00:00Bukti tertulisnya sebagainya, akan dipakai ke sana.
00:02Saya pikir itu yang paling baik.
00:04Oke, Pak Akertiri, apakah menurut Anda sendiri bahwa nanti Pak Jokowi pasti akan hadir di persidangan?
00:09Kalau memang Pak Jokowi itu benar-benar konsekuen dengan laporannya, dan haruslah.
00:16Tidak bisa tidak seperti bangsa ngaji katakan tadi.
00:19Karena ini delik aduan absolut.
00:21Delik aduan absolut.
00:22Kalau dia merasa menghina, masa orang lain mewakili.
00:25Oh ini harus dari dirinya sendiri yang menyampaikan di dalam persidangan itu.
00:30Tapi kemarin waktu di salah satu TV, salah satu lawyernya mengatakan ada kemungkinan menggunakan Zoom.
00:37Nah itu kami protes.
00:39Kenapa? Apa bedanya? Kan sama-sama dengan keterangan si pengugat.
00:42Tapi kan sudah tidak ada korelasinya lagi pakai Zoom.
00:46Itu kan waktu COVID dulu.
00:48Memang Zoom ini diperbolehkan jika memang ada alasan.
00:52Contohnya, pada waktu di BAP, di kepolisian, dia ada di Indonesia.
00:56Setelah di persidangan, ternyata dia sudah di Australia contohnya.
01:00Nah itu bisa ada alasan.
01:02Tapi kalau alasannya dia tidak bisa karena dia keliling Indonesia, menemani satu partai, ya tidak bisa dong.
01:08Tapi bukankah itu tidak mengurangi substansi ya?
01:11Kan keterangannya sama, orangnya sama.
01:12Ya, kita kan harus ditanya orang ini.
01:16Benar-benar ditanya dan harus berkomunikasi secara fisik.
01:19Kita harus lihat suasana kebatinannya juga, kan?
01:23Jadi maksud Anda harusnya nanti Pak Jokowi hadir intens, jangan cuma sekali dua kali hadir di persidangan?
01:29Memang bakal berkali-kali.
01:30Karena yang dilaporkan kan beberapa orang.
01:33Apalagi, apa namanya, perkanannya displit kan?
01:36Contohnya Roy Suryo dengan Dr. Tifa sudah displit.
01:39Masih ada lagi kan yang lain-lain yang belum.
01:41Tapi Pak Firman barusan bilang nggak perlu terlalu intens ke persidangan.
01:44Ya, artinya kalau memang mau pegang dengan hukum yang benar, ketentuan undang-undang yang benar, ya harus hadir.
01:51Ya harus hadir, Bang. Jangan sekali dua kali.
01:53Jadi kan, kita kan nggak bisa mendahului sesuatu hal yang belum terjadi.
01:57Yang saya sampaikan tadi adalah, kita nggak tahu tiba-tiba ternyata di ujung, satu kali di depan barengan.
02:03Ada mekanis peradilan, biarkan mereka yang menentukan, kan gitu.
02:07Jadi kita tidak bisa membahas ini terlalu lebar.
02:10Tapi beliau menyampaikan, Bapak Jokowi menyampaikan akan hadir.
02:13Dan ini adalah forum yang sangat terhormat untuk menyampaikan apa.
02:17Dan ini kan satu peristiwa sebenarnya, walaupun ada beberapa terdakwa lah, seperti itu ya.
02:21Sekarang udah Putifah jadi terdakwa kan, seperti itu.
02:24Jadi akan menggunakan mekanisme itu.
02:26Dan kalau nggak diundang bagaimana?
02:27Bagaimana? Masa kucuk-kucuk datang? Eh, nggak boleh juga.
02:29Tapi intinya kalau diundang pasti datang.
02:31Pasti.
02:31Pasti datang, nggak akan ada alasan.
02:32Iya dong.
02:33Karena kan, apa? Untuk membuktikan, sekali lagi.
02:36Ini menurut hemat kami, yang ingin disampaikan itu adalah membuktikan, diminta kepada seluruh masyarakat.
02:42Ya, kan mungkin akan ada pemberitaan seperti itu, ya disampaikan aja.
02:47Kan gitu.
02:47Nah, jika mekanisme peradilan menyetujuinya, kan itu aja.
02:51Jadi nggak mungkin kita sumbar mengatakan bla bla bla.
02:54Nggak mungkin lah.
02:55Saya pikir, tapi beliau udah menyampaikan kepada kami kemarin, beberapa hari lalu, beliau akan hadir.
02:59Jadi, Michael, kalau Anda ingin mengorek apa dari seorang Jokowi?
03:04Nah.
03:04Kehadirannya, dari kehadirannya apa yang pengen diketahui, apa yang pengen didengar langsung dari keterangan Pak Jokowi?
03:11Nah, kemarin kita ingat ada sidang di CLS di Solo.
03:14Ya.
03:15Di mana tiba-tiba ada dua orang, ibu-ibu yang agak tua, yang mengaku teman KKN.
03:21Di ketoyan, katanya.
03:24Lalu tiba-tiba mereka menyebut, kami memanggil beliau dulu, Jack.
03:29Ya kan?
03:30Hal-hal seperti ini kan tidak bisa dikonfirmasi langsung, kalau orangnya nggak ada.
03:35Ya kan?
03:36Saya tanya, Kak Tarigan.
03:39Kira-kira kalau saya tanya, Anda dulu SD di mana?
03:42Pasti jawabnya 5 detik.
03:44Di ini.
03:45Nama ibu Anda siapa?
03:47Jawabnya 5 detik.
03:48Nah, kalau orang-orang ini menjawabnya harus mikir, hmm, kayaknya Jack, hmm, hmm, apakah itu benar jawaban yang terjadi sebenarnya?
03:58Atau memang sudah dibuat di kertas?
04:01Ya kan?
04:02Nanti kau jawab ini ya, kau jawab ini ya, kau jawab ini.
04:05Ya, itu dua-duanya sah.
04:06Menjadi saksi itu boleh dipersiapkan dulu atau memang boleh secara ingatan.
04:11Tetapi, kalau Pak Jokowi hadir, kita akan bisa memverifikasi nih.
04:16Data-data banyak nih saya dapatkan, salah satunya dari PDI Perjuangan.
04:20Soal apa tuh?
04:21Oh banyak, tentang tim kampanye 2014-2019.
04:25Jadi nanti banyak.
04:27Saya nggak mau buka di sini, ntar biar di persidangan aja.
04:30Pak Jokowi ada di situ, saya kasih data-datanya ke Pak Alkatiri dan ke Bang Gafur Sanghaji nanti di persidangannya
04:37Pak Roy.
04:38Supaya diverifikasi.
04:39Contoh, nama ibunya siapa sih?
04:42Itu kan pertanyaan yang bodoh ya.
04:44Tapi nanti akan ada pertanyaan-pertanyaan mengenai perkuliahan dan sekolahnya beliau yang tidak bisa dijawab.
04:53Dan mereka saya yakin tidak bisa memprepare itu.
04:56Tapi saya sampaikan barusan siap kok menunjukkan hikah dari SOS.
04:59Kita boleh.
04:59Terima kasih.
05:00Terima kasih.
Komentar