Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Putra Presiden Prabowo Subianto, Ragowo Hediprasetyo atau biasa dipanggil Didit menemui Presiden ke Tujuh RI Joko Widodo di kediamannya di Solo, Jawa Tengah pada Kamis (18/6/2026).

Pertemuan Didit dengan Jokowi berlangsung sekitar 40 menit. Namun Didit maupun Jokowi tidak memberikan keterangan usai pertemuan.

Di sisi lain, Putra Jokowi yang juga Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming mengunjungi dua sekolah yang berada di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Gibran mengajak sejumlah mahasiswa untuk melihat langsung urgensi makan bergizi gratis yang berbeda antara kawasan perkotaan dan di wilayah terdepan, tertinggal dan terluar.

Dua peristiwa politik terjadi di hari yang sama saat Wapres Gibran mengajak mahasiswa kunjungan kerja. Di tempat lain ayahnya Joko Widodo bertemu dengan Putra Presiden Prabowo. Apa makna peristiwa ini? kita ulas bersama Sekjen DPP Projo Freddy Damanik dan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam program Sapa Pagi pada Kamis (19/6/2026).

Video Editor: Joshua

Produser: Theo Reza

#prabowo #jokowi #gibran

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/675796/full-makna-pertemuan-putra-prabowo-jokowi-di-solo-ini-kata-projo-pengamat-politik
Transkrip
00:15Pertemuan didit dengan Jokowi berlangsung sekitar 40 menit.
00:18Namun didit maupun Jokowi tidak memberikan keterangan usai pertemuan.
00:23Diketahui didit adalah sosok yang kerap bertemu dengan Jokowi termasuk saat hari-hari rebaran lalu.
00:27Di mana ia mewakil ayahnya untuk bersilaturahmi dengan Jokowi.
00:32Partai Solidaritas Indonesia merespon pertemuan didit Prabowo dengan Jokowi di Solo.
00:37PSI menyebut pertemuan itu sebagai bentuk silaturahmi dan persahabatan.
00:41Ketua bidang politik DPP PSI, Bestari Barus bilang,
00:45didit menyempatkan diri bertemu Jokowi atas dasar ada pergaulan kepada yang lebih tua.
00:49Selain itu, sikap didit juga menunjukkan persahabatan yang hangat antara ayahnya dengan Jokowi.
00:55Rangka kegiatan muharaman.
00:57Ada di keraton, salah satu keraton gitu ya, atau bahkan mungkin dua.
01:05Dan menyempatkan diri untuk mampir gitu, soan ke Pak Jokowi.
01:40Di sisi lain, Putra Jokowi yang juga wakil presiden RI,
01:44Gibran Takabuming, mengunjungi dua sekolah yang berada di Kabupaten ND, Nusa Tenggara Timur.
01:49Namun ada yang berbeda, Gibran mengajak sejumlah mahasiswa untuk melihat langsung,
01:53urgensi makan bergizi gratis yang berbeda antar kawasan perkotaan dan wilayah terdepan, tertinggal dan terluar.
02:00Mahasiswa yang diajak ikut terbang bersama Gibran dari Jakarta.
02:04Menurut Gibran, desakan agar MBG di stop dalam demonstrasi perlu dipikirkan ulang,
02:08karena program ini berguna bagi masyarakat dan harusnya tetap dilanjutkan, terutama di wilayah 3T.
02:13Tadi sudah saya sampaikan kepada para guru, orang tua murid, bahwa MBG ini sangat-sangat dinanti,
02:27sangat-sangat bermanfaat, terutama di area 3T.
02:32Jadi sekali lagi, teman-teman media ke depan akan terus kita perbaiki agar lebih tepat sasaran
02:43dan yang namanya praktik-praktik korupsi agar tidak terjadi lagi.
02:51Giat Gibran bersama mahasiswa dan pertemuan Jakoi dengan Putra Presiden Prabowo terjadi tengah maraknya aksi unjuk kerasa di sejumlah daerah,
02:58menuntut perbaikan ekonomi.
03:00Namun menurut analis politik Gunair adalah langkah pribadi,
03:03pertemuan itu tidak akan ada artinya jika pemerintah tidak merespon tuntutan yang disampaikan dalam aksi mahasiswa.
03:09Kalau persoalan ini, saya pikir bahwa pemerintah itu masih belum paham salah alamat merespon isu yang sedang muncul sekarang.
03:20Apa itu?
03:20Sebetulnya yang menjadi persoalan itu adalah bagaimana pemerintah dengan cermat dan mengevaluasi diri
03:27melakukan koreksi terhadap apa yang telah dilakukan dan mendapatkan respon yang tidak baik-baik oleh pasar ataupun oleh publik.
03:37Jadi ini bukan soal konsesi atau kemudian komunikasi antar elit.
03:43Di mana kemudian problem-problem bagaimana pemerintah dengan sigap seharusnya merespon dan melakukan introsi terhadap kebijakan,
03:53direspon dengan komunikasi antar elit.
03:55Ini tidak ketemunya di situ.
03:57Saat Gibran mengajak mahasiswa kunjungan kerja dan putra Prabowo bertemu Jokowi,
04:01dinilai tidak menjawab persoalan yang ada akhir-akhir ini,
04:04yang disampaikan mahasiswa dalam aksi demo soal perbaikan ekonomi.
04:07Tim Liputan, Kompas TV
04:14Dua peristiwa politik terjadi di hari yang sama saat Opres Gibran mengajak mahasiswa kunjungan kerja.
04:20Di tempat lain, ayahnya Jokowi Dodo bertemu dengan putra Presiden Prabowo.
04:25Apa makna peristiwa ini?
04:27Kita ulas bersama dengan Sekjen DPP Projo, Freddy Damanik,
04:31dan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.
04:34Selamat pagi Bang Freddy, Prof Burhan.
04:37Selamat pagi.
04:38Pagi Brian.
04:39Ya, Bang Freddy, ini kita cermati di hari Kamis kemarin gitu ya.
04:43Mas Didit ke rumahnya Pak Jokowi Dodo di Solo.
04:46Ini kalau menurut Projo sendiri melihatnya,
04:49ini beneran cuma silaturahmi, mampir sebentar,
04:51atau ada pesan-pesan politik tertentu yang disampaikan oleh Mas Didit?
04:56Ya, terima kasih.
04:58Kita tentu tidak bisa menafikan bahwa Pak Jokowi memang hari ini masih berada,
05:05redar di apa namanya, pesaran politik Indonesia.
05:09Dan Mas Didit merupakan putra Presiden Republik Indonesia.
05:14Jadi, kami melihat ini memang menunjukkan bahwa hubungan personal
05:19dan komunikasi antara lingkungan Presiden Prabowo dan Pak Jokowi tetap terjaga dengan baik.
05:25Itu yang utama.
05:26Ini menjadi sinyal positif tentunya bagi stabilitas pemerintahan dan konsolidasi nasional.
05:32Kemudian, Mas Didit ini kan bukan pejabat publik ya, bukan pengurus partai.
05:36Karena itu kami melihat juga kehadirannya lebih dipaca sebagai simbol persahabatan,
05:41penghormatan, yang tadi juga ada jembatan komunikasi dibanding agenda politik formal.
05:49Dan seperti saya katakan tadi, kita tidak bisa menutup mata menafikan bahwa
05:55walaupun Pak Jokowi tidak lagi menjabat sebagai Presiden,
06:00beliau masih menjadi salah satu tokoh nasional yang memiliki pengaruh sosial dan politik yang besar.
06:06Jadi, banyak selain masyarakat, tokoh-tokoh kalangan datang berselaturahmi dengan berdiskusi dengan beliau.
06:14Tapi, sekali lagi yang paling penting adalah di tengah upaya sebagian pihak yang membangun narasi berusaha,
06:21membenturkan jarak antara Pak Jokowi dan Presiden Prabowo,
06:25tentu pertemuan ini memperlihatkan bahwa komunikasi antar lingkaran kedua tokoh ini berjalan dengan baik.
06:36Itu mungkin sementara pengantar dari saya yang kami bisa lihat dari pertemuan kedua tokoh ini, Mas.
06:44Oke, baik.
06:45Kalau dari Prof Burhanudin, seperti apa Prof?
06:47Anda melihatnya pesan-pesan apa yang kemudian disampaikan kedua pihak?
06:51Misalnya Mas Didit bilang apa, Pak Jokowi kira-kira bilang apa,
06:54dan makna dibalik ini semua apa sebenarnya?
06:58Saya sendiri tidak tahu ya apa yang dibicarakan oleh kedua tokoh di Solo,
07:04tetapi yang saya baca dari dua peristiwa yang nyaris bersamaan adalah,
07:09pertama, Mas Gibran sebagai Wapres yang untuk kesekian lama sepertinya tidak muncul ke permukaan,
07:18dan tiba-tiba cukup aktif menerima mahasiswa yang demonstrasi,
07:22mengajak pimpinan mahasiswa, sebagian diantaranya untuk kunjungan kerja sambil melihat dapur MBG di Papua,
07:30dan saat yang bersamaan pula kehadiran Mas Didit ke rumah Pak Jokowi,
07:35itu sebagai bentuk upaya untuk menyatukan frekuensi diantara elit,
07:43terutama Pak Prabowo dengan Pak Jokowi,
07:46karena sebelumnya muncul kabar bahwa hubungan keduanya sedang tidak mesra,
07:52tetapi di saat situasi seperti sekarang,
07:55di mana pemerintah menghadapi banyak tantangan,
07:58bukan hanya secara geopolitik, tapi juga secara domestik,
08:02dengan makin banyaknya demonstrasi mahasiswa,
08:04tuntutan di sana-sini,
08:06sepertinya ada usaha untuk mengkonsolidasi kembali hubungan kedua tokoh ini
08:12untuk menghadapi tantangan secara bersamaan.
08:14Jadi, saya sendiri tidak melihat Mas Didit semata-mata sebagai putra Pak Prabowo,
08:23bahwa beliau bukan tokoh politisi,
08:25tapi kehadirannya secara simbolik,
08:27jelas punya pesan dari bapaknya.
08:31Dan pesan itu sepertinya saya tangkap upaya untuk kembali mengkonsolidasi
08:37dua kekuatan, terutama di saat popularitas pemerintah sedang menghadapi banyak tekanan.
08:44Itu bacaan saya.
08:46Nah, kalau dari Bang Freddy sendiri,
08:48betulkah memang ada kaitannya gitu antara pertemuan Mas Didit dengan Pak Jokowi
08:52di tengah kondisi politik nasional yang sekarang sedang mungkin banyak demo,
08:56banyak mungkin kritik yang diutarakan ke pemerintah?
09:02Ya, seperti saya sampaikan tadi, saya sepakat dengan Mas Burhan,
09:05bahwa memang kami juga melihat di sini,
09:11ya bisa saya katakan politik tingkat tinggi ya,
09:15kalau biasanya disampaikan misalnya,
09:18jadi ada perbedaan antara pesan kenegaraan dan pesan personal antara pemimpin.
09:25Jadi, ini bukan bersifat formal, justru yang biasanya itu kan
09:30kalau formal disampaikan melalui Menteri, Sekretaris Kabinet,
09:34utusan khusus atau pejabat negara lainnya.
09:37Justru di sini pesannya bersifat personal karena Mas Didit yang datang,
09:41penuh kepercayaan ya, menyangkut hubungan antara individu kedua tokoh ini,
09:46maka beliau mengutus Mas Didit, Presiden Prabowo mengutus Mas Didit.
09:51Ini jadi, justru kita melihatnya harus lebih hangat dan tidak birokratis ya.
09:57Dalam konteks ini, Mas Didit itu bukan bertindak,
10:01sekali lagi bukan sebagai pejabat negara,
10:03melainkan sebagai representasi hubungan personal yang lebih cair.
10:08Kalau dikaitkan dengan situasi per hari ini,
10:13situasi politik gonjang-ganjing yang seperti Mas Burhan katakan tadi,
10:18jadi konteksnya memang, apa namanya, Republik ini butuh konsolidasi.
10:25Sebagai tokoh politik yang saya katakan tadi,
10:28Pak Jokowi masih memiliki pengaruh politik,
10:30saya rasa ini sangat penting,
10:32sangat penting bahwa apapun ceritanya,
10:37Pak Jokowi masih mempunyai pendukung yang sangat besar.
10:40Dan ini Presiden Prabowo perlu memberikan citra bahwa memang hubungan baik kedua tokoh ini
10:47masih sangat terjalin dengan baik.
10:51Oleh karena itu, ini sangat penting menjawab,
10:53bukan berarti ini menjawab persoalan utama dari tuntutan-tuntutan teman-teman mahasiswa,
10:59tetapi ini bisa menunjukkan kepada masyarakat,
11:02bahwa setidaknya kepada pendukung Pak Jokowi,
11:05bahwa hubungan kedua tokoh ini masih sangat baik,
11:08dan itu sangat penting untuk konsolidasi dan persatuan nasional tentunya
11:12dengan, apa namanya, berpengaruh dengan situasi politik per hari ini.
11:18Demikian.
11:19Baik, kalau kita sorotil kembali, Prof Burhan,
11:21soal Mas Didit yang memang bukan seorang politisi gitu ya,
11:24dan pertemuan dengan Pak Jokowi juga bukan dalam konteks yang formal,
11:28kemudian seberapa besar ini bisa berpengaruh misalnya ke tingkat kepercayaan,
11:32ke masyarakat, ke pemerintah misalnya, di tengah kondisi seperti ini?
11:39Ya, saya tadi mengatakan ya, Brad,
11:42bahwa Mas Didit ke Solo dalam rangka satu suro itu kan hanya cover ya,
11:48pasti ada pembicaraan yang lebih penting dari sekedar satu muharaman.
11:54Tetapi yang paling utama sebenarnya,
11:56apakah mampu atau tidak upaya untuk meracut kembali dua kekuatan
12:03yang berhasil mengantarkan Pak Prabowo sebagai pemenang cukup besar
12:08dalam Pilpres 2024 itu,
12:10itu bukan diselesaikan secara simbolik,
12:13tetapi secara substantif.
12:14Jadi pertemuan Mas Didit dengan Pak Jokowi itu baru tataran simbolik.
12:20Secara substantif adalah,
12:22apakah pertemuan tersebut itu bisa menggerakkan pemerintah
12:27untuk lebih responsif terhadap tuntutan mahasiswa?
12:30Nah, di sini itu jauh lebih berat dari sekedar mengadakan pertemuan,
12:35karena membutuhkan elemen teknokratik,
12:38membutuhkan kesadaran dari pemerintahan Pak Prabowo,
12:41bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai dengan ekspektasi atau tujuan awal,
12:47terutama misalnya MBG,
12:50kemudian kooperasi merah putih,
12:52kemudian re-militarisasi di banyak bidang,
12:57itu kan kelihatan sekali.
