- 2 jam yang lalu
- #mbg
- #makanbergizigratis
- #prabowo
JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara Partai Gerindra, Andre Rosiade, menegaskan pemerintah mendukung langkah evaluasi dan penegakan hukum terhadap pihak yang diduga terlibat penyimpangan dalam program MBG.
Andre menyebut kritik dan masukan masyarakat justru menjadi bahan perbaikan bagi pemerintah.
Menurut Andre, pemerintah telah menerima berbagai masukan dan saat ini tengah melakukan langkah pembenahan. Ia mengungkapkan Presiden Prabowo telah meminta agar dugaan penyimpangan diproses secara hukum serta dilakukan evaluasi menyeluruh.
Dalam masa evaluasi tersebut, pemerintah melakukan moratorium program dengan menghentikan sementara penambahan dapur baru. Sejumlah layanan MBG juga dihentikan selama masa libur sekolah.
Andre mengatakan audit dilakukan secara menyeluruh untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan transparansi program.
Di sisi lain MBG Watch diwakili Media Wahyudi Askar, menilai pemerintah terlambat merespons berbagai masukan yang telah disampaikan sebelum program dijalankan.
Menurutnya, pihaknya telah mengingatkan adanya potensi korupsi bahkan sebelum MBG dilaksanakan. Ia menilai berbagai persoalan yang muncul saat ini seharusnya dapat dicegah apabila masukan tersebut didengar sejak awal.
"Kerusakan sudah terjadi. Lumbung sudah terbakar. Korupsi sudah terjadi," katanya.
Menurutnya, enam bulan sebelum MBG diluncurkan, MBG Watch telah menerbitkan studi mengenai potensi korupsi dalam program tersebut.
Ia mengungkapkan hasil survei yang dilakukan saat itu menunjukkan kekhawatiran publik terhadap potensi penyimpangan.
MBG Watch juga mengaku telah memperingatkan pemerintah agar tidak mengandalkan vendor besar dalam pelaksanaan program.
Selain potensi korupsi, pihaknya juga mengingatkan risiko yang muncul dalam rantai pengadaan dan distribusi makanan.
Media bahkan menyoroti besarnya inefisiensi senilai 1,75 triliun rupiah per minggu yang menurut kajian mereka terjadi dalam program tersebut.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/PwPM3-CDZPI
#mbg #makanbergizigratis #prabowo
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/675481/gerindra-dukung-audit-total-mbg-watch-lumbung-sudah-terbakar-satu-meja
Andre menyebut kritik dan masukan masyarakat justru menjadi bahan perbaikan bagi pemerintah.
Menurut Andre, pemerintah telah menerima berbagai masukan dan saat ini tengah melakukan langkah pembenahan. Ia mengungkapkan Presiden Prabowo telah meminta agar dugaan penyimpangan diproses secara hukum serta dilakukan evaluasi menyeluruh.
Dalam masa evaluasi tersebut, pemerintah melakukan moratorium program dengan menghentikan sementara penambahan dapur baru. Sejumlah layanan MBG juga dihentikan selama masa libur sekolah.
Andre mengatakan audit dilakukan secara menyeluruh untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan transparansi program.
Di sisi lain MBG Watch diwakili Media Wahyudi Askar, menilai pemerintah terlambat merespons berbagai masukan yang telah disampaikan sebelum program dijalankan.
Menurutnya, pihaknya telah mengingatkan adanya potensi korupsi bahkan sebelum MBG dilaksanakan. Ia menilai berbagai persoalan yang muncul saat ini seharusnya dapat dicegah apabila masukan tersebut didengar sejak awal.
"Kerusakan sudah terjadi. Lumbung sudah terbakar. Korupsi sudah terjadi," katanya.
Menurutnya, enam bulan sebelum MBG diluncurkan, MBG Watch telah menerbitkan studi mengenai potensi korupsi dalam program tersebut.
Ia mengungkapkan hasil survei yang dilakukan saat itu menunjukkan kekhawatiran publik terhadap potensi penyimpangan.
