Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Timnas Iran mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru. Meski gagal meraih kemenangan, Iran berhasil mengamankan satu poin penting di laga perdana.

Penampilan Iran menjadi sorotan karena mereka datang ke turnamen ini di tengah berbagai tantangan. Situasi konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat sebelumnya sempat memunculkan persoalan terkait akses dan perjalanan tim menuju Amerika Serikat selaku salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.

Selain itu, mayoritas pemain Iran juga disebut tidak menjalani pertandingan kompetitif sejak akhir Februari lalu. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan tim dalam menghadapi persaingan di level tertinggi sepak bola dunia.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Iran tetap mampu tampil kompetitif dan meraih hasil imbang pada pertandingan pembuka.

Lalu bagaimana melihat penampilan Iran di laga perdana ini? Apakah terlihat adanya tekanan saat bermain di Amerika Serikat di tengah situasi yang mereka hadapi?

Apakah hasil imbang melawan Selandia Baru bisa dianggap sebagai modal penting bagi Iran untuk menjalani pertandingan berikutnya?

Seberapa besar dampak minimnya pertandingan kompetitif yang dijalani para pemain sejak akhir Februari terhadap performa tim? Dan sejauh mana pengaruh situasi konflik terhadap kondisi mental maupun persiapan para pemain?

Kita akan membahasnya bersama analis sepak bola Haris Pardede.

