Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Kericuhan mewarnai acara Dialog Kebangsaan bertema Pancasila di Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (16/6/2026) malam.

Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko mengungkapkan bahwa insiden terjadi saat sesi pemaparan narasumber masih berlangsung dan belum memasuki tahap tanya jawab.

Menurut Budiman, acara diawali dengan pemaparan sejumlah pejabat pemerintah selama sekitar 45 menit.

Dalam sesi tersebut, para narasumber membahas berbagai isu, mulai dari kebijakan ekspor hingga program-program pemerintah yang tengah berjalan.

Budiman mengatakan situasi mulai berubah ketika moderator menampilkan isu terkait Tiyo dan dugaan penyadapan.

Saat pembahasan berlangsung, puluhan mahasiswa disebut turun dari tribun dan bergerak menuju depan panggung sambil membawa pengeras suara.

"Belum ada tanya jawab. Pada saat kami kan moderator menanyangkan soal Tiyo yang mobilnya disadap ya dan kita sedang membahas itu. Kami sedang membahas itu. Kira-kira begitu ya," kata Budiman di dialog Kompas Petang, Selasa (16/6/2026).

"Saat mahasiswa naik ke panggung, Anda sedang membahas apa?" tanya host KompasTV.

"Saya sedang menjelaskan arahan Presiden Prabowo kepada seorang menteri yang pernah menjadi sasaran kritik Tiyo. Menteri tersebut bercerita bahwa Presiden Prabowo pernah berpesan, "Sesinggung apa pun kamu, jangan melakukan manuver yang mencelakai anak itu." Kira-kira seperti itu," jelasnya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/675223/budiman-sudjatmiko-cerita-kronologi-kericuhan-dialog-pancasila-di-ugm
Transkrip
00:00Lalu apa sebenarnya pemicu keributan di acara dialog tentang Pancasila di UGM pada Senin malam tadi?
00:05Kita bahas bersama Kepala Badan Pengetasan Kemiskinan Budiman Sujat Miko yang hadir dalam acara tersebut.
00:11Ada juga Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Rai Rangkuti. Selamat petang semuanya.
00:16Selamat petang.
00:19Bang Budiman, Anda yang hadir kemarin di acara di UGM, apa yang sebenarnya jadi trigger?
00:23Apa ya, pemicu sampai ada konfrontasi ketika acara dialog?
00:28Tidak ada trigger khusus karena diskusi kurang lebih sudah berjalan, sebenarnya belum diskusi ya,
00:36karena memang pada waktu itu sekitar 45 menit pertama, baru pemaparan dari Pak Wamentan,
00:46kemudian saya dan Bapak Menteri ATR BPN menjelaskan beberapa hal yang menjadi isu.
00:56kita awali dari isu mengenai kebijakan satu pintu untuk ekspor,
01:05kemudian berapa kerugian negara selama 34 tahun ini ketika pintu ekspor dibiarkan berlaku secara liberal, secara bebas,
01:16sudah 15.000 triliun rupiah selama 34 tahun terakhir ini, kemudian juga berbicara soal kami datang untuk berdialog langsung dengan
01:29mahasiswa,
01:31mendengar protes mereka, mendengarkan kritik mereka, jadi kami langsung turun,
01:38dan ini akan, kami akan melakukan itu selama kami diundang, dan karena kami juga diundang,
01:43jadi kami akan mendengarkan, jadi tidak ada satu trigger yang khusus ya,
01:49ratusan mahasiswa yang ada juga, kan ditanya juga oleh para moderator,
01:55apakah Anda semua, kan kemarin, oh ya mayoritas ya tidak semuanya,
01:59kami ikut berdemonstrasi artinya, mahasiswa-mahasiswa yang hadir juga adalah mahasiswa-mahasiswa yang siap untuk berargumen dan menghentik kami.
02:08Tapi kalau tadi kita dengarkan kutipannya juga, bahwa salah satu trigger-nya kan sebenarnya ada kekecewaan,
02:14karena ada pertanyaan yang tidak terjawab oleh narasumber, respons Anda?
02:17Tidak ada, tidak ada, tidak pernah ada pertanyaan, memang belum ada tanya jawab,
02:23belum sampai pada tahap tanya jawab sama sekali, belum,
02:28belum karena memang baru pada pemaparan, di mentali moderator kami memaparkan,
02:32belum sampai pada tanya jawab, tidak pernah ada pertanyaan.
02:35Tapi kalau kita spesifik, di titik mana sampai akhirnya ada protes dari mahasiswa yang sampai naik ke panggung, Bang?
02:42Pada saat kami, kan moderator menanyakan soal TIO yang mau beliau disadap,
02:49dan kita sedang membahas itu, kami sedang membahas itu, kira-kira begitu.
02:54Tapi kan ada mahasiswa yang juga naik ke atas untuk melontarkan pertanyaan,
02:57yang mereka bilangnya tidak terjawab, di situ tidak ada pertanyaan?
03:02Tidak ada, karena mereka tidak naik setelah satu orang,
03:05langsung rombongan puluhan, jadi turun dari tribun dengan membuat toa,
03:09beberapa daya antara membuat toa, mereka tidak mengajukan pertanyaan.
03:13Dan Anda saat itu sedang berbicara soal apa, sebelum mahasiswa akhirnya naik ke panggung?
03:18Ya, sedang berbicara soal bagaimana arahan Presiden Prabowo pada seorang Menteri,
03:22dan Menteri itu menceritakan pada saya,
03:24karena Menteri itu menjelaskan saran kritik TIO,
03:28kemudian dia pernah ditelapai oleh Pak Prabowo,
03:31setersinggung apapun kamu, jangan bikin manuver untuk mencelakai anak itu.
03:36Kira-kira begitu Pak Prabowo,
03:37Menteri itu cerita pada saya, itu sebetulnya suatu bulan yang lalu.
03:41Oke, kalau Bung Rai sebenarnya melihatnya ketika ada mahasiswa naik ke panggung,
03:46ini kan harus kita uraikan dulu bahwa ini adalah ruang dialog yang sebenarnya juga terbuka,
03:50agar ada diskusi di situ.
03:51Tapi ketika ada penggerudukan, mobil dari narasumber juga di-stop,
03:56apakah kalau menurut Anda itu juga sebenarnya wajar,
04:00masih dalam batas wajar, atau menjadi kontraproduktif?
04:04Ya, saya tidak tahu apakah itu dialog, apakah itu sosialisasi,
04:08saya juga kurang paham, sebab kalau dialog itu mestinya dilakukan jauh sebelum keputusan diambil.
04:15Jadi sebelum keputusan,
04:18sebelum kebijakan diambil,
04:22ajaklah masyarakat dialog, bagaimana mestinya, bagaimana baiknya, gitu.
04:26Tapi kalau sudah kebijakan diambil, diputuskan, lalu kita turun ke bawah,
04:31itu bukan dialog lagi namanya, itu artinya sosialisasi.
04:34Dan ini jadi pemicu?
04:35Nah, jadi biasanya tidak tahu, makanya forum ini forum dialog apa forum sosialisasi.
04:41Kalau dialog itu dilakukan sebelum kebijakan diambil,
04:45misalnya begini,
04:49Sebelum diputuskan oleh DPR,
04:52nah, bukanlah itu keran yang sebesar-besarnya,
04:55supaya masyarakat terlibat untuk mengajukan pertanyaan,
04:59mengajukan usulan.
05:00Tapi kalau sudah undang-undang kepolisian diketok,
05:04lalu kemudian dinyatakan,
05:06terbuka pintu untuk dialog,
05:08eh itu bukan lagi dialog namanya,
05:10sudah sosialisasi.
05:11Sekarang misalnya, kita mendengar DPR akan membahas budget BGN,
05:16tapi dilakukan secara tertutup.
05:19Nah, kalau dilakukan secara tertutup,
05:21itu artinya tidak ada pintu dialog.
05:23Nanti kalau sudah keputusannya mereka buat,
05:25lalu mereka katakan,
05:27ayo sekarang kritisi.
05:28Nah, itu tidak terlalu berguna lagi itu,
05:31karena keputusannya sudah diambil.
05:33Nah, itu beda antara yang disebut dengan dialog,
05:36beda yang disebut dengan apa namanya ya,
05:38sosialisasi,
05:39beda juga dengan omor-omor.
05:41Ini saya jelaskan nih,
05:42saya tegaskan.
05:43Kalau omor-omor itu artinya,
05:44menyaksikan tentang sesuatu,
05:47tidak membahas sama sekali tentang undang-undang,
05:48beda antara fungsi legislatif dan undang-sebutif.
05:51Saya salah melihat bahwa seolah-olah ini ada fungsi legislatif,
05:54kami bukan legislatif.
05:56Kami bukan legislatif,
05:57dan tidak membahas ataupun tentang undang-undang kepolisian.
06:00Karena gini,
06:01bedakan antara fungsi legislatif dan fungsi ekstruktif.
06:04Betul, kalau fungsi legislatif harus ada dialog sebelumnya,
06:07sebagai bagian dari rapat dengar pendapat,
06:12misalnya kemudian minta masyarakat,
06:14itu betul dalam proses fungsi legislatif.
06:16Kebetulan kami tidak ada satupun yang hadir dari legislatif.
06:20Kami berbicara apapun yang berkaitan dengan keputusan eksekutif ya,
06:24bukan keputusan legislasi ya.
06:27Jadi yang kami,
06:28kami tidak dalam yang bertiga ini,
06:30tidak dalam posisi membicarakan hasil legislasi.
06:34yang prosesnya memang tidak ada loh.
06:37Kami berbicara seperti dari keputusan eksekutif.
06:41Kira-kira begitu.
06:42Ya soal MBI sebuah...
06:46...sebuah ayat,
06:47komponusi desa mara putih,
06:49segala makin.
06:50Artinya apa?
06:51Beda kan?
06:51Beda kan?
06:52Jadi beda kan antara dialog dengan legislatif,
06:55dengan eksekutif.
06:56Tapi kalau dibilang sosialisasi...
Komentar

Dianjurkan