MBG Watch juga mengaku telah memperingatkan pemerintah agar tidak mengandalkan vendor besar dalam pelaksanaan program.
Selain potensi korupsi, pihaknya juga mengingatkan risiko yang muncul dalam rantai pengadaan dan distribusi makanan.
Media bahkan menyoroti besarnya inefisiensi senilai 1,75 triliun rupiah per minggu yang menurut kajian mereka terjadi dalam program tersebut.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/PwPM3-CDZPI
#mbg #makanbergizigratis #prabowo
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/675481/gerindra-dukung-audit-total-mbg-watch-lumbung-sudah-terbakar-satu-meja
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Selamat malam, program Makan Bergizi Gratis menghadapi persoalan besar setelah Kejaksaan Agung menemukan adanya korupsi penyelewengan anggaran dalam jumlah besar.
00:13Menko Pangan Julki Flihasan menyebut ada pemborosan 1 triliun rupiah per bulan di Badan Gizi Nasional.
00:21Presiden sudah mengganti pimpinan BGN dan meminta adanya korupsi total pelaksanaan Makan Bergizi Gratis.
00:28Muncul desakan agar tata kelola termasuk alokasi anggaran MBG dipangkas, bahkan ada yang meminta untuk dihentikan.
00:37Anggaran MBG bocor, awas APBN Tekor. Inilah satu Meja Duh Forum malam ini bersama saya, Yogi Nugraha.
00:45Untuk membahas tema malam ini, kita sudah kedatangan narasumber.
00:51Ada media Wahyu Askar dari MBG Watch yang juga Direktur Kebijakan Publik Selios.
00:56Apa kabar Mas Media?
00:59Alhamdulillah.
01:00Ada juga Edy Suparno, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional.
01:05Sekaligus Wakil Ketua MPR RI.
01:08Apa kabar Mas Edy?
01:09Selamat malam.
01:10Selamat malam. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:11Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
01:14Ada juga Andre Rosiade yang baru saja ditunjuk menjadi juru bicara Partai Demokrat.
01:20Partai Gerindra.
01:21Partai Gerindra mohon maaf, salah-salah supaya disengaja sekaligus diralat.
01:25Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi 6 DPR RI.
01:30Saya minta maaf, salah menyebut.
01:32Karena warna biru. Ternyata biru tidak hanya punya Demokrat.
01:35Biru ini warnanya Pak Prabowo.
01:36Oke, sekarang punya Pak Prabowo.
01:38Bang Andre.
01:39Ya, siap.
01:40Sebetulnya MBG setelah banyak sekali huru-hara kemarin, terus-terusan diambil di rumahnya, dicopot.
01:48Bagi Partai Gerindra, itu kalau toh MBG harus dilanjutkan, apa syarat yang akan disampaikan ke publik?
01:57Supaya publik yakin bahwa oke, setelah ada pemborosan 1 triliun per bulan menurut Menko Pangan, ada uang 1 miliar katanya
02:07menurut kejaksaan ke mereka bertiga anggap tersangka.
02:10Apa sebetulnya yang akan disampaikan?
02:11Ya, tentu ya sekali lagi pemerintah termasuk Partai Gerindra tentu mendukung evaluasi.
02:20Jadi masukan kritik dari masyarakat kepada program MBG ini tentu merupakan vitamin mas.
02:29Jadi pemerintah maupun kami di Gerindra sangat terbuka terhadap masukan maupun evaluasi.
02:35Agar ke depan program MBG yang baik ini tidak jadi bancakan dan lebih tepat sasaran dan tidak ada kebocoran.
02:45Termasuk kami mendukung sepenuhnya langkah dari aparat penegak hukum untuk melakukan bersih-bersih apapun proses pengadaannya yang memang bermusalah.
02:57Proses, tangkap, dan hukum para pelaku.
03:00Bung Andre, saya menangkap bahwa banyak juga jadi pembicaraan ketika Pak Dadan CS itu ditangkap ada kalimat,
03:08wah ini proyek bancakan dan tadi Anda menyebutkan itu.
03:11Dari sisi Partai Gerindra memang iya ada isat bancakan itu karena tadi saya lihat muncul dari Anda.
03:17Ya jadi begini Mas, kami itu sudah mendengar masukan.
03:21Banyak hal para pihak dan kita sudah menyampaikan.
03:25Dan ini berproses dan disitulah Pak Prabowo mendengarkan masukan.
03:30Kan beliau berpidato, mendapatkan masukan, ada beliau pidato itu.
03:34Di tempat Marsinah itu beliau pidato.
03:36Bahwa beliau menyatakan, kepala BPKP menyampaikan ke beliau,
03:41ada orang dekat beliau yang melakukan perilaku korupsi.
03:44Pak Prabowo bilang apa?
03:45Proses.
03:47Jadi sebenarnya Presiden sudah lama mendengar ini.
03:50Kan sudah disampaikan sebenarnya, itu di tempatnya Marsinah kalau tidak salah.
03:53Jadi sehingga diproses lah, dicopot, diproses secara hukum,
03:59lalu Presiden meminta kabinetnya untuk melakukan evaluasi total.
04:04Nah evaluasi total ini dan perbaikan ini improve, ini sedang dilakukan.
04:10Jadi itu menunjukkan bahwa pemerintah terbuka atas masukan mas media,
04:14terbuka atas masukan teman-teman pers,
04:17terbuka dengan kritik mahasiswa dan seluruh stakeholder yang ada terbuka.
04:21Nah apa yang dilakukan pemerintah sekarang?
04:23Yang pertama, kita melakukan moratorium.
04:27Tidak ada penambahan dapur baru.
04:31Meskipun banyak dapur yang sedang berproses, itu di stop semua.
04:34Yang kedua, dalam masa libur sekolah ini, seluruh dapur itu berhenti beroperasi.
04:40Tidak ada lagi pengiriman untuk siswa, anak SD, TK, sampai SMA, tidak ada.
04:46Kalau dulu kan ada tuh dikirimin, sekarang tidak ada.
04:48Lalu 3B, ibu menyusui, ibu hamil, dan juga balita di stop.
04:55Semua di stop, tidak ada yang operasi.
04:57Termasuk insentif.
04:59Kalau dulu kan meskipun stop, operasi ada insentif 6 juta.
05:02Itu juga tidak ada kan.
05:03Jadi, dan dalam masa libur ini, dilakukanlah audit.
05:09Singkatnya, Pak Tegger Indra dan Presiden Prabowo merespon betul masukkan.
05:13Dan dilakukan audit secara menyeluruh.
05:17Sehingga yang diduga oleh Bang Zul, ketua umumnya Mas Edy yang menko pangan,
05:22itu bisa diurai, ditemukan.
05:24Jadi, di stop moratorium, operasi di stop satu libur,
05:30lalu diadakan audit besar-besaran,
05:32supaya kita bisa memenahi dan membentuk tata kelola yang lebih transparan,
05:37dan jangan MBG ini dibancarkan.
05:40Itu komitmen pemerintah Presiden Prabowo.
05:42Komitmennya tolong dicatat.
05:43Saya ke media-media.
05:45MBG Watch dari awal kan banyak menyoal.
05:48Tadi disebut juga oleh Bang Andre bahwa mendengar, termasuk dari MBG Watch.
05:55Cukup sampai dengan penangkapan, terus kemudian merombak pimpinan,
06:00dan kemudian tadi disampaikan ada moratorium,
06:02ada lima poin sebagai reformasi total di BGN.
06:07Set to the point saja.
06:08Enggak apa-apa, memang harus to the point.
06:11Menurut hemat saya, pemerintah tidak mendengar.
06:14Apanya?
06:14They don't listen.
06:16Dimananya? Bagian mananya Anda?
06:18Ini sudah satu setengah tahun.
06:20Kerusakan sudah terjadi, lumbung sudah terbakar, korupsi sudah terjadi.
06:24Bahkan kalau bisa flashback ke belakang,
06:27enam bulan sebelum MBG ini dilakukan,
06:29kami sudah mengumpulkan data,
06:31sudah mengeluarkan studi.
06:33Tahun 2024, sebelum MBG ini berjalan,
06:36kami sudah sampaikan,
06:3846 persen masyarakat mengendus ada potensi korupsi.
06:42Tahun 2024, kami juga sudah sampaikan,
06:44jangan bikin vendor-vendor besar.
06:46Serahkan ke sekolah,
06:49serahkan ke komunitas,
06:51UMKM lokal.
06:52Tahun 2024, kami juga sudah sampaikan,
06:56potensi korupsinya dari mana saja.
06:58Di SPPG itu di mana saja.
07:00Mulai dari pengadaan,
07:02penyalahgunaan pengawasan.
07:04Tahun 2024, kami bahkan juga sudah sampaikan,
07:07ada potensi keracunan.
07:09Bahkan yang sekarang,
07:10kalau kita lihat inefisiensi,
07:12itu 1,75 triliun per minggu.
07:14Dan itu kan sudah dilakukan,
07:16dari mulai mengganti,
07:18menegakkan hukum,
07:20terus kemudian pimpinan.
07:21Kalau bicara soal mendengar masukan,
07:24masukan itu harusnya diterima sebelum kebijakan itu dilakukan.
07:28Maka kalau sekarang ketika korupsi sudah terjadi,
07:30apakah kemudian salah masyarakat menuntut pemerintah?
07:33Ini bisa tidak terjadi sama sekali,
07:36kalau dari awal kebijakannya benar.
07:38Kalau di awal,
07:40rente-rente dapur itu tidak dimiliki oleh partai politik,
07:43ormas yayasan yang terafiliasi dengan pemerintah.
07:46Ini bisa dicegah.
07:48Tapi apa yang terjadi?
07:50Naskah akademik kebijakan ini tidak pernah ada.
07:53Ada banyak profesor di negara ini,
07:55ada berin, bapak, penas,
07:57tidak ada satupun naskah akademik.
07:59Kami mengeluarkan studi itu sebelum MBG itu dilakukan.
08:02Tapi apa yang terjadi?
08:05Tidak didengar.
08:07Dan kalau boleh saya jujur,
08:08setelah satu setengah tahun,
08:10apakah saya marah?
08:11Saya marah.
08:13Saya dapat beasiswa LPDP,
08:15saya lakukan apa yang saya bisa,
08:16bikin studi.
08:17Saya ingin tidak ada korupsi,
08:19dan kami sudah mengeluarkan studi itu.
08:21Dan sekarang korupsi terjadi.
08:24Triliunan rupiah uang sudah hilang.
08:27Tapi dalam konteks perbaikan,
08:29evaluasi,
08:29pengakuan dari pemerintah
08:31bahwa benar ada kesalahan,
08:32dan masih ada sisa waktu,
08:33tiga setengah tahun untuk memperbaiki,
08:35Anda melihat itu?
08:35Saya sangat menerima secara empati ya,
08:38bahwa pemerintah mengakui ada kesalahan.
08:41Tapi kan ini bukan perusahaan.
08:44Satu rupiah pun rugi,
08:46dari salah tata kelola kebijakan,
08:49maka yang rugi adalah uang masyarakat.
08:51Beda dengan mengurusi perusahaan.
08:53Perusahaan salah hitung,
08:55yang rugi adalah perusahaan.
08:57Tapi ketika pengelola negara salah hitung,
08:58Ada sanksi hukum yang sekarang sedang berproses.
09:01Mau ditangkap sebanyak apapun,
09:04koruptor,
09:05saya sepakat koruptor harus ditangkap.
09:07Tapi pertanyaannya,
09:08apakah kemudian uang yang hilang ini,
09:10lantas kemudian kembali?
09:13Apakah kemudian sampai 2029,
09:15kita disuguhi tangkap menangkap terus?
09:18Dan lebih parah lagi,
09:20sebetulnya inefisiensi dari program ini luar biasa.
09:23Itu kenapa?
09:24Saya selalu meyakini,
09:26empirical based evidence.
09:28Jangan sampai di negara ini,
09:30politik rente mengalahkan kajian akademik.
09:33Itu yang kami sesalkan.
09:34Karena dari awal kajian akademiknya tidak kuat,
09:37pilotingnya tidak ada,
09:38hantam saja kiri kanan depan belakang,
09:41dan sekarang setelah satu setengah tahun,
09:43lumbung padi sudah terbakar.
09:45Korupsi sudah terjadi.
09:46Dan kemudian kita membahas ini lagi berulang-ulang,
09:49evaluasi tata kelola.
09:50No, tata kelola itu dilakukan sejak hari pertama,
09:54kebijakan itu diluncurkan.
09:56Bagi bentuk evaluasi atau tidak melihat ada perbaikan?
09:58Tentu kita berharap ada evaluasi, tentu saja.
10:01Menko Pangan Zulhas mengatakan salah satu,
10:04salah satu alasan mengganti pimpinan BGN adalah
10:09karena ditemukan pemberosan,
10:10ada tata kelola yang salah dan sebagainya.
10:13Kita dengarkan dulu pernyataan dari Menko Zulhas.
10:20Dan pada setiap titik,
10:21akhirnya Presiden mendengar dan sudah mengambil keputusan,
10:24ya,
10:26diganti dengan manajemen yang baru,
10:28istilah kita ya.
10:29Oleh karena itu,
10:31perlu waktu penataan,
10:33ya,
10:34satu bulan ya,
10:35kalau 6 juta,
10:37satu,
10:38satu hari,
10:40maka satu bulan,
10:41ada pengeluar lebih
10:43satu triliun
10:45pemborosan.
10:46Berarti kalau satu tahun berapa itu?
10:4812 triliun.
10:50Ini yang,
10:51maka perlu penataan untuk ditata
10:53agar bisa diperbaiki dan diselesaikan.
11:00Saya mau ke Mas Edy.
11:02Mas Edy,
11:02tadi kan clear tuh,
11:04ya,
11:05mengatasnamakan Presiden,
11:06menyampaikan bahwa alasannya jelas,
11:08copot,
11:09kemudian ada tata kelola yang salah.
11:11Tetapi,
11:11saya ingin bertanya,
11:13satu bulan cukup ya,
11:14untuk kerusakan yang begitu parah,
11:17gitu kan banyak sekali,
11:18atau,
11:19Mas Edy mau menjelaskan seperti apa?
11:21Saya ingin mengistilahkan MBG ini,
11:25ibaratnya sebuah bis besar.
11:28Bis besar, oke.
11:28Penumpangnya banyak,
11:30berjalan sudah,
11:31kadang-kadang jalannya ugal-ugalan,
11:33sehingga ada yang muntah,
11:34gitu.
11:35Yang jarak jauh,
11:37jarak dekat,
11:38bayarnya tetap sama 6 juta,
11:40gitu.
11:41Nah, sehingga akhirnya perlu dilakukan evaluasi.
11:43Setelah begitu banyak,
11:45masukan dari masyarakat.
11:47Masyarakat memberikan masukan,
11:49pemerintah mendengar,
11:51pemerintah berespons.
11:52Caranya gimana?
11:53Kita moratorium dulu,
11:54kita hentikan dulu pembangunan SPPG.
11:58Bahkan saat ini sudah terlihat,
12:00tercatat,
12:01ada 7 ribu unauthorized SPPG,
12:04yang menyebabkan kerugian,
12:05disampaikan Pak Zulhas,
12:071 triliun per bulan.
12:09Nah,
12:09di samping itu,
12:10juga kemudian insentif,
12:12mau yang kemudian memberikan,
12:14apa nama,
12:15makan bergizi gratis,
12:17untuk 2 ribu anak,
12:191.500 anak,
12:205.500 anak,
12:21tetap dibayar,
12:226 juta per hari,
12:23insentif itu harus evaluasi.
12:25Dihentikan mas?
12:26Sudah dihentikan?
12:27Dihentikan.
12:28Nah, kemudian,
12:28termasuk juga bagi,
12:30yang sekarang ini misalnya,
12:318 juta,
12:32ada 8 juta penerima yang salah.
12:34Jadi,
12:34ibaratnya penumpang,
12:35ya,
12:36ini dikurang-kurangin semuanya.
12:378 juta dikurangin,
12:39turun.
12:39itu penghematannya sendiri,
12:4125 triliun.
12:42Nah,
12:43sehingga,
12:43masa ini dilakukan,
12:45waktunya cukup,
12:46untuk melakukan dua hal.
12:47Di hulu,
12:48kita lakukan penataan.
12:51Di hilir,
12:52kita lakukan penguatan,
12:54pengawasan.
12:55Nah,
12:56jadi agar,
12:57program ini,
12:58yang manfaatnya dirasakan,
13:00dan saya tadi,
13:01bicara mengenai empirical evidence,
13:03di dapil saya,
13:05ada 1 juta 50 ribu penerima MBG.
13:09Ada 450 SPPG.
13:13SPPG.
13:13Empirical evidence,
13:15dari 22 SPPG yang saya datangi,
13:17semuanya membutuhkan.
13:19Bahkan,
13:20sekolah yang sempat terkena kejadian keracunan,
13:24itu pun merasa,
13:25mereka tetap membutuhkan.
13:26Permasalahannya satu,
13:28kualitasnya perbaiki,
13:29jangan sampai terjadi lagi permasalahan seperti,
13:31jangan sampai terlambatan,
13:32jangan sampai keracunan,
13:33lain-lain-lain.
13:34Tetapi,
13:35overall,
13:36program ini dibutuhkan,
13:37program ini,
13:39merupakan salah satu program,
13:40yang ditunggu oleh,
13:42anak-anak di sekolah,
13:43tetapi memang,
13:44kita akui,
13:44perlu penyempurnaan,
13:46penyempurnaan.
13:46Jadi,
13:47overhaul ini yang dilakukan,
13:48bus ini berhenti dulu,
13:49overhaul dulu,
13:50supaya apa?
13:51Nantinya bisa melaju,
13:52lebih baik lagi.
13:53Penumpang diangkut,
13:54betul-betul mereka-mereka,
13:55yang memang layak.
13:56Persoalannya satu bulan cukup.
13:58Ini kan,
13:58biasanya,
13:59atau mungkin Pak Zul,
14:00cuma sekadar memberikan dulu sementara,
14:02kajian mendalam.
14:03Boleh saya tambahkan?
14:04Saya,
14:05silahkan, silahkan.
14:06Mungkin saya tambahkan.
14:08Perbaikan dan evaluasi,
14:09termasuk,
14:10moratorium.
14:11Ya.
14:12Itu,
14:13itu akan dilakukan,
14:14sampai akhir tahun.
14:15Jadi,
14:15sampai akhir tahun,
14:172026 ini,
14:18tidak akan ada lagi,
14:20penambangan SPPG.
14:21SPPG.
14:22Yang ada adalah,
14:23evaluasi besar-besaran.
14:25Oke,
14:25saya kembalikan ke Masa Dimas.
14:26Jadi,
14:26ingin melancangkan apa?
14:27Ya,
14:27jadi menurut saya,
14:28memang hari ini,
14:29kita memang harus melakukan penataan,
14:31penataan,
14:32audit yang perlu di audit,
14:34yang sekarang ini,
14:35merasa,
14:36bahwa SPPG-nya itu,
14:38tidak bekerja dengan baik,
14:39ugal-ugalan,
14:41terlambat pengiriman,
14:42dan lain-lain,
14:42wajib untuk bisa,
14:43kemudian dilakukan evaluasi,
14:45terlalu SPPG tersebut.
14:46Nah,
14:47setelah itu,
14:47pada saat dilaksanakan kembali,
14:49harus diperketat,
14:51aspek pengawasannya.
14:52dan lain-lain,
Komentar