#PialaDunia2026 #Iran #SelandiaBaru #TimnasIran #WorldCup2026

Baca Juga Virgil van Dijk Kecewa Belanda Kebobolan di Menit Akhir: Kami Harus Fokus Lawan Swedia di https://www.kompas.tv/olahraga/674885/virgil-van-dijk-kecewa-belanda-kebobolan-di-menit-akhir-kami-harus-fokus-lawan-swedia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/675203/full-haris-pardede-soroti-modal-iran-usai-hasil-imbang-pada-laga-piala-dunia-kompas-petang
Transkrip
00:00Timnas Iran tampil baik di Laga Perdana Piala Dunia 2026 dengan bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru.
00:06Meskipun gagal menang, Iran membuktikan kemampuan mereka sebagai salah satu tim terbaik Asia.
00:11Iran datang di Piala Dunia ini dengan banyak masalah.
00:14Perang dengan Amerika Serikat membuat mereka sempat dipersulit untuk bisa masuk ke Amerika.
00:19Apa makna dari penampilan Iran di Piala Dunia?
00:21Kami bahas dengan analis sepak bola Haris Pardede, Bung Harpa. Selamat petang.
00:26Halo, selamat petang.
00:27Bung Harpa, kalau melihat penampilan Iran kemarin, apakah bayang-bayang tekanan perang dengan AS masih terlihat jelas?
00:34Ya, memang sejak sebelum Piala Dunia ini bergulir, kemudian juga soal ada berbagai masalah yang melingkupi Iran, ini memang menjadi
00:46isu sentral ya.
00:47Bahkan juga terakhir, kita tahu mereka dilarang untuk stay di juridiksi Amerika Serikat.
00:54Sehingga kabar terakhir mereka harus stay di Meksiko, kemudian datang di hari H pertandingan dan langsung pulang juga di hari
01:04H.
01:05Tapi ternyata belakangan itu di, apa namanya, di anulir ya.
01:09Artinya mereka tetap bisa datang melakukan official training dan kemudian mereka bisa mengikuti juga konfresi pers hamin satu dan kemudian
01:20bermain di hari H pertandingan seperti yang kita saksikan tadi, dini hari tadi menghadapi New Zealand.
01:25Jadi, ada pengaruhnya pasti tapi itu tergantung lagi kepada mentalitas mereka untuk bisa, apa ya, meng-overcome semua situasi itu
01:33dan mengubahnya menjadi energi.
01:36Oke, tapi kalau melihat mereka bisa tampil setidaknya imbang dua-dua, apakah ini bisa menunjukkan kekuatan psikologis juga bagi Iran?
01:43Apalagi kan diasporanya juga cukup mixed feeling ya katanya?
01:46Iya, memang betul. Jadi, kalau kita bicara diaspora ini, Hannesli terbagi dua.
01:52Karena ada yang pro, apa namanya, era Pahlevi dan juga ada yang pro, apa namanya, rezim sekarang ya.
01:59Tapi saya pikir secara umum kalau kita melihat mentalitas, gestur, apa namanya, body language dari Mahdi Teremi dan kawan-kawan
02:09tadi,
02:09sebenarnya mereka tampaknya sangat tangguh ya, sangat-sangat teguh untuk tampil, ya bayangkan ya mereka bermain datang ke negara yang
02:17menyerang negaranya.
02:18Ini kan gak gampang. Ada teror dari ya sejumlah penonton juga, baik itu yang dari oposisi di Iran maupun juga
02:27dari mungkin sebagian kecil rakyat Amerika Serikat.
02:30Tapi yang pasti, so far mereka sudah melakukan randalnya dengan baik dan meraih satu poin yang sangat penting dalam muka
02:36mereka untuk lolos ke fase berikutnya.
02:39Tapi dengan mereka mengaku ada tindakan diskriminatif yang dirasakan, kemudian diasporanya juga terbelah secara psikologis.
02:46Apakah ini akan berdampak besar pada permainan selanjutnya?
02:50Iya, saya rasa enggak. Karena tadi pun sudah saya sebutkan mereka tampil sepertinya sangat lepas ya.
02:58Ini menunjukkan bahwa ada sekelompok orang yang ketika ditekan dia semakin kuat.
03:04Ada yang memang menyerah dengan keadaan.
03:06Dan saya pikir para pemain sudah melakukan tugasnya melebihi dari apa yang seharusnya.
03:11Artinya mereka tidak menyeret-nyeret masalah geopolitik yang saat ini sedang terjadi di Timur Tengah ya, terutama di Iran dan
03:19Amerika Serikat dan Israel juga.
03:21Dan bahkan saya masih teringat ya dengan apa yang terjadi selalu nih saya banyak berikan referensinya tahun 98.
03:28Saat itu juga ada sedikit ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
03:32Dan menjelang pertandingan antara Iran dan Amerika Serikat itu media banyak mengembar-gemburkan.
03:37Wah ini bakal begini, bakal begini, bakal panas.
03:39Gak taunya malah sebaliknya, malah berbanding 100-100 raja saat sebelum pertandingan kalau saya gak salah, intinya mereka bertukar bunga
03:49lah.
03:49Bertukar bunga, bersalaman, kelihatan saling respect.
03:52Dan bahkan pada sesi foto, biasanya kan masing-masing tim tuh fotonya, tim A, tim B atau tim Iran, tim
03:57Amerika Serikat.
03:58Ini mereka malah minggal satu sama lain.
03:59Nah, di pertandingan tadi pagi pun kebetulan saya membawakan itu hal itu dalam scale yang lebih kecil terlihat.
04:05Setelah pertandingan, kedua pelatih itu berjabat tangan, walaupun pelatih ini jalan dari Inggris ya, dan pelatih Iran.
04:12Itu mereka berjabat tangan dan kelihatan gesternya saling menghormati, saling respect.
04:16Jadi justru di tengah situasi yang mungkin kurang kondusif.
04:20Tapi kedua kesebelasan benar-benar menjunjung sportifitas seperti juga namanya sport.
04:25Dan mereka, saya pikir, diharapkan bukan untuk menjadi duta bagi pihak yang berkonflik.
04:31Walaupun kita tahu Iran bermain untuk negaranya.
04:33Tapi mereka menjadi duta bagi kemanusiaan bahwa di atas sepak bola juga ada yang lebih penting, yaitu kedamaian.
04:38Oke, tapi kalau poin mayoritas pemain Iran tidak ambil nilai kompetitif dari akhir Februari lalu,
04:44ini juga bakal jadi ganjalan kah atau akan bisa dihadapi dengan baik?
04:49Ya, memang sejatinya setiap pemain itu harus punya kompetitif match sebelum pertandingan.
04:55Ini mempengaruhi mental mereka, kemudian kesiapan mereka dari segi teknikal,
05:02apa ya, otot mereka.
05:03Otot itu kan kalau tidak dipakai dia semakin kaku atau lemah ya.
05:07Kemudian juga soal touch pertandingan.
05:10Karena bagaimanapun juga latihan atau hanya pertandingan friendly match itu berbeda dengan kompetitif.
05:15Tapi saya pikir ya kita bisa lihat bagaimana tim yang atau tim nas yang berjuluk tim Melly ini tadi pagi
05:22ya,
05:22berjalan cukup bagus, bahkan mereka sebenarnya mendominasi, punya sejumlah peluang juga.
05:27Tapi memang ya New Zealand juga bukan tim kaleng-kaleng ya.
05:30Dan jangan lupa Iran ini adalah tim yang sangat dihormati dari segi peringkat di Asia.
05:35Mereka adalah tim nomor 2 terbaik di Asia, di zona AFC nomor 20.
05:41Sementara paling bagus itu Jepang.
05:43Jadi memang mereka justru, itu yang saya katakan tadi,
05:49mentransformasi situasi sulit ini menjadi sesuatu yang positif.
05:53Oke, dengan bekal catatan performa yang baik,
05:56kemudian tapi di tengah adanya bayang-bayang tekanan dengan adanya perang di Amerika Serikat
06:01dan perlakuan diskriminatif itu.
06:02Prediksi Anda, Iran bisa sejauh mana di piala dunia?
06:07Kalau saya ya, kalau saya dari aspek media, exposure atau jurnalisme,
06:12sebenarnya menarik kalau melihat Iran ini bisa melangkah lebih jauh ya.
06:16Karena tentunya akan ada banyak cerita, akan ada banyak mungkin drama,
06:19dan mudah-mudahan saya sih lebih ke arah supaya justru ada sisi lain dari yang orang selalu ributkan
06:26soal politik gitu.
06:27Jadi itu selby melihat ya, dan memang mereka juga punya kualitas,
06:31punya beberapa pemain yang memang sangat tajam.
06:33Ini yang saya pikir menjadi modal mereka untuk bisa lolos ke fase berikutnya.
06:38Apalagi kalau kita lihat,
06:40mereka ini kan baru saja bermain imbang satu sama,
06:44dua sama, sorry dari New Zealand,
06:45dan ini dalam format 48 tim.
06:47Ini kan sangat penting ya setiap poin,
06:49karena masih ada nanti 8 dari 12 peringkat 3 terbaik.
06:55Jadi ada 12 grup total di piala dunia kali ini,
06:57peringkat 3-nya yang 8 terbaik itu akan lolos.
07:00Artinya, mungkin untuk lolos otomatis itu tidak akan gampang ya,
07:03tapi saya pikir Iran yang tergabung bersama dengan Belgia dan Mesir ini punya peluang untuk lolos,
07:09ya itu tadi, karena mereka sudah mengoleksi satu poin,
07:12itu satu start yang cukup bagus, walaupun tentunya belum selesai.
07:14Dan kebetulan di pertandingan sebelumnya, Belgia dan Mesir bermain imbang satu sama.
07:19Artinya grup ini semuanya punya peluangnya, boleh dikatakan 50-50.
07:23Jadi, semua masih terbuka, semua masih bisa terjadi,
07:26jadi semua tim di grup G ini bisa lolos, bisa juga tidak lolos.
07:31Dan saya pribadi berharap Iran tetap lolos sejauh mungkin,
07:35supaya ada cerita bumbu-bumbu menarik di piala dunia kali ini.
07:38Oke, Anulis Pak Bola, Bung Haris Pardede,
07:40terima kasih sudah berbagi di Kompas Petang, saya selalu.
07:43Ya, sama-sama.
07:45Terima kasih sudah menonton!
Komentar

Dianjurkan