Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BENER MERIAH, KOMPAS.TV - Warga di Kabupaten Bener Meriah, meresmikan jembatan yang dibangun swadaya, tanpa bantuan pemerintah.

Kini, jembatan penghubung Aceh Tengah, Bener Meriah dan Bireuen, yang sebelumnya hancur akibat banjir longsor November lalu, kembali berfungsi.

Bahagia dan haru menyelimuti warga. Mereka berbondong-bondong, hadir dalam peresmian Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Pembangunan jembatan dan jalan ini, menghabiskan anggaran Rp500 juta.

Dananya, berasal dari sumbangan masyarakat yang terkumpul hingga Rp1 miliar.

Meski jembatan telah berdiri, inisiator gerakan swadaya ini, terus mengajak warga untuk bersama membangun infrastruktur yang belum pulih, akibat banjir dan longsor tahun lalu.

Di Kebumen, Jawa Tengah, seorang ibu rumah tangga bernama Siti Sudar membongkar tabungan hingga menjual habis perhiasan untuk membangun 2 jembatan dan jalan.

Akses baru sepanjang dua setengah kilometer ini, membantu mempersingkat waktu tempuh petani, untuk mengangkut hasil pertanian.

Jalan dan jembatan ini, jadi jalur cepat petani, ke kawasan hutan jati di Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah.

Selain jalan dan jembatan, Siti dan keluarganya, juga juga membangun sebuah pondok singgah, untuk petani beristirahat dan beribadah.

Baca Juga Haru Warga Bener Meriah, Kumpulkan Dana Rp1 Miliar Hasil Sumbangan untuk Perbaiki Jembatan Rusak di https://www.kompas.tv/regional/679186/haru-warga-bener-meriah-kumpulkan-dana-rp1-miliar-hasil-sumbangan-untuk-perbaiki-jembatan-rusak

#jembatan #aceh #swadaya

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/679272/warga-bener-meriah-aceh-resmikan-jembatan-swadaya-tanpa-bantuan-pemerintah-sapa-malam
Transkrip
00:00Berikutnya warga di Kabupaten Bener Meriah meresmikan jembatan yang dibangun swadaya tanpa bantuan pemerintah.
00:06Kini jembatan penghubung Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Biren yang sebelumnya hancur akibat banjir longsor November lalu kembali berfungsi.
00:26Bahagia dan harum menyelimuti warga.
00:29Mereka berbondong-bondong hadir dalam peresmian jembatan enang-enang di Kecamatan Pintu Rimegayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
00:37Pembangunan jembatan dan jalan ini menghabiskan anggaran 500 juta rupiah.
00:42Dananya berasal dari sumbangan masyarakat yang terkumpul hingga 1 miliar rupiah.
00:49Meski jembatan telah berdiri, inisiator gerakan swadaya ini terus mengajak warga untuk bersama membangun infrastruktur yang belum pulih akibat banjir
01:01dan longsor tahun lalu.
01:07Asal masyarakat dapat melewati hati saya sudah senang sekali.
01:12Saya bersyukur kepada Allah dengan setinggi-tingginya, dengan sebanyak-banyaknya.
01:17Seandainya saudara-saudaraku memiliki keikhlasan, tetaplah kita membangun menyumbangsihkan sebagian hartanya di sini.
01:26Ini adalah tempat seratu rahmi, karena ini menasah juga kita belum buat, atau tempat-tempat ibadah, tempat-tempat berteduh.
01:33Dan masih banyak jalan yang harus kita bangun, safety-nya ya, demi keselamatan kita sama-sama.
01:40Di Kebumen, seorang ibu rumah tangga bernama Siti Sudar membongkar tabungan hingga menjual habis perhiasan untuk membangun dua jembatan dan
01:54jalan.
01:56Akses baru sepanjang 2,5 km ini membantu mempersingkat waktu tempuh petani untuk mengangkut hasil pertanian.
02:03Jalan dan jembatan ini jadi jalur cepat petani ke kawasan hutan jati di desa Plumbon, kecamatan Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah.
02:12Selain jalan dan jembatan, Siti dan keluarganya juga membangun sebuah pondok singgah untuk petani beristirahat dan beribadah.
02:27Dibaguskan atau disempurnakan jalannya. Harapan kedua, ya petani di sini bisa mengangkut.
02:33Tujuannya untuk membantu jalan tani, itu masyarakat, khususnya untuk masyarakat.
02:39Ini adalah swadaya dari Pak Buda sendiri, tapi kemarin sudah nanti diserahkan kepada masyarakat.
02:46Untuk kepentingan masyarakat juga, supaya pertanian itu dalam ases ke pertanian itu lebih mudah.
02:55Yang dulunya bisa satu setengah jam, sekarang bisa paling-paling 10 menit, 15 menit sudah sampai lokasi.
03:04Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan