00:00Lalu apakah Inggris bisa membalas kekalahan dari Kroasia saat Piala Dunia 2018?
00:05Kita akan bahas bersama analis sepak bola Roni Pangimanan.
00:07Selamat malam, Bung Ropan.
00:09Selamat malam, Mas Radhi.
00:11Oke, Bung Ropan, kalau kita bisa bilang laga Inggris melawan Kroasia malam nanti adalah remontadanya Inggris harusnya ya.
00:18Nah, kira-kira kondisi Piala Dunia 2018 antara Inggris versus Kroasia pada saat itu dan saat ini apakah sama?
00:26Jika ada perbedaan, di mana perbedaannya?
00:28Saya pikir tidak sama ya, karena sekarang kan sudah ada beberapa pemain baru yang ada di kedua tim ya.
00:35Inggris memang masih dengan Harry Kane-nya, sementara Kroasia masih tetap dengan ikon mereka Luka Modric.
00:41Dan bahkan ini menjadi last dance bagi Luka Modric nantinya di Piala Dunia 2026 ini.
00:47Saya pikir sekarang ada perbedaannya karena memang ada misalnya Kroasia dengan Petar Susic.
00:52Ini pemain muda yang sangat bagus, ada Martin Baturina dari Komo.
00:56Ini juga pemain yang bagus yang nantinya akan coba untuk bisa membantu bagaimana Luka Modric ingin menyelesaikan Piala Dunia ini
01:05dengan sangat baik.
01:06Demikian juga dengan di Inggris.
01:07Karena kita tahu bersama Inggris banyak ada Buka Yosaka, ada Declan Race, pemain Eberi Zeeza yang sangat-sangat baik bermain.
01:14Ada Yulet Anderson di sana yang bagus. Jadi memang ada perbedaan di sana.
01:20Dan kalau bisa dilihat di sini, Inggris kan terakhir menang setelah mereka kalah di perpanjangan waktu 2-1 di 2018.
01:28Mereka masih bisa menang di UFA kemarin 2020 dengan 1-0.
01:32Dan materi Inggris lebih unggul dibandingkan dengan Kroasia.
01:35Kalau untuk saat ini saya pikir ya, karena walaupun Inggris tidak membawa misalnya Cole Palmer, Phil Foden, Harry Maguire, Trent
01:43Alexander Arnold.
01:44Tapi tetap mereka menjadi salah satu tim dengan kemewahan yang ada dengan Harry Kane, Jude Billingham yang ada di sana.
01:51Kemudian bagaimana Declan Race dan Buka Yosaka yang pemain-pemain yang bagus yang sedang dalam top perform saat ini dipanggil
01:58oleh pelaku mereka Thomas Tuchel.
02:00Oke, era Tuchel dan era Gareth Southgate ini sepertinya juga ada perbedaan regenerasi ya.
02:07Saat ini regenerasi baru tampak di Squad 3 Lions.
02:10Tapi bagaimana dengan regenerasi Kroasia?
02:12Selain yang Anda sebutkan tadi, ada pemain-pemain muda yang juga mengisi pos-pos tertentu di Kroasia.
02:17Ya, Bung Ropang.
02:19Ya, selain dua petar susik tadi, ya saya ada Martin Baturina, Huskovic juga pemain belakang oke.
02:24Tapi tetap sosok modis ini akan menjadi penentu di tengah karena memang tidak ada sosok seperti dia.
02:30Sebagai pemain yang punya visi yang bagus, pemain yang punya pengalaman yang kuat di sini.
02:36Dan betul-betul menjadi simbol kekuatan atau roh permainan dari Kroasia.
02:41Jadi memang di sini akan menjadi perhatian pemain-pemain Inggris untuk coba meredam.
02:46Mempersempit ruang gerak dari Modric.
02:50Nah, untuk itu saya pikir pemain berpengalaman lainnya seperti Ivan Pericic itu akan banyak membantu Andre Kramaric.
02:58Yang ada di depan pemain Hoffenheim ini.
03:00Ada juga Yosko Guardiol.
03:02Jangan lupa.
03:03Yosko Guardiol itu ada di belakang.
03:05Ya, betul.
03:06Dia akan memetralisir pemain-pemain belakang.
03:08Tapi karena Kroasia tentunya ingin menang melawan Inggris.
03:11Maka Kramaric dan Ivan Pericic inilah yang akan menjadi tumpuan harapan.
03:16Dengan berharap bahwa Modric akan mensuplai bola.
03:19Memberikan pasif yang terukur dan presisi ke kedua pemain ini.
03:23Agar gawang Pickford yang ada di Inggris itu bisa jebol.
03:27Jadi ini pertandingan yang seru.
03:29Artinya dibawa pertama akan menentukan siapa yang lebih dulu menggetarkan gawang masing-masing.
03:34Apakah Inggris atau Kroasia.
03:36Kroasia.
03:36Meskipun Luka Modric, Andre Kramaric, lalu Ivan Pericic usianya tidak muda lagi ya beropannya.
03:41Kalau kita lihat Modric kan 40, lalu Ivan Pericic 37 tahun dan Kramaric 34 tahun.
03:47Tapi pemimpinan ketiga orang ini di lapangan tengah generasi-generasi emasnya Kroasia yang masih dibawa lagi oleh Zlatko Dalic ini
03:56masih bisa memberikan perlawanan ya sepertinya kepada Inggris ya Bung Ropannya.
04:00Tapi saya pikir masih bisa ya.
04:02Makanya ini ketiganya boleh saya bilang bukan saja Modric yang menjadi last dance disini.
04:07Tapi juga dua pemain tersebut ya.
04:09Pericic dan Kramaric.
04:10Ya makanya mereka akan berusaha untuk menyelesaikan peluji dengan nama yang baik.
04:14Dengan prestasi yang bagus.
04:16Begitu.
04:16Nah ini ada juga Kapten Harry Kane.
04:19Kapten The Three Lions di Masih Inggris mengatakan.
04:21Ini adalah saat yang tepat untuk Inggris memenangkan turnamen.
04:24Anda sepakat bahwa football is coming home lagi ke London?
04:29Selalu kan Inggris selalu dan selalu bahwa football is coming home.
04:33Tetapi tidak pernah masuk ke mereka kan.
04:35Betul.
04:36Bagaimana di Euro juga mereka coba untuk melakukan itu kalah lawan Italia.
04:40Ya mereka menjadi tuan rumah.
04:42Ya kemudian di Euro lagi kalah lawan Spanyol.
04:44Betul.
04:44Jadi saya pikir ini hanya slogan yang tentunya harus dibuktikan.
04:49Memang inilah generasi terbaik ketika Harry Kane lagi bagus.
04:52Lagi moncer bersama dengan Bayern München.
04:54Maka ini akan menjadi penentu buat dia.
04:58Kalau sampai gagal Inggris tidak lagi punya harapan untuk 4 tahun depan.
05:02Nantinya ketika Maroko, Spanyol, dan Portugal menjadi tuan rumah.
05:05Peladunya itu akan sulit bagi Inggris.
05:08Dan Harry Kane tentunya tidak akan setajam seperti ini.
05:10Kalau kita melihat dengan seiring usia dia akan bertambah.
05:15Paling-paling itu akan berpindah ke Eze atau dengan Bukayosaka.
05:18Yang ada di sana.
05:19Jadi Inggris akan banyak mengalami kesulitan ketika mereka gagal untuk mewujudkan Inggris mencari juara dunia untuk kedua kali setelah tahun
05:2619.
05:28Nah Inggris ini kan sebenarnya kalau Anda juga tadi mengatakan masuk ke generasi emas sebenarnya ya.
05:33Ada Bukayosaka, Declan Rice, ada Eberachie Eze, lalu juga pemain-pemain lain seperti yang ada di lini belakang.
05:42Meskipun masih ada John Stone di sana.
05:44Tapi ini masuk dalam generasi emas.
05:45Tapi pemilihan pemain yang dibawa Thomas Tuchel juga tidak luput dari kritik.
05:51Karena tidak dibawanya tren Alexander Arnold atau Phil Foden.
05:54Pemain-pemain yang biasanya langganan masuk Squad Reliance.
05:57Anda punya pendapat soal ini?
06:02Mungkin saja ketika tren tidak dibawa karena lagi menurun dianggap sama Thomas Tuchel.
06:07Mendapatkan pemain-pemain yang firm seperti James Ries.
06:11Ries James dari Chelsea.
06:14Kemudian Mark Guehi yang ada yang diambil dari Crystal Palace yang sekarang bermain di City.
06:20Dia bermain dengan John Stone di belakang.
06:22Jadi pemain-pemain yang bagus, Enseri Konsa misalnya.
06:24Pemain Aston Villa yang sedang oke bermain di Liga Eropa.
06:27Itu yang diambil oleh Tuchel bermain dengan determinasi yang tinggi dan pemain-pemain yang siap untuk bisa bersaing di pila
06:34dunia.
06:34Makanya ditinggalkan.
06:35Cole Palmer pemain bagus, Phil Foden pemain bagus.
06:37Tetapi di saat di dalam pila dunia mereka dalam performa yang lagi menurun.
06:41Sehingga yang diambil oleh Tuchel adalah pemain-pemain yang dalam performa top.
06:45Ya ada misalnya Rogers, pemain dari Nottingham Forest juga yang bagus.
06:49Ya ada Elliot yang dipanggil lagi.
06:52Jadi itu pemain-pemain yang diharapkan mereka mendapatkan pick itu di pila dunia.
06:56Tapi ada satu nama juga yang jadi kritikan.
06:59Katanya kenapa masukin Ivan Toni?
07:00Ivan Toni ini kan bermain di Saudi League dan umurnya juga tidak mudah lagi.
07:03Tidak mudah lagi. Memang itu menjadi satu perdebatan ya.
07:07Karena dia dari Liga Eropa tetapi mungkin karena dianggap dia moncer.
07:10Dia bisa menjadi pelan-pemain sebagai reken.
07:14Karena Harry Maguire sebenarnya yang paling dikritik.
07:17Betul.
07:17Ya ini berarti pilihan yang paling rasional ya.
07:19Setidaknya saat ini dari Thomas Tuchel untuk Three Lions.
07:22Nah terakhir, dalam dua pertanyaan saya terakhir.
07:24Dalam dua turnamen pila dunia yang lalu,
07:27Kroasia ini selalu tembus semifinal.
07:28Bahkan runner-up di 2018.
07:30Jauh lebih konsisten sebenarnya daripada Inggris yang penuh dengan talenta.
07:34Bagaimana penilaian Anda untuk pertandingan nanti malam kalau begitu?
07:37Dan sejauh mana Inggris dan Kroasia akan melaju di pila dunia tali ini?
07:41Ya kalau melihat Kroasia yang lalu-lalu itu karena mereka dalam posisi yang bagus.
07:44Modis karena dalam posisi usia yang emas ya.
07:47Generasi pranya ya.
07:49Sekarang yang 40 dia memang agak lebih lambat.
07:52Dan kondisi Kroasia agak sulit untuk kali ini kalau lebih besar.
07:56Pertandingan antara dengan Inggris akan sangat menentukan.
07:58Karena setelah ini Inggris akan menghadapi Ghana.
08:00Inggris akan sulit kalau sampai kalah lawan Kroasia.
08:03Posisi mereka bisa saja tersisi kalau lawan Ghana.
08:05Pertandingan terakhir memang lawan Panama.
08:07Jadi ini duel yang saya pikir akan sulit selalu dimainkan oleh tim manapun.
08:12Karena laga awal selalu akan membawa situasi dan kondisi yang tidak baik kepada tim manapun.
08:16Dan itu sudah terjadi di 2026 ini.
08:18Banyak tim-tim unggulan yang mengalami kesulitan.
08:20Bahkan ada yang kalah, ada yang ditahan imbang kecuali tim-tim yang mapan.
08:24Seperti Argentina, Jerman, dan Perancis menunjukkan kehebatan mereka.
08:28Spanyol pun ditahan oleh negara satu pulau kecil.
08:30Yang tidak kita tahu selama ini KP Verde.
08:33Dan itu yang membuat sekarang Inggris harus berhati-hati dengan Kroasia.
08:37Karena Kroasia bukan mungkin akan mengalahkan mereka.
08:40Segala sesuatu bisa terjadi di lapangan.
08:42Dan piala dunia itu dari periode ke periode.
08:45Dari piala dunia ke piala dunia selalu ada kejutan.
08:49Selalu ada kejutan.
08:51Baik, jadi waspada dengan tim Naskurasia.
08:54Inggris juga tidak boleh memandang sebelah mata.
08:56Terima kasih analisisnya yang tajam dari Bung Roni Pangemanan di Sapa Indonesia Malam.
09:01Sampai ketemu lagi.
09:02Bung Roni Pang, selamat malam.
09:03Selamat menikmati.
09:05Selamat menikmati.
09:08Terima kasih.
Komentar