00:00Oh tidak, tidak. Jadi konteksnya yang ingin beliau sampaikan bahwa
00:06perhelatan pemilu lima tahunan itu adalah konsensus kita bersama-sama.
00:11Dari kita menyepakati kita bernegara, kita memilih demokrasi,
00:16kemudian wujud dari demokrasi itu adalah kita harus memilih pemimpin di setiap lima tahunan yang itu wujudnya dalam itu pemilu.
00:24Ya ketika itu sebuah hal yang kita sepakati sebagai konsensus bersama-sama,
00:30nah itulah jalan yang beliau tempuh selama ini.
00:32Makanya kalau saudara perhatikan, ya beliau selepas pensiun atau selesai mengabdikan diri di dunia kemiliteran,
00:44beliau menjadi penusaha, kemudian karena beliau mengerti memang konsensusnya seperti itu,
00:50ya beliau masuk ke politik, berjuang mulai jalur politik.
00:54Tahun 2004 beliau berjuang melalui Partai Golkar,
00:58kemudian tahun 2008 beliau memberikan partai,
01:02mengikuti semua mekanisme dan konsensus yang memang sudah kita sepakati.
01:07Memberikan partai politik, maju menawarkan diri kepada masyarakat untuk meminta mandat dari masyarakat.
01:15Mungkin pertama belum berhasil, minta mandat lagi belum berhasil,
01:21sampai empat kali dan 2024 dia diberi amanah oleh rakyat Indonesia melalui mekanisme pemilu yang sah dan konstitusional
01:32dan melekatan itulah beliau betul-betul dalam 2 tahun ini bekerja keras.
01:39Jadi membayar perjuangan selama belum diberi mandat, sekarang diberi mandat kita berikan yang terbaik kepada seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia.
01:46Saya sebagai pemimpin politik, saya dipilih secara demokratis.
01:55Saya maju ke rakyat.
01:58Lima kali minta mandat.
02:03Empat kali tidak diberi mandat.
02:09Empat kali saya kalah, tapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat.
02:26Terima kasih.
02:28Karena biasanya kalau saya bilang empat kali kalah, audience ketawa.
02:31Ini orang Indonesia itu, kalah itu sedih sebetulnya.
02:41Tapi karena saya sadar,
02:45saya mengerti alternatifnya apa.
02:50Karena kita sudah sepakat, bangsa Indonesia sudah sepakat.
02:55Kita ingin hidup sebagai negara
02:59di mana kedaulatan rakyat
03:03yang berkuasa.
03:09Terima kasih.
03:10Terima kasih.
03:19Terima kasih telah menonton.
03:41Terima kasih telah menonton.
03:42Terima kasih telah menonton.
03:42Terima kasih telah menonton.
03:43Terima kasih telah menonton.
03:45Terima kasih telah menonton.
Komentar