00:00Saya dipilih secara demokratis, saya maju ke rakyat, 5 kali minta mandat, 4 kali tidak diberi mandat, 4 kali saya
00:19kalah, tapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat.
00:35Terima kasih, karena biasanya kalau saya bilang 4 kali kalah, audiens ketawa.
00:41Ini orang Indonesia itu, kalah itu sedih sebetulnya.
00:50Tapi karena saya sadar, saya mengerti alternatifnya apa.
00:57Karena kita sudah sepakat, bangsa Indonesia sudah sepakat, kita ingin hidup sebagai negara di mana kedaulatan rakyat yang berkuasa.
01:14Jadi kedaulatan rakyat, wujudnya adalah demokrasi, demokrasi wujudnya adalah pemilihan.
01:25Kita mengerti, kita mungkin tidak puas, tapi alternatifnya apa?
01:33Apa kita mau gaduh?
01:36Habis tiap pemilihan gaduh, tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut, yang kalah ribut.
01:43Kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita?
01:53Bukankah itu kewajiban kita sebagai anak bangsa, sebagai pemimpin, sebagai orang terpintar di negara ini?
02:04Bukankah itu segala kepintaran kita harus kita abdikan untuk rakyat kita yang paling miskin dan paling lemah?
02:13Bukankah itu?
02:19Silahkan.
02:21Kalau ada yang berpendapat lain, hak.
02:24Saya katakan kita berbeda.
02:27Kalau ada yang berpendapat,
02:31bahwa gaduh ribut,
02:36bakar-bakar,
02:38anarki,
02:39kebencian permusuhan,
02:41maki-memaki,
02:42itu produktif.
02:46Sementara negara lain,
02:51menuju kejahteraan,
02:53menuju terobosan,
02:56menuju kekayaan.
02:59Sudah-sudah.
03:00Karena itu saya,
03:02berkali-kali saya,
03:05datang kepada kampus.
03:10saya datang,
03:12saya minta orang-orang terpintar,
03:13tanya Pak Brian,
03:16tanya Profesor Sigit.
03:22Saya tanya Profesor-Profesor IPB,
03:27kenapa kita tidak bisa punya benih,
03:32gandum,
03:34kenapa kita harus import gandum?
03:37Saya tanya,
03:39kenapa,
03:44kelapa sawit per hektare,
03:47di Malaysia,
03:50produk-produk kita yang lebih dari kita?
03:52Kenapa?
03:53saya selalu minta mereka,
03:55kenapa Indonesia,
03:57setelah 81 tahun,
03:59tidak bisa bikin mobil buatan sendiri?
04:07Saya berdiri di depan saudara-saudara,
04:11kalian yang PhD,
04:17kenapa?
04:18kita tidak punya,
04:20kita beli motor,
04:2310 juta motor tiap tahun.
04:28Kenapa tidak ada pabrik buatan Indonesia?
04:35Tapi saya terima kasih,
04:37kampus.
04:40Saya terima kasih,
04:41kita mulai ke arah punya mobil sendiri.
04:47terima kasih.
04:49Saya,
04:50ada satu,
04:53kepuasan yang mendalam di hati saya,
04:56waktu saya dilantik,
04:59saya pulang dari pelantikan,
05:02saya bisa naik,
05:03mobil,
05:05buatan Indonesia.
05:09Desainnya Indonesia,
05:12dibuat di Indonesia,
05:13tidak 100%
05:15dan tidak ada mobil di dunia
05:18yang 100% produknya dari satu negara.
05:23Tapi kalau 65%,
05:2570%,
05:26itu sudah boleh kita
05:27klaim
05:29buatan Indonesia.
05:32Risikonya,
05:35sekarang,
05:36selama saya jadi presiden,
05:38ya harus naik
05:39mobil buatan Indonesia.
05:43waktu bulan-bulan pertama,
05:45ya,
05:47lumayan,
05:48kecuali kalau hujan keras.
05:51Tapi saya kembalikan,
05:54Profesor Sigit,
05:55gimana ini,
05:56mobil presiden bocor,
05:58perbaiki.
06:00Tidak apa-apa,
06:01minimal kita mulai,
06:03kita berani mulai.
06:11kita adalah negara
06:13keempat terbesar di dunia.
06:15kita berani melaka-ALDtek só,
06:15kita berani melavana,
06:15kita berani melaka-
Komentar