Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, mengibaratkan MBG sebagai sebuah bus besar yang sudah berjalan namun membutuhkan perbaikan menyeluruh.

Menurut Eddy, berbagai persoalan yang muncul menjadi alasan pemerintah melakukan evaluasi dan moratorium sementara.

Menurutnya, pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG saat ini dihentikan sementara sebagai bagian dari proses evaluasi. Ia juga mengungkapkan adanya sekitar 7 ribu SPPG yang tidak memiliki otorisasi resmi.

Selain itu, pemerintah juga menghentikan skema insentif yang sebelumnya diberikan secara seragam tanpa memperhatikan jumlah penerima manfaat.

Eddy juga menyebut terdapat jutaan penerima manfaat yang tidak tepat sasaran dan kini sedang dilakukan penyesuaian.

Menurutnya, langkah penataan tersebut sekaligus menghasilkan penghematan anggaran yang besar.

Meski mengakui banyak persoalan dalam pelaksanaan MBG, Eddy menilai program tersebut tetap dibutuhkan masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan alasan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) berkaitan dengan kebutuhan penataan manajemen dan perbaikan tata kelola.

Zulhas juga menyinggung potensi pemborosan anggaran yang menurutnya mencapai angka signifikan hingga 12 triliun rupiah dalam setahun.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/PwPM3-CDZPI



#mbg #makanbergizigratis #prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/675485/pan-dukung-evaluasi-total-mbg-fokus-benahi-tata-kelola-dan-pengawasan-satu-meja
Transkrip
00:00Menko Pangan Zulhas mengatakan salah satu alasan mengganti pimpinan BGN adalah karena ditemukan pemberosan, ada tata kelola yang salah dan
00:11sebagainya.
00:12Kita dengarkan dulu pernyataan dari Menko Zulhas.
00:19Dan pada setiap itu akhirnya Presiden mendengar dan sudah mengambil keputusan diganti dengan manajemen yang baru istilah kita ya.
00:27Oleh karena itu perlu waktu penataan, satu bulan ya, kalau 6 juta satu hari, maka satu bulan ada pengeluar lebih
00:42satu triliun pemberosan.
00:45Berarti kalau satu tahun berapa itu? 12 triliun.
00:48Ini yang maka perlu penataan untuk ditata agar bisa diperbaiki dan diselesaikan.
00:58Saya mau ke Mas Edy. Mas Edy, tadi kan clear tuh ya, mengatasnamakan Presiden, menyampaikan bahwa alasannya jelas, copot, kemudian
01:08ada tata kelola yang salah.
01:10Tetapi saya ingin bertanya, satu bulan cukup ya untuk kerusakan yang begitu parah, gitu kan banyak sekali, atau Mas Edy
01:18mau menjelaskan seperti apa?
01:19Saya ingin mengistilahkan MBG ini ibaratnya sebuah bis besar, penumpangnya banyak, berjalan sudah.
01:30Kadang-kadang jalannya ugal-ugalan sehingga ada yang muntah, yang jarak jauh, jarak dekat, bayarnya tetap sama 6 juta.
01:38Nah sehingga akhirnya perlu dilakukan evaluasi. Setelah begitu banyak masukan dari masyarakat.
01:46Masyarakat memberikan masukan, pemerintah mendengar, pemerintah merespons.
01:50Caranya gimana? Kita moratorium dulu, kita hentikan dulu pembangunan SPPG.
01:57Bahkan saat ini sudah terlihat, tercatat ada 7 ribu unauthorized SPPG.
02:03Yang menyebabkan kerugian, disampaikan Pak Zulhas, 1 triliun per bulan.
02:08Nah disamping itu juga kemudian insentif mau yang kemudian memberikan makan bergizi gratis untuk 2 ribu anak,
02:181.500 anak, 500 anak, tetap dibayar 6 juta per hari.
02:22Insentif itu adalah evaluasi.
02:23Dihentikan mas, sudah dihentikan.
02:26Nah kemudian termasuk juga bagi yang sekarang ini misalnya 8 juta, ada 8 juta penerima yang salah.
02:33Jadi ibaratnya penumpang, ya ini dikurang-kurangin semuanya.
02:36Yang 8 juta dikurangin, turun gitu.
02:38Itu penghematannya sendiri 25 triliun.
02:41Nah sehingga masa ini dilakukan waktunya cukup untuk melakukan dua hal.
02:46Di hulu, kita lakukan penataan.
02:50Di hilir, kita lakukan penguatan pengawasan.
02:53Nah jadi agar program ini yang manfaatnya dirasakan, dan saya tadi bicara mengenai empirical evidence,
03:02di dapil saya ada 1.050.000 penerima MBG.
03:08Ada 450 SPPG.
03:12Empirical evidence dari 22 SPPG yang saya datangi, semua yang membutuhkan.
03:17Bahkan sekolah yang sempat terkena kejadian keracunan, itu pun merasa mereka tetap membutuhkan.
03:25Permasalahannya satu, kualitasnya perbaiki, jangan sampai terjadi lagi permasalahan seperti,
03:30jangan sampai ada terlambatan, jangan sampai keracunan, lain-lain.
03:33Tetapi overall, program ini dibutuhkan, program ini merupakan salah satu program yang ditunggu oleh anak-anak di sekolah,
03:41tetapi memang kita akui, perlu penyempurnaan-penyempurnaan.
03:45Jadi overhaul ini yang dilakukan, bus ini berhenti dulu, overhaul dulu, supaya apa?
03:50Nantinya bisa melaju lebih baik lagi.
03:52Penumpang diangkut, betul-betul mereka-mereka yang memang layak.
03:54Persoalannya satu bulan cukup.
03:56Ini kan...
03:57Atau mungkin Pak Zul cuma sekadar memberikan dulu sementara, tapi nanti perlu kajian mendalam.
04:02Saya, silakan-silakan.
04:05Mungkin saya tambahkan.
04:06Perbaikan dan evaluasi termasuk moratorium itu, itu akan dilakukan sampai akhir tahun.
04:14Jadi sampai akhir tahun 2026 ini tidak akan ada lagi penambangan SPPG.
04:21Yang ada adalah evaluasi besar-besaran.
04:24Oke, saya kembalikan ke Mas Yedim.
04:25Jadi ingin melancangkan apa?
04:26Jadi menurut saya memang hari ini kita memang harus melakukan penataan audit,
04:31yang perlu di audit, yang sekarang ini merasa bahwa SPPG-nya itu tidak bekerja dan baik,
04:38ugal-ugalan, terlambat pengiriman dan lain-lain, wajib untuk bisa kemudian dilakukan evaluasi terhadap SPPG tersebut.
04:45Nah, setelah itu pada saat dilaksanakan kembali, harus diperketat aspek pengawasannya.
04:50Selamat menikmati.
04:50Selamat menikmati.
04:50Sampai jumpa.
Komentar

Dianjurkan