Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SOLO, KOMPAS.TV - Ahli Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar membuat buku yang berjudul 'Otentikasi Ijazah Joko Widodo'.

Buku tersebut menceritakan keaslian ijazah Jokowi sekaligus bantahan terkait buku Jokowis White Paper.

Rismon menyerahkan buku karyanya tersebut ke Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediaman Jokowi di Solo, Rabu (17/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Rismon didampingi penasihat hukumnya, Jahmada Girsang, serta Ketua Militan Gibran Nusantara, Andi Azwan.

Video editor: Vila

#rismon #jokowi #ijazahjokowi

Baca Juga Rismon Sianipar Kembali Temui Jokowi di Solo, Bahas Kasus IJazah? di https://www.kompas.tv/nasional/675437/rismon-sianipar-kembali-temui-jokowi-di-solo-bahas-kasus-ijazah



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/675464/full-temui-jokowi-di-solo-rismon-sianipar-beberkan-isi-buku-otentikasi-ijazah-joko-widodo
Transkrip
00:00Pak Jokowi sangat suportif dan mudah-mudahan Indonesia ini belajar ya,
00:07belajar bahwa jangan dibawa-bawa inilah di geret-geret ini,
00:10saya juga sudah bosan menggeret-geret ini ke politik.
00:53Terima kasih.
01:00Pak Jokowi kan sudah punya penasihat hukum.
01:02Dan kami akrab, tidak berlawanan, tapi perlu dong kita kasih masukan juga.
01:08Bahwa perkara ini memang harus sampai ke pengadilan.
01:12Kalau tidak sampai ke pengadilan, mencapai keputusan yang tetap,
01:16perkara ini akan bolak lagi, balik lagi, balik lagi, sampai kita nggak tahu kapan.
01:21Oleh sebab itu, saya kasih tahu, diputuhkan putusan inkrahpan gewisde dalam perkara ini.
01:29Keputusan yang mengikat sesuatu tak holder, bahkan setiap orang,
01:33sehingga perkara ini benar-benar suatu monumen atau jurus prudensi dalam bangsa ini.
01:38Nah itu tadi Pak Jokowi menarik, sampai saya tulis loh.
01:42Bahasanya gimana itu? Sampai saya tulis di kertasnya.
01:46Ya, saya tulis, tolong minta ditulis, kata saya minta, saya tulis bahasa, itu kan bahasa Belanda.
01:52Jadi, rekan-rekan sekalian jurnalis, tolong diinformasikan pada masyarakat,
01:57bahwa memang hukum ini, perkara ini harus sampai ke pengadilan.
02:01Siapa yang sampai ke pengadilan di antara lima itu harus.
02:04Ya, saya nggak sebut lima-limanya atau berapapun.
02:06Pokoknya harus menyentuh meja hijau, sampai menjadi ada keputusan hakim yang mengikat.
02:14Baik di tingkat PN atau PT, sampai Mahkamah Agung atau apa-apa.
02:19Pokoknya, di last minute nanti itu harus ada keputusan yang mengikat bagi semua orang.
02:24Dan menjadi jurus prudensi.
02:25Itulah tujuan hukum, selain tadi teknis bukunya oleh Rizman menjelaskan, saya jelaskan juga sini.
02:33Mengenai Roy Suro dan TIPA, bagaimana?
02:36Tadi saya diplomatis mengatakan, ya tentu itu Pak urusan Polda.
02:40Kapan ibaratnya ada upaya penangkapan, penahanan, sebagainya, saya urusin Rizman.
02:45Kalau saya urusin mereka kan namanya ultra petita dalam hukum.
02:49Saya nggak urusin itu, tapi Polda, Metro Jaya tentu.
02:52Mungkin rekan Andi nanti menjelaskan itu lebih tajam ya.
02:56Jadi rekan-rekan sekalian, itulah.
03:00Tadi waktu kami sebenarnya hanya beberapa menit, tapi di dalam kami penuh keakrapannya.
03:05Saya sempat makan kue dua potong, sempat minum.
03:08Saya tanpa izin Pak Jokowi, Pak Jokowi ketawa.
03:10Saya bilang ini orang Batak, Pak.
03:12Tanpa disuruh pun, gue jajah-jajah, nggak apa-apa.
