- 1 hari yang lalu
- #mbg
- #korupsi
- #kebijakan
JAKARTA, KOMPAS.TV - Dugaan "main mata" anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat usai eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana bersama dua eks wakil kepala BGN yaitu Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, serta dua pihak swasta lainnya ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola MBG.
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, salah satu tersangka yaitu Sony Sonjaya menyebut adanya puluhan "nama-nama besar" yang diduga turut terlibat dalam dugaan kasus korupsi tata kelola program MBG. Lalu seberapa besar skandal yang sebenarnya terjadi?
Jurnalis KompasTV, Dipo Nurbahagia menelusuri secara langsung Kawasan Industri Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk menginvestigasi keberadaan 21.801 unit motor MBG dengan nilai pengadaan sekitar Rp 1 triliun, yang diduga jadi salah satu temuan korupsi BGN.
Bagaimana kondisi dan nasib aset negara yang menelan anggaran besar ini di tengah pengusutan dugaan korupsi tata kelola program MBG?
Fakta mengejutkan lain Dipo temukan saat mendatangi kantor Badan Gizi Nasional dan bertemu sejumlah pemasok dapur MBG dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang mengaku belum menerima pembayaran atas barang yang telah mereka salurkan.
Lalu mengapa masih ada pemasok yang mengaku belum dibayar di tengah besarnya anggaran yang digelontorkan negara?
Sementara itu, jauh sebelum kasus dugaan korupsi ini terkuak, Indonesia Corruption Watch (ICW) mendeteksi ratusan yayasan mitra MBG diduga memiliki keterkaitan dengan orang-orang dekat pejabat.
Bersama Ketua Divisi Advokasi ICW, Egi Primayogha, Dipo membedah dugaan konflik kepentingan yang menggelayuti pelaksanaan program MBG.
Saksikan Dipo Investigasi, episode Bongkar Skandal Korupsi MBG! Tayang Senin, 15 Juni 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.
#mbg #korupsi #kebijakan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/675229/full-sony-sonjaya-sebut-nama-besar-di-balik-korupsi-mbg-siapa-lagi-terjerat-skandal-dipo
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, salah satu tersangka yaitu Sony Sonjaya menyebut adanya puluhan "nama-nama besar" yang diduga turut terlibat dalam dugaan kasus korupsi tata kelola program MBG. Lalu seberapa besar skandal yang sebenarnya terjadi?
Jurnalis KompasTV, Dipo Nurbahagia menelusuri secara langsung Kawasan Industri Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk menginvestigasi keberadaan 21.801 unit motor MBG dengan nilai pengadaan sekitar Rp 1 triliun, yang diduga jadi salah satu temuan korupsi BGN.
Bagaimana kondisi dan nasib aset negara yang menelan anggaran besar ini di tengah pengusutan dugaan korupsi tata kelola program MBG?
Fakta mengejutkan lain Dipo temukan saat mendatangi kantor Badan Gizi Nasional dan bertemu sejumlah pemasok dapur MBG dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang mengaku belum menerima pembayaran atas barang yang telah mereka salurkan.
Lalu mengapa masih ada pemasok yang mengaku belum dibayar di tengah besarnya anggaran yang digelontorkan negara?
Sementara itu, jauh sebelum kasus dugaan korupsi ini terkuak, Indonesia Corruption Watch (ICW) mendeteksi ratusan yayasan mitra MBG diduga memiliki keterkaitan dengan orang-orang dekat pejabat.
Bersama Ketua Divisi Advokasi ICW, Egi Primayogha, Dipo membedah dugaan konflik kepentingan yang menggelayuti pelaksanaan program MBG.
Saksikan Dipo Investigasi, episode Bongkar Skandal Korupsi MBG! Tayang Senin, 15 Juni 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.
#mbg #korupsi #kebijakan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/675229/full-sony-sonjaya-sebut-nama-besar-di-balik-korupsi-mbg-siapa-lagi-terjerat-skandal-dipo
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:17penyakit kronis program makan bergizi gratis terkuak anggaran besar yang seharusnya dimaksimalkan
00:23untuk rakyat justru diduga mengalir ke kantong-kantong pejabat kondisi ini kian ironi usai mantan kepala
00:31BGN dadan Hindayana dan dua wakilnya ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan skandal korupsi
00:37tata kelola program MBG bahkan di tengah proses hukum yang sedang berjalan muncul dugaan bahwa
00:44skandal korupsi MBG tak hanya dilakukan oleh segelintir orang namun juga melibatkan puluhan
00:50nama-nama pejabat lalu pertanyaannya benarkah ada nama orang-orang besar yang bermain mata dan
00:56meraup keuntungan dari program pengunggulan presiden Prabowo Subianto ini langsung ke 76 dipu
01:02investigasi saya dipu terbahagia saya akan menelusuri dan mencari bukti secara langsung
01:06terkait dugaan skandal korupsi program makan bergizi gratis
01:19saya berada saudara di dalam dari kawasan industrial sentul di kawasan ini saudara terparkir ribuan motor
01:28listrik MBG yang diduga menjadi medium tindak pidana korupsi kalau total anggarannya tidak main-main
01:36mencapai angka satu triliun rupiah
01:40hai hai hai Hai isi Pak sung digobok pintunya izin Pak dipo dari kompas TV Pak aku dari luar
01:48aja kerama Pak di luar aja jadi luar aja tidak boleh masuk Pak tidak hanya di bagian samping dan juga
01:57tidak hanya di bagian depan tetapi di bagian tengah itu juga deretan motor listrik MBG yang diparkirkan
02:03dan lagi-lagi semuanya ditutupi oleh jaring berwarna hitam saya akan coba lihat lebih jelas ya tertutup
02:12jaring berwarna hitam tertutup plastik namun terlihat jelas warna biru muda dan juga biru tua
02:18beserta dengan logo badan gizi nasional
02:28maka tim ini menetapkan saudara diha selaku kepala badan gizi nasional saudara SS selaku wakil
02:38kepala badan gizi nasional dan saudara LP selaku wakil kepala BGM sebagai tersangka
02:49Bu Francisca dan Bu Helma ini adalah supplier saya supplier makanan kering Pak ada sejumlah uang
02:58yang belum dibayarkan ke Bu Francisca jumlahnya 97 juta Bu Helma keras 20 juta lagi tolong Bapak
03:05Prabowo aku orang susah aku enggak tahu permainan game bagian aku cuma tutup hakku aja saya kondisi
03:13saya sekarang udah enggak mampu bertanding hidup pemimpin baik organisasi baik saya tidak mau uang
03:24rakyat dicuri dan tidak ada tidak ada pengecualian kami melakukan penelusuran terhadap lebih dari 200
03:38yang menjadi mitra MPG 102 diantaranya terafiliasi dengan berbagai macam aktor aktor-aktornya salah
03:44satunya adalah aktor politik ini jumlah parpolnya ya siapa yang terbanyak yang kemudian diketahui
03:53publik ada 26 nama ini belum semua apakah Sony Sonjaya atau mungkin melalui kuasa hukumnya berani
04:00yang menyebutkan namanya ada eksekutif ada legislatif ada yudikatif
04:15Sebenarnya pada awal bulan Juni 2026 Kejaksaan Agung mengejutkan publik dengan mengungkap skandal
04:22dugaan korupsi kata kelola program makan bergizi gratis dadan Hindayana selaku kepala Badan Gizi
04:28Nasional dan dua wakilnya ditetapkan sebagai tersangka ketika tersangka diduga tersandung skandal
04:36korupsi terkait dengan pengadaan barang dan jasa di tubuh Badan Gizi Nasional termasuk juga
04:42dugaan jual beli dapur MBG atau SPPG lalu bagaimana awal mula praktik dugaan korupsi ini terkuat saya
04:52akan jelaskan konstruksi perkaranya Kejaksaan Agung secara mengejutkan menetapkan tiga
04:57eks pejabat utama Badan Gizi Nasional sebagai tersangka terkait dugaan skandal korupsi program
05:03makan bergizi gratis tiga orang tersebut adalah dadan Hindayana mantan Kepala Badan Gizi Nasional
05:09Ludwig Pusung mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional bidang pengembangan organisasi dan
05:14hubungan kelembagaan serta Sony Sonjaya mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional bidang operasional
05:20dadan Ludwig dan Sony disebut melakukan intervensi pengadaan barang dan jasa di BKN pada periode 2025-2026
05:28yang tidak disusun dasarkan kebutuhan real lapangan termasuk melakukan markup pengadaan barang-barang
05:34yang tersebut antara lain pengadaan 21.801 motor listrik dengan nilai total anggaran mencapai 1
05:40triliun rupiah, pengadaan 32.000 pasang sepatu, pengadaan 31.000 unit tablet, serta 5.400 televisi
05:48berkurang 75 inch. Tak hanya pengadaan barang dan jasa ketika tersangka juga diduga melakukan jual-beli
05:55dapur MBG atau SPPG dengan menggunakan yayasan sebagai sarana kejahatan. Yayasan tersebut
06:01mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari hingga triliunan rupiah setiap tahun dan beberapa
06:06diantaranya dimiliki oleh tiga orang tersangka. Sementara itu salah satu tersangka Sony Sonjaya yang
06:12merupakan mantan Wakil Kepala BKN mengajukan diri sebagai Justice Kolaborator Kekejaksaan Agung. Sony menyebut
06:19sedikitnya terdapat 26 nama orang besar dalam dugaan praktik jual-beli dapur MBG atau SPPG.
06:25Lalu pada 11 Juni 2026 Kejaksaan Agung mengumumkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata
06:32kelola MBG berinisial IES. IES yang berstatus sebagai pihak swasta disebut merupakan orang dekat
06:38tersangka Sony Sonjaya. Dan pada 12 Juni 2026 Kejaksaan Agung kembali menetapkan satu tersangka
06:45tersangka baru dalam dugaan pusaran korupsi program MBG. Kali ini giliran bos vendor motor
06:50listrik MBG yakni komisaris PT AT berinisial AM yang menggunakan rompi tersangka berwarna merah
06:57muda. AM diduga melakukan penggelembungan harga atau markup dan menaikkan harga setiap unit motor
07:03listrik MBG hingga memperoleh pembayaran penuh atas pengadaan yang disebut tidak sesuai spesifikasi.
07:08Bawah vendor AM secara melukum melakukan penggelembungan harga atau markup untuk setiap unit sepeda
07:16motor listrik sekitar 1,1 triliun kurang lebih sekitar segitu. Kemudian untuk markupnya itu sedang
07:25kami hitung secara pastinya kurang lebih sama hampir sama dengan nilai pengadaan sekitar 40 sekian
07:3347 juta. Saudara tentu kita masih ingat bahwa pada April lalu begitu banyak perdepatan yang lahir
07:45terkait pengadaan motor listrik MBG yang dinilai tidak tepat jika melihat terhadap kondisi ekonomi
07:52saat ini saudara ada kurang lebih 21.801 motor listrik MBG yang menelan anggaran lebih dari 1 triliun
08:01rupiah dan saat ini kondisinya diduga terbengkalai. Saya berada di kawasan industrial Sentul sederhana
08:10saya akan masuk ke dalam untuk melihat seperti apa kondisi dari ribuan motor listrik MBG usai tiga
08:18mantan pejabat utama dari Bareng Gizi Nasional ditetapkan sebagai tersangka.
08:29Saya berada saudara di dalam dari kawasan industrial Sentul di mana di salah satu gedung di kawasan ini
08:38saudara terparkir ribuan motor listrik MBG yang diduga menjadi medium tindak pidana korupsi pengadaan
08:49di barang dan jasa di tubuh badan gizi nasional kalau total anggarannya tidak main-main mencapai
08:54angka 1 triliun rupiah. Saya akan langsung datangi saudara untuk melihat seperti apa kondisi motor listrik
09:01MBG yang diduga terbengkalai.
09:10Setelah saya akan tunjukkan gedung yang kemudian bergaris kuning adalah head office ataupun kantor pusat
09:20dari produsen motor listrik MBG dan terlihat jelas ya, ada tulisan Emo Electric Mobility.
09:28Meskipun disebut sebagai head office ataupun kantor pusat,
09:32nampaknya tidak begitu terlihat ya aktivitasnya memang masif di sini.
09:38dan bisa dilihat di sebelah sana jaring berwarna hitam itu di dalamnya adalah motor listrik MBG yang sampai
09:48saat ini belum digunakan. Ada seseorang yang menggunakan baju kuning saya akan coba dekati saudara untuk melihat
09:54dan juga bertanya apakah saya boleh mendekat atau tidak.
09:58Isi pak. Langsung digembok ya, langsung digembok pintunya.
10:04Isi pak, dipo dari Kompas TV pak.
10:06Oh dari luar aja.
10:07Kenapa pak?
10:07Dari luar aja.
10:08Dari luar aja?
10:10Tidak boleh masuk pak?
10:11Boleh.
10:12Alasannya pak?
10:15Bisa dilihat ya.
10:17Orang tersebut langsung masuk, saya bertanya juga tidak dijawab.
10:21Dan tadi posisinya ketika saya datang itu sebenarnya pintu ini tidak tertutup, masih terbuka bahkan tidak tergembok.
