- 1 day ago
Category
🎥
Short filmTranscript
00:00I have already been in my life
00:01I know, I don't think I've ever thought
00:04I'm also thinking
00:05I'm thinking it's easy for my life
00:06I have a child who has been in my hospital
00:11I'm not a mother
00:11I have to take care of all of them
00:13I can't take care of you from home
00:14I want to take care of you
00:17I have to take care of you
00:19We all have to take care of you
00:22Since this mother is a mother
00:23I have to take care of you
00:24I have to take care of you
00:29I have to take care of you
00:30I have to take care of you
00:37Hello Sobat Film
00:39Balik lagi bareng gue yang bakal
00:41nemenin kalian buat membahas film-film seru
00:43dari seluruh dunia
00:44Siapa disini nih yang gak sayang sama ibunya?
00:48Pasti semua orang sayang banget yang namanya sama ibu
00:51Ya?
00:52Sampai penasaran sayang ke ibu tuh kayak
00:55gak bisa diungkapin dengan kata-kata
00:57Nah kali ini kita bakal ngomongin film yang bikin hati campur aduk banget
01:02Judulnya adalah Andai Ibu Tidak Menikah Dengan Ayah
01:05yang menceritakan tentang pengorbanan ibu yang begitu besar
01:08dan memiliki suami yang tidak bertanggung jawab
01:12Penasaran sama filmnya?
01:13Kita langsung aja ke filmnya
01:23Film diawali saat kita diperlihatkan di rumah sederhana
01:26Ulan memiliki tiga anak
01:29yaitu Anis, Alin, dan Asya
01:31dan dibagi mereka pun sibuk masing-masing
01:34Ada yang siap-siap kuliah, sekolah dan siapin anaknya masuk TK
01:38Ulan juga sibuk siram bunga dan bantuin anaknya yang sibuk siap-siap itu
01:43Sementara ayah mereka baru bangun tidur dan lagi santai sambil merokok
01:48dan setelah semuanya berangkat
01:49Ulan pun juga keluar untuk ke tempat laundry untuk bekerja
02:00Beralih, Anis pun mengantar anaknya Reno masuk ke TK
02:04Alin disini naik MRT untuk ke kampusnya
02:07dan bulan punya usaha laundry
02:08dan dia pun bekerja sendirian disana
02:11dan suka jemput pakaian kotor orang-orang
02:17dan di kampusnya
02:19Alin pun ambil jurusan kedokteran tapi pakai beasiswa
02:23dan saat Alin praktik untuk skripsi
02:26tiba-tiba dia dikabari kalau beasiswanya ditinjau ulang
02:30apakah bisa bertahan atau tidak
02:35Alin pun bingung dan takut biar siswanya dicabut
02:39tapi dia punya sahabat yang mendukung Alin
02:48Setelah itu Alin pun dijemput pacarnya yaitu Irfan yang anak orang kaya
02:53dan saat di rumahnya Anis punang
02:55dan dia pun ditanya sama ayahnya
02:57kenapa dia belum ada panggilan kerjaan
03:00padahal sudah naruh lamaran kesana kesini
03:02Kamu kemarin-kemarin tuh interview banyak
03:04apa enggak ada yang lolos?
03:06Ya nyari aja susah yang mana duduk-duduk doang sebelum merokok
03:09dan saat Anis berangkat
03:11ayahnya pun mendapat notifikasi untuk judul
03:14dan dia pun langsung sibuk cari uang di rumahnya
03:20Si Nun beralih di kosan Alin
03:23dia yang lagi sibuk siap-siap untuk keluar dari kosannya dibantu sama Irfan
03:28Irfan pun selalu mengajak Alin untuk nikah dan merubah hidup Alin
03:33tapi Alin menolak karena dia ingin mau lulus kuliah dulu
03:37Gimana mau ngambil spesialis kalau kaya gini?
03:39Kalau kamu nikah sama aku
03:40Kalau kita mau nikah ya udah tinggal nikah
03:42Nggak tinggal Kalifan
03:44dan saat di malam hari saat hujan deras
03:47rumah pada bocor dan mereka pun sibuk menadahi hujan itu
03:51tapi tiba-tiba atapnya juga ambruk sampai airnya banyak yang masuk
04:00Wulan pun bergegas keluar untuk menutupnya pakai terpal
04:04Alin pun datang dengan Irfan dan dia pun kaget karena ibunya ada di atas genteng
04:10Irfan pun hanya diam dan bingung mau bantu apa
04:13Sampai akhirnya airnya pun masuk lewat lampu dan listriknya pun padam
04:18Bu, hati hati bu!
04:20Tidak!
04:22Tidak!
04:23Tidak!
04:23Tidak!
04:48Tidak!
04:53Tidak!
05:05Tidak!
05:11Tidak!
05:35Tidak!
05:37Tidak!
06:01Tidak!
06:02Tidak!
06:27Tidak!
06:31Tidak!
06:44Tidak!
06:45Tidak!
07:07Tidak!
07:11Tidak!
07:13Tidak!
07:24Tidak!
07:39Tidak!
07:41Tidak!
07:43Tidak!
07:53Tidak!
07:57Tidak!
07:58Tidak!
07:58Tidak!
08:09Tidak!
08:20Tidak!
08:25Tidak!
08:27Tidak!
08:36Tidak!
08:39Tidak!
08:40Tidak!
08:41Tidak!
08:41Tidak!
08:41Tidak!
08:42Tidak!
08:42Tidak!
08:42Tidak!
08:43Tidak!
08:43Tidak!
08:43Tidak!
08:44Tidak!
08:46Tidak!
08:52Tidak!
08:56Tidak!
08:56Alin pun putus dan ibunya pun menyuruh Alin untuk pakai sandal ibunya saja.
09:02Sedangkan ibunya jalan tanpa pakai sandal.
09:09Simpun beralih ayahnya Alin kerjaannya cuma ngopi dan main judi sana-sini.
09:15Padahal hutangnya banyak dan tidak bantu cari uang untuk keluarga.
09:21Dan di malam hari semuanya kumpul untuk makan malam.
09:25Kecuali ayah mereka yang biasa memang jarang di rumah.
09:28Ibu mereka selalu menyemangati anaknya untuk terus semangat walaupun hidup terasa berat.
09:34Dan di sini ibunya hanya minum jamu karena ibu mereka bilang kalau besok mau ada tukang yang betulin atap.
09:40Makanya besok dia mau kirim tukang.
09:42Kalau begitu ibu besok bilang pagi aja ya.
09:45Alin dan Acapun pergi beli-beli ke warung.
09:48Dia menanyakan soal dokter Andri yang katanya teman ibunya yang sering main ke rumah dan membelikan mereka barang-barang.
09:55Alin bilang kalau dia curiga ibunya selingkuh.
09:58Tapi Acap melarang Alin untuk berpikir seperti itu.
10:02Biasanya tuh kalau ke rumah bawain obat, kalau ibu sakit, bulan sekali aja.
10:07Kok aku nggak tahu ya?
10:08Di jalan pulang Acapun melihat ada debt collector dan dia pun menarik Alin sembunyi.
10:13Karena katanya debt collector itu pasti nyari ayah mereka.
10:16Debt collector itu...
10:18Saat di rumahnya ibunya pun menyembunyikan tangisnya dari anak-anaknya karena habis kedatangan debt collector soal hutang ayahnya.
10:26Tadi ada debt collector, ibu datang.
10:30Esok paginya Alin pun melihat ibunya dan dokter Indra di luar.
10:35Alin dikenalkan dengan dokter Indra yang memang baik kepada mereka.
10:38Saat dokter Indra pulang, ayah Alin pun datang dan tanya dia siapa tadi yang datang dan Alin bilang itu adalah
10:46tukang atap.
10:50Beberapa hari kemudian, Alin sekeluarga pergi ke rumah tentunya untuk acara ulang tahun keponakan mereka.
10:56Di sana Irfan juga ikut untuk dikenalkan ke anggota keluarga yang lain.
11:01Udah mau nikah mereka.
11:03Saat acara dimulai, ayahnya Alin dengar gosip kalau dirinya diomongin pernah pinjam uang ke mantan suaminya Anis.
11:10Dia pun marah dan pergi nyamperin Anis dan nanyain kenapa mantan suaminya harus keluar-keuar ke orang-orang.
11:17Di sana emosi Anis juga sudah tak terbendung.
11:20Anis pun berantem sama ayahnya sampai semua orang melihat ke arah mereka.
11:25Alin dan ibunya pun berusaha menenangkan keadaan mereka karena malu sudah bikin masalah di acara orang.
11:32Nggak masalah lu tuh apa sih kan sama Irfan?
11:33Jangan nyalain ayah.
11:34Itu emang suamimu kasar.
11:36Bagaimana lu pernah cerita ke gue soal rumah?
11:38Saya juga ikut berusaha Anis.
11:40Dan saat di perjalanan pulang, mereka hanya diam-diaman karena habis berantem tadi.
11:46Alin yang megang HP ibunya melihat Kat dari dokter Irfan dan membuatnya makin curiga.
11:55Ya selama ini ya di rumah, Alin pun langsung buka buku di hari ibunya dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi
12:01antara ibunya dan dokter Indra.
12:04Dari mana dia matan pacar ibu? Lu baca dong makannya.
12:07Ibu ada hubungan apa sama dokter Andri?
12:09Lu tau ke Alin lu dua ibu selingkuh?
12:11Lu nggak sadar ya selama ini yang penting tulang buat kita tuh siapa?
12:14Kelih semua tiga banget sama ayah.
12:15Ternyata obrolan mereka didengar sama ayahnya Alin dan membuatnya langsung emosi.
12:21Alin pun mengejar ayahnya yang ternyata pergi ke rumah sakit dan mencari dokter Indra.
12:26Ayahnya Alin pun marah-marah dan memukul dokter Indra.
12:30Padahal disana lagi ramai dan banyak orang yang mau video aksinya.
12:34Dokter Indra pun minta Alin untuk mobrol di ruangannya soal ibunya.
12:42Dan saya di ruangan dokter Indra.
12:44Akhirnya dia pun ngaku kalau dia adalah biru.
12:47Yaitu mantan pacarnya ibunya Alin.
12:50Tapi dia tidak ada hubungan spesial dan hanya selalu ada membantu ibunya Alin yang sedang membutuhkannya.
12:57Dokter punya hubungan apa sama ibu?
12:59Dokter masih punya hubungan sama ibu?
13:01Aca dan Anis pun menenangkan ibunya di rumah.
13:03Dan saat Aca disuruh cari obat dan dia melihat ada berkas ronsen dan membuatnya kaget.
13:09Ternyata ibunya sakit kanker pancerea stadium 4.
13:15Kak?
13:16Saat di ruangan dokter Indra, Alin pun digagetkan sama foto yang dikirim Anis kalau ibunya sakit.
13:23Alin pun bergegas untuk pulang.
13:28Lebih baik kamu pulang sekarang.
13:30Sesampainya di rumah semuanya sudah menangis karena baru tahu soal penyakit ibunya yang ternyata parah.
13:36Ibunya pun berusaha menenangkan anak-anaknya dan Alin pun meminta maaf karena sudah menduduh ibunya selingkuh.
13:48Padahal selama ini dia sembunyi-sembunyi berobat ke dokter Indra.
13:57Malam harinya mereka pun salat malam bareng dan mereka pun ngobrol soal penyakit ibunya yang sudah tidak bisa disembuhkan.
14:04Mereka hanya bisa pasrah walaupun usaha yang bisa dilakukan hanya kemoterapi.
14:09Mereka pun menangis karena takut kehilangan ibunya yang selama ini menghidupi mereka semua.
14:23Keesokan harinya ibunya pun bangun dan menyiram tanaman.
14:28Sedangkan anak-anaknya sudah menyiapkan makanan untuk ibunya supaya ibunya tidak terlalu kecapean.
14:35Nanti aku bantuin ibunya di rukun.
14:37Acah udah berangkat lah.
14:39Pun beralih di laundry.
14:42Alin membantu ibunya menyetrika dan dia bilang kalau beasiswanya dicabut dan dia mau cuti kuliah dulu.
14:49Tapi ibunya melarang Alin dan bilang akan diusahakan untuk biaya kuliah Alin.
14:55Insya Allah masih bisa dilanjut lah.
14:57Kayu harus jadi dokter.
14:58Tiba-tiba dad kolektor datang lagi untuk menagih hutang ayahnya.
15:04Tapi ibunya bilang dia tidak ada uang untuk bayar sekarang.
15:08Dad kolektor itu pun menemui ayahnya Alin yang lagi tidur di panggalan ojek.
15:13Dia pun juga masih belum bisa bayar hutang itu.
15:19Tak lama kemudian, Irfan mecat ayahnya Alin dan sepertinya ayahnya Alin punya rencana lain.
15:27Di rumahnya Alin pun digagetkan sama Acah yang bilang kalau Irfan datang sama rombongan keluarganya.
15:33Irfan dan keluarga besarnya datang untuk melamar Alin.
15:37Alin tanya ke Irfan kenapa Irfan tidak ngabarin dulu kalau orang tuanya mau melamarnya.
15:42Ayah bilang katanya juga kamu udah setuju kok.
15:44Maaf nih buwulan kalau kita datangnya mendadak begini.
15:48Tapi katanya Irfan sudah dapat persetujuan ayahnya Alin.
15:51Irfan juga cerita kalau ayahnya Alin pinjam uang 70 juta ke Irfan.
15:56Alin pun kaget dan dia pun merasa seperti di jebak.
16:00Alin dan Irfan pun berantem dan tak lama kemudian Irfan dan keluarganya pulang.
16:0570 juta?
16:07Tidak ada.
16:08Aku menjemputin berapa?
16:08Jawab aja Fad berapa.
16:10Aku merasa kayak di jebak tau gak sih Fad kalau kayak gini caranya.
16:13Kita pamitan dulu ya bu ya.
16:14Dan saat di malam harinya, Alin pun melihat ibunya yang memegang rambutnya yang sudah mulai rontol.
16:20Alin pun bersedih dan dia pun juga cerita kalau ayahnya ternyata pinjam uang ke Irfan sebanyak 70 juta.
16:27Alin pun nanya kenapa ibunya mau nikah sama ayahnya.
16:30Ibunya pun cerita kalau ayahnya Alin adalah anak dari teman bapaknya dan membuat dia pun jatuh cinta kepadanya.
16:40Dulu ayahnya Alin punya usaha yang sukses sampai akhirnya dia berada di titik terpuruk sampai usahanya bangkrut.
16:48Makanya dia terlihat seperti itu sekarang.
16:51Tapi ibunya gak pernah nyesal nikah sama ayahnya Alin.
16:54Karena kalau tidak maka tidak akan ada Anis Alin dan Aca.
16:59Ibu udah berkorban banyak buat kita.
17:01Buat menghidupin kita.
17:03Ayah udah bikin kita susah.
17:05Sin pun berali.
17:07Alinca menjemput ayahnya yang lagi main judul di warung.
17:10Mereka tanya kenapa ayahnya gak di rumah saat ibunya sakit.
17:14Tapi ayahnya selalu bilang dia sedang usaha cari uang untuk mereka dengan cara judul itu.
17:20Alin dan Aca pun sangat kecewa di sini.
17:23Ayah tahu ibu sakit.
17:25Ayah lakukan ini semua buat kita sekeluarga.
17:27Ayah tahu gak sih ibu sakit apa?
17:29Esok harinya pun Alin dikirimin video ayahnya yang viral saat marah-marah di rumah sakit.
17:35Dan di kampusnya Alin ternyata benar kalau beasiswa Alin dicabut dan dia tidak bisa lanjut kuliah.
17:41Kampus gak bisa bantu ya Pak.
17:43Kalau mau lanjut ya semester depan bayar.
17:45Alin pun mampir ke rumah sakit untuk menemani ibunya cuci darah.
17:49Alin bilang ke Anis kalau beasiswanya dicabut dan Anis hanya bisa menenangkan Alin.
17:59Hari-hari pun berlanjut.
18:01Kondisi ibunya Alin makin parah.
18:04Sedangkan ayah Alin masih belum juga pulang dan selalu main judi dan mabuk-mabukan.
18:09Dan saat di rumahnya Aca, dia sedang melihat pendaftaran kuliah.
18:13Tapi dia hanya bisa melihatnya.
18:16Tiba-tiba ibunya batuk dan muntah-muntah.
18:23Alin dan Anis pun membawa ibunya ke rumah sakit untuk periksa.
18:27Anis sedih karena dia sebagai anak paling tua tidak bisa membantu keluarganya dan justru menjadi beban.
18:33Alin bilang kalau sepertinya dia ingin nikah saja dengan Irfan supaya dia juga gak jadi beban ibunya.
18:40Tapi Anis menasihati Alin untuk jangan sampai salah pasangan sepertinya.
18:49Saat ibunya selesai, Irfan pun datang dan bawain kursi roda.
18:54Tapi ibunya Alin masih mau jalan saja.
19:01Dan keesokan harinya ibunya mereka lagi segar dan mau masak-masakan kesukaan anak-anaknya itu, yaitu sop ayam.
19:09Semuanya semangat untuk membantu ibunya memasak.
19:12Dan di sini ibunya terlihat bahagia melihat anak-anaknya yang akur.
19:20Di malam hari saat mati lampu, mereka pun juga berkumpul di ruang tengah dan tidur bareng.
19:26Ibunya cerita masa-masa kehamilannya dan masa kecil anaknya yang sangat membuatnya bahagia dan tak pernah menyesal memilih hidup seperti
19:34ini.
19:34Semuanya sedih, bahagia, dan memeluk ibunya erat-erat.
19:38Makanya kulitnya cantik, cinta seorang ibu kepada anaknya.
19:43Dan saat tengah malam ibunya pun kebangun.
19:46Dia pun menciumi semua anak dan juga cucu satu-satunya itu dan lanjut tidur lagi sama mereka.
19:55Di pagi hari pun Alin terbangun.
19:58Dia pun membangunkan ibunya.
19:59Tapi ibunya sudah lemas dan sudah tidak ada detak jantung dan nadinya.
20:04Alin panik dan memanggil Anis dan Aca yang ternyata benar ibunya sudah tiada.
20:09Semuanya pun menangis menjerit.
20:16Hari itu semua warga sudah kumpul dan ayah mereka datang dengan kaget karena ada bendera kuning.
20:23Saat dia masuk, dia menangis karena istrinya sudah meninggal dunia.
20:32Beberapa hari kemudian, Alin pun masih bersedih sambil memegang gelas kesukaan ibunya.
20:37Begitupun dengan Anis yang enggak kuat untuk membuka laundry yang biasanya ibu buka.
20:42Sedangkan Aca di rumahnya enggak kuat tahan tangisnya saat melihat kain jenazah ibunya itu.
20:53Dokter Indra pun datang ke rumahnya dan menemui Alin dan menitipkan buku tabungan yang selama ini disimpan sendiri sama ibunya
21:01untuk anak-anaknya.
21:02Dan sengaja tidak memberi tahu ayah mereka karena tahu jika ayahnya tahu soal tabungan ini maka uangnya akan habis.
21:10Dia menitipkan ini. Dia lebih memilih uang itu dipakai untuk kamu.
21:19Dan saat di malam hari Alin makan sama Irfan dan dia pun cerita soal tabungan ibunya yang sangat banyak.
21:26Irfan kaget karena harusnya mereka bisa bantu bayar hutang bapaknya Alin.
21:30Tapi ibunya Alin tidak melakukan itu dan lebih mengutamakan anak-anaknya.
21:35Irfan masih tetap memaksa Alin untuk menikah.
21:38Tapi Alin bersih kekeh untuk kuliah karena dia harus bisa berdiri di atas kakinya sendiri.
21:45Enggak ada yang tahu hidup kedepannya akan kayak gimana kan?
21:47Dan di malam harinya ayahnya Alin pun pulang sambil mabuk dan marah-marah karena kipas angin rusak.
21:54Alin makin marah dan emosi karena kelakuan ayahnya yang tidak berubah.
21:58Alin pun bilang kenapa ibunya harus menikah dengan ayahnya kalau hanya akan menderita sampai meninggal.
22:04Alin pun bahkan bilang kenapa agak ayahnya aja yang meninggal karena ayahnya tidak pernah ada selama ini untuk anak-anaknya.
22:12Mereka bertiga pun nangis dan saling berpelukan.
22:16Sedangkan ayahnya hanya bisa minta maaf dan pergi lagi.
22:21Maafkan ayah.
22:27Alin pun melihat tumbukan rambut ibunya di kamarnya dan dia pun lanjut membaca buku diari ibunya.
22:33Dan di situ ibunya pun menuliskan kalau dia tidak pernah sedikitpun menyesal sudah menikah dengan ayahnya Alin.
22:40Karena dia bahagia bisa punya tiga anak cantik yang sangat dia sayangi.
22:45Karena jika ibunya memang tidak memilih jalan hidup ini, mungkin hidupnya akan lebih baik.
22:51Tapi dia akan tetap memilih hidup seperti ini karena dia sangat sayang sama anaknya.
22:56Setelah ibu melewati masa muda yang penuh, ibu tidak menikah dengan ayahmu.
23:02Dia tidak akan lahir di dunia ini nak.
23:05Membaca itu, Alin, Anis, dan Acap pun menangis sambil menguatkan satu sama lain.
23:12Tiba-tiba di luar ada kemang api dan mereka pun keluar melihat kemang api bersama yang dimana itu adalah hal
23:18kesukaan ibunya saat masih muda dulu.
23:23Hari pun berganti buka laundry dan melanjutkan usaha istrinya.
23:28Sedangkan anak-anaknya seperti biasa di rumah dan bersiap-siap beraktifitas seperti dulu saat masih ada ibunya.
23:39Gimana guys? Filmnya sedih banget.
23:43Ya, emang perjuangan seorang ibu itu tidak ada bandingnya?
23:47Guys, oke guys.
23:49Itu dia alur cerita film Andai Ibu Tidak Menikah Dengan Ayah.
23:53Kalau menurut kalian gimana?
23:55Coba tulis di kolom komentar.
23:57Dan jangan lupa siapin tisu kalau mau nonton film ini.
24:00Jangan lupa juga buat live video ini kalau kalian suka, share ke teman kalian,
24:05dan tentunya subscribe channel Serempiti Film supaya gak ketinggalan cerita-cerita film seru lainnya.
24:10Sampai ketemu lagi di alur cerita film berikutnya.
24:14See you!
24:19Bye bye!
24:20Bye bye!
24:21You
Comments