03:15Dan penuh keakrapan.
03:18Dan inilah kehadiran kami, selain juga menegakkan aturan atau tentang ini.
03:23Kami ingin Pak Jokowi agar selalu tampil lebih sehat.
03:26Begitu Rizman dan saya dan Andi datang ke sini.
03:30Jadi ada efek positif, meril untuk Pak Jokowi.
03:33Pak Jokowi khusus saya pribadi.
03:35Di seluruh Indonesia.
03:37Terutama nanti bedah buku, prioritas kita di UGM dulu.
03:42Jadi saya hanya bertanggung jawab terhadap kebenaran penelitian.
03:49Bukan bertanggung jawab untuk mereka yang nggak suka.
03:53Saya nggak peduli itu.
03:55Kenapa?
03:56Ya karena saya tugasnya meneliti.
03:59Jadi saya nggak bertanggung jawab pada opini-opini di luar.
04:02Saya hanya mempertanggung jawab ini sehingga ini nanti menjadi objek kajian pada siapapun yang bidangnya relevan dengan ini.
04:12Janganlah dimasukkan ke wilayah politik.
04:15Saya belajar dari kasus ini bahwa ketika penelitian itu dimasukkan ke domain politik,
04:22maka itu bisa menjadi alat yang tajam untuk menghancurkan lawan politik.
04:26Jadi saya ingin berada di luar itu, Pak Jokowi mendukung bahwa nanti akan dicetak dan diterbitkan dengan penerbit profesional.
04:39Dan itu nanti akan kita lakukan acara bedah buku dan distribusi ke seluruh perpustakaan di Indonesia.
04:46Jadi Pak Jokowi sumeringah.
04:48Kenapa?
04:48Ya ini mengembalikan penelitian itu ke domain, ke kampus lagi.
04:54Kan gak mungkin ke SMA, karena ini kan objek kajian tingkat kuliah, ya kan S1 ke atas gitu.
05:00Jadi Pak Jokowi sangat suportif dan mudah-mudahan Indonesia ini belajar ya,
05:08belajar bahwa jangan dibawa-bawa inilah di geret-geret ini, saya juga sudah bosan menggeret-geret ini ke politik.
05:14Saya melakukannya ini kerja senyap, saya keluar dari media sosial, media TV, segala macam,
05:22ya saya balik ke kampung saya untuk meneliti lagi.
05:24Karena apa?
05:25Keraguan saya sudah ada sejak 15 Desember 2025 loh.
05:3015 Desember 2025 ketika ditunjukkan digelar perkara tersebut.
05:34Siapa sih manusia yang gak punya hati nurani?
05:38Peneliti kan manusia juga.
05:41Peneliti itu manusia loh.
05:43Bisa salah, bisa tersesat.
05:47Sekarang kalian yang menghakimi saya akan menemukan kebenaran nanti kelak di kemudian hari.
05:54Saya yakin ini akan menjadi objek kajian di masa depan.
05:58Bukan hanya generasi ini, maunya di masa depan dan ini menjadi objek kajian.
06:05Kalau kurang tepat, mana yang kurang tepat?
06:08Kalau ini updated, mana metodologi yang lebih updated?
06:13Kan gitu.
06:13Jadi, ya.
06:15Ini apakah inisiatif murni dari Pak Rizmon atau sebagai syarat RJ juga?
06:20Aduh, nah itu disclaimer lagi ya.
06:22Disclaimer itu selalu digoreng di sana bahwa ini pesanan lah, judulnya pesanan.
06:28Itu inisiatif saya dari awal.
06:33Moral duty, moral obligation gitu loh.
06:38Untuk membuktikan bahwa saya salah, ya tulis buku dong begini.
06:43Biar kita bermoral, biar ada literasi ilmiah kita gitu loh.
06:48Jangan dicibir di media sosial tanpa dia berani menunjukkan tulisannya.
06:54Bertanggung jawab lah.
06:55Kalau saya sekarang dan sejak kemarin datang ke rumah Pak Jokowi ini tanggal 12 Maret ya.
07:04Yang penting saya sudah menyampaikan apa yang perlu saya sampaikan sesuai temuan saya.
07:10Kalau Pak Jokowi memaafkan atau tidak itu udah resiko saya.
07:14Sejak dari polda juga saya bilang.
07:15Artinya tadi?
07:16Bukan bagian dari karat RGF.
07:18Bukan, gak ada itu yang dikatakan pesanan apa segala macem.
07:21Maksudnya saya bertugas untuk menyelesaikan moral duty saya.
07:26Dan saya pergi ke kampung supaya fokus.
07:30Karena kalau di Jakarta kan macet segala macem rutinitas, waktu saya jadi pendek menyelesaikannya.
07:35Jadi di sana saya bisa kerja 10, 12 jam, 14 jam fokus gitu.
07:40Kampungnya balige?
07:41Balige gitu loh.
07:42Jadi gak ada kemacetan segala macem.
07:44Tadi dapet pesan dari Pak Jokowi gak pesan khusus setelah penyampaian buku ini?
07:48Bagus cuma di support ya kan bahwa ini harus ditempatkan ke dunia akademik.
07:53Diteliti, diiris, dikuliti di dunia akademik.
07:56Jadi gak ada kaitannya dengan, oh saya gak suka tokoh politik ini.
08:01Ayo kita buat supaya begini kesimpulannya.
08:03Gak begitu.
08:05Ya kan kalau kita tempatkan ini di seluruh universitas di Indonesia,
08:10maka ini akan menjadi objek kajian yang netral.
08:13Yang tidak subjektif.
08:14Yang objektif gitu loh.
08:16Karena metodologi ini kan baku dalam dunia digital image processing.
08:20Udah itu aja lah saya megangnya.
08:22Kalau yang lain-lain, aduh suntuk saya.
08:24Saya mau fokus menjadi peneliti saja ya.
08:27Kalau yang lain-lain, dijawab Andi Aswan.
08:30Ini pertama, dimulai di kampus mana nanti pemberian bukunya?
08:34Pertama di UGM.
08:35Kita usahakan di UGM, bedah bukunya.
08:37Tadi perintah Pak Jokowi di UGM.
08:38Perintah Pak Jokowi biar nanti keusulungan.
08:41Usul.
08:41Usul.
08:42Usulan utamanya UGM.
08:45Ya, jangan kan Andi.
08:48Jadi kita bersyukur sekali, sudah dijelaskan oleh Bang Rismon,
08:53bahwasannya ini bukan asarat utama RJ.
08:57Ini adalah moral obligasi beliau untuk bisa menuangkan semua ide pemikiran dia
09:04tentang yang kemarin, saya katakan bahwa Jokowi's White Paper yang kemarin di pihak mereka itu adalah buku sampah.
09:12Karena sudah tidak ada nilainya sama sekali.
09:13Karena itu sudah ada buku yang benar-benar adalah otentik dan benar-benar adalah kebenaran yang ada di sini,
09:21yang dituangkan dalam sebuah buku hampir 800 salaman ini.
09:25Dan ini ada pembelajaran baik bahwa semua peneliti itu bisa salah, tapi bukan mandatori tidak diperbaiki.
09:34Bisa diperbaiki untuk itu.
09:36Kalau ada pun yang digoreng-goreng oleh pihak mereka untuk itu, itu adalah pembenaran dari mereka untuk mengaburkan semua kebenaran
09:47-kebenaran dari pihak kita untuk itu.
09:49Yang jelas ini adalah hari yang baik, luar biasa, tanggal 17, sebulan lagi kita ini hari proklamasi ya 17 Agustus,
10:00disinilah awal dari kita.
10:00Terlalu ulang tahun Pak Jokowi.
10:02Oh, 21 Juni ulang tahun Pak Jokowi. Ini luar biasa. Ini juga merupakan kado buat ulang tahun.
10:08Tadi saya singgung di dalam.
10:11Seperti dibilang Bang Andi tadi bahwa semua orang bisa salah, peneliti juga manusia bisa salah.
10:15Tetapi yang paling hebat disini adalah kebesaran open heart, kebesaran hati keluarga besar Pak Jokowi bahwa oh ini anak-anak
10:25bangsaku bisa salah dan berani mengoreksi dan berani loh untuk mengoreksi pemikirannya, tulisannya gitu loh.
10:35Bukan harus, harus, harus begini, harus begini gitu ya.
