00:01Pemanfaatan dana badan usaha milik kampung, BUMKAM, Buantan Besar, Kecamatan Siak,
00:06untuk pengembangan agrowisata petik melon mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan.
00:11Melalui kerjasama pengelolaan dengan petani lokal,
00:14usaha budidaya melon tersebut telah menghasilkan pendapatan ratusan juta rupiah hanya dalam dua kali masa panen.
00:19Pengelola agro-siak farm, Siswanto, menjelaskan bahwa pengembangan kebum melon dilakukan melalui kerjasama dengan BUMKAM Buantan Besar
00:27dengan nilai investasi sebesar 163 juta rupiah.
00:30Dalam kesepakatan tersebut, keuntungan usaha dibagi dengan skema 20% untuk BUMKAM dan 80% untuk pengelola,
00:37sementara pengembalian modal dilakukan dalam jangka waktu satu tahun.
00:41Dana BUMKAM sebesar 163 juta rupiah itu akan dihitung kembali setelah satu tahun berjalan.
00:47Setelah modal dikembalikan, baru keuntungan dibagi sesuai kesepakatan, kata Siswanto, Selasa, 16 Juni 2026.
00:55Karena usaha ini berbentuk fisik dan membutuhkan modal besar,
00:59tentu tidak bisa langsung mengembalikan modal dalam waktu singkat, imbuhnya.
01:03Ia menjelaskan, budidaya melon mulai dilakukan pada April 2026 dan hingga kini telah memasuki panen kedua.
01:10Pada panen pertama dari tiga grain house, pihaknya berhasil memanen sekitar 2,6 ton melon atau sekitar 1.120 buah,
01:17dengan nilai penjualan hampir 50 juta rupiah.
01:20Saat itu hasil panen dijual kepada pemasok yang dijual lagi ke sejumlah supermarket bahkan hingga pekan baru.
01:26Sementara pada panen kedua yang saat ini sedang berlangsung, hasil produksi diperkirakan jauh lebih besar.
01:32Setiap grain house mampu menghasilkan sekitar 1,3 hingga 1,5 ton melon dengan nilai penjualan mencapai 40 juta rupiah
01:38hingga 45 juta rupiah per grain house.
01:40Kalau di total, panen pertama hampir 50 juta rupiah dan panen kedua diperkirakan sekitar 135 juta rupiah.
01:49Jadi dari dua kali panen sudah menghasilkan sekitar 185 juta rupiah.
01:54Dalam setahun targetnya bisa empat kali panen, ujarnya.
01:57Terima kasih telah menonton!
Komentar