Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menteri Pertanian menargetkan kawasan pertanian di Merauke mampu menghasilkan nilai ekonomi hingga 13 triliun rupiah. Target ini dicapai melalui perluasan cetak sawah, modernisasi pertanian, dan peningkatan produktivitas serta intensitas tanam.

Pemerintah terus menggenjot pengembangan kawasan pangan nasional di Merauke, Papua Selatan. Dalam gerakan tanam padi serentak di Distrik Semangga, Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau langsung pelaksanaan program cetak sawah dan optimalisasi lahan.

Saat ini, Papua Selatan menjadi pusat pengembangan pangan terbesar di Tanah Papua dengan hampir 100 ribu hektar lahan hasil program cetak sawah dan optimalisasi lahan.

Mentan mengatakan nilai ekonomi kawasan tersebut saat ini mencapai sekitar 1,3 triliun rupiah dan ditargetkan meningkat hingga 13 triliun rupiah.

Mentan juga menegaskan seluruh lahan hasil program cetak sawah tetap menjadi milik masyarakat.

#mentan #hasiltani #merauke

Baca Juga KKB Bakar Pesawat, PT AMA Bantah Angkut Militer & Amunisi | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/678837/kkb-bakar-pesawat-pt-ama-bantah-angkut-militer-amunisi-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/678839/mentan-tinjau-kawasan-pertanian-di-merauke-targetkan-hasil-tani-kompas-siang
Transkrip
00:00Menteri Pertanian menargetkan kawasan pertanian di Merauke mampu menghasilkan nilai ekonomi hingga 13 triliun rupiah.
00:08Target ini dicapai melalui perluasan cetak sawah modernisasi pertanian dan peningkatan produktivitas serta intensitas tanam.
00:19Pemerintah terus menggenjot perkembangan kawasan pangan nasional di Merauke, Papua Selatan.
00:25Dalam gerakan tanam padi serentak di Distrik Semangga, Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau langsung pelaksanaan program cetak sawah dan optimalisasi
00:36lahan.
00:36Saat ini, Papua Selatan menjadi pusat pengembangan pangan terbesar di tanah Papua dengan hampir 100 ribu hektare lahan hasil program
00:46cetak sawah dan optimalisasi lahan.
00:48Mentan mengatakan nilai ekonomi kawasan tersebut saat ini mencapai sekitar 1,3 triliun rupiah dan ditargetkan meningkat hingga 13 triliun
00:59rupiah.
01:00Mentan juga menegaskan seluruh lahan hasil program cetak sawah tetap menjadi milik masyarakat.
01:11Cetak sawah itu milik rakyat, kemudian dengan alat mesin pertanian membuahkan hasil.
01:17Tadi Pak Bupati menyampaikan dalam pidatonya dan kami mengecek data meningkat pendapatannya 300 persen.
01:25Inilah tujuan kita. Yang membuat kami bangga adalah putra asli di sini, semangka Marokke sudah bisa menggunakan drone.
01:36Nana menggunakan drone, kemudian menggunakan alat dan membawa traktor sendiri.
01:41Kami lihat langsung. Jadi kami terharu dan kami bangga dengan putra putri terbaik Marokke, Papua Selatan.
01:51Dan untuk mengetahui informasi terkait kunjungan kerja Menteri Pertanian di Marokke, Papua Selatan,
01:57kita sudah terhubung dengan Roy Ilman melalui sambungan telepon.
02:01Selamat siang Roy. Bagaimana jalannya peninjauan Menteri Pertanian di Marokke?
02:07Selamat siang Imron dan juga saudara. Saat ini memang larangkaian dari kunjungan kerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ini sendiri
02:18telah berjalan dengan lancar begitu.
02:20Tetapi...
02:27Lebih dari 48 ribu hektare itu berada di Kabupaten Marokke.
02:33Memang terjadi konsen khusus dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sendiri.
02:39Dalam si jawanya pun beliau berkoordinasi langsung dengan beberapa instansi yang terkait saat berinteraksi dengan masyarakat.
02:45Beliau melakukan sukoordinasi lintas kementerian seperti itu, apa yang dikeluhkan masyarakat dan juga diharapkan
02:55dengan pembukaan cetak sawah ini sendiri, nilai-nilai ekonomi masyarakat tumbuh dan terus naik yang ada di Papua Selatan ini
03:05sendiri, Imron.
03:06Baik, saat ini Amran Sulaiman atau Menteri Pertanian telah melakukan peninjauan ke Marokke, Papua Selatan
03:13dan terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait
03:15untuk melakukan peningkatan dan juga penguatan nilai ekonomi di Marokke, Papua Selatan.
03:22Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Roy Ilman dari Marokke, Papua Selatan.
03:27Terima kasih atas laporan Anda.
Komentar

Dianjurkan