10:29Dan saat ini ketika saya datangi, pintu ini langsung tergembok sebenarnya.
10:36Tempat persis di depan saya itu adalah motor listrik MBG yang masih berada di tempat ini.
10:46Kondisinya memang tertutupi ya.
10:49Jaring berwarna hitam hampir di seluruh bagian motor karena bisa dilihat ya mungkin bahkan hingga bagian belakang.
11:00Bahwa berdasarkan pengamatan yang kami lakukan di sini tidak hanya di bagian samping, tidak hanya di bagian depan.
11:06Tetapi motor listrik MBG ini bahkan berada di bagian belakang hingga bagian tengah.
11:11Artinya jumlahnya tidak sedikit.
11:13Bisa dilihat itu motornya selain tertutup oleh jaring berwarna hitam tetapi juga tertutup oleh plastik.
11:20Artinya motor listrik MBG ini belum digunakan sama sekali.
11:25Bahkan bagian bannya saja masih terlihat sangat bersih saudara.
11:31Saya akan tunjukkan saudara tidak hanya di bagian samping tetapi yang cukup jelas juga terdapat di bagian depan ya.
11:40Dari Ad Office Emo Electric Mobility.
11:44Bisa dilihat ya ini juga liratan motor listrik tetapi ada jaring berwarna hitam termasuk juga di dalamnya ada terpal.
11:56Apakah kemudian jaring dan terpal ini digunakan untuk menyamarkan identitas dari motor MBG ini?
12:05Tentu itu yang kami harus konfirmasi tapi sangat jelas bahwa di deretan depan ini tertutup rapat.
12:11Tidak terlihat sama sekali motor tetapi di bagian belakang masih cukup terlihat karena hanya ditutupi oleh jaring.
12:22Nah ini banyak sekali ya berderet berbaris tanpa celah di depan dari Ad Office Emo Electric Mobility.
12:35Saya akan tunjukkan lagi ya yang tadi saya sebutkan bahwa tidak hanya di bagian samping dan juga tidak hanya di
12:41bagian depan tetapi di bagian tengah.
12:44Bisa dilihat itu juga deretan motor listrik MBG yang kemudian diparkirkan dan lagi-lagi semuanya ditutupi oleh jaring berwarna hitam.
12:57Di bagian dalam ternyata juga ada motor yang terparkirkan.
13:01Terlihat jelas ada satu motor listrik MBG yang dengan jenis trail yang kemudian terlihat ada di dalam.
13:10Apakah kemudian gedung ini di bagian dalamnya juga terparkirkan?
13:15Begitu banyak motor listrik MBG ini juga yang harus kita jelami saudara.
13:21Tadi di samping sudah, di depan sudah, di tengah juga sudah, bahkan di dalam.
13:25Dan di sisi satu lagi ini juga masih terpampang jelas motor listrik MBG.
13:33Sipak, Bu.
13:34Di sini apa ya?
13:35Iya silahkan.
13:37Oke.
13:39Bisa ditunjukkan ya.
13:44Begitu banyak di bagian samping.
13:48Nyaris tanpa celah.
13:52Misi, Pak.
13:56Oke, tidak ada jawaban ya.
13:57Meskipun tadi saya lihat di sini sempatnya ada orang.
13:59Karena tadi pintunya juga sempat terbuka.
14:02Saya akan tunjukkan lebih jelas lagi.
14:05Bagian motor listrik MBG yang tidak tertutup.
14:09Ini bisa ditunjukkan ya.
14:14Tertutup jaring berwarna hitam.
14:16Tertutup plastik.
14:17Seolah motor ini adalah motor baru yang belum digunakan.
14:20Namun terlihat jelas warna biru muda dan juga biru tua.
14:24Beserta dengan logo badan gizi nasional.
14:28Saya akan coba lihat lebih jelas ya.
14:31Oke.
14:33Oke.
14:33Memang mayoritas di bagian depan ini adalah motor trail.
14:37Motor listrik MBG dengan jenis trail.
14:39Tetapi di bagian tengahnya ya.
14:41Bagian tengah di arah yang berbeda itu nampak terparkir motor listrik MBG dengan jenis lainnya.
14:50Saya akan coba menuju ke pintu utama lagi saudara untuk mencoba kembali meminta konfirmasi kepada pihak dari MO Electric Mobility
15:01terkait dengan nasib dari motor listrik MBG yang seolah terbengkalai di seluruh sudut.
15:11Di wilayah ini saudara.
15:21Saya akan coba tekan bel ya.
15:24Karena di sini ada bel yang diberfungsikan.
15:32Di dalam sana ya.
15:36Sebenarnya ada orang yang duduk.
15:37Mungkin jumlahnya dari sini terlihat dua orang ya.
15:40Tapi...
15:43Saya tidak tahu apa yang mereka lakukan.
15:44Saya akan coba panggil.
15:47Permisi mas.
15:49Mas.
15:52Permisi.
15:54Dari Kompas TV mas.
15:58Ada lebih dari dua orang ya.
16:00Dari sini terlihat mungkin empat orang yang ada di sana.
16:05Mas.
16:08Pak izin pak.
16:10Ada yang bisa diajak ngobrol pak.
16:12Selain bapak.
16:15Supaya ada hak jawab aja pak.
16:18Tidak ada.
16:25Dan pada April lalu saudara.
16:27Saya sempat.
16:29Berbincang secara eksklusif.
16:31Dengan.
16:32Kepala BGN.
16:33Dadan Hindayana.
16:35Dan mengkonfirmasi.
16:36Terkait dengan pengadaan motor listrik MBG ini.
16:39Dan yang menarik saudara.
16:40Di momen tersebut.
16:41Dadan Hindayana mengatakan.
16:44Bahwa.
16:45Pengadaan.
16:45Motor listrik MBG ini.
16:48Tidak menyentuh.
16:49Angka satu triliun rupiah.
16:51Atau artinya.
16:53Berlawanan.
16:54Dengan pernyataan.
16:55Dari.
16:56Kejaksaan Agung.
16:57Yang menyebut bahwa pengadaan motor listrik ini.
17:00Memiliki anggaran.
17:01Lebih.
17:02Dari satu triliun rupiah.
17:04Saya akan hadirkan.
17:05Perbincangan saya secara eksklusif.
17:06Dengan mantan kepala BGN.
17:07Dadan Hindayana.
17:08Ada satu hal yang kemudian juga.
17:10Menjadi perhatian publik.
17:12Soal kegunaan anggaran.
17:13Kita tahu bahwa.
17:14Banyak sekali.
17:15Video viral media sosial.
17:16Yang menunjukkan.
17:17Motor listrik MBG.
17:19Ini sudah mulai.
17:21Berdatangan.
17:21Dan dengan jumlah.
17:23Yang cukup banyak.
17:24Pertanyaan saya adalah.
17:25Apakah kemudian.
17:26Ketika.
17:27Di tengah efisiensi saat ini.
17:29Dan di tengah ancaman krisis.
17:30Akibat geopolitik.
17:31Menjadi pilihan yang tepat.
17:32Untuk BGN.
17:33Mengadakan motor listrik.
17:34Dan digunakan oleh kepala ekspetrik.
17:36Pengadaan motor listrik ini.
17:37Sudah dirancang.
17:39Ketika.
17:40Program ini berjalan.
17:41Karena.
17:42Sudah ada program.
17:43Maka.
17:43Kita masukkan dalam anggaran 2025.
17:46Anggaran 2025.
17:472025.
17:48Dan itu sebenarnya diadakan pada tahun 2025.
17:51Dan dari target.
17:52Kurang lebih.
17:5325.044.
17:56sepeda motor.
17:57Yang ditargetkan.
17:59Itu hanya bisa dipenuhi 85%.
18:01Jadi sekarang ada 21.801 sepeda motor.
18:06Yang sudah selesai.
18:07Dan sekarang masih ada di gudang.
18:10Masih kami harus lakukan.
18:12Yang disebut dengan.
18:14Proses administrasi BMN.
18:16Atau barang milik negara.
18:18Setelah selesai.
18:19Baru nanti akan kami kirimkan.
18:20Yang kami akan utamakan di daerah-daerah yang sangat membutuhkan.
18:24Dengan harga yang frail itu.
18:26Itu 43 juta.
18:2943 juta?
18:3043,2.
18:32Kemudian yang listrik biasa itu.
18:34Itu 41,7.
18:36Jadi total keseluruhan.
18:38Kurang lebih 897 miliar.
18:41897 miliar.
18:43Tidak sampai 1 triliu.
18:44Tanah yang sisanya dikembalikan ke atas.
18:48Saya akan coba lihat lagi saudara.
18:51Situasi di dalam seperti apa.
18:52Bang misalnya bang.
18:54Oke.
18:56Oke.
18:58Sangat terlihat ya seperti tadi.
19:01Sampai bagian belakang.
19:03Deretan dari motor listrik MBG ini.
19:05Dan saya melihat di bagian dalam juga ternyata.
19:09Di gedung yang sama seperti yang tadi saya datangin di bagian tengah.
19:13Terparkir juga motor listrik MBG.
19:19Ada sejumlah uang yang belum dibayarkan ke Bu Francisca.
19:22Benar, Pak.
19:23Jumlahnya?
19:2397 juta, Pak.
19:25Tolong ke Pak Prabowo.
19:26Aku orang susah.
19:28Aku nggak tahu perbedaan GBG ini.
19:31Aku cuma tutup hakku aja.
19:33Saya.
19:34Saya sekarang.
19:35Udah nggak mampu betah hidup.
19:38Di dalam pengelolaan uang negara.
19:40You are never alone.
19:42Jadi ketika kita merencahkan satu program.
19:46Maka disitu harus ada perencanaan.
19:48Program prioritas yang dimiliki oleh Badan Giji.
19:52Pertujuan ini merupakan tripartit.
19:56Badan Giji.
19:57Menteri Keuangan.
19:58Menteri Perencanaan Pembangunan.
20:10Sebenarnya meski secerca harapan baru muncul.
20:13Usai Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru dilantik oleh Presiden.
20:18Namun gejolak.
20:20Di Badan Gizi Nasional tak kunjung surut.
20:22Persis di depan saya adalah kantor Badan Gizi Nasional, sodara.
20:25Yang bahkan pada beberapa waktu yang lalu sempat disegel oleh koalisi masyarakat MBG Watch.
20:33Tidak hanya itu.
20:34Bahkan ada sekelompok orang yang kemudian masuk ke lobby dari gedung BGN.
20:38Bahkan salah satu pria diantaranya mengamuk.
20:41Karena ingin bertemu dengan Kepala BGN yang baru, Nanik SD Yang.
20:46Tidak berhenti sampai disitu, sodara.
20:48Ada sejumlah perempuan yang datang jauh-jauh dari Sumatera Utara.
20:53Untuk meminta keadilan kepada BGN.
20:56Karena mengalami kerugian terkait dengan implementasi program makan bergizi gratis.
21:02Saya sudah bersama dengan tiga orang perempuan yang datang jauh-jauh ya.
21:06Dari Sumatera Utara ada Ibu Ernie Putauruk.
21:11Dan juga Ibu Francisca Simanyutak dan juga Ibu Helma Sirait.
21:15Terima kasih sudah berkenan untuk kami wawancara Bu.
21:17Pertama saya ingin confirmasi dulu.
21:19Bu Ernie, Bu Francisca dan juga Bu Helma betul datang jauh-jauh dari Sumatera Utara untuk mendatangi kantor BGN.
21:26Betul Bapak.
21:27Oke.
21:27Sebenarnya Pak, saya adalah ketua kooperasi yang sebenarnya bertanggung jawab untuk pembayaran supplier.
21:34Namun, karena spesimen tanda tangan saya sudah diganti oleh
21:41yang merupakan founder Yayasan Bisok Maghub yang membawahi 21 dapur,
21:46yang sekaligus ketua pengawas di kooperasi ini,
21:49maka saya kehilangan akses untuk membayar mereka-mereka ini Pak.
21:53Oke, artinya Bu Francisca dan Bu Helma ini adalah supplier?
21:58Betul.
21:59Oke.
21:59Saya izin tanya dulu, Bu Francisca supplier apa Bu?
22:02Saya supplier makanan kering, Pak.
22:05Biasanya saya dipesan itu ribuan, Pak.
22:08Ribuan?
22:08Karena ada 21 dapur, dan tergantung pihak kooperasi yang memesan kepada saya.
22:16Oke.
22:17Ada sejumlah uang yang belum dibayarkan ke Bu Francisca?
22:20Benar, Pak.
22:21Jumlahnya?
22:21Jumlahnya yang terakhir ini 97 juta, Pak.
22:2597 juta?
22:26Yang belum dibayar.
22:27Sampai saat ini belum dibayar?
22:28Sampai saat ini belum dibayar, Pak.
22:30Kalau untuk Bu Helma sendiri supplier apa Bu?
22:32Saya buah sama ikan.
22:34Buah sama ikan?
22:35Setiap hari juga menyuplai?
22:36Iya, setiap hari.
22:37Jumlahnya juga ribuan?
22:39Aku kalau ikan itu, setiap perharinya itu 300 kg.
