00:00Tapi alternatifnya apa?
00:04Apa kita mau gaduh?
00:07Habis tiap pemilihan gaduh, tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut, yang kalah ribut.
00:13Kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita?
00:23Bukankah itu kewajiban kita sebagai anak bangsa, sebagai pemimpin?
00:30Sebagai orang terpinter di negara ini?
00:34Bukankah itu segala kepinteran kita harus kita abdikan untuk rakyat kita yang paling miskin dan paling lemah?
00:43Bukankah itu?
00:49Silahkan.
00:52Kalau ada yang berpendapat lain, hak.
00:55Saya katakan kita berbeda.
00:57Kalau ada yang berpendapat bahwa gaduh, ribut, bakar-bakar, anarki, kebencian permusuhan, maki-memaki, itu produktif.
01:15Sementara negara lain menuju kejahteraan, menuju terobosan, menuju kekayaan.
01:27Saudara-saudara, karena itu saya berkali-kali saya datang kepada kampus.
01:40Saya datang, saya minta orang-orang terpinter, tanya Pak Brian, tanya Profesor Sigit.
01:52Saya tanya Profesor-profesor IPB, kenapa kita tidak bisa punya benih?
02:02gandum, kenapa kita harus import gandum?
02:07Saya tanya, kenapa kelapa sawit per hektare di Malaysia produktifitasnya lebih dari kita?
02:21Kenapa, kenapa saya selalu minta mereka, kenapa Indonesia setelah 81 tahun tidak bisa bikin mobil buatan sendiri?
02:37Saya berdiri di depan saudara-saudara, kalian yang PhD,
02:47Kenapa kita tidak punya, kita beli motor, 10 juta motor tiap tahun?
02:57Kenapa tidak ada pabrik buatan Indonesia?
03:05Tapi saya terima kasih kampus, saya terima kasih kita mulai ke arah punya mobil sendiri.
03:17Terima kasih, saya ada satu kepuasan yang mendalam di hati saya.
03:25Waktu saya, waktu saya dilantik, saya pulang dari pelantikan, saya bisa naik mobil buatan Indonesia.
03:39Desainnya Indonesia, dibuat di Indonesia tidak 100% dan tidak ada mobil di dunia yang 100% produknya dari satu
03:51negara.
03:52Tapi kalau 65% dan 70% itu sudah boleh kita klaim buatan Indonesia.
04:04Risikonya, sekarang selama saya jadi presiden, ya harus naik mobil buatan Indonesia.
04:13Waktu bulan-bulan pertama, ya lumayan kecuali kalau hujan keras.
04:21Tapi saya kembalikan, Profesor Sigit, gimana nih mobil presiden bocor?
04:28Perbaiki.
04:30Tidak apa-apa.
04:31Minimal kita mulai.
04:33Kita harus berani mulai.
04:41Kita adalah negara keempat terbesar di dunia.
04:46Kita adalah negara yang kekayaannya luar biasa.
04:51Jadi, saudara-saudara, ini sebagai pembukaan.
04:56Nanti intinya belum, belum.
05:01Jadi, wartawan, dengan segala hormat.
05:09Oh, wartawan sudah keluar ya?
05:11Waduh.
05:12Oh, masih ada?
05:15Para media, saya hari ini mau bicara dari hati ke hati.
05:21Kepada guru-guru besar, saudara-saudara.
05:27Jadi, dengan hormat, saya mengundang para wartawan untuk minum kopi di luar.
05:39Ya, saya yakin Pak Berian sebagai penyelenggara sudah siapkan kopi-kopi yang bagus.
05:51Karena di sini, saudara-saudara,
05:53Tidak apa-apa.
Komentar