10:38Jadi terima kasih pada keluarga Pak Jokowi dan keluarga besarnya.
10:42Bang, satu lagi Bang, nanti kan kalau untuk yang perkaranya udah P21, ada kemungkinan nanti jadi saksi gitu bersedia?
10:49P21 kemari.
10:50Oke.
10:50Kalau beliau.
10:51Gini aku, karena kalau hukum jangan tanya Arismon.
10:54Tanya beliau.
10:55Kalau ilmiah,
10:56Politik saya.
10:57Apa, digital persis tanya dia, kalau hukum tanya saya dong.
11:01Jadi anda-anda kalau masalah hukum jangan tanya.
11:03Itu kadang-kadang membuat miss.
11:04Iya.
11:05Termasuk yang ono-ono tuh.
11:07Yang ngomong dia ada kuasa hukum ya, makanya hambur adul KB.
11:10Seperti apa jawabannya?
11:12Oh, apa tadi pertanyaanmu?
11:13Kalau udah P21 nanti dari pihak Bifun siap untuk kemungkinan dijadikan saksi.
11:19Oh, jadi saksi.
11:21Di dalam saya jelaskan.
11:23Sekali lagi, saya ulangi tadi.
11:25Saya jelaskan ke Pak Jokowi secara serius, tapi juga bercanda.
11:30Tapi, aduh saya sulit membayangkannya.
11:33Emang saya catat tadi, ada catatan saya tadi.
11:36Saya bilang gini.
11:38Buku ini, kalau jaksa atau hakim nanti yang meminta jadi alat bukti atau barang bukti di pangadilan, monggo.
11:48Pak Jokowi tanya, itu atas permintaan siapa?
11:50Bisa jaksa, mengatakan bisa hakim juga.
11:53Nah, tentang dia udah P21.
11:54Sebenarnya di luar dari perkara ini,
11:57dia udah SP3.
11:59Jadi gak ada yang nyangkut ke perkara jasa palsu laporan Pak Jokowi.
12:02Udah out.
12:04Oke, gitu loh.
12:06Jadi gak ada lagi urusan dia.
12:07Nah, kenapa Rizman membuat ini lagi?
12:10Tadi katakan, dalam penelitian namanya ada tanggung jawab moral.
12:15Ah, buku yang kemarin itu gunjang-ganjing loh ini loh ini loh.
12:19Udah karangan yang bertiga berantam terus lagi.
12:22Sekarang dia mau tampilkan karangan sendiri.
12:24Asli loh.
12:25Dan bener-bener itu merasakan ilmiah yang akurat lah ya secara keilmuan dia.
12:36Dan inilah hasilnya.
12:37Maksudnya kalau dijadikan saksi nanti gitu.
12:39Oke, jadikan saksi.
12:41Begini ceritanya.
12:43Sesuai turan, tadi aku sebenarnya gak mau jawab.
12:46Cuman aku jawab sekarang.
12:49Kalau dia, Rizman sudah mendatangani siap menjadi saksi di perkara ini yang nanti di pengadilan.
12:57Siap ya.
12:58Di program berturjaya sudah membuat berita acara siap menjadi saksi.
13:02Sekarang kan dia kan dulu tersangka.
13:07Dibolehkan oleh para pihak gak hakim.
13:10Baik pengacaranya nanti tersangka segala macam.
13:12Diperbolehkan apa tidak.
13:14Gitu.
13:14Yang penting dia sudah bersedia.
13:17Nah kalau jaksa nanti hakim mengatakan.
13:19Oh tolong Rizman menjadi saksi.
13:21Bahkan menjadi ahli pun.
13:23Boleh.
13:24Tergantung.
13:24Kita serahkan sesuai dengan arah Pak Jawa.
13:27Serahkan ke semua ke APH aparat penegak hukumnya.
13:31Jadi tidak ada intervensi sama sekali.
13:33Kalau ini pun jadi bukti nanti.
13:35Monggo.
13:35Gitu loh.
13:37Jadi jelas ya.
13:38Tidak wajib, tidak apa.
13:39Tergantung dari persidangan nanti.
13:45Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
13:50Satu langkah lebih dekat.
13:51Satu langkah lebih terpercaya.
13:54Saksikan Sapa Indonesia Malam.
13:56Di Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan