Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV Pelimpahan perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan pejabat Kejaksaan Agung berinisial FA dari Polri ke Kejaksaan Agung menuai sorotan.

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Feri Amsari, menilai proses tersebut merupakan mekanisme hukum yang wajar, namun menjadi ujian bagi independensi Kejaksaan Agung.

"Bagi saya ini tentu proses yang harus dilalui. Mekanismenya memang begitu. Setelah dari kepolisian akan naik ke kejaksaan, lalu jika semua sudah layak akan segera disidangkan di pengadilan," kata Feri.

Menurutnya, kasus dengan nilai sebesar ini kecil kemungkinan hanya melibatkan dua orang.

"Normalnya kejahatan korupsi sebanyak ini tidak melibatkan satu dan dua orang. Ini kejahatan berkelompok yang tentu saja harus diungkap oleh kejaksaan," ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menilai penanganan perkara ini menjadi bukti komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.

"Kasus ini adalah pembuktian dari yang sekian kali apa yang selalu disampaikan oleh Pak Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia bahwa pada pemerintahan beliau tidak boleh lagi ada main-main terkait tindak pidana korupsi. Siapa pun itu, pejabat institusi mana pun itu, kalau terlibat korupsi harus diusut tuntas," kata Sugiat.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Frashiva Rizaldi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/680004/full-feri-soroti-independensi-kejagung-gerindra-nilai-penanganan-kasus-fa-uji-sinergi
Transkrip
00:03Intro
00:06Bertemu kembali, di tengah penanganan dugaan sejumlah kasus korupsi besar,
00:11Korps Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi Polri mengumumkan dua nama
00:14sebagai tersangka dalam tindak korupsi dan tindak pidana pencucian uang.
00:19Satu di antaranya adalah penyelenggara negara.
00:27Dua tersangka akhirnya diumumkan oleh Korps Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi Polri
00:32setelah sebelumnya penyidik melakukan penggeledahan di 12 lokasi dan menyita berbagai barang bukti.
00:39Boleh dari emas batangan, uang tunai dalam rupiah maupun mata uang asing
00:43serta sejumlah aset lain dalam dugaan kasus suap, gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang.
00:50Polisi tidak memberikan nama lengkap kedua tersangka, namun hanya berinisial DA dan FA,
00:57di mana FA merupakan penyelenggara negara.
01:00Dalam konferensi pers bersama dengan Komisi 3 DPR RI dan Kejaksaan Agung,
01:06polisi menyebut baru DR yang telah ditahan di rutan Polda Metro Jaya sejak tanggal 10 Juli 2026.
01:13Kita telah menetapkan dua tersangka saat ini, yaitu saudara DR yang telah diduga melakukan tindak pidana pencucian uang
01:25yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi.
01:30Kemudian kita juga telah menetapkan saudara FA dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi
01:37dan atau tindak pidana pencucian uang dalam proses penanganan hukum oleh Pekai Negeri atau Oknum Penyelenggara Negara
01:46dalam perkara PT AS ABRI dan atau tindak pidana korupsi lainnya.
01:54PLT Jampitsus Rudi Margono menyebut, pemeriksaan terhadap tersangka inisial FA yang disebut sebagai penyelenggara negara
02:02baru akan dimulai lantaran pihak kejagung, baru akan mempelajari barang bukti, alat bukti, dan materialnya.
02:09Belum ada informasi itu.
02:11Untuk pemeriksaan sudah belum Pak?
02:14Sudah dikisah, sudah dikisah sejauhnya.
02:15Sudah dikisah, belum akan dimulai.
02:17Baru akan dimulai.
02:20Nah, teknisnya kan baru hari ini kita terima.
02:23Kita belajar itu dulu, kita menekah alat buktinya, barang buktinya.
02:42Sebelum penetapan tersangka, penyidik telah memeriksa 15 orang saksi dari berbagai lokasi yang menjadi objek penggeledahan.
02:50Penyidik memastikan konstruksi perkara telah lengkap, termasuk alat bukti,
02:54untuk mencari siapa bertanggung jawab secara hukum.