12:59Dan menurut saya perlu ada upaya koreksi,
13:03terutama misalnya poin-poin yang memicu demonstrasi mahasiswa begitu masif
13:09dalam beberapa hari terakhir.
13:11Nah, salah satu di antaranya adalah soal MBG.
13:13Nah, di situ perlu ada pengakuan dari pemerintah bahwa ada something wrong,
13:19dan itu bisa terlihat misalnya dalam soal penangkapan mantan pimpinan BGN,
13:27itu menunjukkan ada aroma tidak setat dalam kasus pelaksanaan MBG.
13:33Yang kedua, tata kelolanya harus dibenahi secara total,
13:37bahwa sekarang sudah ada moratorium untuk pendirian SPBG,
13:40kemudian sudah ada upaya untuk koreksi ke dalam,
13:44iya, tetapi menurut saya di tengah tekanan fiskal yang cukup kuat,
13:48mungkin pemerintah perlu segera untuk melakukan audit total,
13:55termasuk memberikan MBG hanya pada wilayah yang betul-betul memerlukan,
13:59yang lebih targeted, bukan universal.
14:02Nah, di situ hal-hal semacam ini tuh nggak bisa diselesaikan dengan pertemuan-pertemuan
14:06empat mata, enam mata, lapan mata,
14:09ini perlu kesadaran dari pemerintah melihat bahwa situasi ekonomi yang tidak pasti
14:16di tengah peningkatan harga-harga sembako dan seterusnya itu,
14:21itu pemerintah melakukan koreksi dan menekan spending-spending yang tidak perlu.
14:26Nah, ini menurut saya PR berikutnya.
14:29Setelah pertemuan, secara simbolik,
14:31dan Mas Gibran juga udah mulai aktif ya,
14:35kan nggak mungkin kan Mas Gibran menerima mahasiswa tanpa seizin Pak Prabowo,
14:39pasti ada izin.
14:40Tetapi lagi-lagi pertemuan-pertemuan Mas Gibran dengan mahasiswa,
14:45pertemuan Pak Jokowi dengan Mas Didit itu simbolik.
14:48Yang ditunggu oleh masyarakat bukan simbolik,
14:51tetapi solusi teknokratik.
14:53Oke, yang dibutuhkan masyarakat tidak hanya pertemuan-pertemuan gitu,
14:56tapi juga koreksi secara nyata gitu ya,
14:59terkait dengan banyak tuntutan mahasiswa maupun masyarakat beberapa hari belakangan.
15:04Saya ke Bang Fredri kembali.
15:05Bang Fredri, selain mungkin orang banyak mengaitkan antara ini
15:08dengan kondisi politik nasional kita,
15:10misalnya soal kondisi ekonomi kita,
15:12tapi juga ada yang kemudian menilai bahwa
15:14apa yang dilakukan Mas Didit kali ini,
15:17itu juga ada kaitannya mungkin dengan menurunkan tensi gitu.
15:20Karena PSI sudah mau mulai safari politik di akhir Juni ini,
15:24mungkin pertama kali ini Pak Jokowi mau ke Lampung.
15:27Apakah Anda juga melihatnya seperti hal yang sama?
15:30Kalau saya tidak melihat itu ya,
15:34jadi kunjungan Pak Jokowi ke daerah ini tidak perlu,
15:39apa ya, sekali lagi dilihat secara aneh,
15:42dilihat secara berlebihan,
15:43karena itu hanya turun menyapa masyarakat saja,
15:47tidak ada sekali lagi kunjungan Pak Jokowi ini
15:49tidak akan membangun oposisi dan tidak akan mengambil peran pemerintah.
15:52Ya, hanya beliau itu tetap menjaga hubungan emosional
15:56kedekatan dengan masyarakat yang selama ini,
15:59ya baik dia selama menjadi presiden dan sebelum menjadi presiden,
16:05beliau sudah lakukan, jadi tidak ada ke situ.
16:08Saya sepakat dengan yang dikatakan Mas Burhan,
16:11ini hanya simbol, oke.
16:13Kedua tokoh ini banyak, apa namanya,
16:16mempunyai pendukung.
16:18Pak Jokowi banyak pendukungnya,
16:19merupakan elit nasional yang masih sangat berpengaruh.
16:23Jadi, di tataran saya yakin ini bisa meredam,
16:27ya, bisa meredam situasi politik nasional.
16:30Tapi itu sekali lagi hanya simbolik,
16:32karena memang yang utamanya memang bagaimana
16:34pemerintah menjawab persoalan ini.
16:36Kami dengan Pak Jokowi beberapa kali jujur,
16:38mendiskusikan juga, ya,
16:41misalnya tentang MBG.
16:43Tetapi, alhamdulillah, ya, puji Tuhan,
16:46per hari ini kita lihat pemerintah, ya,
16:48sudah menjawab.
16:50Setidaknya, setidaknya sudah mulai mendengar,
16:53ya, khususnya misalnya tentang MBG.
16:55Pak Jokowi dulu berdiskusi dengan kami,
16:57memang harusnya itu prioritasnya di 3T.
17:01Ya, anggaran yang paling berapa?
17:0330-50 triliun itu selesai untuk itu, kan begitu.
17:06Ya, dan hari ini itu sudah dilakukan, ya.
17:09Mas Gibran juga sudah mengatakan itu, ya.
17:11Sudah dihentikan sementara.
17:13Jadi, kita, apa ya,
17:15kita tidak bisa menutup mata
17:17bahwa perbaikan-perbaikan sudah dilakukan.
17:20Dan tuntutan-tuntutan teman-teman mahasiswa itu,
17:23ya, sebagian juga sudah didengarkan
17:25dan diperbaiki oleh pemerintah.
17:30Demikian, Mas.
17:30Oke, baik.
17:31Kalau menurut Prof. Buran, seperti apa, Prof?
17:33Apakah mungkin ada kaitannya dengan,
17:34mungkin meredam,
17:36jangan sampai ada tensi politik yang tinggi
17:38antara Pak Prabowo dengan misalnya PSI
17:41dan juga Pak Jokowi pertemuan ini?
17:44Ya, it takes two to thank you.
17:46Jadi, tentu Pak Prabowo punya
17:50keinginan untuk meracut kembali hubungan
17:52dengan Pak Jokowi yang kita tahu masih cukup kuat,
17:55terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur,
17:57di saat banyak tekanan terhadap
18:03pemerintahan Pak Prabowo dari sisi popularitas, ya.
18:06Tapi di sisi lain, Pak Jokowi tentu juga
18:09ingin mendapatkan insentif, ya,
18:12dari pertemuan tersebut, ya.
18:14Termasuk juga Mas Gibran.
18:15Kita membaca Pak Jokowi dengan Mas Gibran
18:17dalam satu tarikan nafas, ya.
18:19Jadi, bayangkan Mas Gibran ketemu
18:22dengan para tokoh mahasiswa
18:23di saat ribuan mahasiswa turun.
18:26Itu kan satu tindakan yang tidak populer,
18:30sebenarnya.
18:31Tetapi Mas Gibran melakukan itu.
18:34Nah, itu artinya
18:35ada sisi lain
18:36yang kira-kira ingin disampaikan oleh Pak Jokowi
18:39maupun Mas Gibran
18:42bahwa
18:43apa namanya, Pak Jokowi
18:45atau Mas Gibran
18:46berani untuk mengambil tindakan
18:48yang tidak populer
18:49di saat
18:50pemerintah menghadapi banyak
18:53demonstrasi.
18:54Nah, tentu ada
18:55tanda kutip, ya,
18:57keinginan juga
18:59agar
19:00misalnya Pak Prabowo
19:01atau elit-elit Gerindra
19:03itu bisa mengerti
19:04jika misalnya, ya,
19:07Pak Jokowi
19:07turun gunung
19:09untuk membantu PSI.
19:10Jadi kan
19:11ada
19:11next to think of that.
19:12Jadi,
19:13kalau misalnya Pak Jokowi
19:15turun
19:16untuk membantu
19:17tanda kutip
19:18pemerintah
19:20di saat isu-isu
19:21terkait dengan
19:23MBK,
19:24terkait dengan
19:25kenaikan harga-harga,
19:27saat yang bersamaan
19:28kan kira-kira
19:29kalau misalnya Pak Jokowi
19:30turun gunung
19:31melakukan safari politik
19:32yang udah dibaca
19:34untuk menguntungkan PSI
19:35jangan sampai dianggap
19:36sebagai sebuah ancaman
19:37buat Gerindra.
19:39itu kan kira-kira
19:40bahasa politik
19:41kan nggak mungkin
19:41dikatakan secara
19:43verbal ya.
19:44Bahasa politik itu
19:45itu kadang-kadang
19:47dibahasakan
19:48dengan bahasa-bahasa
19:49tersirat gitu.
19:50Tanpa harus dikatakan
19:51tetapi ada semacam
19:54sepatan diam-diam.
19:55Oke, saya bantu A
19:57tetapi
20:01mereka juga harus
20:02membantu B.
20:03Nah, ini yang
20:05menurut saya sedang
20:06dijalankan ya.
20:08Dan jangan lupa
20:09ini menguntungkan
20:11dua-duanya pada dasarnya ya.
20:12Tetapi
20:13buat rakyat
20:14ya tunggu dulu
20:15itu kan hanya
20:17bahasa elit
20:18yang tadi saya bilang
20:19adalah rakyat menunggu
20:21antara Pak Jokowi
20:23dengan
20:23Pak Prabowo ini
20:25setelah pertemuan
20:26setelah
20:27hubungan
20:28merajut
20:29kembali hubungan
20:30keduanya menjadi
20:31lebih mesra
20:32pertanyaannya
20:32dampaknya buat rakyat
20:33apa?
20:35Apakah
20:36misalnya
20:36harga-harga
20:37turun
20:37setelah
20:38keduanya makin
20:39runtar-rantung
20:40kesana kemari
20:41apakah misalnya
20:43ketika Pak Jokowi
20:44melakukan safari
20:45politik
20:45MBG
20:46tata kelolanya
20:47lebih baik
20:48misalnya?
20:48Apakah ketika
20:50pertemuan dengan
20:50Mas Didit
20:51masukan-masukan
20:52yang tadi
20:53Mas Fred disebut
20:54ya sebaiknya
20:55hanya
20:55untuk 3T
20:57dengan anggaran
20:5730-50T
20:59triliun saja
21:00misalnya
21:00itu didegar oleh
21:02Pak Prabowo
21:02atau tidak?
21:03Nah, ini kan
21:04menurut saya
21:04lebih substantif ya
21:06ketimbang misalnya
21:07runtang-rantung
21:08di tataran
21:09emlit
21:10Nah, yang kedua ini
21:11lebih kompleks
21:12dan kalau misalnya
21:14ternyata tidak punya efek
21:15buat publik
21:16terkait dengan
21:17banyak hal
21:19terutama yang paling
21:20kelihatan adalah
21:21sisi ekonomi
21:21ini tantangan utama
21:23Pak Prabowo
21:23sisi ekonomi
21:24itu ternyata
21:25tidak ada efeknya
21:26pertemuan antara
21:27Mas Didit
21:28dengan Pak Jokowi
21:28ya menurut saya
21:30jangan salahkan publik
21:31kalau kemudian
21:32mereka menganggap
21:32pertemuan
21:33di atas itu
21:34hanya sekedar
21:35drama saja
21:36untuk membicarakan
21:37kepentingan
21:39kelompok
21:39masing-masing
21:40Oke, kalau bicara
21:42soal efek mungkin
21:43misalnya
21:44yang ketemu adalah
21:44Pak Jokowi
21:45dan juga Mas Didit
21:46apakah perlu nih
21:47Bang Freddy
21:48yang ketemu adalah
21:48Pak Jokowi
21:49dengan Pak Prabowo
21:50langsung
21:50atau untuk efeknya
21:52lebihnya misalnya
21:53ketika Pak
21:54Jokowi
21:55turun ke
21:55daerah gitu
21:56banyak kemudian
21:57yang mungkin bisa
21:58diberikan masukan
21:59ataupun misalnya
22:00dikoreksi
22:00dari apa
22:01kebijakan-kebijakan
22:02pemerintah yang ada
22:03di daerah
22:03misalnya
22:04soal MBG
22:05ataupun
22:05KOPDES Merah Putih
22:10Masalah pertemuan
22:11apakah perlu
22:12Pak Jokowi
22:13dengan Pak Presiden
22:14Prabowo
22:14langsung
22:15saya rasa
22:16itu
22:17apa ya
22:18biarkanlah beliau-beliau
22:20yang paling paham
22:20tentang itu
22:21jadi itu
22:22sekali lagi
22:23bukan substansi
22:24untuk menjawab
22:25persoalan
22:25ya tetapi
22:26itu sangat bagus
22:28untuk persatuan nasional
22:29konsolidasi
22:30Republik yang hari ini
22:31situasinya seperti
22:32itu sangat bagus
22:33tetapi kan
22:35ini
22:35masalah menjawab
22:38persoalan
22:38ya
22:39sekali lagi Pak Jokowi
22:40tidak akan
22:41turun ke masyarakat
22:42tidak akan
22:43apa namanya ya
22:45itu hanya
22:47silaturahmi
22:48kebangsaan
22:49beliau tidak akan
22:50menjawab
22:51apa
22:52mewakili pemerintah
22:53tentunya tidak akan
22:54seperti itu
22:55posisi politiknya
22:56dan
22:56beliau tidak akan
22:58sekali lagi
22:58bukan akan membangun
22:59oposisi
23:00sehingga tidak ada yang
23:01perlu ditakuti
23:01tetapi
23:02melalui diskusi
23:03diskusi
23:04kalau Pak Jokowi
23:05itu
23:06apa namanya
23:07kami berdiskusi
23:09misalnya
23:09beberapa kali
23:10diskusi dengan Pak Jokowi
23:11situasi hari ini
23:13masih jauh
23:14jauh sekali
23:15dibandingkan
23:15situasi COVID
23:16dan Pak Jokowi
23:17punya pengalaman
23:18untuk itu
23:18untuk
23:18menjawab tantangan
23:20tantangan itu
23:21menyelesaikan
23:21permasalahan
23:22permasalahan itu
23:23pengalaman Pak Jokowi
23:24ini sangat penting
23:25untuk pemerintahan
23:26hari ini
23:26dan
23:27apa namanya
23:28pesan-pesan
23:29ya
23:29masukan-masukan
23:30Pak Jokowi
23:31bisa disampaikan
23:32melalui kanal
23:33apapun
23:33baik melalui
23:35langsung
23:35melalui
23:37wapres juga
23:38melalui
23:39pejabat-pejabat
23:40di kementerian
23:41yang Pak Jokowi
23:42juga masih banyak
23:43kenal
23:44untuk program-program
23:46banyak sekali
23:47hari
23:48masyarakat
23:49tokoh-tokoh
23:49yang datang
23:50ke Pak Jokowi
23:51di Solo
23:51itu
23:53banyak sekali
23:54yang menyampaikan
23:55memang keluhan-keluhannya
23:56baik tentang
23:58situasi yang mereka
23:58hadapi
23:59tentang
24:01MBG
24:02tentang
24:02Koperasi
24:03Desa Merah Putih
24:05ini
24:05banyak sekali
24:06tapi
24:07per hari ini kan
24:08itu sudah
24:09mulai dijawab
24:10misalnya
24:11Koperasi Desa Merah Putih
24:13itu juga
24:14banyak sekali
24:15Kepala Desa
24:16yang melapor
24:16kepada Pak Jokowi
24:17tentunya Pak Jokowi
24:18tidak akan menyampaikan
24:19itu secara
24:20secara terbuka
24:22yang akan nanti
24:24bisa disalahartikan
24:26bisa
24:27dinarasikan
24:28menjadi itu tadi
24:28adu domba kembali
24:29kan begitu
24:30Pak Jokowi tidak akan
24:31melakukan perbuatan-perbuatan
24:33yang seperti itu
24:34tapi
24:35beliau akan
24:36memberikan
24:37masukan
24:38karena beliau
24:40apa namanya
24:41sebagai
24:42seorang
24:43presiden
24:44yang punya pengalaman
24:45di tengah-tengah
24:47situasi yang
24:47tidak kalah
24:48bahkan lebih parah
24:49dari hari ini
24:51dan saya yakin
24:52Pak Prabowo juga
24:52paham itu
24:53ya paham itu
24:54oleh karena itu
24:56melihat situasi
24:58hari ini
24:58kami
24:58Projo
24:59masih percaya
25:00kepada pemerintahan
25:01ini karena
25:01sudah mulai
25:03mendengar dan
25:04memperbaiki
25:05situasi-situasi
25:06yang ada
25:06ya oke
25:07hari ini
25:08masih MBG
25:08kami juga
25:09sudah mendengar
25:10bahwa
25:10Koperasi Desa Merah Putih
25:13juga sudah
25:13akan berproses
25:14dihukum
25:15kan begitu
25:15sudah
25:17apa namanya
25:18akan dilakukan
25:19perbaikan-perbaikan
25:20kan begitu
25:20jadi
25:21menurut saya
25:23oke lah
25:24ini
25:24kalau sempat
25:25dibangun
25:26narasi kedua
25:26tokoh ini
25:27mempunyai hubungan
25:28diadu domba
25:29tidak baik
25:30ini merupakan
25:31hal yang baik
25:32bukan hanya
25:33bukan hanya
25:34simbol
25:34tetapi saya yakin
25:36ya
25:36ya
25:37saya yakin
25:38kami yakin
25:39Projo yakin
25:39ini akan
25:40membangun
25:41kembali
25:41apa ya
25:42katakanlah
25:43ya masukan-masukan
25:44Pak Jokowi
25:45pengalaman-pengalamannya
25:46ini akan
25:47membantu
25:48pemerintah saat ini
25:49untuk menjawab
25:50atau mengatasi
25:51persoalan-persoalan
25:52yang ada
25:52oke
25:53nah ini yang
25:53saya tanyakan
25:54ke Prof Burhan
25:55terakhir Prof
25:56terkait dengan
25:57Jokowi efek
25:57yang mungkin
25:58sudah dibahas
25:58juga tadi
25:59disinggung beberapa kali
26:00seberapa besar
26:01mungkin Pak Jokowi
26:02bisa memberikan
26:02impact
26:03ataupun
26:03efek gitu
26:04untuk paling
26:05tidak memberikan
26:06apa ya
26:07masukan-masukan
26:08maupun juga
26:09mungkin perbaikan-perbaikan
26:10atas
26:11pemerintah
26:12ataupun
26:12jalannya pemerintahan
26:13saat ini
26:16ya
26:16memang
26:17Pak Jokowi
26:18masih punya
26:19taji ya
26:20tetapi
26:20tajinya
26:21berkurang
26:22dan itu wajar
26:24karena beliau sudah
26:25tidak lagi menjadi presiden
26:26tapi setidaknya
26:27di beberapa
26:28basis
26:29seperti di Jawa Tengah
26:31Jawa Timur
26:31dan beberapa
26:32provinsi
26:33mayoritas
26:34mayoritas non-muslim
26:35Pak Jokowi
26:35masih didengar
26:36tapi lagi-lagi
26:38masalah utamanya
26:39ini bukan soal
26:40soal
26:41apakah Pak Jokowi
26:42masih punya
26:43pamor atau tidak
26:44masalah utamanya
26:45adalah ekonomi
26:45dan disitu
26:47dibutuhkan
26:48solusi demokratik
26:49oleh mereka
26:50yang punya
26:51power
26:51Pak Jokowi
26:53secara formal
26:54sudah tidak punya power
26:55untuk misalnya
26:56ya
26:57bagaimana
26:58mengatasi
26:59tekanan fiskal
27:00bagaimana mengatasi
27:02pelemahan rupiah
27:03bagaimana mengatasi
27:04penurunan indeks
27:05harga saham
27:06itu
27:07sumber
27:10ketidakpuasan publik
27:12jadi kalau misalnya
27:14saran-saran
27:16misalnya ya
27:17hebat dari Pak Jokowi
27:19tidak dieksekusi
27:20oleh pemerintah
27:21ya tidak ada
27:22impact-nya
27:23buat publik
27:24jadi yang paling utama
27:26adalah bukan
27:27pangor
27:27simboliknya
27:29Pak Jokowi
27:30karena ujungnya
27:32basis Pak Jokowi
27:33sendiri sekalipun
27:34seberapa cintanya pun
27:36pada Pak Jokowi
27:37kalau menghadapi
27:39masalah ekonomi
27:39ya marah juga
27:41jadi pada titik itu
27:43saya kira
27:43memang perlu
27:44kolaborasi
27:45ya
27:46antara
27:47Pak Jokowi
27:48dengan Pak Prabowo
27:50tentu dalam
27:52rangka
27:52mengeksekusi
27:53hasil-hasil
27:54pertemuan simbolik
27:55menjadi solusi
27:56teknokratik
27:57oke
27:58saya melihat
27:59Pak Prabowo
27:59sudah mulai
28:00ada perubahan
28:02ada moratorium
28:03pendirian
28:04SPPG
28:04kemudian
28:06liburan sekolah
28:08ini kan sebentar lagi
28:09liburan sekolah
28:10cukup lama
28:11itu dihentikan
28:12sama sekali
28:13operasional
28:14SPPG
28:14jangan lupa
28:15waktu kemarin
28:16ramadhan
28:16orang libur
28:17itu dibagi
28:19itu SPPG
28:20kemudian
28:21ada
28:21komentar kelas juga
28:23dari Mengkopangan
28:23Pak Yul Gifli Hasan
28:24untuk mengatasi
28:26penghambur-hamburan
28:271 triliun
28:28per bulan
28:29itu ada
28:31upaya untuk
28:31mendengar
28:32tapi pertanyaannya
28:33adalah
28:33MBG ini kan
28:35baru satu
28:36isu
28:37ada isu lain
28:39yaitu
28:39isu ekonomi
28:40yang menurut saya
28:42MBG
28:43dengan diperbaiki
28:44tata kelolanya
28:45mungkin memberikan
28:46semacam
28:46sinyal positif
28:47bahwa spending
28:49yang terlalu
28:50jorjoran
28:50bisa dihemar
28:51tapi sisi lain
28:53pemerintah juga harus
28:54mengeluarkan
28:56paket stimulus
28:56untuk menggerakkan
28:57ekonomi
28:58itulah solusi
28:59yang menurut saya
29:00bisa
29:00mengembalikan
29:01popularitas
29:02pemerintahan
29:03Pak Prabowo
29:04dan tentu saja
29:04semuanya akan happy
29:05kalau misalnya
29:06Pak Prabowo
29:08dengan dibantu
29:09Pak Jokowi
29:09mampu memberikan
29:10solusi nyata
29:11atas
29:12masalah
29:13atau himbitan
29:14yang sekarang
29:14mengerak masyarakat
29:15oke
29:15tidak cukup
29:16dengan hanya pertemuan
29:17kemudian
29:17masukan-masukan
29:18tapi harus
29:19dieksekusi
29:20secara nyata
29:20gitu ya
29:21solusi teknokrati
29:22tadi disampaikan
29:22mas Burhan
29:23yang bisa harus
29:24dilakukan Pak Prabowo
29:25supaya
29:25bisa menjawab
29:27tutupan-tutupan
29:27maupun juga
29:28kritik-kritik
29:28yang dilayangkan
29:30ke pemerintah
29:30beberapa waktu
29:31belakangan ini
29:32terima kasih
29:34mas Burhanudin Muhtadi
29:36Direktur Eksekutif
29:37Indekator Politik Indonesia
29:38dan juga
29:39Bang Freddy Damanik
29:40Wakil
29:41masuk kami
29:41Sekjen
29:42DPP Projo
29:43sudah bergabung
29:43di Sampai Indonesia
29:44pagi
29:44selamat pagi
29:47pagi
29:47pagi mas
29:49saudara jangan berancak
29:50kami masih akan kembali
29:51dengan informasi
29:52dari mancanegara
29:53dimana upaya damai
29:54Amerika Serikat dan Iran
29:55masih dibayangi
29:57serangan di Lebanon
29:58Israel masih terus
30:00menggencarkan serangan
30:01meskipun ada
30:02kesepakatan
30:02untuk mengakhiri peran
30:04selamat menikmati
30:04selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan