00:00Pak Jokowi sangat suportif dan mudah-mudahan Indonesia ini belajar ya,
00:07belajar bahwa jangan dibawa-bawa inilah di geret-geret ini,
00:10saya juga sudah bosan menggeret-geret ini ke politik.
00:53Terima kasih.
01:00Pak Jokowi kan sudah punya penasihat hukum.
01:02Dan kami akrab, tidak berlawanan, tapi perlu dong kita kasih masukan juga.
01:08Bahwa perkara ini memang harus sampai ke pengadilan.
01:12Kalau tidak sampai ke pengadilan, mencapai keputusan yang tetap,
01:16perkara ini akan bolak lagi, balik lagi, balik lagi, sampai kita nggak tahu kapan.
01:21Oleh sebab itu, saya kasih tahu, diputuhkan putusan inkrahpan gewisde dalam perkara ini.
01:29Keputusan yang mengikat sesuatu tak holder, bahkan setiap orang,
01:33sehingga perkara ini benar-benar suatu monumen atau jurus prudensi dalam bangsa ini.
01:38Nah itu tadi Pak Jokowi menarik, sampai saya tulis loh.
01:42Bahasanya gimana itu? Sampai saya tulis di kertasnya.
01:46Ya, saya tulis, tolong minta ditulis, kata saya minta, saya tulis bahasa, itu kan bahasa Belanda.
01:52Jadi, rekan-rekan sekalian jurnalis, tolong diinformasikan pada masyarakat,
01:57bahwa memang hukum ini, perkara ini harus sampai ke pengadilan.
02:01Siapa yang sampai ke pengadilan di antara lima itu harus.
02:04Ya, saya nggak sebut lima-limanya atau berapapun.
02:06Pokoknya harus menyentuh meja hijau, sampai menjadi ada keputusan hakim yang mengikat.
02:14Baik di tingkat PN atau PT, sampai Mahkamah Agung atau apa-apa.
02:19Pokoknya, di last minute nanti itu harus ada keputusan yang mengikat bagi semua orang.
02:24Dan menjadi jurus prudensi.
02:25Itulah tujuan hukum, selain tadi teknis bukunya oleh Rizman menjelaskan, saya jelaskan juga sini.
02:33Mengenai Roy Suro dan TIPA, bagaimana?
02:36Tadi saya diplomatis mengatakan, ya tentu itu Pak urusan Polda.
02:40Kapan ibaratnya ada upaya penangkapan, penahanan, sebagainya, saya urusin Rizman.
02:45Kalau saya urusin mereka kan namanya ultra petita dalam hukum.
02:49Saya nggak urusin itu, tapi Polda, Metro Jaya tentu.
02:52Mungkin rekan Andi nanti menjelaskan itu lebih tajam ya.
02:56Jadi rekan-rekan sekalian, itulah.
03:00Tadi waktu kami sebenarnya hanya beberapa menit, tapi di dalam kami penuh keakrapannya.
03:05Saya sempat makan kue dua potong, sempat minum.
03:08Saya tanpa izin Pak Jokowi, Pak Jokowi ketawa.
03:10Saya bilang ini orang Batak, Pak.
03:12Tanpa disuruh pun, gue jajah-jajah, nggak apa-apa.
03:15Dan penuh keakrapan.
03:18Dan inilah kehadiran kami, selain juga menegakkan aturan atau tentang ini.
03:23Kami ingin Pak Jokowi agar selalu tampil lebih sehat.
03:26Begitu Rizman dan saya dan Andi datang ke sini.
03:30Jadi ada efek positif, meril untuk Pak Jokowi.
03:33Pak Jokowi khusus saya pribadi.
03:35Di seluruh Indonesia.
03:37Terutama nanti bedah buku, prioritas kita di UGM dulu.
03:42Jadi saya hanya bertanggung jawab terhadap kebenaran penelitian.
03:49Bukan bertanggung jawab untuk mereka yang nggak suka.
03:53Saya nggak peduli itu.
03:55Kenapa?
03:56Ya karena saya tugasnya meneliti.
03:59Jadi saya nggak bertanggung jawab pada opini-opini di luar.
04:02Saya hanya mempertanggung jawab ini sehingga ini nanti menjadi objek kajian pada siapapun yang bidangnya relevan dengan ini.
04:12Janganlah dimasukkan ke wilayah politik.
04:15Saya belajar dari kasus ini bahwa ketika penelitian itu dimasukkan ke domain politik,
04:22maka itu bisa menjadi alat yang tajam untuk menghancurkan lawan politik.
04:26Jadi saya ingin berada di luar itu, Pak Jokowi mendukung bahwa nanti akan dicetak dan diterbitkan dengan penerbit profesional.
04:39Dan itu nanti akan kita lakukan acara bedah buku dan distribusi ke seluruh perpustakaan di Indonesia.
04:46Jadi Pak Jokowi sumeringah.
04:48Kenapa?
04:48Ya ini mengembalikan penelitian itu ke domain, ke kampus lagi.
04:54Kan gak mungkin ke SMA, karena ini kan objek kajian tingkat kuliah, ya kan S1 ke atas gitu.
05:00Jadi Pak Jokowi sangat suportif dan mudah-mudahan Indonesia ini belajar ya,
05:08belajar bahwa jangan dibawa-bawa inilah di geret-geret ini, saya juga sudah bosan menggeret-geret ini ke politik.
05:14Saya melakukannya ini kerja senyap, saya keluar dari media sosial, media TV, segala macam,
05:22ya saya balik ke kampung saya untuk meneliti lagi.
05:24Karena apa?
05:25Keraguan saya sudah ada sejak 15 Desember 2025 loh.
05:3015 Desember 2025 ketika ditunjukkan digelar perkara tersebut.
05:34Siapa sih manusia yang gak punya hati nurani?
05:38Peneliti kan manusia juga.
05:41Peneliti itu manusia loh.
05:43Bisa salah, bisa tersesat.
05:47Sekarang kalian yang menghakimi saya akan menemukan kebenaran nanti kelak di kemudian hari.
05:54Saya yakin ini akan menjadi objek kajian di masa depan.
05:58Bukan hanya generasi ini, maunya di masa depan dan ini menjadi objek kajian.
06:05Kalau kurang tepat, mana yang kurang tepat?
06:08Kalau ini updated, mana metodologi yang lebih updated?
06:13Kan gitu.
06:13Jadi, ya.
06:15Ini apakah inisiatif murni dari Pak Rizmon atau sebagai syarat RJ juga?
06:20Aduh, nah itu disclaimer lagi ya.
06:22Disclaimer itu selalu digoreng di sana bahwa ini pesanan lah, judulnya pesanan.
06:28Itu inisiatif saya dari awal.
06:33Moral duty, moral obligation gitu loh.
06:38Untuk membuktikan bahwa saya salah, ya tulis buku dong begini.
06:43Biar kita bermoral, biar ada literasi ilmiah kita gitu loh.
06:48Jangan dicibir di media sosial tanpa dia berani menunjukkan tulisannya.
06:54Bertanggung jawab lah.
06:55Kalau saya sekarang dan sejak kemarin datang ke rumah Pak Jokowi ini tanggal 12 Maret ya.
07:04Yang penting saya sudah menyampaikan apa yang perlu saya sampaikan sesuai temuan saya.
07:10Kalau Pak Jokowi memaafkan atau tidak itu udah resiko saya.
07:14Sejak dari polda juga saya bilang.
07:15Artinya tadi?
07:16Bukan bagian dari karat RGF.
07:18Bukan, gak ada itu yang dikatakan pesanan apa segala macem.
07:21Maksudnya saya bertugas untuk menyelesaikan moral duty saya.
07:26Dan saya pergi ke kampung supaya fokus.
07:30Karena kalau di Jakarta kan macet segala macem rutinitas, waktu saya jadi pendek menyelesaikannya.
07:35Jadi di sana saya bisa kerja 10, 12 jam, 14 jam fokus gitu.
07:40Kampungnya balige?
07:41Balige gitu loh.
07:42Jadi gak ada kemacetan segala macem.
07:44Tadi dapet pesan dari Pak Jokowi gak pesan khusus setelah penyampaian buku ini?
07:48Bagus cuma di support ya kan bahwa ini harus ditempatkan ke dunia akademik.
07:53Diteliti, diiris, dikuliti di dunia akademik.
07:56Jadi gak ada kaitannya dengan, oh saya gak suka tokoh politik ini.
08:01Ayo kita buat supaya begini kesimpulannya.
08:03Gak begitu.
08:05Ya kan kalau kita tempatkan ini di seluruh universitas di Indonesia,
08:10maka ini akan menjadi objek kajian yang netral.
08:13Yang tidak subjektif.
08:14Yang objektif gitu loh.
08:16Karena metodologi ini kan baku dalam dunia digital image processing.
08:20Udah itu aja lah saya megangnya.
08:22Kalau yang lain-lain, aduh suntuk saya.
08:24Saya mau fokus menjadi peneliti saja ya.
08:27Kalau yang lain-lain, dijawab Andi Aswan.
08:30Ini pertama, dimulai di kampus mana nanti pemberian bukunya?
08:34Pertama di UGM.
08:35Kita usahakan di UGM, bedah bukunya.
08:37Tadi perintah Pak Jokowi di UGM.
08:38Perintah Pak Jokowi biar nanti keusulungan.
08:41Usul.
08:41Usul.
08:42Usulan utamanya UGM.
08:45Ya, jangan kan Andi.
08:48Jadi kita bersyukur sekali, sudah dijelaskan oleh Bang Rismon,
08:53bahwasannya ini bukan asarat utama RJ.
08:57Ini adalah moral obligasi beliau untuk bisa menuangkan semua ide pemikiran dia
09:04tentang yang kemarin, saya katakan bahwa Jokowi's White Paper yang kemarin di pihak mereka itu adalah buku sampah.
09:12Karena sudah tidak ada nilainya sama sekali.
09:13Karena itu sudah ada buku yang benar-benar adalah otentik dan benar-benar adalah kebenaran yang ada di sini,
09:21yang dituangkan dalam sebuah buku hampir 800 salaman ini.
09:25Dan ini ada pembelajaran baik bahwa semua peneliti itu bisa salah, tapi bukan mandatori tidak diperbaiki.
09:34Bisa diperbaiki untuk itu.
09:36Kalau ada pun yang digoreng-goreng oleh pihak mereka untuk itu, itu adalah pembenaran dari mereka untuk mengaburkan semua kebenaran
09:47-kebenaran dari pihak kita untuk itu.
09:49Yang jelas ini adalah hari yang baik, luar biasa, tanggal 17, sebulan lagi kita ini hari proklamasi ya 17 Agustus,
10:00disinilah awal dari kita.
10:00Terlalu ulang tahun Pak Jokowi.
10:02Oh, 21 Juni ulang tahun Pak Jokowi. Ini luar biasa. Ini juga merupakan kado buat ulang tahun.
10:08Tadi saya singgung di dalam.
10:11Seperti dibilang Bang Andi tadi bahwa semua orang bisa salah, peneliti juga manusia bisa salah.
10:15Tetapi yang paling hebat disini adalah kebesaran open heart, kebesaran hati keluarga besar Pak Jokowi bahwa oh ini anak-anak
10:25bangsaku bisa salah dan berani mengoreksi dan berani loh untuk mengoreksi pemikirannya, tulisannya gitu loh.
10:35Bukan harus, harus, harus begini, harus begini gitu ya.
10:38Jadi terima kasih pada keluarga Pak Jokowi dan keluarga besarnya.
10:42Bang, satu lagi Bang, nanti kan kalau untuk yang perkaranya udah P21, ada kemungkinan nanti jadi saksi gitu bersedia?
10:49P21 kemari.
10:50Oke.
10:50Kalau beliau.
10:51Gini aku, karena kalau hukum jangan tanya Arismon.
10:54Tanya beliau.
10:55Kalau ilmiah,
10:56Politik saya.
10:57Apa, digital persis tanya dia, kalau hukum tanya saya dong.
11:01Jadi anda-anda kalau masalah hukum jangan tanya.
11:03Itu kadang-kadang membuat miss.
11:04Iya.
11:05Termasuk yang ono-ono tuh.
11:07Yang ngomong dia ada kuasa hukum ya, makanya hambur adul KB.
11:10Seperti apa jawabannya?
11:12Oh, apa tadi pertanyaanmu?
11:13Kalau udah P21 nanti dari pihak Bifun siap untuk kemungkinan dijadikan saksi.
11:19Oh, jadi saksi.
11:21Di dalam saya jelaskan.
11:23Sekali lagi, saya ulangi tadi.
11:25Saya jelaskan ke Pak Jokowi secara serius, tapi juga bercanda.
11:30Tapi, aduh saya sulit membayangkannya.
11:33Emang saya catat tadi, ada catatan saya tadi.
11:36Saya bilang gini.
11:38Buku ini, kalau jaksa atau hakim nanti yang meminta jadi alat bukti atau barang bukti di pangadilan, monggo.
11:48Pak Jokowi tanya, itu atas permintaan siapa?
11:50Bisa jaksa, mengatakan bisa hakim juga.
11:53Nah, tentang dia udah P21.
11:54Sebenarnya di luar dari perkara ini,
11:57dia udah SP3.
11:59Jadi gak ada yang nyangkut ke perkara jasa palsu laporan Pak Jokowi.
12:02Udah out.
12:04Oke, gitu loh.
12:06Jadi gak ada lagi urusan dia.
12:07Nah, kenapa Rizman membuat ini lagi?
12:10Tadi katakan, dalam penelitian namanya ada tanggung jawab moral.
12:15Ah, buku yang kemarin itu gunjang-ganjing loh ini loh ini loh.
12:19Udah karangan yang bertiga berantam terus lagi.
12:22Sekarang dia mau tampilkan karangan sendiri.
12:24Asli loh.
12:25Dan bener-bener itu merasakan ilmiah yang akurat lah ya secara keilmuan dia.
12:36Dan inilah hasilnya.
12:37Maksudnya kalau dijadikan saksi nanti gitu.
12:39Oke, jadikan saksi.
12:41Begini ceritanya.
12:43Sesuai turan, tadi aku sebenarnya gak mau jawab.
12:46Cuman aku jawab sekarang.
12:49Kalau dia, Rizman sudah mendatangani siap menjadi saksi di perkara ini yang nanti di pengadilan.
12:57Siap ya.
12:58Di program berturjaya sudah membuat berita acara siap menjadi saksi.
13:02Sekarang kan dia kan dulu tersangka.
13:07Dibolehkan oleh para pihak gak hakim.
13:10Baik pengacaranya nanti tersangka segala macam.
13:12Diperbolehkan apa tidak.
13:14Gitu.
13:14Yang penting dia sudah bersedia.
13:17Nah kalau jaksa nanti hakim mengatakan.
13:19Oh tolong Rizman menjadi saksi.
13:21Bahkan menjadi ahli pun.
13:23Boleh.
13:24Tergantung.
13:24Kita serahkan sesuai dengan arah Pak Jawa.
13:27Serahkan ke semua ke APH aparat penegak hukumnya.
13:31Jadi tidak ada intervensi sama sekali.
13:33Kalau ini pun jadi bukti nanti.
13:35Monggo.
13:35Gitu loh.
13:37Jadi jelas ya.
13:38Tidak wajib, tidak apa.
13:39Tergantung dari persidangan nanti.
13:45Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
13:50Satu langkah lebih dekat.
13:51Satu langkah lebih terpercaya.
13:54Saksikan Sapa Indonesia Malam.
13:56Di Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
Komentar