00:00Lalu apa sebenarnya pemicu keributan di acara dialog tentang Pancasila di UGM pada Senin malam tadi?
00:05Kita bahas bersama Kepala Badan Pengetasan Kemiskinan Budiman Sujat Miko yang hadir dalam acara tersebut.
00:11Ada juga Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Rai Rangkuti. Selamat petang semuanya.
00:16Selamat petang.
00:19Bang Budiman, Anda yang hadir kemarin di acara di UGM, apa yang sebenarnya jadi trigger?
00:23Apa ya, pemicu sampai ada konfrontasi ketika acara dialog?
00:28Tidak ada trigger khusus karena diskusi kurang lebih sudah berjalan, sebenarnya belum diskusi ya,
00:36karena memang pada waktu itu sekitar 45 menit pertama, baru pemaparan dari Pak Wamentan,
00:46kemudian saya dan Bapak Menteri ATR BPN menjelaskan beberapa hal yang menjadi isu.
00:56kita awali dari isu mengenai kebijakan satu pintu untuk ekspor,
01:05kemudian berapa kerugian negara selama 34 tahun ini ketika pintu ekspor dibiarkan berlaku secara liberal, secara bebas,
01:16sudah 15.000 triliun rupiah selama 34 tahun terakhir ini, kemudian juga berbicara soal kami datang untuk berdialog langsung dengan
01:29mahasiswa,
01:31mendengar protes mereka, mendengarkan kritik mereka, jadi kami langsung turun,
01:38dan ini akan, kami akan melakukan itu selama kami diundang, dan karena kami juga diundang,
01:43jadi kami akan mendengarkan, jadi tidak ada satu trigger yang khusus ya,
01:49ratusan mahasiswa yang ada juga, kan ditanya juga oleh para moderator,
01:55apakah Anda semua, kan kemarin, oh ya mayoritas ya tidak semuanya,
01:59kami ikut berdemonstrasi artinya, mahasiswa-mahasiswa yang hadir juga adalah mahasiswa-mahasiswa yang siap untuk berargumen dan menghentik kami.
02:08Tapi kalau tadi kita dengarkan kutipannya juga, bahwa salah satu trigger-nya kan sebenarnya ada kekecewaan,
02:14karena ada pertanyaan yang tidak terjawab oleh narasumber, respons Anda?
02:17Tidak ada, tidak ada, tidak pernah ada pertanyaan, memang belum ada tanya jawab,
02:23belum sampai pada tahap tanya jawab sama sekali, belum,
02:28belum karena memang baru pada pemaparan, di mentali moderator kami memaparkan,
02:32belum sampai pada tanya jawab, tidak pernah ada pertanyaan.
02:35Tapi kalau kita spesifik, di titik mana sampai akhirnya ada protes dari mahasiswa yang sampai naik ke panggung, Bang?
02:42Pada saat kami, kan moderator menanyakan soal TIO yang mau beliau disadap,
02:49dan kita sedang membahas itu, kami sedang membahas itu, kira-kira begitu.
02:54Tapi kan ada mahasiswa yang juga naik ke atas untuk melontarkan pertanyaan,
02:57yang mereka bilangnya tidak terjawab, di situ tidak ada pertanyaan?
03:02Tidak ada, karena mereka tidak naik setelah satu orang,
03:05langsung rombongan puluhan, jadi turun dari tribun dengan membuat toa,
03:09beberapa daya antara membuat toa, mereka tidak mengajukan pertanyaan.
03:13Dan Anda saat itu sedang berbicara soal apa, sebelum mahasiswa akhirnya naik ke panggung?
03:18Ya, sedang berbicara soal bagaimana arahan Presiden Prabowo pada seorang Menteri,
03:22dan Menteri itu menceritakan pada saya,
03:24karena Menteri itu menjelaskan saran kritik TIO,
03:28kemudian dia pernah ditelapai oleh Pak Prabowo,
03:31setersinggung apapun kamu, jangan bikin manuver untuk mencelakai anak itu.
03:36Kira-kira begitu Pak Prabowo,
03:37Menteri itu cerita pada saya, itu sebetulnya suatu bulan yang lalu.
