00:01Di dalam pengelolaan uang negara, you are never alone.
00:05Jadi ketika kita merencahkan satu program, maka di situ harus ada perencanaan.
00:11Program prioritas yang dimiliki oleh Badan Gigi,
00:15persetujuan ini merupakan tripartit Badan Gigi, Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan.
00:33Sebenarnya meski secerca harapan baru muncul, usai kepala dan wakil kepala Badan Gigi Nasional yang baru dilantik oleh Presiden,
00:42namun gejolak di Badan Gigi Nasional tak kunjung surut.
00:45Persis di depan saya adalah kantor Badan Gigi Nasional, saudara,
00:49yang bahkan pada beberapa waktu yang lalu sempat disegel oleh koalisi masyarakat MBG Watch.
00:56Tidak hanya itu, bahkan ada sekelompok orang yang kemudian masuk ke lobi dari gedung BGN,
01:02bahkan salah satu pria di antaranya mengamuk karena ingin bertemu dengan kepala BGN yang baru, Nanik S. Dayang.
01:09Tidak berhenti sampai di situ, saudara.
01:11Ada sejumlah perempuan yang datang jauh-jauh dari Sumatera Utara untuk meminta keadilan kepada BGN
01:19karena mengalami kerugian terkait dengan implementasi program makan bergizi gratis.
01:25Saya sudah bersama dengan tiga orang perempuan yang datang jauh-jauh ya,
01:30dari Sumatera Utara.
01:31Ada Ibu Ernie Putauruk, dan juga Ibu Francisca Simanyutak, dan juga Ibu Helma Silait.
01:38Terima kasih sudah berkenan untuk kami wawancara, Bu.
01:40Pertama saya ingin kofilmasi dulu.
01:42Bu Ernie, Bu Francisca, dan juga Bu Helma betul datang jauh-jauh dari Sumatera Utara
01:47untuk mendatangi kantor BGN.
01:49Betul, Bapak.
01:50Oke.
01:50Sebenarnya, Pak, saya adalah ketua kooperasi yang sebenarnya bertanggung jawab untuk pembayaran supplier.
01:58Namun, karena spesimen tanda tangan saya sudah diganti oleh
02:03yang merupakan founder Yayasan Bisok Maghrup yang membawahi 21 dapur,
02:09yang sekaligus ketua pengawas di kooperasi ini,
02:13maka saya kehilangan akses untuk membayar mereka-mereka ini, Pak.
02:16Oke, artinya Bu Francisca dan Bu Helma ini adalah supplier?
02:21Betul.
02:22Oke, saya izin tanya dulu.
02:24Bu Francisca, supplier apa, Bu?
02:25Saya supplier makanan kering, Pak.
02:28Biasanya saya dipesan itu ribuan, Pak.
02:31Ribuan?
02:32Karena ada 21 dapur, dan tergantung pihak kooperasi yang memesan kepada saya.
02:39Oke.
02:40Ada sejumlah uang yang belum dibayarkan ke Bu Francisca?
02:43Benar, Pak.
02:44Jumlahnya?
02:44Jumlahnya yang terakhir ini 97 juta, Pak.
02:4897 juta?
02:49Yang belum dibayar.
02:50Sampai saat ini belum dibayar?
02:51Sampai saat ini belum dibayar, Pak.
02:53Kalau untuk Bu Helma sendiri, supplier apa, Bu?
02:55Saya buah sama ikan.
02:57Buah sama ikan?
02:58Setiap hari juga menyuplai?
03:00Iya, setiap hari.
03:01Jumlahnya juga ribuan?
03:02Aku kalau ikan itu, setiap perharinya itu 300 kilo.
03:08Tapi dalam satu dapur itu, satu minggu gitu, setiap kali.
03:11Padahal kalau kemarin itu ada buah satu ton lebih, tiga ton lebih ke kooperasi.
03:17Kalau Bu Francisca itu belum dibayarkan 97 juta rupiah, Bu, ya, sampai sekarang.
03:23Bu Helma?
03:24Teras 20 juta lagi.
03:25120 juta?
03:27Sampai saat ini juga belum dibayar.
03:31Saya ingin ke Bu Erni bahwa,
03:34tentu apa yang kemudian menjadi tudingan,
03:38ini harus disertai dengan bukti.
03:40Ibu punya informasi terkait hal ini?
03:41Terkait hal itu, Bapak.
03:43Di sini, BGN telah memeritakan Pak Erickson untuk menyelesaikan seluruh supplier.
03:49Dan di sini, saya sampaikan kepada Pak Erickson dan juga pengacaranya, Bu Melpa.