02:58Sebelum penetapan dua tersangka dalam tiga kasus korupsi besar,
03:02Kejaksaan Agung mengonfirmasi pengunduran diri Febri Adriansyah
03:06dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pilihanah Khusus atau Jampitsus.
03:12Pengunduran diri tersebut resmi diterima oleh Jaksa Agung pada Sabtu dini hari.
03:17Kepala Pusat Penderangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriyatna menyebut,
03:21Keputusan tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga maruah institusi di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
03:29Anang menegaskan, Kejaksaan Agung menghormati sepenuhnya keputusan Febri Adriansyah,
03:34meski demikian, yang memastikan roda organisasi di lingkungan Jampitsus tetap berjalan normal.
03:40Penanganan perkara-perkara besar disebut tidak akan terganggu.
03:45Bapak Jaksa Agung telah menerima pengunduran diri Bapak Pebri Adriansyah
03:50dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pilihanah Khusus.
03:54Kejaksaan Agung menghormati keputusan tersebut dan memastikan
03:58seluruh tugas, fungsi, serta penanganan perkara di lingkungan Jaksa Agung Muda Tindak Pilihanah Khusus
04:05dapat berjalan dengan normal dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
04:12Di tengah besar ya perhatian publik terhadap penegakan hukum dan pemberantasan korupsi,
04:16Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas kepada seluruh aparat negara.
04:21Saat meresmikan lima bendungan di Nusa Tenggara Barat,
04:24Presiden meminta seluruh birokrat, prajurit TNI, anggota Polri, hingga Jaksa
04:29untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
04:33Birokrat introspeksi, kita semua introspeksi.
04:41Pejabat-pejabat militer dan polisi introspeksi.
04:47Kejaksaan demikian juga.
04:51Anda kejaksa ya?
04:54Pakai bintang juga kau.
04:57Kau juga milik rakyat.
05:01Presiden menegaskan rakyat tidak menghendaki korupsi dibiarkan.
05:05Seluruh pejabat negara wajib memegang amanah rakyat
05:08dan wajib menjaga kepercayaan yang diberikan.
05:12Tim Rukutan, Kompas TV
05:18Mengapa penyidik butuh waktu untuk menetapkan dua tersangka?
05:21Dan apakah tersangka inisial D, R, dan F, A ini merupakan aktor utama yang bertanggung jawab
05:27atau masih ada pihak lain yang berpotensi ikut terseret mengingat ada tiga kasus korupsi besar di dalamnya?
05:33Apakah kasus ini akan tuntas di tangan Kejaksaan Agung?
05:36Saya akan berdiskusi bersama Ferry Amsari, dosen hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas dan peneliti POSDEM
05:42serta Sugiyat Santoso, jurubicara Partai Gerindra.
05:46Selamat malam semuanya dengan Tifal di sini.
05:48Selamat malam.
05:49Selamat malam, Mas Tifal.
05:50Terima kasih semua sudah bergabung dalam diskusi kali ini.
05:53Kasus pada akhirnya dalam konferensi pers tadi, Bang Ferry,
05:56dilimpahkan atau dialihkan, diserahkan dari polisi, dari tim gabungan polisi kepada Kejaksaan Agung.
06:01Sejauh mana Anda mencermati ini, apakah ini bagian dari menunjukkan sinergitas antara lembaga penegak hukum atau ada maksud lain?
06:12Bang Ferry, silakan.
06:16Bang Ferry?
06:17Halo.
06:18Oke, silakan Bang Ferry.
06:20Ya, ya.
06:22Bagi saya ini tentu proses yang harus dilalui ya, mekanismenya ya begitu.
06:26Setelah dari kepolisian akan naik ke Kejaksaan,
06:30lalu kalau semua sudah layak, akan segera disidangkan di pengadilan.
06:37Pada titik ini, tentu saja akan timbul pertanyaan besar kepada publik,
06:42apakah Kejaksaan Republik Indonesia akan mampu menangani perkara yang melibatkan korupsinya sendiri?
06:51Di titik itu yang akan menjadi pertanyaan besar, apakah ini akan berlanjut lebih dalam,
06:56sehingga akan ditemukan pelaku-pelaku lain yang berkaitan dengan apa yang sudah disampaikan oleh kepolisian.
07:03Saya dan teman-teman yang biasa bergiat pada isu-isu ini,
07:08karena ini penyelenggaraan negara,
07:11normalnya kejahatan korupsi sebanyak ini tidak melibatkan satu dan dua orang.
07:16Ini kejahatan berkelompok yang tentu saja harus diungkap oleh Kejaksaan.
07:20Dan tidak mungkin kita menyimpulkan sesederhana itu bahwa ini hanya akan dua orang,
07:27akan tidak melibatkan yang lain.
07:30Kita akan berikan ruang yang sangat besar kepada Kejaksaan untuk menelusuri sebagai dominis ditis ya,
07:38pimpinan para penyidik untuk menemukan apa relasinya dengan kejahatan pencucian uang misalnya.
07:46Karena pencucian uang itu tidak sesederhana yang kita bayangkan.
07:51Dan mudah-mudahan Kejaksaan serius karena ini tantangan terbesar bagi Kejaksaan untuk membongkar perkara ini.
07:59Tidakkah akan menjadi ganjalan, sorry saya potong Bung Ferry,
08:01tidak akan menjadi ganjalan karena FA yang pernah punya posisi di Kejaksaan Agung
08:05akan diperiksa oleh orang yang juga dari pihak Kejaksaan Agung juga?
08:09Ya, di sana tantangan terbesar dan tentu saja harus dijawab oleh Kejaksaan Agung ya.
08:14Bagaimanapun prosesnya harus melalui Kejaksaan karena itu sistemnya.
08:19Dan tantangan terbesarnya adalah apakah ini akan betul-betul independen,
08:23tidak menggunakan relasi korupsi ya.
08:27Bagaimanapun Pak FA adalah salah satu jabatan tertinggi ya,
08:33jampitsus bukan main-main begitu ya.
08:36Dan selama ini menangani berbagai perkara korupsi besar.
08:40Dan kita lihatlah apakah kemudian Kejaksaan,
08:44Krop Adi Yaksa yang mampu menjawab tantangan apakah ini betul-betul akan dibongkar
08:50atau ini akan berlanjut ke drama berikutnya.
08:53Anda melihat Pak Sugiat ini sebagian dari strategi makanya kemudian polisi baru mengumumkan
08:59sudah ada dua tersangka terus langsung dilimpahkan kepada Kejaksaan.
09:02Ini bagian dari sinergi atau ada maksud lain di sini Pak Sugiat?
09:04Ya, sebelum saya menjawab pertanyaan itu,
09:08saya ingin menyampaikan kembali bahwa kasus ini adalah pembuktian dari yang sekian kali
09:13apa yang selalu disampaikan oleh Pak Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia.
09:17Bahwa pada pemerintahan beliau,
09:19tidak boleh lagi ada main-main terkait dengan tindak binana korupsi.
09:23Siapapun itu, pejabat institusi manapun itu.
09:26Walaupun mungkin ya, katakanlah dia adalah pejabat tinggi dari institusi penegak hukum,
09:30sekalipun kalau dia terlibat dalam tindak binana korupsi,
09:33dia harus diusut-tuntas.
09:35Itu pesan yang berkali-kali disampaikan oleh Presiden kita sejak beliau dilantik.
09:39Apalagi kan pemberantasan korupsi masuk dalam masa cita Presiden.
09:43Dari beberapa kasus yang ada, ini pembuktian yang kesekian kali.
09:47Yang kedua, saya pikir memang ini adalah ujian dari sinergitas, kolaborasi, dan soliditas dari institusi penegak hukum.
09:54Apakah kepolisian, kejaksaan, bahkan mungkin TNI.
09:58Bahwa mereka adalah satu komando dalam kepemimpinan Pak Prabowo.
10:02Tidak boleh lagi ada ego sektoral, apakah itu dari pihak kejaksaan, dari pihak kepolisian, bahkan dari pihak TNI misalnya.
10:10Bahwa selama mereka dalam satu komando dibawa kepemimpinan Pak Prabowo,
10:13maka penegak hukum menjadi tanggung jawab mereka bersama.
10:16Tapi kalau kemudian ini yang ditangani kasusnya adalah seorang bekas pejabat di Kejaksaan Agung, Pak,
10:21apakah Anda tidak khawatir bahwa akan terjadi fiksi internal di Kejaksaan Agung kalau kemudian kasus ini ditangani Kejagung?
10:26Saya tidak merasa khawatir karena memang apa yang menjadi penjelasan dari ketika kepolisian kompresi kemarin ini sudah menjadi atensi presiden
10:36ya.
10:36Bahwa kasus ini sudah menjadi atensi presiden dan Kejaksaan Agung, kepolisian, itu adalah institusi penegak hukum dibawa presiden.
10:43Saya pikir mereka tidak akan berani lagi bermain-main atau katakanlah mencurangi kasus ini jika ingin katakanlah dalam konteks penegakan
10:51hukum menjadi kepercayaan publik yang sangat tinggi.
10:54Saya tidak terlalu khawatir.
10:56Oke, kalau kemudian ini saya juga tertarik dengan pernyataan Anda bahwa ini menguatkan sinergitas antara lembaga penegak hukum.
11:02Dan dari konferensi pres tadi sore juga ditegaskan lagi oleh teman-teman dari Komisi 3.
11:06Anda melihat awalnya kasus ini kemudian muncul ke publik, ada kesan bahwa ada upaya ego sektoral di sini, ada ego
11:12dari lembaga penegak hukum masing-masing dalam penanganan kasus ini Pak Sugiyak?
11:16Ya saya tidak ingin membahas yang sudah berlalu ya.
11:19Tapi kesan itu ada?
11:20Saya ingin fokus ke depan saja bahwa setelah katakanlah Jaksa Agung Muda Tindak Pindana Khusus itu sudah mengundurkan diri dan
11:30hari ini sudah ditersanggakan.
11:32Saya pikir ada semangat bersama dari setiap institusi penegak hukum apakah kepolisian maupun kejaksaan untuk menuntaskan kasus ini secuntas-cuntasnya.
11:40Pertama ini menjadi atensi presidennya, kedua ini juga sudah menjadi atensi publik.
11:44Pasti publik akan melakukan mekanisme pengawasan, apalagi kemarin DPR juga sudah hadir ketika konferensi pers dan komisi 3 juga sudah
11:52membentuk tim pengawas agar kasus ini benar-benar dituntas setuntas-tuntasnya.
11:57Bang Ferry, Anda melihat awalnya juga seperti itu, apakah ada kesan ego sektoral di awal, makanya kemudian penegasan sinergitas itu
12:03terlihat sekarang ini?
12:06Saya tidak melihat soal ego sektoralnya, saya melihat kekacauan konstitusionalnya.
12:12Bahwa ada institusi tertentu yang harus jauh dari urusan sipil masuk ke dalam penanganan kasus ini dan itu bagi saya
12:22aneh betul, begitu ya.
12:24Dan presiden hanya menggunakan istilah introspeksi diri masing-masing.
12:29Harusnya presiden dengan lebih tegas menyampaikan soal harus menegakkan konstitusi, segala institusi yang melanggar konstitusi harus menima perbaikan.
12:41Jadi harus tegas bahwa presiden sudah menyatakan pemberantasan korupsi harus serius dan ini bagian, kalau itu bagian dari ini, presiden
12:51harus memastikan tidak ada ruang dari institusi yang bukan penegak hukum kemudian untuk ikut campur.
12:57Dan kita bisa lihat bahwa keributan ini adalah keributan dari sebelumnya juga, bahwa kejaksaan tidak dilindungi oleh militer dan polisi
13:08ingin memastikan perkara ditangani.
13:11Ini ada berkelindan, kita tidak bilang bahwa kepolisian sudah baik tetapi kita melihat ada upaya ya untuk kemudian menyelesaikan kasus
13:21-kasus tertentu.
13:22Dan anehnya ada militer. Kedua, presiden belum menjelaskan kepada publik kenapa ada militer dalam penjagaan rumah seorang jaksa.
