00:00Oke, Bang Samad, kira-kira kalau menurut pandangan Anda, kenapa ini bisa belok dari kepolisian terus dipindahkan ke jaksaan?
00:07Ya, saya mau jawab ini, karena ini menarik, Anda mundur kembali sedikit, waktu saya ketua KPK pernah terjadi namanya sedikit
00:15gesekan ketika KPK menangani kasus kokor lantas yang melibatkan dua jenderal polisi pada saat itu ya,
00:21yang disebut pada saat itu kicak buaya versus dua. Pada saat itu ada kegaduhan lah begitu, kegaduhan yang cukup kuat
00:30antara polisi dan kejaksaan.
00:34Pada hari itu kita sudah melakukan penggeledahan separuh, sudah dilaksanakan, tapi ada ruangan yang tidak bisa kita geledah pada saat
00:42itu karena polisi tidak mengizinkan pada saat itu.
00:45Kemudian gaduh lah, pada saat itu tiba-tiba rame nih, Mensesnek Almarhum Sudi Silalahi menelpon saya.
00:53Dia telpon, Pak Abraham, ini kan sudah terjadi kegaduhan nih, di tengah-tengah masyarakat, cicak versus buaya.
01:02Lantas Pak Sudi mengatakan, apa Pak Abraham tidak keberatan kalau kita undang ke istana untuk rapat dengan Kapolri Pak Timur
01:12Pradopo dan Presiden SBI?
01:15Kira-kira gitu ya, terus saya bilang, pada prinsipnya saya tidak keberatan untuk menghadiri rapat itu kalau memang rapat itu
01:22untuk mengembalikan situasi ini seperti semula.
01:27Dan ditentukanlah harinya pada saat itu, dua hari kemudian saya datang, betul di istana sudah ada Pak Sudi Silalahi sebagai
01:34Mensesnek,
01:35kemudian Pak Timur Pradopo sudah hadir, dan kemudian saya kalau tidak salah ingat, Pak Jaksa Agung ada juga di situ,
01:42Pak Basri Parif.
01:43Dan itu rapatnya kira-kira dimulai sekitar setengah sepuluh sampai maghrib.
01:50Kenapa saya tahu maghrib? Karena tiba-tiba ada asan maghrib, baru rapatnya selesai.
01:54Tapi kemudian Jaksa Agungnya tidak mengikuti sampai akhir.
01:58Jadi terjadi perdebatan, ada silang pendapat antara saya selaku Ketua KPK pada saat itu dan Pak Timur Pradopo.
02:08Masing-masing kita ingin bahwa kasus itu, KPK berprinsip bahwa kasus kokor lantas,
02:13kasus kokor lantas pada itu simulator ya, itu harus ditangani oleh KPK.
02:18Tapi pihak kepolisian juga menganggap bahwa mungkin lebih elok kalau kepolisian juga ikut serta di dalam penyidikannya.
02:26Kira-kira seperti begitu lah perdebatan-perdebatan.
02:28Terus perdebatan-perdebatan, SBI sendiri dia on off-on off.
02:32Kadang-kadang masuk, habis itu ada kesibukan lain dia keluar lagi.
02:35Tapi Pak Sudi Silalahi tetap mengikuti kita rapat.
02:38Dan terakhir ketika Asan Maghrib sudah berkumandang, Pak SBI bilang,
02:43waduh ini kita dari tadi rapatnya dari jam 10 sudah Maghrib kok enggak selesai-selesai, gitu kata beliau ya.
02:51Oleh karena itu selaku Presiden Republik Indonesia, mungkin ada baiknya saya memberikan petunjuk-petunjuk, saran-saran.
02:59Mudah-mudahan ini bisa diterima kedua belah pihak.
03:01Itu kata SBI pada saat itu.
03:03Apa yang dilakukan SBI pada saat itu, dia bilang,
03:05Pak Kapolri mungkin sebaiknya kasus simulator yang melibatkan dua general polisi,
03:15yang kita sebut cicak versus buaya, itu diserahkan sepenuhnya kepada KPK.
03:19Itu kata SBI, diperintahkan kan gitu.
03:23Bahwa silahkan diserahkan kepada KPK kasus itu,
03:27dan kemudian nanti KPK akan memberi update setiap saat sejauh mana
03:34proses penyelidikan dan penyidikannya.
03:36Ada yang menarik, ada arahan dari Presiden, nanti dilanjutkan, Bang.
03:39Panjang.
03:39Panjang.
03:39Panjang kembali saudara, tetap di bola liar.
03:41Lalu.
03:49Ya, Bang Ramasama silahkan dilanjutkan.
03:51Kasus yang dulu ada perintah Presiden dalam tujuan.
03:53Ya, jadi sebenarnya gini ya, SBI pada saat itu meminta kepada Kapolri
03:57untuk memberikan keleluasan kepada KPK menangani kasus itu secara utuh.
04:03Sehingga proses termasuk penggeledahan harus diberi ruang.
04:08Kira-kira seperti itu ya.
04:09Dan setelah selesai, KPK juga disampaikan juga,
04:13Pak SBI juga menyampaikan kepada KPK pada saat itu,
04:16karena pada saat itu kan masyarakat membuat yang namanya tameng ya,
04:20Taming di kantor KPK.
04:22Saya diminta oleh Pak SBI untuk sepulangnya dari istana,
04:26tolong menyampaikan kepada masyarakat ya,
04:29bahwa ini sudah selesai dan rakyat diminta untuk
04:32tidak lagi memberikan tameng di kantor KPK
04:35supaya tidak menimbulkan kegaduan.
04:37Kira-kira begitulah.
04:38Dan setelah rapat itu selesai,
04:41Pak SBI bilang,
04:43nanti saya akan jumpa pers,
04:45silahkan Pak Timur, Pak Jaksa Agung mendampingi saya.
04:48Pada saat itu saya minta izin kepada Pak SBI,
04:51Pak, saya ini bukan bagian dari eksekutif.
04:55Jadi mungkin lebih elok kalau saya tidak perlu hadir di jumpa pers itu.
05:01Biarkanlah saya hargai Pak Kapolri dan Pak Jaksa Agung
05:05yang mendampingi Pak Presiden sebagai bagian dari eksekutif.
05:08Kalau kita kan lebih bangga independen.
05:10Wah menarik, Pak Abraham silahkan pulang.
05:12Saya pulanglah.
05:13Dan betul malamnya Pak SBI melakukan jumpa pers.
05:16Itu bisa di klik tuh.
05:18Masih ada jejak digitalnya.
05:20Dia menyampaikanlah dalam jumpa pers itu bahwa
05:23kasus simulator SIM ya.
05:27Kokor Lantas pada saat itu diserahkan,
05:30gitu perintahnya, diserahkan sepenuhnya kepada KPK
05:33untuk selanjutnya melakukan proses penyidikan
05:37dan lain-lainnya.
05:39Kira-kira seperti itu.
05:41Dan alhamdulillah dari keputusan itu
05:43besoknya kita melakukan penggeledahan sudah lancar.
05:47Waktu hari pertama itu kan kurang lancar.
05:49Saya ingat bulan Ramadan itu sampai saya harus
05:52sahur di Kokor Lantas di Gantot Subroto ya.
05:56Pada saat itu.
05:56Jadi saya masih ingat betul pada saat itu.
05:58Dan setelah ada pengumuman dari Presiden,
06:01kita sudah bisa melakukan penggeledahan dengan bebas.
06:04Dan setelah itu,
06:06hasil penggeledahannya kita bawa ke kantor.
06:08Dan kasus itu berlangsung berjalan dengan baik
06:12tanpa adanya goncangan setelah perundingan itu.
06:16Oke, jadi artinya disini Anda ingin menegaskan
06:19bahwa arahan Presiden itu harus ada saat itu
06:23untuk menghindari konflik antara dua
06:25atau kegaduhan antara dua.
06:27Betul sekali.
06:28Tapi saya ingin garis bawah bahwa
06:30tidak semua kasus itu kita bisa bandingkan
06:33apple to apple.
06:34Kalau yang ini apple to apple nggak?
06:35Konteksnya berbeda ya.
06:37Karena menurut saya,
06:38mungkin ada hal-hal lain
06:39yang dianggap oleh Presiden
06:42memang diharus turun tangan dan lain sebagainya.
06:44Saya nggak tahu kalau dalam hal ini,
06:45kalau misalnya Pak Prabowojo menganggap
06:47ada hal-hal lain
06:48yang harus diselesaikan,
06:51saya nggak tahu.
06:51Karena saya nggak ada di dalamnya.
06:52Tapi pada saat itu saya bisa bercerita
06:55secara detail karena saya terlibat di dalamnya
06:57sehingga saya tahu betul bahwa
06:58itu ada arahan dari Presiden.
07:00Jangan-jangan misalnya kasus ini juga
07:01mirip-mirip seperti itu.
07:02Nanti saya ke Bang Samar lagi.