Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - MBG Watch, Media Wahyudi Askar, menilai berbagai kekhawatiran tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini disampaikan kini terbukti terjadi.

Bahkan ia menilai MBG menjadi potensi salah satu skandal korupsi terbesar selama 10 tahun terakhir.

Media menilai persoalan utama bukan hanya teknis operasional dapur, melainkan siapa yang menjadi penyelenggara dan pemilik dapur tersebut.

"Kalau soal siapanya tidak diselesaikan. Bahwa pemilik dapur ini adalah mereka yang punya konflik kepentingan, bagian dari partai politik, ormas keagamaan, yayasan-yayasan terafiliasi dengan penguasa. Ini tidak akan selesai," tegasnya.

Maka, MBG Watch kembali mendorong agar pengelolaan program diserahkan langsung kepada sekolah.

Media juga mengklaim telah menyampaikan skema alternatif yang lebih murah dan lebih tepat sasaran sebelum MBG dijalankan.

Ia menilai persoalan kini semakin kompleks karena kontrak dan rekrutmen sudah berjalan.

Menanggapi kritik tersebut, Juru Bicara Partai Gerindra, Andre Rosiade, menegaskan pemerintah sedang melakukan refocusing program dan memperketat pengawasan.

Andre juga membuka kemungkinan pendanaan dari luar APBN untuk wilayah tertentu.

Di sisi lain, Andre menegaskan dukungan masyarakat terhadap program masih tinggi berdasarkan kunjungannya ke berbagai sekolah di daerah pemilihannya.

Terkait kondisi fiskal negara, Andre menolak anggapan bahwa MBG memperburuk pengelolaan keuangan negara.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/PwPM3-CDZPI