22:45Tapi dalam satu dapur itu, satu minggu.
22:47Kadang kalau kemarin itu ada buah satu ton lebih,
22:51tiga ton lebih ke kooperasi.
22:54Kalau Bu Francisca itu belum dibayarkan 97 juta rupiah, Bu ya, sampai sekarang.
22:59Bu Helma?
23:00Terus 20 juta lagi.
23:02120 juta?
23:04Iya.
23:04Sampai saat ini juga belum dibayar.
23:08Saya ingin ke Bu Ernie bahwa,
23:11tentu apa yang kemudian menjadi tudingan,
23:14ini harus disertai dengan bukti.
23:16Ibu punya informasi terkait hal ini?
23:18Terkait hal itu, Bapak.
23:20Di sini BGN telah memerintahkan Pak Erickson
23:23untuk menyelesaikan seluruh supplier.
23:26Iya.
23:26Dan di sini saya sampaikan kepada Pak Erickson
23:29dan juga pengacaranya, Bu Melpa.
23:32Bu, rekening koran tidak bisa dibohongi.
23:35Mengapa di tengah terjadi jeritan daripada supplier,
23:40Bapak masih tega-teganya bersama dengan Ibu dan Oknum
23:44mengeluarkan uang supplier ini untuk operasional pengacara Bapak?
23:49Ada tertuang di sini?
23:51Ada, Bapak.
23:51Boleh saya lihat?
23:53Boleh, Bapak.
23:54Di sini juga saya baca bahwa saya
23:56uang supplier ini membayar
24:00konsultan yang dipilih oleh
24:02sendiri sebesar 66 juta.
24:05Ini untuk konsultan.
24:08Ada tulisan ya?
24:09Ada, Bapak.
24:09Konsultan.
24:10Iya.
24:10Tiket pulang lawyer oleh Hendra.
24:13Tiket pulang lawyer.
24:14Tapi ada yang menarik bahwa kuasa hukum
24:18yang tadi Ibu sebut dibayarkan melalui uang
24:21yang seharusnya diterima oleh supplier
24:23menyebut bahwa beberapa supplier ini tidak diberikan uangnya
24:27karena terlambat melampirkan nota yang seharusnya diberikan kepada verifikator.
24:34Tanggapan atas tuduhan lingkar janji.
24:37Kami menolak secara tegas terhadap tuduhan yang menyatakan bahwa
24:41kepengurusan kooperasi yang baru telah melakukan ingkar janji.
24:45Faktanya.
24:46Saya sampaikan kembali faktanya.
24:48Pembayaran telah dilakukan terhadap seluruh kewajiban yang telah terverifikasi
24:52dan memenuhi persyaratan administrasi yang ditetapkan oleh konsultan
24:56yaitu sejumlah 40 supplier telah dibayar lunas pada tanggal 20 Mei 2026.
25:03Munculnya klaim baru, saya tegaskan.
25:06Munculnya klaim baru setelah penutupan verifikasi
25:10tidak merupakan kewajiban daripada kooperasi dengan kepengurusan yang baru.
25:15Tidak betul.
25:16Sebab tanggal 21 April 2026,
25:20Bapak Kuasa Hukum kami yaitu Bapak Simare-Mare
25:23yang telah memberikan secara langsung melalui pesan WA.
25:27Bahkan Pak, Ibu ini dan Ibu ini sudah tidur di depan ketua pengurus yang diangkat oleh
25:34Ibu ini juga sudah tidur di depan Yayasan.
25:37Mengapa dikatakan tidak diberikan notanya?
25:40Saya ingin ke Bu Helma dan Bu Francisca.
25:42Bawa Bu Helma dan juga Bu Francisca sempat memblokade ya.
25:45sempat duduk di depan dari pagar dan tidur.
25:49Dan tidur malahan di sini depan.
25:51Apa yang ingin disampaikan dengan aksi yang Ibu lakukan sebenarnya?
25:55Kami ini orang kecil, Pak.
25:57Kami tidak bisa melawan orang besar.
25:59Tapi kami berusaha untuk mencari keadilan.
26:02Kami hanya meminta uang kami dan kami meminta hak kami, Pak.
26:06Itu aja, Pak.
26:08Tolong kami, Pak Prabowo.
26:09Tolong kami.
26:10Kami mau minta hak kami.
26:12Kami mau minta uang kami, Pak.
26:14Itu aja, Pak.
26:16Dari Bu Helma, mungkin apa yang disampaikan Bu dengan aksi Ibu
26:18memblokade salah satu pintu BGN?
26:20Tolong Bapak Prabowo.
26:22Aku orang susah.
26:23Aku datang kemaripun.
26:25Aku tinggalkan karena aku ketelakan karena tidak ada bayar uang, Pak.
26:28Saya minjam kemari-kemari.
26:30Kesari kemari untuk datang kemari.
26:32Karena uang saya tidak ada uang.
26:35Jadi, aku tidak tahu permainan BGN.
26:38Aku cuma tuntut hakku saja.
26:41Kondisi saya sekarang sudah tidak mampu bertahan.
26:44Hidup.
26:45Padahal program Bapakmu, Prabowo ini program yang mudah sekali.
26:49Sangat membantu kami di Tapan Lutara.
26:52Tapi onum-onumnya ini, Pak.
26:55Tidak jelas.
26:55Mohon bantuan Bapak yang seriladilnya kepada kami.
26:59Hal yang inginkan kami.
27:01Dan mohon bantuannya yang sesakit ini, Pak.
27:07Kami melakukan penelusuran terhadap lebih dari 200 yayasan yang menjadi mitra MBG.
27:13Dan dari 200 sekian yayasan itu, 102 diantaranya terafiliasi dengan berbagai macam aktor.
27:19Aktor-aktornya salah satunya adalah aktor politik.
27:21Siapa yang terbanyak?
27:36Siapa yang terbanyak?
27:38Pemimpin baik, organisasi baik.
27:41Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur.
27:47Saya tidak mau buang rakyat dicuring.
27:51Dan tidak ada, tidak ada pengecualian.
28:05Bunyi klakson seli berganti berkembang di depan kantor Badan Gizi Nasional di kawasan Kebun Sirih, Jakarta Pusat.
28:11Suara ini menjadi bentuk dukungan warga atas aksi protes koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam MBG Watch.
28:19MBG Watch mendesak presiden untuk menghentikan program MBG yang dinilai syarat persoalan.
28:26Aksi ini digelar pada 10 Juni 2026 atau tepat sepekan setelah kejaksaan agung menetapkan dadan Hidayana CS sebagai tersangka korupsi
28:35program maka berhizi gratis.