13:33Bukankah itu pelanggaran konstitusi serius? Sebagai seorang pemimpin, seluruh institusi itu beliau adalah komandonya di bawah beliau, maka harusnya ada
13:44ketegasan sikap.
13:45Bahwa ini tidak boleh berulang, tidak boleh militer masuk ke ruang sipil, militer tidak digunakan sebagai alat negara untuk kepentingan
13:55koruptor, sehingga militer harus betul-betul dilakukan ekolosi serius untuk itu.
14:00Dan bagi saya itu sangat penting untuk menegaskan pilihan presiden dalam kasus-kasus seperti ini.
14:07Karena sudah disinggung pernyataan presiden, bagaimana Pak Sugiet merespon pandangan dari Bung Ferry ini? Ada yang tepat atau ada yang
14:12keliru?
14:12Saya pikir kita mencerna apa yang disampaikan presiden tidak hanya sepenggal-sepenggal.
14:18Bahkan kita kalau katakanlah mengingat kembali apa yang menjadi pidatu presiden ketika dilantik, begitu juga dengan asal citranya,
14:25begitu juga setiap beliau rapat apakah di DPR maupun di kabinet, beliau sudah mewanti-wanti bahwa pada pemerintahan Prabu Subianto,
14:32jangan ada lagi yang bermain-main. Siapapun itu, pejabat manapun itu, kalau masih bermain-main akan disikat.
14:37Dan memang selama dua tahun pemerintahan Pak Prabu itu kan dibuktikan. Misalnya bagaimana pemerintahan Pak Prabu tegas terhadap oligarki-oligarki
14:45yang menguasai begitu banyak katakanlahan perkebunan, tambang, dan sebagainya, kan disikat semua.
14:49Belum lagi misalnya kasus-kasus besar yang melibatkan pejabat negara yang mungkin dianggap publik dekat dengan presiden,
14:55seperti kasus BGN, juga disikat tanpa pandang bulu.
14:58Saya pikir itu menjadi komitmen yang sangat konkret dari Presiden Prabu terkait dengan penegakan pemberantasan korupsi.
15:03Yang kedua, yang saya sekali lagi menyampaikan optimisme, apalah momentum dari kasus ini,
15:10bahwa ada soliditas, sinergisitas, dan kolaborasi yang sangat kuat dari institusi penegak hukum,
15:16itu kembali menjadi satu komando dibawah kepemimpinan presiden.
15:19Misalnya kejaksaan, kepolisian, bahkan kata-kata seperti yang disinggung oleh Bang Periam Syarita di TNI,
15:25itu bagian dari satu komando dari pemerintahan Pak Prabu, pertama adalah menjaga stabilitas,
15:30yang kedua adalah mendukung penegakan pemberantasan korupsi yang sudah dicanangkan oleh Presiden Prabu sejak beliau dilantik.
15:36Saya optimis, kasus ini misalnya, saya sangat optimis, mungkin pada periode sebelumnya tidak akan mungkin misalnya seorang Jampisus menjadi tersangka,
15:45tapi pada pemerintahan Pak Prabu lah ini bisa terjadi.
15:47Ini menunjukkan bukti yang sangat kuat, bahwa pemerintahan Pak Prabu itu tidak akan mungkin membiarkan sekali lagi budaya korupsi,
15:55tindak pidana korupsi itu masih bermain-main di Republik ini.
15:58Nah, Bung Ferry, kalau dengan kasus korupsi yang sebesar ini, bahkan disebut oleh Ketua Komisi 3 DPR ini mega korupsi,
16:06ini akan ada tantangan nggak saat mendalami itu, menelusuri ini sampai ke akar-akar ya?
16:11Apakah akan ada tantangan nuansa politik yang akan berkelindan di situ?
16:14Bung Ferry?
16:15Ya, kalau dilihat dari karut-marutnya institusi yang terlibat ya,
16:20lepas dari kapitalisasi bahwa ini adalah langkah Pak Prabu,
16:24tapi jika kita mau dan berharap ini akan selesai,
16:30mestinya memang Pak Prabu harus membentuk upaya dan mekanisme khusus ya,
16:34karena ini akan membongkar katakanlah mega korupsi yang melibatkan aparat,
16:39bahkan institusi tertentu turun,
16:41ada kesan bahwa ini upaya saling melindungi.
16:45Kalau bicara satu komando, Bang Sugiat,
16:49sebenarnya siapapun presidennya ya pasti di bawah presiden,
16:53tapi bagaimana presiden mengomandoi institusi-institusi yang ada di bawahnya,
16:59itu akan memperlihatkan seorang presiden yang baik atau tidak.
17:02Katakanlah presiden sudah memberikan tekanan,
17:05tapi mekanisminya seperti apa?
17:07Misalnya kalau presiden mau bijaksana,
17:10memastikan ada tim khusus,
17:13agar penanganan kasus ini juga akan terlepas dari berbagai kepentingan institusi,
17:19dan memastikan bahwa komando presiden betul-betul bicara pemberantasan korupsi,
17:24bukan di ujung baru ngaku bahwa ini kerja-kerja presiden,
17:29keinginan presiden,
17:30padahal yang memilih dan menentukan mereka adalah presiden itu sendiri.
17:34Baik. Pak Sugiat, tangkapannya bagaimana Pak?
17:38Ya saya pikir begini,
17:39bahwa apa yang menjadi kasus ini kan sebetulnya kan sama seperti kasus-kasus besar lain.
17:45Kalau ini di pemerintahan sebelum-sebelumnya,
17:47saya pikir ini tidak akan terjadi seorang jampisus misalnya tersangka.
17:51Bahkan ketika sebelum tersangka sendiri,
17:53ini berkali-kali misalnya disampaikan oleh Mabes Polder ketika konfirmasi pers,
17:57bahwa ini sejak awal menjadi atensi presiden.
17:59Saya pikir kita serahkan kepada mekanisme hukum.
18:03Katakanlah hari ini berkasnya sudah dilimpahkan kepada Kejaksaan Agung.
18:07Kita kasih kesempatan kepada Kejaksaan Agung untuk menuntaskan kasus ini.
18:11Bukan hanya misalnya dalam konteks mentersangkakan,
18:14katakanlah Pebri Adriansa dan Doni Rito misalnya.
18:18Kalau ada misalnya pelaku-pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini,
18:21silakan diungkap seungkap-ungkapnya.
18:22Kalaupun nanti ini kasusnya berlarut-larut,
18:25ada mekanisme yang lain, misalnya ada supervisi dari KPK.
18:27Tapi saya yakin dan percaya bahwa ketika kasus ini dilimpahkan Kejaksaan Agung,
18:31akan bisa dituntaskan oleh pihak Kejaksaan Agung dengan setuntasnya.
18:35Apalagi ini sudah menjadi atensi presiden dan menjadi atensi publik.
18:38Mari kita lihat beberapa waktu ke depan,
18:40apalagi ini kan sudah sangat cepat sebetulnya,
18:42bahwa apa yang dilakukan oleh,
18:43kita mengapresiasi Kortas Tipikor Mabes Polri,
18:47bersama Polder Metrujaya,
18:49bekerja dengan sangat cepat untuk mempongkar kasus ini.
18:51Kita juga mengapresiasi bagaimana Kejaksaan Agung
18:54bisa memberikan transparansi dalam kasus ini.
18:57Kita juga mengapresiasi misalnya Komisi 3 DPR RI juga
19:00selalu melakukan mekanisme pengawasan
19:03dengan membentuk tim pengawasan.
19:04Saya pikir kasus ini akan menjadi momentum pelajaran berharga
19:07bagi kita terkait dengan pemberasalan korupsi di Indonesia.
19:10Oke, Bung Ferry, Pak Sugiat,
19:12terima kasih banyak sudah mau berbagi pandangan bersama saya kali ini.
19:14Saat selalu semuanya. Selamat malam.
19:16Terima kasih.
19:18Sesaat lagi di Sapa Indonesia Malam,
19:19Timnas Inggris menggelar latihan terakhir
19:22di jelang melawan Norwegia di Miami, Amerika Serikat.
19:26Latihan ini turun disaksikan
19:27mantan bintang Inggris, David Beckham.
19:30Tetapi Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan