Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Dari kasus meninggalnya Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau Dokter Icha.

Usai menerima laporan dugaan intimidasi, Polda Nusa Tenggara Timur mengungkap sempat menawarkan penanganan psikologis kepada almarhumah.

Namun, penawaran itu ditolak karena Dokter Icha telah menjalani penanganan dari seorang psikiater.

Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, menyatakan Polda memiliki tim psikologi yang siap memberikan pendampingan, dan sebagian anggotanya merupakan rekan sejawat almarhumah.

Rudi menegaskan penyelidikan atas dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha tetap berjalan secara profesional dan transparan.

Polda NTT telah membentuk tim investigasi gabungan yang melibatkan penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Direktorat PPA dan PPO, serta Polres Timor Tengah Utara dan Polres Kupang.

#doktericha #ntt #psikologis

Baca Juga [FULL] Keluarga Dokter Icha Resmi Laporkan 3 Anggota DPRD TTU yang Diduga Pelaku Intimidasi di https://www.kompas.tv/regional/678695/full-keluarga-dokter-icha-resmi-laporkan-3-anggota-dprd-ttu-yang-diduga-pelaku-intimidasi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/678836/polda-ntt-ungkap-sempat-tawarkan-dokter-icha-penanganan-psikologis-kompas-siang
Transkrip
00:00Informasi dari kasus meninggalnya Dr. Eliza Prinsila Utami Pakainoni atau Dr. Ica
00:05usai menerima laporan dugaan intimidasi,
00:08Polda Nusa Tenggara Timur mengungkam
00:10sempat menawarkan penanganan psikologis kepada Almarhumah.
00:14Namun, penawaran itu ditolak karena Dr. Ica
00:16telah menjalani penanganan dari seorang psikiater.
00:25Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko menyatakan
00:28Polda memiliki tim psikologi yang siap memberikan pendampingan
00:32dan sebagian anggotanya merupakan rekan sejawat Almarhumah.
00:37Rudi menegaskan, penyelidikan atas dugaan intimidasi terhadap Dr. Ica
00:41tetap berjalan secara profesional dan transparan.
00:45Polda NTT telah membentuk tim investigasi gabungan
00:48yang melibatkan penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum,
00:52Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Direktorat PPA dan PPO,
00:56serta Polres Timur Tengah Utara dan Polres Kupang.
01:05Sebenarnya begitu saya mendapatkan laporan tentang kejadian Almarhumah Dr. Ica
01:10saya sudah memerintahkan kepada terapis,
01:13para terapis yang ada di Polda NTT ini untuk membantu.
01:16Dan kebetulan Alhamdulillah ada salah seorang terapis kami yaitu Dr. Melty
01:21yang teman sejawatnya Almarhumah
01:23sudah berusaha menghubungi Almarhumah
01:27dengan tujuan adalah untuk membantu
01:30supaya menetralkan depresinya dia.
01:33Tapi sangat disayangkan dok ya
01:35yang Almarhumah menolak
01:37karena penjawab sudah ditangani oleh psikiater.
01:46Penyidik Polres Timur Tengah Utara
01:49terus mendalami dugaan intimidasi
01:51yang diduga dialami Dr. Ica
01:53sebelum meninggal dunia
01:54dengan memeriksa sejumlah saksi.
01:57Salah satunya adalah
01:58Ketua DPRD Timur Tengah Utara
02:00Kristoforus Evi.
02:02Kristo Evi dipanggil untuk
02:04dimintai keterangan sebagai saksi
02:06mengingat salah satu terduga pelaku intimidasi
02:09berasal dari partai yang dipimpinnya
02:12di tingkat kabupaten.
02:15Kris menyatakan
02:16keterangan yang diberikannya
02:17berkaitan dengan kunjungannya kepada Dr. Ica
02:20saat masih menjalani perawatan
02:22di rumah sakit Leona Keva Menanu.
02:26Ia juga menegaskan
02:27akan bersikap kooperatif
02:28dan memenuhi setiap panggilan penyidik
02:31demi mendukung pengungkapan fakta
02:33dalam kasus tersebut.
02:38Fokus pertanyaan
02:40hanya seputar
02:41apa yang saya ketahui
02:42saat saya ke rumah sakit Leona
02:44dan juga tanggal berapa
02:46keluarga melakukan laporan
02:48ke DPRD.
02:50Jadi yang disampaikan oleh
02:52Almerum Dr. Ica
02:54kepada saya bahwa
02:58dia sampai
02:59jatuh sakit, drop
03:01karena akibat
03:03tekanan
03:06intimidasi oleh
03:07teman-teman DPRD
03:09dengan nada
03:10tinggi.
03:12Sehingga
03:13akibat dari itu
03:15Dr. Ica
03:18menyampaikan kepada saya
03:20bahwa dia hilang kepercayaan
03:22untuk menjadi dokter lagi
03:24karena dia seolah-olah telah melakukan
03:26kesalahan besar.
03:27terima kasih.
03:28Terima kasih.
03:28Terima kasih.
03:28selamat menikmati.
03:28selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan