00:00Anda kembali menyaksikan saplai Indonesia Malam.
00:03Saudara sejumlah warga di kecamatan Karanganyir, Kabupaten Karanganyir, Jawa Tengah
00:07mengembalikan minyak kita bantuan dari pemerintah.
00:10Minyak kita gratis dari program bantuan pangan ini dikeluhkan warga
00:13karena berwarna pekat dan berbau seperti solar.
00:19Sejak Kamis pagi, warga berbondong-bondong mengembalikan bantuan minyak kita dari pemerintah.
00:25Mereka mengeluhkan, adanya bau menyengat, suat minyak digunakan untuk memasak.
00:30Rasa masakan yang digoreng menggunakan minyak kita dari bantuan pemerintah
00:33juga rasanya aneh dan pahit ditenggorokan.
00:36Bantuan ini sebelumnya diseluruhkan pada 17 Juni lalu.
00:40Di desa Tegal Gede, Karanganyir, sebanyak 858 keluarga merema bantuan.
00:45Masing-masing mereka merema 4 liter minyak dan 20 kg beras.
01:01Sebelumnya minyak kita berbau solar juga ditemukan di dua kecamatan di Kebupaten Kelatan, Jawa Tengah.
01:06Minyak kita kemudian dikebalikan oleh masyarakat dan diganti dengan produk yang baru.
01:27Menteri Pedagangan Budi Santoso menanggapi keluhan warga terkait dengan minyak kita berbau solar.
01:33Yang menegaskan bahwa izin perusahaan produser minyak kita bisa dicabut jika ditemukan pelanggaran.
01:39Budi mengaku dari pihak produser mesal telah menarik seluruh produk
01:43dan saat ini sedang dilakukan investigasi untuk memastikan penyebab minyak kita berbau solar.
01:53KMR Karanganyir semuanya sudah ditarik oleh PT KMR dan kita terus melakukan investigasi.
02:01Kalau memang melanggar dan soberan ya bisa perusahaan izinnya dicabut.
02:05Nah nanti kalau memang ada temuan lain secara bidang ya semua diproses ya.
02:09Semua diproses sesuatu.
02:11Kalau dugaan sementara apa Pak Ibu yang ada?
02:13Belum, saya belum berani ini tapi kan sekarang lagi dibawa ke labi ya.
02:17Masih di, oke ya.
02:19Perkembangan temuan minyak kita berbau solar.
02:22Saat ini kita sudah terhubung dengan Nasim Khan, anggota Komisi 6 DPR RI dari fraksi Partai PKB.
02:28Selamat petang Mas Nasim.
02:32Selamat petang.
02:33Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:36Ini sesuatu yang tidak mengenakan terjadi.
02:39Bagaimana respon Anda dari DPR melihat banyaknya temuan minyak kita
02:42yang diberikan kepada masyarakat, aromanya bisa bawa solar.
02:49Jadi masalah minyak kita ini perasaan sudah menjadi tradisi hampir tiap saat, hampir tiap tahun.
02:56Ya banyak masalahnya sih, ini salah satu aja.
02:59Ya, mulai dari distribusi, harga, sekarang sudah berbau minyak solar.
03:04Ya, kan.
03:06Nah, jadi intinya ini dengan adanya kasus ini, berarti apa ya, masih adanya celah.
03:14Ya, kan.
03:14Adanya celah tentang pengawasan perdagangan hukum dari pihak kita, dari pemerintah,
03:20dan terkait semuanya, ya kan, terhadap standar-standar produk, dan lain-lainnya.
03:26Ada, cukup di situ dulu karena Anda ngomong soal celah, Pak Nasim.
03:30Kan ada produsen nih, distributor, sampai ke tangan masyarakat.
03:35Tapi Anda melihat poin masalahnya itu di pemerintah penguasannya aja,
03:40atau memang kita kembali ke hulu dari distribusinya?
03:44Kita berbicara logika saja, Pak.
03:47Kalau kita berbicara produk ini kan dari mana jadinya?
03:51Apa langsung ting ada di bulok?
03:53Atau ada ting di masyarakat?
03:55Pasti awalnya adalah dari produsen.
03:59Produsen pempacking, dan lain-lainnya.
04:01Nah, di situlah seharusnya perdagangan hukum.
04:04Dari awal evaluasi, ya, pernataannya semuanya.
04:07Semua harus di cross-check dengan benar.
04:09Kalau perlu ada tindak terjadi seperti ini nanti,
04:11harus ada pendidikan tegas.
04:13Karena saya baca itu hampir sekitar cuma 21 produsen yang ada di Indonesia.
04:18Indonesia yang disini hanya ada 21 produsen.
04:21Termasuk yang terjadi di Jawa Tengah sekarang ini,
04:23produsennya ada di daerah Jawa Tengah juga, ya.
04:26PT, apa saya lupa tadi, Sol.
04:28PT AKM, atau apa?
04:29Saya sudah dapat surat,
04:30kreditasi dari kementerian, saya cek tadi.
04:33PT Kusuma Mukti Remaja, ya kan?
04:37Yang saya lihat, dan dia sudah menarik semuanya,
04:39yang terjadi, yang kerjasama dengan bulok.
04:41Nah, tapi seharusnya ini menjadi bahan untuk perhatian
04:45kepada pemerintah kita, ya kan?
04:46Nah, informasi, ya kan?
04:49Kualitasnya bagaimana minyak kita,
04:51jangan hanya gara-gara minyak kita ini barang murah,
04:53ya, terjangkau di masyarakat,
04:56lalu seenaknya akan terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan, ya kan?
05:01Jadi kan ini sebenarnya ada masalah quality control, ya?
05:05Yang tidak ketat, begitu.
05:07Nah, artinya siapa yang bertanggung jawab menurut Anda?
05:10Produsen dan pemerintah,
05:11atau menurut Anda pengawasannya yang sebenarnya los?
05:14Semua, pengawasan, semua subgas,
05:17semuanya pemerintah, dan kita semuanya,
05:19minyak, kita ini adalah mandat negara, loh.
05:22Ya.
05:23Ya, untuk membantu masyarakat, ya kan?
05:25Itu.
05:26Jadi kita harus jaga dong kualitasnya, mutunya, ya kan?
05:30Bagaimana terbaik ini menjadi nomor satu untuk masyarakat kita?
05:33Ya, semuanya stakeholder, ya, harus bertanggung jawab di sini.
05:37Dan saya minta kementerian, perdagangan,
05:39nanti harus kalau bisa mencopot.
05:40Bila terjadi produsen ini memang ada pelanggaran,
05:43ada kesalahan, atau apapun yang terjadi nanti,
05:46sargas, penegak hukum, harus jelas.
05:48Saya dengar ini sudah di uji coba,
05:50di, apa kata namanya, sudah di cek ya,
05:53uji tes ya, tapi itu pun hasilnya baru satu minggu.
05:56Saya juga bingung.
05:57Kenapa hasilnya baru satu minggu, baru ketahuan?
06:00Ini saya tadi cek, sudah di cek oleh Minas Pertanian.
06:02Ya kan, sampelnya sedang dikelipi di lab Sukovindo.
06:07Nah, ini satu minggu, jadi kita harus menunggu satu minggu.
06:12Jadi, lambatnya hasil yang Anda simpulkan,
06:15apakah kemungkinan, atau mungkin waktu dekat,
06:18akan memanggil Menteri Perdagangan dan jajarannya?
06:23Dari DPR?
06:23Pasti, pasti.
06:24Isinan nanti akan sekalian memandil,
06:26sekalian akan laporan untuk tahunan di 2026 ini,
06:30untuk Menteri Perdagangan.
06:31Di saat ini juga kita akan mempertanyakan tentang,
06:35tentang perdagangan,
06:36apa berhubungan dengan semuanya ya,
06:38baik dari fungsi ekspor, impor, perdagangan,
06:41dan lain-lainnya,
06:42teman-teman perdagangan, pasti ya.
06:44Dan selalu,
06:45berapa kali saya ngerti ke Menteri Perdagangan,
06:47waktu terakhir, keada pertemuan,
06:48kenapa minyak kita ini harus produsen luar saja,
06:52atau suatu saja.
06:53Lalu, kita ini punya BUMN,
06:55kita mandat negara.
06:56Kenapa sih minyak kita ini diberikan kepada BUMN kita,
06:59dan antara kita,
07:00yang siap otomatis akan lebih teliti,
07:04kenapa, gitu loh,
07:05dibagi atau bagaimana,
07:06diatur secara proporsional atau bagaimana,
07:09itu yang kita harapkan.
07:10BUMN diberikan kepada BUMN kita,
07:11siap sebetulnya.
07:12Tapi kalau dari DPR sendiri,
07:14Pak Nasim,
07:15apakah sudah ada investigasi sendiri yang dilakukan?
07:18Mengingat,
07:19ini kan sebenarnya,
07:20tata kelola mutu dari pangan pemerintah yang kita pertanyakan, kan?
07:27Investigasi itu adalah bisa dilakukan oleh SD Kolder,
07:30Satgas, dan lain-lain, ya, Maia?
07:31Kami DPR menerima masukan.
07:34Kami DPR menerima aspirasi dari masyarakat,
07:36termasuk kejadian-kejadian yang terjadi di Jawa Tengah,
07:38dari teman-teman di Gapil,
07:40di daerah,
07:41di mana itu ada masukan-masukan ini.
07:42Kenapa?
07:43Dan ini bantuan.
07:44Dan ini bantuan sosial dari pemerintah.
07:46Kalau seperti ini.
07:47Oleh sebab itu,
07:48sempat tadi pagi saya tanyakan
07:50kepada kementerian perdagangan
07:52dan juga di situ dirijen oleh dalam negeri.
07:56Pak Iqbal,
07:57saya tanyakan apa yang terjadi di Pak Iqbal.
07:58Ini, gini, gini, ini.
07:59Dan semuanya sudah dalam proses.
08:01Oke.
08:01Dia berkomitmen.
08:02Kementerian perdagangan berkomitmen,
08:04bila itu terjadi penyelerengan,
08:05bila terjadi masalah,
08:07kelalaian dan lain-lain,
08:08akan dihidupan tegas.
08:08Dan oleh sebab itu,
08:10kita mohon bantuan penegak hukum
08:11untuk lebih tegas,
08:12segala hal.
08:13Dan bila tidak,
08:14ini terus,
08:15akhirnya sini.
08:16Jadi,
08:16terus terjadi hal-hal seperti ini
08:19lagi ke depannya.
08:19Ya.
08:20kalau hasilnya semuanya.
08:21Pak Nasim,
08:21dari,
08:22ini pertanyaan terakhir saya,
08:23dijawab singkat.
08:24Dari sejumlah atau banyaknya
08:25produsen yang terlibat,
08:26kalaupun memang tadi Anda mengatakan
08:28bahwa,
08:29kalau memang produsen yang salah,
08:30maka dicabut saja izinnya,
08:32apakah itu sudah menyelesaikan masalah?
08:33Karena masalahnya kita
08:34nggak sekali dua kali.
08:35Seperti yang disebutkan tadi,
08:36ada masalah harga eceran tertinggi,
08:39kemudian juga soal kemasan.
08:42Ya,
08:43karena sebagaimanapun juga,
08:44Mbak,
08:45kan SOP itu ada
08:46bagi produsen,
08:48bagi semuanya.
08:49Nah,
08:49kita ikuti aturan itu,
08:51ya kan.
08:51Bila terjadi penyelewengan,
08:53penyalahgunaan,
08:54atau keteledoran,
08:56kelalaian,
08:57ya harus ditindak tegas dong,
08:59apalagi sampai melugikan,
09:00apalagi berefek kepada kesehatan,
09:02kepada masyarakat.
09:03Iya kan?
09:03Nah,
09:04itu yang kita harapkan nanti,
09:05harus tegas.
09:05Pemerintah.
09:06Ya.
09:08OP itu harus dilakukan,
09:08dijarakan.
09:09Nanti ada beberapa catatan
09:10yang akan kami berikan.
09:11Yang setelah saya rangkum,
09:12catatan itu untuk kepada pemerintah,
09:15untuk bisa dilakukan.
09:16Itu ada beberapa catatan
09:17yang sudah saya buat nanti.
09:18Baik,
09:19terima kasih.
09:19Terima kasih, Pak Nasim,
09:22telah menyempatkan waktunya berdiskusi
09:24di Sapa Indonesia Malam.
Komentar