28:42Dua hari berselang tempatnya 12 Juni 2026, masa dari aliansi BMP Universitas Indonesia turut menyuarakan keresahan yang sama dalam aksi
28:50ujuk rasa bertajuk menuju Indonesia bantuan.
28:56Tak hanya di Jakarta, gomong protes pelaksanaan program makan berhizi gratis juga terdengar di sejumlah daerah.
29:06Di tengah gelombang protes pelaksanaan makan berhizi gratis, Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, Nanik SD yang berstrategi mengatur ulang
29:14tata kelola MBG.
29:15Nanik yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Kepala BGN menyebut arah perbaikan program MBG difokuskan pada 3 poin penting.
29:22Langkah ini Nanik ambil usai ia dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai pengganti dadan Hindayana pada 8 Juni silam.
29:30Nanik kini menakodai Badan Gizi Nasional bersama dua wakilnya, Agustina Arunsari dan Maijen TNI Purnawirawan, Trenggono.
29:39Kami konsen pada efisiensi anggaran.
29:43Efisiensi ini kami lakukan yang pertama melalui moratorium.
29:49Yang kedua kami refocusing penerima manfaat.
29:52Yang ketiga itu kita akan melakukan kontrol atau apa kualitas ya.
29:58Sehingga kami akan mengecek apakah dapur-dapur yang sekarang ada ini sesuai dengan juknis atau tidak.
30:10Temuan pemborosan anggaran program MBG juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
30:16Zulhas menyebut program MBG menargetkan pembangunan 21.000 titik SPPG atau Satuan Pelayanan Pembunuhan Gizi alias dapur MBG.
30:24Di realitanya kini sudah ada 27.877 titik dapur MBG alias bengkak hingga lebih dari 6.800 titik.
30:33Jumlah dapur MBG yang jauh di atas target berdampak pada menggelembungnya anggaran pemberian insentif untuk setiap dapur MBG yang nilainya
30:41mencapai 6 juta rupiah per hari.
30:44Satu bulan ada pengeluar lebih 1 triliun pemborosan.
30:50Berarti kalau satu tahun berapa itu?
30:5212 triliun.
30:53Maka perlu penataan untuk ditata agar bisa diperbaiki.
31:00Tak hanya soal pemborosan anggaran, borok di tubuh BGN juga dibuka oleh salah satu eks pimpinan BGN yang telah ditetapkan
31:07sebagai tersangka dugaan korupsi MBG, Sony Sonjaya.
31:11Sony menyebut ada nama-nama besar yang turut main mata dalam tata kelola SPPG.
31:15Sony bahkan telah mengajukan permohonan sebagai justis kolaborator di kasus dugaan korupsi MBG kepada kejaksanaku.
31:26Meski belum ada nama pasti yang dibeberkan oleh Sony Sonjaya, sejumlah pihak telah melontarkan respons ke publik.
31:33Ada berita, Pak Dudung katanya punya titik melalui padadan.
31:37Kalau Pak Dudung punya dapur silahkan cek, saya kasih hadiah nanti.
31:41Jadi nggak ada sama sekali saya punya dapur.
31:43AHI tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan kepada saudara Sony Sonjaya.
31:53Terkait program SPPG maupun urusan lainnya.
31:59Sementara itu, Ketua BGN Danik SD yang memiliki bungkam saat awal media,
32:03nanyakan daftar nama-nama besar yang disebut pihak Sony Sonjaya turut terlibat dalam dugaan korupsi MBG.
32:15Sebelumnya, Presiden Rambung Subianto menyebut telah menerima laporan dugaan penyimpangan di lingkungan BGN
32:20sejak beberapa waktu lalu hingga akhirnya memutuskan penggantian pucuk pimpinan BGN.
32:25Presiden mewanti-wanti program MBG jangan sampai dijadikan sarana oleh Oknub untuk memperkaya diri.
32:31Kini publik menanti keseriusan pemerintah, pemenahan program makan bergisi gratis adalah keniscayaan yang harus dilakukan secara menyeluruh dan transparan.
32:44Setelah penetapan sejumlah tersangka dalam skandal dugaan korupsi, program makan bergisi gratis barulah menjadi sebuah permulaan.
32:53Indonesia Corruption Watch atau ICW sebelumnya sudah menelusuri dan menemukan ratusan yayasan mitra MBG
33:01yang diduga terafiliasi dengan sejumlah pejabat dan juga aktor-aktor politik.
33:07Saya akan tanyakan secara langsung kepada Kepala Divisi Advokasi Indonesia Corruption Watch dengan Mas Egi Prima Yoga.
33:15Terima kasih untuk waktunya.
33:17Bahwa sejumlah tersangka sudah ditetapkan, Mas, apakah penangkapan ini sudah cukup untuk kemudian memperbaiki tata kelola, implementasi program MBG?
33:26Ya, pertama kita harus melihat masalah MBG itu sebetulnya ada dua.
33:30Masalah tata kelola dan masalah bagaimana MBG itu menjadi alat politik untuk pemerintahan yang sekarang.
33:36Alat politik?
33:36Betul.
33:37Kalau kita bicara tata kelola, ada masalah dalam hal misalnya transparansi dan akuntabilitas.
33:42Kita tidak pernah tahu misalnya berapa anggaran BGN secara rinci di tahun 2026 ini.
33:48Sisi yang kedua adalah sisi politik.
33:50Bagaimana sebetulnya program ini digunakan oleh pemerintahan sekarang untuk memperkuat atau memperluas dukungan sebagaimana yang kami temukan.
33:58Andai kata yang kedua ini tidak diselesaikan, maka MBG mau diganti kepalanya, mau diperbaiki tata kelolanya dan lain sebagainya, MBG
34:05akan tetap menjadi masalah.
34:07Oke, dan di tengah kita ini sudah ada hasil ya penelusuran termasuk juga mungkin penelitian.
34:12Yang kemudian disampaikan ataupun dilakukan oleh Indonesia Corruption Watch atau ICW dengan judul Ada Siapa Dibalik MBG.
34:19Jadi secara singkatnya begini, kami melakukan penelusuran terhadap lebih dari 200 yayasan yang menjadi mitra MBG.
34:27Dan dari 200 sekian yayasan itu, 102 diantaranya terafiliasi dengan berbagai macam aktor.
34:33Aktor-aktornya salah satunya adalah aktor politik.
34:36Aktor politik itu bermacam-macam, tapi ada partai politik, ada juga kepala daerah, keluarga kepala daerah.
34:43Ada juga misalnya mantan terpidana korupsi.
34:46Mantan terpidana korupsi?
34:47Itu juga terafiliasi dengan mitra, apa, yayasan mitra MBG ya.
34:52Oke, bisa ditunjukkan mungkin hasilnya mas?