03:41Oke, kalau Bung Rai sebenarnya melihatnya ketika ada mahasiswa naik ke panggung,
03:46ini kan harus kita uraikan dulu bahwa ini adalah ruang dialog yang sebenarnya juga terbuka,
03:50agar ada diskusi di situ.
03:51Tapi ketika ada penggerudukan, mobil dari narasumber juga di-stop,
03:56apakah kalau menurut Anda itu juga sebenarnya wajar,
04:00masih dalam batas wajar, atau menjadi kontraproduktif?
04:04Ya, saya tidak tahu apakah itu dialog, apakah itu sosialisasi,
04:08saya juga kurang paham, sebab kalau dialog itu mestinya dilakukan jauh sebelum keputusan diambil.
04:15Jadi sebelum keputusan,
04:18sebelum kebijakan diambil,
04:22ajaklah masyarakat dialog, bagaimana mestinya, bagaimana baiknya, gitu.
04:26Tapi kalau sudah kebijakan diambil, diputuskan, lalu kita turun ke bawah,
04:31itu bukan dialog lagi namanya, itu artinya sosialisasi.
04:34Dan ini jadi pemicu?
04:35Nah, jadi biasanya tidak tahu, makanya forum ini forum dialog apa forum sosialisasi.
04:41Kalau dialog itu dilakukan sebelum kebijakan diambil,
04:45misalnya begini,
04:49Sebelum diputuskan oleh DPR,
04:52nah, bukanlah itu keran yang sebesar-besarnya,
04:55supaya masyarakat terlibat untuk mengajukan pertanyaan,
04:59mengajukan usulan.
05:00Tapi kalau sudah undang-undang kepolisian diketok,
05:04lalu kemudian dinyatakan,
05:06terbuka pintu untuk dialog,
05:08eh itu bukan lagi dialog namanya,
05:10sudah sosialisasi.
05:11Sekarang misalnya, kita mendengar DPR akan membahas budget BGN,
05:16tapi dilakukan secara tertutup.
05:19Nah, kalau dilakukan secara tertutup,
05:21itu artinya tidak ada pintu dialog.
05:23Nanti kalau sudah keputusannya mereka buat,
05:25lalu mereka katakan,
05:27ayo sekarang kritisi.
05:28Nah, itu tidak terlalu berguna lagi itu,
05:31karena keputusannya sudah diambil.
05:33Nah, itu beda antara yang disebut dengan dialog,
05:36beda yang disebut dengan apa namanya ya,
05:38sosialisasi,
05:39beda juga dengan omor-omor.
05:41Ini saya jelaskan nih,
05:42saya tegaskan.
05:43Kalau omor-omor itu artinya,
05:44menyaksikan tentang sesuatu,
05:47tidak membahas sama sekali tentang undang-undang,
05:48beda antara fungsi legislatif dan undang-sebutif.
05:51Saya salah melihat bahwa seolah-olah ini ada fungsi legislatif,
05:54kami bukan legislatif.
05:56Kami bukan legislatif,
05:57dan tidak membahas ataupun tentang undang-undang kepolisian.
06:00Karena gini,
06:01bedakan antara fungsi legislatif dan fungsi ekstruktif.
06:04Betul, kalau fungsi legislatif harus ada dialog sebelumnya,
06:07sebagai bagian dari rapat dengar pendapat,
06:12misalnya kemudian minta masyarakat,
06:14itu betul dalam proses fungsi legislatif.
06:16Kebetulan kami tidak ada satupun yang hadir dari legislatif.
06:20Kami berbicara apapun yang berkaitan dengan keputusan eksekutif ya,
06:24bukan keputusan legislasi ya.
06:27Jadi yang kami,
06:28kami tidak dalam yang bertiga ini,
06:30tidak dalam posisi membicarakan hasil legislasi.
06:34yang prosesnya memang tidak ada loh.
06:37Kami berbicara seperti dari keputusan eksekutif.
06:41Kira-kira begitu.
06:42Ya soal MBI sebuah...
06:46...sebuah ayat,
06:47komponusi desa mara putih,
06:49segala makin.
06:50Artinya apa?
06:51Beda kan?
06:51Beda kan?
06:52Jadi beda kan antara dialog dengan legislatif,
06:55dengan eksekutif.
06:56Tapi kalau dibilang sosialisasi...
Komentar