Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Operasi penggerebekan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berujung tragedi. Tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur setelah diserang sekelompok orang saat melakukan penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika.

Operasi bermula dari laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan diterjunkan dan dibagi menjadi dua tim untuk melakukan penggerebekan.

Target operasi sempat berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika sejumlah orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang. Massa kemudian terus berdatangan dan menyerang anggota polisi menggunakan senjata tajam hingga senjata api rakitan. Dalam kondisi terdesak, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan pasukan. Sejumlah anggota bahkan terpaksa berenang menyeberangi Sungai Katingan dan berlindung di kawasan hutan.

Dalam insiden tersebut, Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra gugur di lokasi. Dua anggota lainnya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri, sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Sungai Katingan pada hari yang berbeda.

Polisi telah menangkap salah satu terduga pelaku penyerangan saat berada di kapal pencari emas di Sungai Katingan. Sementara itu, Kompolnas menyebut tim yang melakukan penggerebekan sempat diteriaki sebagai perampok, yang kemudian memicu penyerangan terhadap anggota kepolisian.

#Katingan #KalimantanTengah #Polri #Satresnarkoba #Narkoba

Baca Juga Sabu Disimpan di Kotak Kado Mainan Anak, Tiga Tersangka Ditangkap Polisi | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/679273/sabu-disimpan-di-kotak-kado-mainan-anak-tiga-tersangka-ditangkap-polisi-berut

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/679278/kronologi-tiga-polisi-gugur-dalam-operasi-gerebek-bandar-sabu-di-katingan-berut
Transkrip
00:00Saudara misi menggerbek bandar narkoba di desa Tumpang Kaleme, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah berubah menjadi insiden berdarah.
00:09Tiga anggota satres narkoba Polres Katingan gugur setelah diserang sekelompok orang saat berada di rumah terduga bandar narkoba.
00:17Lalu apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat tiga polisi gugur saat penegakan hukum.
00:30Tangis keluarga pecah saat jenazah Aibda Yudi Perdana Putra tiba di rumah sakit Bayangkara di Palangkaraya untuk diotopsi pada Kamis
00:402 Juli.
00:41Aibda Yudi mendapat kenaikan pangkat menjadi Aibtu Anumerta.
00:45Jenazah Aibtu Anumerta Yudi dievakuasi menggunakan ambulans menuju Palangkaraya.
00:50Almarhum adalah salah satu korban yang gugur saat tim satres narkoba Polres Katingan melakukan operasi penindakan terhadap jaringan bandar sabu.
01:25Lalu seperti apa kronologi dari penggerbekan bandar sabu yang berubah menjadi tragedi?
01:32Rupanya saudara operasi bermula dari informasi masyarakat soal adanya dugaan peredaran sabu di desa Tumbangkaleme.
01:40Dari hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis, kasus narkotika.
01:5212 personel satres narkoba Polres Katingan diterjunkan untuk melakukan penindakan.
01:58Sesampainya di lokasi personel dibagi menjadi dua tim.
02:01Tim pertama bertugas menggerebek di rumah target sedangkan tim kedua disiagakan sebagai unsur pendukung.
02:07Sebenarnya target berhasil ditangkap saudara.
02:10Tetapi situasi berubah 180 derajat saat beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melawan menggunakan senjata tajam berupa parah.
02:21Kemudian situasi semakin tidak terkendali dan masa terus berdatangan yang menyerang menggunakan senjata tajam hingga senjata api rakitan.
02:31Dalam kondisi terdesak personel berupaya menyelamatkan diri sembari meminta bantuan penebalan pasukan.
02:36Sejumlah anggota bahkan terpaksa berenang, menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan masa.
02:48Tetapi Nas, Aibtu Anu Mertayu di Perdana Putra menjadi salah satu polisi yang gugur.
02:55Sebagai kanit tiga satres narkoba, Polres Katingan, Almarhum dikenal berdedikasi tinggi dan sebagai ujung tobak yang tak kenal takut dalam
03:04memberantas peredaran gelap narkoba.
03:06Di luar seragam dinasnya, anak sulung dari dua bersaudara ini adalah sosok pria yang sangat sederhana dan ringan tangan.
03:14Di mata keluarga besar yang bermukim di Palangkaraya, Yudi adalah pria tulus dan suka menolong sesama tanpa pernah menyombongkan atau
03:23menceritakan bahaya tugasnya di kepolisian.
03:29Jenazah Aibtu Anu Mertayu di Perdana Putra dimakamkan di tempat pemakaman umum di Kelurahan Kasongan, Katingan.
03:37Berlangsung dengan penuh haru saudara, isak tangis keluarga mengiringi pemakaman yang diawali dengan tembakan salvo sebagai penghormatan terakhir.
03:47Prosesi pemakaman secara kedinasan kepolisian dipimpin Kapolres Katingan, AKBP Dodi Hartono selaku inspektur upacara.
04:06Salah satu terduga pelaku penyerangan polisi saat penggerbakan bandar sabu di desa Tumpang Kalemek, Katingan, Kalimantan Tengah telah ditangkap.
04:15Terduga pelaku ditangkap saat berada dalam kapal pencari emas di Sungai Katingan.
04:21Saat ditangkap, tidak ada perlawanan dari pelaku, ia pun langsung dibawa ke Polres Katingan.
04:32Banyak Pak ya terduga pelaku lagi lainnya Pak?
04:35Ya saya tadi dapat informasi dari tim yang saya tugaskan untuk pengungkapan perkara ini.
04:42Dan informasinya ada mengamankan satu orang di dua pelaku.
04:47Namun demikian saat ini masih dalam pendalaman tim penyidik.
04:53Dua polisi lain yakni Aibtu Sumaryanto dan Bribdano Pandri sempat dinyatakan hilang usai insiden penyerangan.
05:02Pencarian yang dilakukan tim gabungan akhirnya membuahkan hasil.
05:05Jenazah Bribdano Pandri ditemukan di daerah aliran Sungai Katingan,
05:09tepatnya di seberang desa Tumpang Lahang pada Sabtu 4 Juli.
05:13Sehari kemudian, Minggu 5 Juli, jenazah Aibtu Sumaryanto ditemukan di sungai desa Tumpang Kaleme.
05:24Pada hari Minggu 5 Juli 2026, pukul jam 9.45 waktu Indonesia Barat,
05:31tim sar gabungan berhasil menemukan korban terakhir atas nama Sumaryanto
05:36dalam kondisi meninggal dunia sejauh 8 km ke arah hilir dari lokasi kejadian.
05:42Selanjutnya korban dievakuasi menuju rumah sakit Bayangkara, pelangkah raya untuk penanganan lebih lanjut.
05:50Pasca penyerangan saat penggerbakan narkoba yang berujung gugurnya tiga polisi,
05:55Kompolnas ke lokasi kejadian di desa Tumpang Kaleme.
05:58Dari penelusuran Kompolnas, tim yang menggerbek rumah terduga bandar Sabu diteriaki sebagai perampok.
06:05Teriakan itu memicu keluarga terduga bandar merangsek ke rumah dan melukai polisi hingga mengejar keluar rumah.
06:16Korban itu diawali dengan ketika anggota sudah fasil pertama dapat apa yang ditarget,
06:25memperkenalkan diri bahwa mereka adalah anggota kepolisian menunjukkan suratnya,
06:30malah diresponnya dengan teriakan bahwa yang datang ke sana adalah perampok.
06:36Dengan teriak-teriak makanya satu dua keluarga yang memang rumahnya dekat di sana itu merangsek ke rumah tersebut.
06:48Kami menduga bahwa mereka mengalami penyiksaan.
06:55Polri memastikan terus mengejar bandar narkoba di Katingan yang menyebabkan tiga anggota satres narkoba gugur
07:02setelah diserang sekelompok orang.
07:05Atas gugurnya tiga polisi dalam tugas Polri memberikan kenaikan pangkat luar biasa.
07:12Secara prinsip kita berduka, Polri berduka.
07:16Untuk personal yang gugur sudah diberikan penganugerahan satu kenaikan pangkat luar biasa.
07:31Kemudian persatuan Polda juga memberikan Polri termasuk dari Barat Eskip untuk mengejar jaringan dari pengedar narkoba yang ada di Katingan
07:44ini.
07:45Publik menanti ditangkapnya lagi para pelaku penganiaya tiga anggota Polri saat penggerbekan narkoba di Katingan.
07:52Perang terhadap narkoba harus terus digencarkan demi melindungi masyarakat dan generasi muda.
07:58Tetapi nyawa penegak hukum juga harus dilindungi agar tidak ada lagi kasus serupa berulang di kemudian hari.
Komentar

Dianjurkan