03:55Bu, rekening koran tidak bisa dibohongi.
03:58Mengapa di tengah terjadi jeritan daripada supplier,
04:03Bapak masih tega-teganya bersama dengan Ibu dan Oknum,
04:08mengeluarkan uang supplier ini untuk operasional pengacara Bapak?
04:12Ada tertuang di sini?
04:14Ada, Bapak.
04:15Boleh saya lihat, Bu?
04:16Boleh, Bapak.
04:17Di sini juga saya baca bahwa saya uang supplier ini membayar konsultan yang dipilih oleh Pak Erickson sendiri,
04:26sebesar Rp66 juta.
04:28Ini untuk konsultan.
04:30Ada tulisannya ya?
04:32Ada, Bapak.
04:33Konsultan.
04:33Iya.
04:34Tiket pulang lawyer oleh Hendra.
04:36Tiket pulang lawyer.
04:37Tapi ada yang menarik bahwa kuasa hukum yang tadi Ibu sebut dibayarkan melalui uang yang seharusnya diterima oleh supplier,
04:46menyebut bahwa beberapa supplier ini tidak diberikan uangnya karena terlambat melampirkan nota yang seharusnya diberikan kepada verifikator.
04:57Tanggapan atas tuduhan lingkar janji, kami menolak secara tegas terhadap tuduhan yang menyatakan bahwa kepengurusan kooperasi yang baru telah melakukan
05:07lingkar janji.
05:08Faktanya, saya sampaikan kembali faktanya, pembayaran telah dilakukan terhadap seluruh kewajiban yang telah terverifikasi dan memenuhi persyaratan administrasi yang ditetapkan
05:18oleh konsultan,
05:19yaitu sejumlah 40 supplier telah dibayar lunas pada tanggal 20 Mei 2026.
05:26Munculnya klaim baru, saya tegaskan, munculnya klaim baru setelah penutupan verifikasi tidak merupakan kewajiban daripada kooperasi dengan kepengurusan yang baru.
05:38Tidak betul, sebab tanggal 21 April 2026, Bapak Kuasa Hukum kami, yaitu Bapak Simare-Mare, telah memberikan secara langsung melalui
05:49pesan WA.
05:50Bahkan, Pak, ibu ini dan ibu ini sudah tidur di depan ketua pengurus yang diangkat oleh ***.
05:57Ibu ini juga sudah tidur di depan yayasan ***.
06:01Mengapa dikatakan tidak diberikan notanya?
06:03Saya ingin ke ibu Helma dan ibu Francisca, bahwa ibu Helma dan ibu Francisca sempat memblokade ya, sempat duduk di
06:10depan dari pagar, dan tidur malahan di sini.
06:14Apa yang ingin disampaikan dengan aksi yang ibu lakukan sebenarnya?
06:17Kami ini orang kecil, Pak. Kami tidak bisa melawan orang besar. Tapi kami berusaha untuk mencari keadilan. Kami hanya meminta
06:26uang kami, dan kami meminta hak kami, Pak.
06:29Itu saja, Pak. Tolong kami, Pak Prabowo. Tolong kami meminta hak kami. Kami meminta uang kami, Pak. Itu saja, Pak.
06:38Oke. Dari ibu Helma, mungkin apa yang disampaikan, Bu, dengan aksi ibu memblokade salah satu pintu BGN?
06:43Tolong, Bapak Prabowo. Aku orang susah. Aku datang kemaripun. Aku tinggalkan karena aku ketelakan karena tidak ada bayar uang, Pak.
06:51Saya minjam kemari-kemari, kesana kemari untuk datang kemari. Karena uang saya tidak ada uang.
06:58Jadi, aku tidak tahu permainan BGN. Aku cuma tutup hakku saja. Kondisi saya sekarang sudah tidak mampu bertahan hidup.
07:07Padahal program Bapakmu, Prabowo ini program yang mudah sekali. Sangat membantu kami di Tapan Lutara.
07:15Tapi onum-onumnya ini, Pak. Tidak jelas.
07:19Mohon bantuan Bapak yang seriladilnya kepada kami.
07:22Hal ini ingin kehak kami. Dan mohon bantuannya yang sesakit ini, Pak.
07:30Kami melakukan penelusuran terhadap lebih dari 200 yayasan yang menjadi mitra MBG.
07:36Dan dari 200 sekian yayasan itu, 102 diantaranya terafiliasi dengan berbagai macam aktor.
07:42Aktor-aktornya salah satunya adalah aktor politik.
07:45Siapa yang terbanyak?
Komentar