Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengatakan mengetahui pihak yang berada di balik sejumlah aksi demonstrasi belakangan ini.

Prabowo heran ada pihak yang tidak mendukung pemerintahannya bersaing dengan negara lain. Presiden ingin seluruh rakyat kompak, layaknya tim sepak bola yang sedang menjalani pertandingan.

Pengamat Komunikasi Politik Unpad, Kunto Adi Wibowo, menyebut ungkapan Presiden untuk menuding elite politik.

Sementara mahasiswa UI membantah tudingan demo bayaran. Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, meminta agar pemerintah tak sekadar menuding, namun juga membuka data ke publik soal pihak yang membayar aksi unjuk rasa mahasiswa.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyebut jika ada pihak yang membiayai aksi unjuk rasa hingga berujung ricuh akan memiliki sanksi pidana.

Sebelumnya Ketua BEM UBK nonaktif, Muhammad Abdimaludin, mengaku mendapat sejumlah uang untuk mengubah lokasi unjuk rasa dari titik di Istana menjadi ke DPR, saat disidang oleh sejumlah rekannya di area kampus.

Ketua BEM UBK nonaktif bersama 14 rekannya juga sempat bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat melakukan aksi unjuk rasa di Istana pada 15 Juni 2026.

Baca Juga Presiden Prabowo: Hati-Hati! Saya Kasih Peringatan, Saya Tahu yang Bayar-Bayar Demo Itu di https://www.kompas.tv/nasional/677134/presiden-prabowo-hati-hati-saya-kasih-peringatan-saya-tahu-yang-bayar-bayar-demo-itu

#demobayaran #demo #mahasiswa #prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/677138/bem-ui-minta-presiden-prabowo-ungkap-data-pihak-yang-bayar-demo-sapa-malam
Transkrip
00:04Terkait uang itu memang saya terima
00:0920%
00:11Mengalihkan aksi di istana
00:13Mereka suruh untuk tidak aksi di istana
00:16Dan aksi di DPR
00:19Hati-hati loh
00:21Saya kasih peringatan mereka-mereka itu
00:23Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo
00:26Gue tahu itu
00:32Presiden Prabowo Subianto mengatakan
00:34Ia mengetahui pihak yang berada di balik sejumlah aksi demonstrasi belakangan ini
00:39Prabowo heran ada pihak yang tidak mendukung pemerintahannya bersaing dengan negara lain
00:44Presiden ingin seluruh rakyat kompak
00:47Layaknya tim sepak bola yang sedang menjalani pertandingan
00:50Pengamat komunikasi politik Unpat Kunto Adiwibo menyebut
00:54Ungkapan presiden itu untuk menuding elit politik
00:58Pak Prabowo berbicara seperti itu
01:00Maka cara berpikir Pak Prabowo bahwa tidak mungkin ada demonstrasi berskala besar
01:06Kalau tidak ada politik yang di belakangnya
01:09Atau tidak ada bohir di belakangnya
01:11Ini juga jadi bermasalah
01:14Yang pertama
01:14Maka mengecilkan gerakan mahasiswa sendiri
01:18Mengecilkan rakyatnya sendiri
01:20Yang kedua
01:21Juga tidak bisa melihat masalah secara lebih jernih
01:25Dia hanya melihat masalah bahwa ini hanya pertarungan elit
01:28Padahal tuntutan mahasiswa bukanlah itu kan gitu
01:32Tuntutan mahasiswa kan lebih pada
01:34Fiskal
01:35Lalu kemudian perbaiki program-program yang memang sudah kelihatan buruk kan gitu
01:44Sementara mahasiswa UI membantah tudingan demo bayaran
01:47Ketua BEM UI Yatalatov Masyuk Imawan meminta
01:51Agar pemerintah tak sekedar menuding
01:54Namun juga membuka data ke publik
01:56Soal pihak yang membayar aksi unjuk rasa mahasiswa
01:59Dan juga langsung buka kepada publik transparansi
02:04Hasil penelusarannya
02:05Misalkan bagaimana bisa mahasiswa UBK itu
02:08Menerima aliran uang sebesar 300 juta gitu
02:11Terus juga bagaimana bisa ada
02:13Kepala Dinas Pendidikan
02:15Malah mengeksploitasi
02:16Dalam dana kutip
02:17Anak-anak untuk ikut aksi PRMBG gitu
02:20Jadi dari kami mahasiswa melihatnya seperti itu kan
02:25Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyebut
02:28Jika ada pihak yang membiayai aksi unjuk rasa
02:31Hingga berujung ricuh
02:32Akan memiliki sanksi pidana
02:34Titik tertentu ya
02:37Apabila memang
02:39Orang-orang yang selama ini dianggap
02:42Membiayai aksi itu
02:44Dan kemudian aksi itu mengarah kepada hal-hal yang
02:46Sudah tidak terarah lagi
02:49Misalnya mengarah ke
02:52Anarkis gitu ya
02:53Terus kemudian apa yang disampaikan
02:55Sudah tidak objektif lagi gitu ya
02:57Nah itu sebenarnya bisa dikenakan
02:59Dibawa ke masalah ranah hukum
03:01Pertama
03:02Jadi
03:03Ya itu
03:05Kalaupun memang ada yang bayar-bayar
03:07Ya stop lah bayar-bayar
03:09Ada yang mahasiswa ini
03:10Jangan juga
03:11Sebelumnya
03:12Ketua BMUBK nonaktif
03:13Muhammad Abdi Maludin mengaku
03:15Mendapat sejumlah uang
03:17Untuk mengubah lokasi unjuk rasa
03:18Dari titik di istana
03:20Menjadi ke DPR
03:21Saat disidang oleh sejumlah rekannya
03:24Di area kampus
03:25Ketua BMUBK nonaktif
03:27Bersama 14 rekannya
03:29Juga sempat bertemu
03:30Wakil Presiden Gibran Rakabuming
03:31Saat melakukan aksi unjuk rasa
03:34Di istana
03:34Pada 15 Juni
03:362026
03:37Tim Liputan
03:38Kompas TV
03:40Sampai jumpa di video selanjutnya
03:41Sampai jumpa di video selanjutnya
03:42Sampai jumpa di video selanjutnya
03:42Sampai jumpa di video selanjutnya
Komentar

Dianjurkan