00:00Saya sering menyampaikan bahwa AI bukan lagi masa depan, AI adalah hari ini.
00:08Dunia sedang berubah dengan sangat cepat.
00:12Kalau dulu kita bicara soal literasi baca tulis, sekarang kita bicara soal literasi digital.
00:20Dan di puncak transformasi itu ada yang namanya Artificial Intelligence atau AI.
00:31Dalam beberapa kesempatan, saya sering menyampaikan bahwa AI bukan lagi masa depan, AI adalah hari ini.
00:42Kita tidak bisa lagi menutup mata atau sekedar menjadi penonton.
00:48Kita harus menjadi pemain, kita harus menjadi penguasa teknologi tersebut.
00:55Oleh sebab itu, kepada adik-adik pelajar, saya ingin kalian memahami bahwa AI adalah alat untuk mempercepat, bukan alat untuk
01:06membuat kalian malas.
01:07Bayangkan, AI sebagai asisten pribadi yang membantu kalian belajar, mencari data, mempelajari bahasa asing lebih cepat,
01:19bahkan memahami rumus matematika yang rumit dengan cara yang lebih sederhana.
01:26AI bisa membantu mengejar ketertinggalan kita.
01:31Namun, penguasaan teknologi ini tidak boleh membuat kita kehilangan daya kritis.
01:39Gunakan AI untuk memicu kreativitas, bukan untuk menggantikan kemampuan berpikir kalian sendiri.
01:47Kabar baiknya, banyak sekali teknologi AI canggih yang sekarang sifatnya open source.
01:54Ilmu gratis, kodenya terbuka, bisa diakses siapa saja.
02:00Ini kesempatan emas bagi talenta berbakat Indonesia.
02:10Di tangan yang menguasai teknologi, Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekedar impian, tetapi sebuah kepastian.
02:20Di sisi lain, saya juga ingin berbicara khusus kepada para guru dan orang tua.
02:27Saya tahu ada rasa janggung atau mungkin kekhawatiran.
02:31Kita melihat teknologi yang berkembang begitu cepat.
02:40Tapi saya harap para guru tidak pernah menyerah untuk meningkatkan kemampuan diri.
02:48Guru yang menguasai AI akan memiliki kekuatan super untuk mendidik dengan lebih efektif.
02:55AI bisa membantu sisi administratif guru, baik dalam membuat pertanyaan,
03:04menyajikan penjelasan yang lebih sederhana dan diminati murid,
03:09serta memberikan contoh kasus yang membuat murid lebih bisa menyerap materi pembelajaran.
03:16Sehingga bapak ibu punya lebih banyak waktu untuk menyentuh sisi humanis dan karakter murid-murid kita.
03:25Orang tua juga sama, kita juga harus mendampingi anak-anak kita.
03:31Jangan sampai anak-anak kita terbang tinggi dengan teknologi,
03:35tapi kita sebagai orang tua tertinggal di bawah dan tidak tahu apa yang mereka akses.
03:42Mari kita belajar bersama-sama, namun ada satu hal yang jauh lebih penting
03:48dari sekedar teknis penguasaan AI, yaitu etika.
03:53Teknologi tanpa etika itu berbahaya.
03:56AI bisa digunakan untuk membuat konten positif,
03:59tapi juga bisa dipakai untuk menyebar hoax,
04:02melakukan plagiarisme, atau melanggar privasi orang lain.
04:07Saya ingin mengingatkan, pemanfaatan AI harus didasari oleh nilai-nilai integritas.
04:15Jangan gunakan AI untuk menipu,
04:17jangan gunakan AI untuk menjatuhkan orang lain.
04:21AI harus digunakan untuk kesejahteraan bersama,
04:26untuk mempermudah hidup, bukan untuk menciptakan kekacauan sosial.
04:30Kemajuan teknologi harus berjalan beriringan
04:35dengan kemajuan moralitas kita sebagai bangsa yang berhadap.
04:39Pemerintah Indonesia telah berhasil menyelesaikan
04:42readiness assessment methodology untuk AI yang disusun UNESCO,
04:48yang berfungsi sebagai alat diagnose
04:50untuk menilai kesiapan dan tata kelola AI Indonesia
04:54di masa datang sesuai perdoman etika.
04:58Kita punya potensi besar, Indonesia punya talenta-talenta hebat.
05:03Tugas pemerintah adalah menyiapkan ekosistemnya.
05:07Dan tugas kita semua adalah
05:09mempersiapkan kapasitas diri kita masing-masing.
05:17Kuasai teknologinya, pegang teguh etikanya.
05:21Mari kita jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia
05:25yang lebih maju, lebih cerdas, dan lebih bermatabat.
05:30Selamat belajar, selamat berinovasi.
05:33Terima kasih.
06:18Terima kasih.
06:31Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar