Skip to playerSkip to main content
  • 2 days ago
Transcript
00:00I love you
00:02I love you
00:15I love you
00:31Halo Sobat Film, balik lagi bareng gue yang bakal nemenin kalian buat ngebahas film-film seru dari semesta alam horor.
00:38Dan kali ini kita bakal ngomongin film horor terbaru 2026 yaitu ala Seroban yang sudah tayang streaming di Netflix.
00:45Apa kabar kalian hari ini? Semoga sehat walafiat ya.
00:49Tetap semangat jaga kesehatan.
00:52Kali ini kita akan membahas sebuah alur film tentang seorang ibu yang rela menggantikan putrinya yang akan diambil oleh sosok
01:00penunggu hutan yang menyeramkan.
01:02Oke, kita langsung saja ke filmnya.
01:13Film dimulai ketika seorang ibu dan anaknya sedang naik becak menuju ke sebuah terminal di kota pengalongan Jawa Tengah.
01:21Penyakit katarak bernama Gendis.
01:25Ayo Gendis, cepetan.
01:27Iya, iya bu.
01:29Ini anaknya dijaga.
01:30Kalau kayak gini siapa yang tanggung jawab?
01:32Karena buru-buru, Gendis yang tidak sengaja menabrak seorang pedagang membuat Sita dan Gendis tertinggal bis ke kota tujuan mereka,
01:39yaitu kota Semarang.
01:43Sita yang tidak berhasil mengejar bis meski sudah berteriak-teriak, terlihat wajahnya sangat panik karena dia harus secepatnya pergi ke
01:51Semarang karena besok pagi adalah hari pertama dia masuk kerja.
01:56Kenapa, mbak?
02:03Di tengah kepanikannya, Sita didatangi oleh seorang kernet yang bernama Surya.
02:08Di sini, Surya menawarkan ke Sita untuk naik bis yang disopiri oleh temannya yang lagi istirahat.
02:13Tapi biar bisnya cepat jalan, Surya minta Sita untuk membayar lebih ongkosnya.
02:29Sita yang setuju buat bayar lebih ongkosnya, akhirnya ia naik bis bersama Gendis.
02:34Akan tetapi, sopir bis yang bernama Dadang sempat bersitegang dengan Surya.
02:38Karena kalau dia membawa Sita dan Gendis ke Semarang, mau nggak mau mereka harus membawa bis itu melewati rute jalan
02:45yang terkenal dengan cerita mistisnya,
02:47yaitu Alas Roban.
02:59Dadang yang awalnya sempat ragu, akhirnya dia pun setuju setelah diakinkan oleh Surya kalau Alas Roban itu hanyalah mitos belaka.
03:07Dan yang terpenting saat melewati Alas Roban, Surya mengingatkan Dadang untuk membunyikan klakson.
03:12Meski dengan setengah hati, akhirnya Dadang pun mulai menjalankan bis.
03:20Di tengah bis yang mulai jalan, terlihat Gendis nampak sedih.
03:24Ia merasa bersalah karena gara-gara dirinya tidak bisa melihat dengan normal.
03:28Mereka berdua jadi ketinggalan bis yang harus mereka naiki sebelumnya.
03:34Sita yang sadar tidak sengaja melukai perasaan putrinya, ia pun berjanji pada Gendis dia bakalan bisa melihat normal lagi.
03:40Karena di tempat kerjanya nanti, gajinya lebih besar sehingga Mata Gendis bisa secepatnya dioperasi.
03:59Beralih ke bagian depan bis, Dadang yang sedang fokus menyetir seketika berubah panik ketika memasuki Alas Roban.
04:05Ditambah lagi, klakson bis yang mendadak mati.
04:19Sementara di bagian kursi penumpang, ada satu penumpang yang mulai ngerasa ada sesuatu yang aneh.
04:24Dia sadar kalau dari tadi mereka sudah dua kali melewati jalan yang sama.
04:31Hingga tiba-tiba dadang dikejutkan dengan satu sosok yang tertabrak oleh bis.
04:42Sontak, semua orang ikut kaget dengan suara bis yang menabrak sesuatu.
04:48Dadang yang terlihat shock akhirnya memberanikan diri keluar dari dalam bis.
04:52Namun anehnya ketika dadang mengecek ke bagian depan, tidak ada apapun di sana.
04:59Kecuali ada sebuah tanda telapak tangan yang ketika dadang cek itu adalah cairan darah.
05:06Dadang semakin dibuat ketakutan, seolah ini adalah sebuah pertanda buruk yang akan terjadi kepada mereka.
05:14Apalagi saat ini bis tiba-tiba berhenti dan mogok tepat di dalam Alas Roban.
05:21Kamu penapa, dok?
05:23Aku kebelet di Facebook.
05:25Pak, boleh saya pinjam?
05:27Di tengah situasi yang menegangkan, di dalam bis, gendis bilang kepada Sita kalau dirinya sudah kebelet pipis.
05:36Dan mau gak mau, Sita pun memutuskan untuk keluar dari dalam bis.
05:41Mereka yang sempat meminjam senter kepada dadang,
05:44akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam hutan dan mencari tempat buat gendis pipis.
05:49Mereka berdua terus berjalan masuk lebih jauh ke dalam hutan.
05:53Mereka lebih bisa kok, cukup banget ya di sana.
06:01Hingga tiba-tiba mereka berdua menemukan sebuah warung yang ada di tengah-tengah hutan.
06:07Tanpa merasa curiga, Sita pun langsung meminta izin untuk ikut ke kamar mandi kepada seorang wanita penjaga warung itu.
06:15Mbak, boleh pinjam kamar mandinya di sebelah sana?
06:20Makasih.
06:22Akan tetapi, wanita itu menatap Sita dan gendis dengan tatapan yang sangat aneh.
06:28Sita yang tidak menyadari hal itu langsung menyuruh gendis untuk masuk ke dalam kamar mandi sendirian.
06:35Dan saat pintu kamar mandi ditutup,
06:50Ada satu sosok putih pucat yang mendekati gendis dan langsung menutup matanya.
06:55Sementara di luar kamar mandi, Sita juga dikagetkan dengan kedatangan seekor kerak berbulu putih.
07:01Karena merasa ada sesuatu yang aneh, dia pun terus memanggil-manggil gendis.
07:13Terlihat gendis yang keluar dari kamar mandi tersenyum sangat aneh.
07:17Tapi Sita tidak menyadarinya dan langsung memutuskan untuk pamit pulang.
07:21Akan tetapi, si wanita pemilik warung mengajak mereka mampir untuk makan.
07:34Sita yang tidak bisa menolak, akhirnya ia mampir dulu ke warung dan memberikan pisang kepada gendis.
07:41Terlihat si wanita pemilik warung terus menatap aneh kepada gendis dengan senyuman yang mencurigakan.
07:46Seolah ada sesuatu yang ia sembunyikan.
07:49Hingga akhirnya mereka berdua pun izin pamit buat kembali ke bis.
07:55Namun, tiba-tiba warung itu pun menghilang.
07:59Sita dan gendis yang sudah ditunggu oleh Surya di pintu masuk bis, mereka berdua pun langsung duduk di kursi mereka.
08:05Namun, tanpa mereka sadari...
08:21Sikim pun berpindah ke sebuah rumah sakit di kota Semarang.
08:25Di sana terlihat Sita, yang baru mulai kerja sebagai admin kamar jenazah.
08:30Dan ia juga dijelaskan tugasnya untuk mendata korban-korban kecelakaan oleh Dr. Yusman.
08:36Dan saat itu juga, Sita memastikan tentang subsidi operasi katarak untuk putrinya.
08:43Terlihat Sita sangat bahagia karena setelah satu tahun ia bekerja,
08:47dia bisa mengajukan operasi katarak untuk gendis dengan potongan biaya 50%.
08:54Dan di saat bersamaan, Sita juga diperkenalkan kepada Anto, supir ambulansi yang sama-sama kerja di rumah sakit itu.
09:02Yang ternyata Anto adalah teman dari sepupunya Sita.
09:06Sekaligus, dia juga yang merekomendasikan Sita buat kerja di rumah sakit ini.
09:11Mas Anto ya? Saya Sita. Salam kenal.
09:14Mas, makasih banyak info lawan kerjanya.
09:17Oh iya, sama-sama.
09:19Beralih ke tempat tinggal baru Sita dan juga gendis.
09:22Terlihat di dalam rumah sudah ada sepupu Sita yang bernama Tika.
09:27Di mana Tika ini yang sudah menyiapkan semua keperluan Sita saat pindah ke Semarang.
09:33Dan Tika terlihat sangat senang ketika Sita pindah ke Semarang.
09:36Dia juga bersedia buat dititipin gendis selama Sita pergi kerja.
09:42Karena saat ini, Tika sedang LDR-an sama suaminya yang seorang dokter pemerintah.
09:48Di sini Sita juga sempat curhat gimana susahnya ia membesarkan gendis sendirian setelah suaminya meninggal karena kecelakaan.
09:57Dan di saat Sita dan Tika ngobrol berdua, gendis yang dari tadi terlihat main coklat sendirian, ternyata ada yang menemaninya.
10:14Malam harinya Sita yang baru selesai mandi dibuat heran dengan tingkah aneh gendis yang masuk ke dalam kamar.
10:21Sita pun mendekat ke pintu kamar.
10:23Budi, nanti kalau aku udah bisa ngelihat, aku mau jalan-jalan bareng Budi sama ibu.
10:29Dek, aku pulang ya. Tadi aku mau pamit sama kamu, tapi nungguin.
10:33Hingga tiba-tiba dia dikagetkan dengan suara Tika yang ia kira sedang mengobrol dengan gendis di dalam kamar.
10:40Seketika Sita pun dibuat takut ketika ia intip ada orang lain di dalam kamar bersama gendis.
10:46Ditambah lagi ketika pintu kamar yang mendadak tidak bisa dibuka.
10:51Gendis, buka dok!
11:00Namun anehnya setelah pintu berhasil dibuka, Sita dibuat heran ketika tidak ada siapapun di sana kecuali gendis yang sedang tertidur.
11:11Skin pun berpindah ke esok harinya, terlihat Tika yang sedang menemani gendis di rumah.
11:17Akan tetapi, Tika dibuat heran dengan tingkah gendis yang tiba-tiba bisa menggambar.
11:24Gendis, kamu bisa gambar.
11:27Sih, pun ke jalan berisi.
11:33Sementara itu, Sita yang sedang melihat berkas rumah sakit, dia dikejutkan dengan info penemuan tengkorak dengan kondisi yang mengenaskan.
11:41Di ruang jenazah terlihat ada Anto dan seorang wanita tua yang bernama Bu Emma.
11:47Sita pun langsung menanyakan lokasi penemuan tengkorak itu.
11:59Seketika Sita pun dibuat kaget mendengar alas roban.
12:02Ditambah lagi, dia juga dibuat takut saat Bu Emma berbisik kepadanya tentang Sita yang melihat monyet putih di tempat itu.
12:11Karena penasaran, Sita pun langsung bertanya tentang Bu Emma kepada Anto.
12:16Anto pun bilang kepada Sita, kalau Bu Emma adalah rekan kepolisian yang tahu banyak tentang alas roban.
12:24Di sini, Sita juga menceritakan kepada Anto bahwa dirinya dua hari yang lalu juga melewati alas roban, bahkan bis yang
12:30mereka tumpangi sampai mogok di sana.
12:34Tapi nggak ada apapun yang terjadi kepada mereka.
12:37Mbak, bis mogok itu bukan tanda baik lho.
12:40Karena perjalanan malam dilarang.
12:41Yang udah-udah pasti ada aja kejadian aneh.
12:46Waktu pun beralih ke malam hari di rumah Sita.
12:50Gendis yang sedang tertidur tiba-tiba terbangun karena pintu kamar mendadak terbuka.
12:55Seperti ada seseorang yang datang.
12:58Sita yang menganggap Gendis bermimpi buruk karena demam, ia pun pergi ke dapur untuk mengambil kompresan.
13:05Akan tetapi...
13:18Banyak sosok hantu yang tiba-tiba datang menghampiri Gendis.
13:22Sita yang heran melihat Gendis berdiri di ruang tengah, mengajak Gendis untuk kembali ke kamar.
13:27Hingga tiba-tiba di kaca terlihat sosok wanita mengenakan mahkota berdiri di belakang Gendis.
13:42Keesokan paginya, seperti biasa Tika datang ke rumah Sita untuk menemani Gendis.
13:48Tapi sebelum Sita berangkat kerja, Tika menunjukkan hasil gambar yang sebelumnya digambar oleh Gendis.
13:54Psst, Gendis bisa gambar?
13:57Ini?
14:02Sita yang sedang keheranan dengan hasil gambar Gendis, dikejutkan dengan kehadiran Anto
14:07yang menginfokan tentang jenazah sebelumnya yang akan segera dimakamkan.
14:12Di sini Sita juga bertanya kepada Anto tentang seorang wanita penjaga.
14:16Warung yang ia temui saat di Alasroban.
14:20Akan tetapi di sini Anto terlihat sangat kebingungan.
14:25Gendis?
14:26Aku bosan. Kita main yuk.
14:29Sementara itu di rumah Sikap Tika dibuat keheranan dengan tingkah Gendis yang mengobrol sendirian di kamarnya.
14:35Gendis? Kamu lagi ngapain?
14:38Lagi ngobrol sama mbak yang punya warung.
14:40Di sini gak ada siapa-siapa sayang.
14:42Ada bu deh. Ini di depan Gendis.
14:46Tika yang mendengar jawaban Gendis seketika dibuat ketakutan sendiri mendengar apa yang dikatakan Gendis.
14:52Karena yang ia lihat di depan Gendis itu tidak ada siapa-siapa kecuali sebuah boneka.
14:59Untuk mencairkan suasana, Tika pun langsung mengajak Gendis untuk main dengannya.
15:04Tapi ternyata sikap aneh Gendis kembali terlihat.
15:08Gendis hari ini mau ngapain sama bu deh?
15:11Main petak umpet.
15:16Bude yang jaga ya?
15:18Tika yang kebagian jaga saat main petak umpet tiba-tiba dikagetkan dengan...
15:23Tiga, empat, tujuh, sepuluh.
15:30Tiga, empat, tujuh, sepuluh, sepuluh, sepuluh, sepuluh, sepuluh, sepuluh, sepuluh.
15:38Terima kasih telah menonton!
Comments

Recommended