34:54Oke, jadi ini adalah hasil temuan kami berdasarkan angka, gitu ya.
34:58Dari yayasan yang kami telusuri, 102, ada 28 terafiliasi partai politik, 18 terafiliasi pebisnis swasta, 12 yayasan terafiliasi birokrasi pemerintahan,
35:099 terafiliasi kelompok relawan atau ormas pendukung kampanye Pilpres kemarin 2024,
35:16atau juga ada 7 yang terafiliasi dengan orang dekat pejabat, atau militer juga ada, 6, 4 terafiliasi dengan mantan penyelenggara
35:25negara,
35:26yang ketiga terafiliasi individu yang pernah tersangkut kasus korupsi, dan yang terakhir terafiliasi dengan kepolisian dan penyaksaan.
35:34Ini jumlah parpolnya ya, siapa yang terbanyak, terbanyak yang pertama gerindra, disusul oleh PKS, gitu ya, dan yang terbesar ketiga
35:44adalah PAN, gitu.
35:46Yang lain-lainnya memang ada partai lain juga, gitu, tapi kurang lebih ini kalau kita presentasikan sekitar 25% diantaranya
35:54adalah gerindra, gitu.
35:5525% diantaranya adalah partai gerindra, dan disini disebutkan bahwa sebanyak 28 yayasan diisi oleh 44 orang politisi dari berbagai
36:03partai politik.
36:04Jadi temuan kami, kami menemukan ada yayasan yang terafiliasi dengan birokrasi pemerintahan, gitu ya.
36:11Birokrasi pemerintahan itu macam-macam, ada misalnya di Kementerian Pertahanan, atau juga Kementerian ATR atau BPN, gitu ya.
36:18Dan yang terakhir tidak kalah mengagetkan adalah badan gizi nasional itu sendiri.
36:24Ini yang kami khawatirkan adalah, kalau misalnya mereka betul demikian, seperti yang kami temukan dugaannya,
36:32khawatirnya adalah nantinya pelaksanaan MBG akan rentan akan konflik kepentingan, gitu.
36:37Karena wasit dan pemain ini menjadi campur aduk, gitu ya.
36:44Tim Dipo Investigasi mencoba untuk mewawancarai secara langsung Kepala BPN, Danik S. Deang,
36:49terkait langkah perbaikan pelaksanaan program MBG, termasuk soal berbagai polemik yang muncul kehadapan publik.
36:55Namun Kepala BPN belum berkenaan untuk tampil di media pada minggu pertama, usai pelantikan dirinya.
37:04Berdasarkan informasi dari Indonesia Corruption Watch, kami menelusuri salah satu lokasi yayasan mitra MBG
37:09yang diduga terafiliasi dekat salah satu pejabat BPN di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
37:16Namun saat kami tiba di lokasi, kawasan tersebut ternyata merupakan lokasi penginapan atau apartemen,
37:22dan bukan kawasan perkantoran.
37:23Sekarang mbak, mbak isi dari Kompas TV, kita mau ketemu mbak sama Yayasan Indonesia Food Security itu ada di sini
37:35mungkin kan?
37:36Baru dengar nih, kayak yayasan itu.
37:39Baru dengar? Tapi ini kantor atau penginapan sih?
37:43Sebenernya penginapan, mbak.
37:45Penginapan?
37:46Sama sekali gak ada kantor?
37:48Gak ada.
37:49Full apartemen, penginapan semua.
37:53Saat kami telusuri lebih mendalam, alamat yang tertera menunjukkan salah satu lokasi kamar di apartemen tersebut.
37:59Namun pihak pengamanan setempat mengatakan bahwa kamar tersebut tidak berpeluhuni.
38:04Yang kantor?
38:05Tapi yang 28BB itu?
38:07Ada, tapi sekarang lagi kosong.
38:13Yang kemudian diketahui publik ada 26 nama.
38:16Apakah betul 26 nama atau justru mungkin lebih dari 26 nama?
38:2026 nama itu termasuk nama beberapa organisasi.
38:23Ada eksekutif, ada legislatif, ada yudikat.
38:28Jadi, yang 14 aja sebesar ini.
38:32Kalau kecil begini ya berapa?
38:35Jangan-jangan 18 atau 22.
38:42Kalau potong lebih dari 14, dosa.
38:52Berapa juta anak-anak Indonesia akan kecewa.
39:00Mitra-mitra yang kedua, telur jangan bikin dadar.
39:07Kalau telur dadar, saya sudah lama jadi orang Indonesia.
39:12Kalau telur dadar, nanti dicampur macam-macam itu.
39:17Iya kan?
39:19Tepungnya lebih banyak dari telurnya.
39:21Sudah salah satu tersangka dugaan kasus korupsi.
39:24Tata kelola maka memperkisi gratis.
39:27Sony Sonjaya mengejutkan publik dengan menyebut ada 26 nama orang-orang besar
39:32yang diduga turut terlibat dalam tindak pidana korupsi tata kelola MBK.
39:38Tapi pertanyaannya apakah betul demikian?
39:39Saya akan tanyakan secara langsung kepada kuasa hukum dari Sony Sonjaya
39:43dengan Mas Krisna Murthy.
39:44Mas Krisna, terima kasih untuk waktunya.
39:46Thank you.
39:46Pertama, saya ingin mulai dari pengajuan.
39:50Klien Anda, Sony Sonjaya yang mengajukan diri sebagai justice kolaborator
39:54kepada Kejaksaan Agung.
39:55Apa yang mendasari hal ini?
39:57Gini, kita lihat dulu ya.
39:58Dari penetapan tersangkanya klien kami, Sony Sonjaya,
40:03diuraikan dalam peristiwa yang diduga,
40:05ditudukan kepada klien kami,
40:07kan ada dua klaster.
40:09Klaster pertama adalah terkait menyangkut masalah pengadaan.
40:13Yang pengadaan yang kita tahu lah,
40:14kita ikan motor, lalu pengadaan kos kaki,
40:18pengadaan IT, iPad, dan lain-lainnya.
40:20Lalu yang kedua adalah penyalahgunaan terkait masalah jual-beli titik.
40:25Nah, ini kan dua.
40:26Kalau Pak Sony bilang,
40:27Kris, sini deh, katanya,
40:28kenapa emangnya?
40:29Saya mau GC.
40:31Saya bilang, apa Pak?
40:32Kenapa mau GC?
40:33Satu GC terkait masalah pengadaan.
40:35Saya ini mantan penyidik TV Core, kata dia.
40:38Saya ini mantan sihat,
40:39saya mantan penyidik TV Core.
40:41Itu pengadaan nggak benar.
40:42Saya bisa lakukan justice ya,
40:44untuk menjadi terang benar dalam kasus itu.
40:47Kemudian yang kedua,
40:48mereka bahwa saya memberikan titik-titik ini,
40:52kepada orang yang mengatensi,
40:54kepada orang yang berpengaruh.
40:56Siapa aja Pak?
40:56Saya bilang gitu kan, siapa aja Pak?
40:58Ini ada kertas,
40:59Bapak tulis nama-nama itu.
41:01Dan apa yang mereka lakukan?
41:03Saya bilang, apa yang mereka lakukan?
41:04Nah, ketika mereka datang,
41:07mereka membawa yayasan.
41:08Lalu mereka memohonkan titik.
41:10Nah, setelah yang dibangun sama mereka itu sekian,
41:14sisanya dijual,
41:15nah, mereka mengatasnamakan Sony.
41:18Mereka mengatasnamakan klien Anda?
41:20Ya, mengatasnamakan Sony.
41:21Nah, inilah yang dia bilang,
41:22saya keberatan terhadap narasi yang dibuat di luar,
41:25bahwa saya melakukan pembuatan yayasan.
41:30Kemudian, saya jual berikan titik.
41:32Nah, saya tidak pernah menjual berikan titik.
41:34Karena ada statement saya di beberapa media,
41:36ya kan, saya katakan bahwa,
41:38demi Tuhan, demi Allah,
41:40saya tidak pernah menjual titik.
41:41Dan saya bisa buktikan.
41:44Setelah titik-titik itu dijual,
41:46nah, di lapangan lah gusar.
41:47Ya, banyak lah di lapangan bilang,
41:49ini Pak Sony punya,
41:50ini Pak Sony punya.
41:52Ya kan, Pak Sony punya.
41:53Uangnya dikantongin nama mereka,
41:54seolah-olah bahwa mereka ada setoran ke Pak Sony.
41:58Artinya, klien Anda meyakini
41:59bahwa tidak ada aliran dana
42:01sepeserpun yang masuk ke kantong Pak Sony?
42:03Dia katakan 1 juta persen,
42:05dia tidak pernah menerima uang dan menjual titik.
42:08Artinya, uang-uang tersebut masuk ke orang
42:10yang memberikan aktensi dan memiliki pengaruh besar itu?
42:13Ya, kan, patut diduga kemana lagi.
42:16Artinya, patut diduga kemana lagi uangnya.
42:18Oke, yang kemudian diketahui publik,
42:20ada 26 nama.
42:21Apakah betul 26 nama,
42:22atau justru mungkin lebih dari 26 nama?
42:2526 nama itu termasuk nama beberapa organisasi.
42:28Ya kan, kalau nama secara personnya
42:30mungkin sekitar 22 kali ya.
42:34Sekitar 22.
42:35Lalu sisanya yang 4 itu adalah nama organisasi.
42:39Dan di situ, di dalam penutupan
42:41berita acara yang pemeriksaan kemarin,
42:44dan lain-lain.
42:45Artinya dan lain-lain.
42:46Saya tanya, kenapa artinya dan lain-lain?
42:48Ini belum semua.
42:51Belum semua, artinya kemungkinan lebih.
42:53Ada dan lain-lain, dia bilang.
42:55Dalam pemeriksaan penutupnya dan lain-lain.
42:57Kan, berarti kalau ada kalimat dan lain-lain,
43:00kan berarti lebih dari jumlah itu.
43:02Apakah Sony Sonjaya,
43:04atau mungkin melalui kuasa hukumnya,
43:06berani menyebutkan namanya?
43:07Saya tahu, tapi saya belum mau menyebut.
43:09Artinya saya tahu,
43:11tapi saya belum mau menyebut.
43:12Karena Pak Sony bilang,
43:13biarkan saya aja, Chris,
43:14nanti yang mengurai,
43:16saya buka itu di pengadilan.
43:17Oke, saya bilang.
43:18Tapi saya tahu,
43:19karena saya mendampingi beliau kan dalam pemeriksaan.
43:22Tapi betul nama-nama tersebut adalah bagian dari eksekutif dan juga legislatif.
43:25Ada eksekutif, ada legislatif, ada yudikatif.
43:28Ada yudikatif?
43:29Ada yudikatif.
43:30Ini kan yang disebutkan oleh klien saya.
43:34Klien Anda baru akan membuka di persidangan.
43:37Tapi yang menarik ada sejumlah tokoh yang kemudian sudah membantah keterlibatannya.
43:42Mulai dari Kepala Staff Presiden,
43:45kemudian juga Ketua Umum Partai Demokrat,
43:47termasuk juga Wakil Ketua KPK.
43:51Dan yang terbaru juga ada respon yang kemudian diberikan oleh Kepala BGN yang baru,
43:56Nanik SD Yang.
43:57Apakah nama-nama itu juga ada kaitannya dengan 26 nama yang tadi kita bahas?
44:00Saya belum mau membahas ke sana.
44:02Artinya nanti kita lihat aja ya kan di dalam pengembangan pemeriksaan.
44:05Cuman artinya buat saya nggak apa-apa.
44:07Itu kan haknya mereka membantah.
44:09Ya kita bisa lihat ya kan orang di OTT aja, di KPK aja masih membantah.
44:12Mereka bilang aja itu bukan duit daripada pekerjaan yang mereka punya kebijakan.
44:19Tentu upaya yang kemudian ingin dilakukan oleh Soni Sonjaya ini bukanlah hal mudah,
44:23karena seperti yang tadi kita sudah bahas,
44:25diduga ada nama-nama besar dibalik apa yang sesungguhnya terjadi saat ini.
44:31Saya mendapatkan informasi juga dari salah satu kuasa hukum, Bu Elsa,
44:34yang bahkan menyebut Pak Soni mengatakan siap mati
44:37dan meminta anak istrinya untuk diberikan kelindungan.
44:40Betul demikian?
44:41Nah itu dia.
44:42Justru di kesempatan ini, ya kan kita juga akan bilang, akan sampaikan,
44:45kita minta secepatnya surat kita di LPSK itu dapat dijawab.
44:50Karena kita minta, ya kan salah satu ketentuan sebagai justice kolaborator,
44:55ya kan melalui undang-undang LPSK, kita boleh mengajukan.
44:58Karena upaya-upaya membungkam ini sudah mulai terindikasi.
45:02Sudah ada indikasi?
45:03Ya terindikasi lah, artinya bahwa berbagai pihak sudah mau coba menghubungi keluarganya
45:09atau mendatangi keluarganya.
45:11Sudah ada hal seperti itu?
45:12Ada ikan-ikan mendatangi keluarganya, ya kalau bisa nama saya jangan disebut,
45:17nama saya jangan diomongin.
Komentar