Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Seorang ibu hamil meninggal bersama bayi yang dikandungnya, usai terkena peluru nyasar di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Seorang ibu hamil bernama Melkiana Dwitau meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya, usai diduga terkena peluru nyasar pada Kamis malam, di rumahnya di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Operasi darurat sempat dilakukan di RSUD Sugapa, namun nyawa keduanya tidak terselamatkan.

Jumat siang, warga mengarak jenazah ibu hamil dan bayinya menuju rumah duka setelah proses penghormatan terakhir di RSUD Sugapa. Sepanjang perjalanan, terlihat masyarakat Intan Jaya membawa foto korban dan mendoakan almarhum.

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, mengungkapkan duka cita atas kematian warganya. Dia bilang, wilayahnya kini dalam status tanggap darurat penanganan konflik kelompok bersenjata oleh aparat keamanan.

#ibuhamil #papuatengah #intanjaya

Baca Juga Status Gunung Anak Krakatau, Petugas Pos: Sudah 2 Kali Erupsi | JURNAL NUSANTARA di https://www.kompas.tv/regional/678827/status-gunung-anak-krakatau-petugas-pos-sudah-2-kali-erupsi-jurnal-nusantara



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/678829/ibu-hamil-di-papua-tengah-meninggal-usai-terkena-peluru-nyasar-sapa-pagi
Transkrip
00:00Hamil meninggal bersama bayi yang dikandungnya usai terkena peluru nyasar di kampung Wandoga, distrik Sugapa, Kabupaten Intanjaya.
00:10Seorang ibu hamil bernama Melkiana Duitau meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya usai diduga terkena peluru nyasar pada kamis malam
00:19di rumahnya di kampung Wandoga, distrik Sugapa, Kabupaten Intanjaya.
00:23Operasi darurat sempat dilakukan di RSUD Sugapa, namun nyawa keduanya tidak terselamatkan.
00:30Jumat siang warga mengarak jenazah ibu hamil dan bayinya menuju rumah duka setelah proses penghormatan terakhir di RSUD Sugapa.
00:38Panjang perjalanan terlihat masyarakat Intanjaya membawa foto korban dan mendoakan mendiam.
00:44Bupati Intanjaya Aner Maisini mengungkapkan duka cita atas kematian warganya.
00:50Ia bilang wilayahnya kini dalam status tanggap darurat penanganan konflik kelompok bersenjata oleh aparat keamanan.
00:59Ini hal yang di luar pikiran dan saya sebagai Bupati sangat turut berduka cita dan mohon dukungan doa dari semua
01:12pihak.
01:12Bahwa benar-benar kami rasakan entah masyarakat atau sementara ini jadi daerah Intanjaya adalah jadi daerah tanggap darurat.
01:23Dalam penanganan entah operasi militer di daerah-daerah yang urusannya TNI dengan KKB,
01:35tetapi dampaknya masyarakat kami yang tidak bersalah jadi korban.
01:43Komando operasi TNI Habemah menyampaikan berlasung kawa atas meninggalnya ibu hamil Melkiana Duitau.
01:51Kepala penerangan korps Habemah bilang gangguan tembakan kelompok rimna bersenjata di Sugapa,
01:56Kabupati Intanjaya yang menyebabkan ibu hamil tewas bersama bayi yang dikandungnya.
02:03Analisis kronologi dan pemetaan lokasi,
02:07perangkaian gangguan tembakan diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata OPM,
02:12pimpinan Peles Tigau dari tiga titik yang berbeda dalam rentang waktu sekitar 15 menit.
02:22Tembakan pertama terjadi sekitar pukul 18.45 waktu Indonesia Timur
02:27dari arah kampung Wandoga.
02:30Lima menit kemudian kembali terdengar tembakan dari titik yang berbeda
02:35di kawasan perbukitan di depan Koramil Sugapa.
02:41Sekitar pukul 19.00 waktu Indonesia Timur,
02:44kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan sebelum melarikan diri ke arah sungai.
02:50Selama rangkaian kejadian tersebut,
02:53personil Sagas Teni tidak melakukan tembakan balasan.
Komentar

Dianjurkan