tambahnya begini, kemarin waktu diajak jumpa PES di Polda, kan sudah dikirim dua orang atas dasar permintaan dari polisi.
00:21Ada surat tugas dari pembinaan KPK.
00:24Tapi di saat jumpa PES, dua debut itu kabur loh malah.
00:27Gimana? Kita berharap gimana?
00:30Jadi maksudnya apa? Mereka kabur artinya apa?
00:33Ada intervensi maksudnya?
00:34Enggak, susur KPK-nya menurut saya malah jiper.
00:37Wuh, perkaranya kok besar?
00:40Jiper, oke.
00:41Coba ke Pak Jasman, ini mantan pimpinan KPK saja tidak yakin kalau kasus ini ditangani oleh KPK.
00:49Kita beberapa kali bertemu, Anda malah sangat menuntut bahwa kasus ini ditangani di KPK.
00:57Ya, itu lebih bagus.
00:59Supaya tidak terjadi tadi ini antara Kapolri dengan Jaksa Agung.
01:05Itu saja.
01:06Sebenarnya pengangkatan yang sembilan orang ini yang disebutkan oleh Pak Abraham Sama juga percaya independen.
01:12Sebenarnya bukan masalah independen.
01:14Yang independen itu Jaksa Agung.
01:16Jaksa Agung itu adalah penuntut umum tertinggi.
01:19Harusnya dia bertanggung jawab.
01:22Anak buahnya ini adalah perrester.
01:25Apa artinya perrester?
01:28Perpanjangan tangan Jaksa Agung.
01:29Siapapun yang menangani perkara ini adalah perrester.
01:33Itu.
01:34Tidak perlu kita ragukan.
01:35Kalau soal itu.
01:36Jangankan yang sembilan orang ini.
01:38Anak kemarin sorry.
01:39Saya akan ngajar di PPJ.
01:41Yang di PPJ saja bisa saya bikin menyelangkan perkara ini.
01:44Bisa.
01:45Karena masalah.
01:46Persoalannya sekarang.
01:49Kenapa harus begini gitu loh.
01:52Kenapa?
01:52Ini yang jadi persoalan.
01:54Makanya banyak masyarakat bertanya-tanya.
01:56Ada apa?
01:56Mau dibawa kemana ini perkara?
02:00Jadi siapa yang bisa membawa arah Pak?
02:03Apakah Anda yakin nanti tim dari mantan KPK bisa didengarkan oleh Jaksa Agung?
02:10Jadi kalau kembali ke Kuap.
02:13Ya sudah.
02:14Periksa aja dulu.
02:15Nanti kalau misalnya.
02:17Menurut Jaksa.
02:18Kurang.
02:19Tidak memenuhi persyaratan.
02:22Tetap juga tidak memenuhi persyaratan.
02:24Kapolri atau dalam hal ini pengini matang.
02:26Optimal.
02:28Tidak mau.
02:29Tidak bisa lagi.
02:31Menambah.
02:32Arat-arat bukti.
02:33Maka.
02:34Kejaksaan Agung.
02:35Menyidik.
02:37Itu yang benar.
02:39Itu menurut Kuap.
02:42Saya ada sedikit Mbak ya.
02:44Saya melihat perkara ini menjadi domain publik ya.
02:47Semua orang sudah mengomentari.
02:49Jadi.
02:51Alangkah buruknya.
02:52Alangkah celakanya.
02:53Kalau penyidik ini bermain-main.
02:55Menurut saya itu pertama.
02:56Kemudian yang kedua.
02:57Setelah saya melihat penggunaan pasal TPPU.
03:00Karena kan dia.
03:02Apa.
03:03Perkara pokoknya itu kan korupsi.
03:05Kemudian.
03:06Sabri.
03:06TPPU kan.
03:08Pengalaman saya.
03:09Kalau.
03:09Aparat penggunaan pasal.
03:11Aparat penggunaan pasal.
03:35Aparat penggunaan pasal TPPU.
03:37Kemudian.
03:38Kemudian.
03:38Kelihatan juga tuh.
03:39Ada yang disebut gatekeeper.
03:40Gatekeeper itu.
03:41By institusi maupun perorangan.
03:43Orang-orang inilah yang menyamarkan hasil uang-uang gelap itu.
03:47Itu kelihatan kalau kita menggunakan TPPU.
03:49Oleh karena itu.
03:50Menurut saya.
03:51Ada satu hal yang positif.
03:53Menurut saya.
03:53Ketika kasus ini menggunakan TPPU.
03:57Karena kenapa?
03:58Ketika undang-undang perapasan aset.
04:00Belum disahkan.
04:02Belum ada di negeri kita.
04:03Maka satu-satunya cara.
04:05Satu-satunya jalan.
04:06Untuk melakukan aset recovery.
04:08Harus lewat TPPU.
04:10Tanpa menggunakan TPPU.
04:12Maka aset recovery itu gak bisa.
04:14Sabar dulu Pak Abraham.
04:15Sabar dulu.
04:17Jangan buru-buru.
04:18Berpersangka baik dulu ke depan.
04:20Oke oke.
04:21Kenapa saya katakan begitu?
04:22Lah di awalnya aja udah masalahnya seperti ini.
04:25Gimana gak terang-benderangnya.
04:28Semua orang melihat apa yang disebutkan tadi.
04:29Sebagai sesuatu yang membingungkan.
04:31Sebagai sesuatu yang tidak jelas.
04:34Bukan hanya pakar hukum loh.
04:36Bahkan kita.
04:37Saya kira juga kawan-kawan mahasiswa.
04:38Terbengong-bengong melihat persoalan hukumnya saat ini.
04:41Saya bisa memberikan penjelasan.
04:42Iya, iya.
04:43Masalah ketumunya itu.
04:45Jadi oleh karena itu.
04:46Jangan kita dulu berpersangka baik.
04:48Pelanjang sangat apa yang terjadi.
04:51Dalam konteks satu minggu ini.
04:53Oke.
04:54Bagaimana telanjang nanti lanjutkan.
04:55Barat tetap bersama kami di Bola Liar, Saudara.
05:03Terima kasih.
Komentar