Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Iringan jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tiba di Kota Qom pada Senin malam waktu setempat. Ribuan pelayat memadati kawasan Masjid Jamkaran untuk memberikan penghormatan terakhir dalam rangkaian prosesi pemakaman yang berlangsung selama beberapa hari.

Menurut televisi pemerintah Iran, Ayatollah Ali Khamenei dijadwalkan menerima penghormatan di Masjid Jamkaran pada Selasa waktu setempat. Peti jenazah Khamenei diselimuti bendera Iran, sementara peti jenazah anggota keluarganya yang turut meninggal dunia diletakkan di atas sebuah truk yang dihias menyerupai jeruji hias di sekitar makam seorang imam.

Di tengah prosesi tersebut, Mojtaba Khamenei belum terlihat hadir. Ia disebut diyakini bersembunyi setelah dilaporkan terluka dalam serangan udara yang menewaskan ayahnya.

Sebelumnya, ribuan warga juga memadati jalan-jalan Teheran untuk mengikuti arak-arakan jenazah Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah anggota keluarganya. Prosesi pemakaman dimulai dari Jalan Damavand di Teheran Timur dan akan berlanjut ke Kota Najaf serta Karbala sebelum pemakaman dijadwalkan berlangsung di Kota Mashhad pada Kamis mendatang.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani dijadwalkan bertolak ke Teheran sebagai delegasi resmi Pemerintah Indonesia untuk menghadiri rangkaian prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Hingga kini, pemerintah masih menunggu kepastian lokasi penempatan delegasi Indonesia mengingat besarnya jumlah pelayat yang hadir.

#Iran #AliKhamenei #Teheran #Qom #Pemakaman #Sugiono

Baca Juga Trump Sesumbar Bisa Hancurkan Iran Setiap Saat, Teheran Ancam Hentikan Perundingan di https://www.kompas.tv/internasional/679275/trump-sesumbar-bisa-hancurkan-iran-setiap-saat-teheran-ancam-hentikan-perundingan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/679291/delegasi-ri-dijadwalkan-hadiri-prosesi-pemakaman-ayatollah-ali-khamenei-di-iran-sapa-malam
Transkrip
00:00Saudara iringan jenazah Ayatollah Ali Khamene tiba di kota Kom pada Senin malam waktu setempat.
00:05Para pelayat membanjiri sekitar Masjid Jamkaran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Ayatollah Ali Khamene.
00:16Menurut televisi pemerintah Iran, mendiang Ayatollah Ali Khamene akan menerima penghargaan di Masjid Jamkaran pada selasa waktu setempat.
00:23Pelayat membanjiri ibu kota Iran untuk mengikuti proses sebagai bagian dari pemakaman.
00:29Mendiang Ayatollah Ali Khamene.
00:31Peti mati Khamene diselimuti bendera.
00:33Sementara peti mati anggota keluarganya yang tewas bersamaan dengan Ayatollah diletakkan di atas sebuah truk yang dihiasi menyerupai jeruji hias
00:41yang mengelilingi makam seorang imam.
00:44Sementara Motstabah Khamene hingga saat ini belum juga muncul dalam upacara pemakaman yang berlangsung selama beberapa hari.
00:50Ia diakini bersembunyi usai dilaporkan terluka dalam serangan udara yang menewaskan ayahnya.
01:05Sementara itu Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono bersama Ketua MPR RI dijadwalkan akan terbang ke langsung ke Teheran untuk
01:13menghadiri upacara pemakaman pemimpin tertinggi Iran.
01:15Mendiang Ayatollah Ali Khamene.
01:18Hingga kini pemerintah Indonesia menunggu kepastian lokasi delegasi Indonesia di pemakaman.
01:24Mengingat masifnya jumlah masa yang akan hadir dalam acara tersebut.
01:28Menlu Sugiono menegaskan.
01:29Ia bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani akan menjadi delegasi resmi pemerintah Indonesia dalam rangkaian prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamene.
01:38Karena pemakaman itu akan dilaksanakan pada hari 9, Kamis, kita berencana akan hadir.
01:52Ini kami masih menunggu jawaban.
01:54Rencananya akan berangkat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia bersama dengan Ketua MPR RI.
02:04Di sisi lain, Wakil Ketua MPR RI Bambang Urianto mengatakan menurut aturan Tata Negara,
02:09Presiden Prabowo tidak bisa mengutus Ketua MPR RI karena keduanya merupakan pimpinan tertinggi negara.
02:14Atau pimpinan tinggi negara.
02:16Bambang Pacul mengatakan antar lembaga tinggi negara memiliki hubungan konsultatif,
02:21bukan bersifat komando atau perintah.
02:24Hal itu untuk menanggapi utusan Indonesia yang akan hadir dalam pemakaman Ayatollah Ali Khamene.
02:33Pak Presiden mengutus Ketua MPR, saya kira mekanismenya nggak seperti itu.
02:40Kenapa ya, Pak?
02:41Ya kan mekanisme MPR sama Presiden kan sama-sama lembaga tinggi negara.
02:47Bisa sih, tapi saya Pak Presiden memutus Ketua MPR RI.
02:49Nah, gimana kamu itu, kayak nggak belajar Tata Negara aja lah.
02:54Apa yang terjadi sekarang Presiden?
02:56Karena bahwa itu sebagai kader besar, tapi kalau gue ke Ketua MPR berbeda.
Komentar

Dianjurkan