#mbg #makanbergizigratis #prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/675486/gerindra-sebut-makan-bergizi-gratis-tetap-jalan-mbg-watch-bisa-jadi-skandal-korupsi-terbesar
Transkrip
00:00Sepengetahuan saya tidak stop, sepengetahuan saya masih berjalan.
00:03Pelaksanaan MBG itu tidak berhenti, pelaksanaan MBG tidak berhenti.
00:08Tetapi SPPG yang sedang tahapan persiapan itu memang stop dulu.
00:14Nah kalau untuk SPPG yang sudah operasional ya tetap berjalan.
00:18Jadi mungkin ini ada semacam koinsidensi
00:22di mana ada rencana untuk moratorium persiapan pembangunan SPPG baru
00:31dengan distribusi anggaran untuk top up yang dipergunakan untuk operasional dari MBG di SPPG.
00:49Masih di Satmojade Forum saya mau ke media.
00:54Tidak akan dihentikan.
00:56Tadi sudah dijelaskan oleh Bung Andre dan Mas Edi bahwa ada koreksi total sedang dilakukan.
01:03Perintah langsung Presiden.
01:04Tapi Anda melihat bahwa tidak cukup.
01:08Maksudnya Anda ingin mengatakan bahwa MBG Awards
01:12MBG adalah program yang harus dihentikan.
01:15Apa penjelasan Anda?
01:16Sekarang apa yang kami khawatirkan itu terbukti semua.
01:20Keracunan sudah terjadi, korupsi masif sudah terjadi.
01:24Bahkan ini jadi potensi salah satu skandal korupsi terbesar mungkin selama 10 tahun terakhir.
01:30Nah kita ingin pemerintah berpikir.
01:34Apakah ini dilanjutkan atau diberhentikan?
01:36Ini pertanyaan sederhana sekali.
01:39Jawabannya adalah dilanjutkan.
01:40Dengan catatan-catatan ada koreksi total.
01:43Sekarang masyarakat kan digiring pada evaluasi soal bagaimana.
01:47Bahwa dapur itu bermasalah, dapurnya banyak yang mengakali segala macam.
01:54Itu bicara soal how-nya.
01:56Tapi kita lupa bicara soal who-nya.
01:59Siapanya.
02:01Siapa penyelenggaranya.
02:02Siapa pemilik dapur itu.
02:04Kalau soal siapanya tidak diselesaikan.
02:08Bahwa pemilik dapur ini adalah mereka yang punya konflik kepentingan, bagian dari partai politik, ormas keagamaan, yayasan-yayasan terafiliasi dengan
02:17penguasa.
02:18Ini tidak akan selesai.
02:21Tidak akan selesai.
02:22Anda mungkin menyampaikan bahwa kalau mau dilanjutkan yang selama ini sudah terjadi harus dirombak total.
02:28Jelas harus dirombak total soal siapa pelaksananya.
02:31Makanya dari awal itu kami selalu sampaikan.
02:33Serahkan saja pada sekolah.
02:36Sekolah.
02:37Kirim uangnya pada sekolah.
02:39Dikelola oleh sekolah.
02:41Tapi ini kan tidak dilakukan.
02:42Karena rantainya jadi pendek dan tidak bisa dikorupsi.
02:47Itu kenapa dari awal kami dorong sekolah, sekolah, dan sekolah.
02:51Tapi kan tidak didengar oleh pemerintah.
02:53Bahkan kalau bicara soal efektivitas, soal target tepat sasaran yang sekarang digaungkan oleh pemerintah.
03:00Itu sudah kami sampaikan sebelum MBG itu dilakukan.
03:03Saya menghitung detil angkanya berapa jumlah ibu hamil, jumlah balita, anak SD sampai SMA.
03:11Itu totalnya 41 juta.
03:14Kalau hanya dihilangkan, kemudian dihilangkan SMA dan hanya anak SD saja.
03:19Jumlahnya 26 juta.
03:22Kalau dilakukan oleh sekolah, dengan asumsi 8 ribu dan 2 ribu, kemudian marginnya itu hanya 10 ribu.
03:29Pertahun itu hanya 66 triliun.
03:33Kita tidak butuh 268 triliun anggaran besar-besaran yang dipangkas luar biasa ke daerah saat ini.
03:39Bahkan kalau boleh fair, 66 triliun itu bisa diambilkan dari pajak progresif,
03:44dari royalti Minerva yang kemudian tidak didorong pada pajak kelas menengah dan kelas bawah.
03:48Ada banyak cara mengelola kebijakan ini.
03:52Tapi sekarang seperti pepatahnya orang kampung,
03:56D'Andrea, menang sorak kampung tergadai.
04:01Kita sorakkan saja bahwa kita memberikan masyarakat makan rakyat,
04:05tapi sekarang fiskal kita defisit, APBN kita pontang-panting,
04:10kemudian sekarang the damage has been done.
04:13Sudah ada pegawai SPPG yang direkrut,
04:17sudah ada yang berkontrak dengan pemerintah, dapur-dapur itu.
04:21Sudah ada yang mengajukan SPPG.
04:22Masalahnya sudah terlalu semraut.
04:25Who create persoalan ini?
04:30Government, pemerintah.
04:32Itu kenapa MBG Watch sebetulnya kami masyarakat sipil saja.
04:36Kami noise saja.
04:38Kami berharap sekali,
04:40Uda Andree, Mas Edy yang kemudian memperjuangkan di DPR,
04:44bertarung dengan eksekutif.
04:46Sepanjang yang saya tahu,
04:49di kampus belajar bahwa legislatif itu menjalankan fungsi pengawasan.
04:53Pengawasan, ya.
04:54Fungsi pengawasan.
04:55Oke, saya ke Bung Andree.
04:59Bung Andree,
05:00kalau tadi sudah dijelaskan bahwa ini harus jalan.
05:03Ya wajar lah, dari perspektif partai politik,
05:06ini janji kampanya boleh.
05:08Tetapi juga ada catatan besar.
05:11Ini sudah kerusakannya sudah begitu parah.
05:14Nah satu sisi, situasi ekonomi juga.
05:17Mengatakan bahwa ini situasinya salah satunya adalah butuh kredibilitas fiskal.
05:21Salah satunya adalah soal politik anggaran, pengawasan anggaran.
05:25Nah, kalau ini tetap harus berjalan,
05:28kira-kira apa ya yang bisa ketemu jalan tengahnya,
05:32supaya dari sisi partai politik ini bisa terus jalan,
05:35masyarakat juga tadi disampaikan Bung Andree ingin,
05:38tapi apa supaya tidak ada lagi kecurigaan,
05:41ada lagi trauma.
05:43Baik, saya jawab ya satu persatu.
05:45Saya mau masuk sebentar, sebelum masuk fiskal dan yang lain,
05:48saya jawab dulu sedikit.
05:49Jadi tadi ada beberapa item yang kita lakukan,
05:53ditambah juga ada beberapa langkah lagi,
05:55bahwa ke depan bahwa sekolah-sekolah elit dan siswa kaya itu
05:59diadakan untuk mendapatkan MBG.
06:03Penerimanya.
06:03Penerimanya dikurangi.
06:05Lalu selanjutnya, refocusing anggaran ini,
06:09kita tidak akan paksakan, MBG tidak dipaksakan untuk sampai
06:13hampir 90 juta di akhir 2026.
06:15Tapi akan lebih fokus mengejar 3B untuk mengurangi stunting
06:22dan juga daerah 3T.
06:24Daerah 3T tidak harus dengan APBN.
06:26Kita bisa bekerjasama dengan BUMN,
06:31swasta yang ingin menyumbang juga,
06:33kita juga bisa bekerjasama dengan kantin-kantin sekolah itu,
06:36karena pada dimanfaatnya hanya sedikit.
06:38Lalu juga untuk memastikan ekonomi di bawah itu tumbuh,
06:44karena rencana besar Pak Prabowo itu dari awal,
06:48bahwa MBG ini 15.000 rupiah itu,
06:52harusnya kan hanya 2.000 itu dipakai oleh investor,
06:573.000 rupiah itu dipakai untuk membayar gaji 50 orang,
07:0110.000 rupiah yang disebutkan Mas Uda Media tadi,
07:06itu adalah menu yang dinikmati oleh tukang sayur,
07:11yaitu petani.
07:12Masukannya dari MBG Watch bahwa diserahkan kepada sekolah itu juga?
07:15Itu 10.000 rupiah.
07:16Jadi intinya apa?
07:1885 persen uang MBG ini langsung ke masyarakat, ke rakyat.
07:24Nah untuk mengontrol itu sekarang,
07:26Mbak Nani sudah mewajibkan bahwa setiap SPBG,
07:30ini nanti pasca nih abis liburan sekolah nih,
07:33setiap SPBG itu minimal punya vendor minimal UMKM itu 15,
07:38supaya tidak ada monopoli supplier,
07:40dan juga uang itu berputar.
07:42Nah saya ini,
07:44saya sudah berkeliling ke berbagai dapur,
07:48daerah pemilihan saya ini Sumatera Barat Kampungnya Media,
07:50daerah pemilihan itu Mas Anies Baswedan yang menang.
07:55Seharusnya itu daerah basis oposisi,
07:58harusnya itu daerah menolak MBG.
08:00Basis oposisi.
08:00Iya dong, karena yang menang Mas Anies.
08:03Tapi faktanya,
08:04saya berkeliling berbagai sekolah,
08:07saya sudah bertemu dengan ribuan siswa,
08:09dan ribuan orang tua,
08:11Alhamdulillah mereka mendukung dan ingin MBG ini terus dilaksanakan.
08:17Artinya apa?
08:19grace root,
08:21masyarakat,
08:21itu disumbat.
08:23Memang menginginkan.
08:24Jadi,
08:26yang menolak itu,
08:27tentu orang kaya.
08:29Pertama ya,
08:30orang kaya yang memang tidak pernah
08:32merasakan betapa sumber.
08:33Dan di dapur Anda Sumatera Barat,
08:34itu masih sangat diinginkan oleh masyarakat.
08:37Pernah saya berdebat,
08:38saya diundang oleh BEM Unan,
08:40untuk diskusi di sekretariatnya.
08:42Saya datangi,
08:43Presiden BEM Unan,
08:45ada rekaman itu di Instagram saya,
08:46Presiden BEM Unan bilang,
08:47ini sekolah ini menolak.
08:49Saya bilang sama Presiden BEM Unan itu,
08:51coba tunjuk sekolahnya mana,
08:53ayo kita datang ke sekolahnya,
08:55kita cek benar ya,
08:56sekolahnya menolak,
08:58siswanya menolak,
08:59orang tua menolak,
09:00teranggapan.
09:00Jadi menurut saya,
09:02sebentar,
09:03saya harus jawab detail.
09:04Kasih kesempatan,
09:05menurut saya,
09:07kita harus fair,
09:08bahwa memang masyarakat minggan.
09:09Lalu bicara fiskal,
09:10saya ingin sampaikan,
09:11pengelolaan fiskal kita sangat baik.
09:14Antara realita,
09:16dan persepsi itu berbeda.
09:19Persepsi di luar,
09:21seakan-akan ekonomi ini,
09:22kita lagi sulit.
09:24Pengelolaan fiskal lagi bermasalah,
09:25itu persepsi yang dibangun.
09:28Faktanya,
09:31fiskal kita dalam pengelolaan yang baik.
09:34Ada survei Litbang Kompas,
09:35yang baru saja dirilis,
09:38itu mengatakan bahwa 50% masyarakat,
09:40menyalai kondisi ekonomi saat ini,
09:42jauh dari kata baik.
09:43Ini ceritakan fiskal tadi.
09:46Saya ingin sampaikan,
09:47ini persepsi,
09:49karena ini kan narasi yang dibangun.
09:51Akhirnya apa?
09:53Masyarakat mulai terpengaruh,
09:54dengan narasi-narasi yang dibangun,
09:58persepsi yang dibangun,
10:00untuk memberikan komentar negatif pemerintah.
10:03Faktanya yang ada,
10:04pengelolaan fiskal kita sangat baik,
10:06ini dibuktikan,
10:08bagaimana kebijakan pemerintah,
10:10terhadap DHE,
10:12DHE,
10:13dan DSI ini,
10:14itu berujung apa?
10:16Nilai tukar rupiah kita kembali,
10:19IHSG kita kembali,
10:20menunjukkan,
10:21karena akan kembali,
10:22dorar-dorar yang selama ini,
10:24oligarki-oligarki,
10:26sebentar,
10:27itu wajib rakyat tau,
10:29oligarki itu,
10:29menjual,
10:31sumber daya alam Indonesia,
10:33mereka jual ke luar negeri,
10:35mereka taruh uangnya di luar negeri.
10:37Hanya Presiden Prabowo,
10:38yang baru berani,
10:39untuk itu.
10:40Saya berharap,
10:41kayak Selios ini juga menyuarakan itu.
10:43Mas Edy,
10:44sebagai partai koalisi,
10:46tentu,
10:46tidak hanya sekedar mengatakan,
10:48oke ini baik,
10:49tapi punya kepentingan,
10:51punya pertanggung jawaban.
10:52ada gak kepikiran bahwa,
10:54oh iya bener juga,
10:55ini alokasi anggaran ini,
10:56mungkin bisa juga,
10:58disalurkan ke yang lain,
10:59atau kalau pun harus berjalan,
11:00tidak sebanyak ini,
11:01tidak sebesar ini anggarannya.
11:04Mas,
11:05kita sebagai,
11:05anggota partai koalisi,
11:08PAN itu,
11:09tiga kali,
11:10mendukung,
11:10Prabowo Maju Pilpres,
11:12dua kali,
11:13belum berhasil,
11:14yang ketiga kali berhasil.
11:15kita itu,
11:17boleh dibilang,
11:18sekarang,
11:18sebagai sekutu sejati,
11:20dengan,
11:20dengan Gerindra,
11:21paling loyal lah,
11:22paling loyal,
11:24artinya apa,
11:24kita punya tanggung jawab,
11:26yang paling besar,
11:26bersama-sama Gerindra,
11:28untuk mensukseskan ini,
11:30saya,
11:30Wakil Ketua,
11:31TKN,
11:32ikut merancang,
11:34kebijakan energi,
11:35transisi energi,
11:36dan kami juga,
11:40ikut merancang,
11:41program MBG ini,
11:42jadi kita punya tanggung jawab,
11:43yang sangat besar,
11:44ini adalah program,
11:46yang harus berhasil,
11:47oleh karena itu,
11:48tadi,
11:48saya mengistilahkan,
11:49bis itu,
11:50bis itu sekarang,
11:51tadinya,
11:52supirnya agak,
11:53ugal-ugalan,
11:55sehingga,
11:55akhirnya diganti,
11:56supirnya,
11:57termasuk,
11:57anggota kru lain,
11:58diganti,
11:59nah sekarang,
12:00dengan adanya,
12:01pengawasan,
12:01penumpangnya juga,
12:02macam-macam,
12:02tadi kata media,
12:04kalau bisa,
12:04ya di,
12:05inilah,
12:06penumpangnya,
12:07tadinya,
12:088 juta dikurangi,
12:09terus kemudian,
12:10yang SMA dikurangi,
12:12nah sehingga,
12:13akhirnya,
12:13yang sekarang ini lakukan,
12:14adalah,
12:15right sizing,
12:16right targeting,
12:17dari penerima,
12:19MBG ini,
12:20nah sehingga,
12:21akhirnya,
12:21betul-betul yang akan menerima,
12:23itu adalah mereka-mereka,
12:24yang betul-betul membutuhkan,
12:25berhak,
12:25dan memang,
12:26paling dipentingkan,
12:27untuk program MBG ini,
12:28ini yang sekarang kita upayakan,
12:30nah butuh waktu memang,
12:32tetapi saya rasa,
12:33kita sudah menuju,
12:33ke dalam,
12:34arah yang benar,
12:35jadi kita sudah berada,
12:36di dalam koridor benar,
12:37untuk bisa,
12:38mensukseskan,
12:39yang begini,
12:39saya yakin,
12:40kedepannya,
12:40pasti akan ada tantangan,
12:42pasti butuhkan penyempurnaan,
12:43penyempurnaan,
12:44tetapi inilah,
12:45jadi sekarang kita kerjasama,
12:46dengan teman-teman dari CSO,
12:48teman-teman dari media,
12:49dari analis,
12:51dari akademisi,
12:52untuk bisa saling mengingatkan,
12:53dan saling memberitahu,
12:54jika ada kekurangan-kurangan,
12:55jika ada kekurangan-kurangan.
Komentar

Dianjurkan