00:00Timnas Iran tampil baik di Laga Perdana Piala Dunia 2026 dengan bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru.
00:06Meskipun gagal menang, Iran membuktikan kemampuan mereka sebagai salah satu tim terbaik Asia.
00:11Iran datang di Piala Dunia ini dengan banyak masalah.
00:14Perang dengan Amerika Serikat membuat mereka sempat dipersulit untuk bisa masuk ke Amerika.
00:19Apa makna dari penampilan Iran di Piala Dunia?
00:21Kami bahas dengan analis sepak bola Haris Pardede, Bung Harpa. Selamat petang.
00:26Halo, selamat petang.
00:27Bung Harpa, kalau melihat penampilan Iran kemarin, apakah bayang-bayang tekanan perang dengan AS masih terlihat jelas?
00:34Ya, memang sejak sebelum Piala Dunia ini bergulir, kemudian juga soal ada berbagai masalah yang melingkupi Iran, ini memang menjadi
00:46isu sentral ya.
00:47Bahkan juga terakhir, kita tahu mereka dilarang untuk stay di juridiksi Amerika Serikat.
00:54Sehingga kabar terakhir mereka harus stay di Meksiko, kemudian datang di hari H pertandingan dan langsung pulang juga di hari
01:04H.
01:05Tapi ternyata belakangan itu di, apa namanya, di anulir ya.
01:09Artinya mereka tetap bisa datang melakukan official training dan kemudian mereka bisa mengikuti juga konfresi pers hamin satu dan kemudian
01:20bermain di hari H pertandingan seperti yang kita saksikan tadi, dini hari tadi menghadapi New Zealand.
01:25Jadi, ada pengaruhnya pasti tapi itu tergantung lagi kepada mentalitas mereka untuk bisa, apa ya, meng-overcome semua situasi itu
01:33dan mengubahnya menjadi energi.
01:36Oke, tapi kalau melihat mereka bisa tampil setidaknya imbang dua-dua, apakah ini bisa menunjukkan kekuatan psikologis juga bagi Iran?
01:43Apalagi kan diasporanya juga cukup mixed feeling ya katanya?
01:46Iya, memang betul. Jadi, kalau kita bicara diaspora ini, Hannesli terbagi dua.
01:52Karena ada yang pro, apa namanya, era Pahlevi dan juga ada yang pro, apa namanya, rezim sekarang ya.
01:59Tapi saya pikir secara umum kalau kita melihat mentalitas, gestur, apa namanya, body language dari Mahdi Teremi dan kawan-kawan
02:09tadi,
02:09sebenarnya mereka tampaknya sangat tangguh ya, sangat-sangat teguh untuk tampil, ya bayangkan ya mereka bermain datang ke negara yang
02:17menyerang negaranya.
02:18Ini kan gak gampang. Ada teror dari ya sejumlah penonton juga, baik itu yang dari oposisi di Iran maupun juga
02:27dari mungkin sebagian kecil rakyat Amerika Serikat.
02:30Tapi yang pasti, so far mereka sudah melakukan randalnya dengan baik dan meraih satu poin yang sangat penting dalam muka
02:36mereka untuk lolos ke fase berikutnya.
02:39Tapi dengan mereka mengaku ada tindakan diskriminatif yang dirasakan, kemudian diasporanya juga terbelah secara psikologis.
02:46Apakah ini akan berdampak besar pada permainan selanjutnya?
02:50Iya, saya rasa enggak. Karena tadi pun sudah saya sebutkan mereka tampil sepertinya sangat lepas ya.
02:58Ini menunjukkan bahwa ada sekelompok orang yang ketika ditekan dia semakin kuat.
03:04Ada yang memang menyerah dengan keadaan.
03:06Dan saya pikir para pemain sudah melakukan tugasnya melebihi dari apa yang seharusnya.
03:11Artinya mereka tidak menyeret-nyeret masalah geopolitik yang saat ini sedang terjadi di Timur Tengah ya, terutama di Iran dan
03:19Amerika Serikat dan Israel juga.
03:21Dan bahkan saya masih teringat ya dengan apa yang terjadi selalu nih saya banyak berikan referensinya tahun 98.
03:28Saat itu juga ada sedikit ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
03:32Dan menjelang pertandingan antara Iran dan Amerika Serikat itu media banyak mengembar-gemburkan.
03:37Wah ini bakal begini, bakal begini, bakal panas.
03:39Gak taunya malah sebaliknya, malah berbanding 100-100 raja saat sebelum pertandingan kalau saya gak salah, intinya mereka bertukar bunga
03:49lah.
03:49Bertukar bunga, bersalaman, kelihatan saling respect.
03:52Dan bahkan pada sesi foto, biasanya kan masing-masing tim tuh fotonya, tim A, tim B atau tim Iran, tim
03:57Amerika Serikat.
03:58Ini mereka malah minggal satu sama lain.
03:59Nah, di pertandingan tadi pagi pun kebetulan saya membawakan itu hal itu dalam scale yang lebih kecil terlihat.
04:05Setelah pertandingan, kedua pelatih itu berjabat tangan, walaupun pelatih ini jalan dari Inggris ya, dan pelatih Iran.
04:12Itu mereka berjabat tangan dan kelihatan gesternya saling menghormati, saling respect.
04:16Jadi justru di tengah situasi yang mungkin kurang kondusif.
04:20Tapi kedua kesebelasan benar-benar menjunjung sportifitas seperti juga namanya sport.
04:25Dan mereka, saya pikir, diharapkan bukan untuk menjadi duta bagi pihak yang berkonflik.
04:31Walaupun kita tahu Iran bermain untuk negaranya.
04:33Tapi mereka menjadi duta bagi kemanusiaan bahwa di atas sepak bola juga ada yang lebih penting, yaitu kedamaian.
04:38Oke, tapi kalau poin mayoritas pemain Iran tidak ambil nilai kompetitif dari akhir Februari lalu,
04:44ini juga bakal jadi ganjalan kah atau akan bisa dihadapi dengan baik?
04:49Ya, memang sejatinya setiap pemain itu harus punya kompetitif match sebelum pertandingan.
04:55Ini mempengaruhi mental mereka, kemudian kesiapan mereka dari segi teknikal,
05:02apa ya, otot mereka.
05:03Otot itu kan kalau tidak dipakai dia semakin kaku atau lemah ya.
05:07Kemudian juga soal touch pertandingan.
05:10Karena bagaimanapun juga latihan atau hanya pertandingan friendly match itu berbeda dengan kompetitif.
05:15Tapi saya pikir ya kita bisa lihat bagaimana tim yang atau tim nas yang berjuluk tim Melly ini tadi pagi
05:22ya,
05:22berjalan cukup bagus, bahkan mereka sebenarnya mendominasi, punya sejumlah peluang juga.
05:27Tapi memang ya New Zealand juga bukan tim kaleng-kaleng ya.
05:30Dan jangan lupa Iran ini adalah tim yang sangat dihormati dari segi peringkat di Asia.
05:35Mereka adalah tim nomor 2 terbaik di Asia, di zona AFC nomor 20.
05:41Sementara paling bagus itu Jepang.
05:43Jadi memang mereka justru, itu yang saya katakan tadi,
05:49mentransformasi situasi sulit ini menjadi sesuatu yang positif.
05:53Oke, dengan bekal catatan performa yang baik,
05:56kemudian tapi di tengah adanya bayang-bayang tekanan dengan adanya perang di Amerika Serikat
06:01dan perlakuan diskriminatif itu.
06:02Prediksi Anda, Iran bisa sejauh mana di piala dunia?
06:07Kalau saya ya, kalau saya dari aspek media, exposure atau jurnalisme,
06:12sebenarnya menarik kalau melihat Iran ini bisa melangkah lebih jauh ya.
06:16Karena tentunya akan ada banyak cerita, akan ada banyak mungkin drama,
06:19dan mudah-mudahan saya sih lebih ke arah supaya justru ada sisi lain dari yang orang selalu ributkan
06:26soal politik gitu.
06:27Jadi itu selby melihat ya, dan memang mereka juga punya kualitas,
06:31punya beberapa pemain yang memang sangat tajam.
06:33Ini yang saya pikir menjadi modal mereka untuk bisa lolos ke fase berikutnya.
06:38Apalagi kalau kita lihat,
06:40mereka ini kan baru saja bermain imbang satu sama,
06:44dua sama, sorry dari New Zealand,
06:45dan ini dalam format 48 tim.
06:47Ini kan sangat penting ya setiap poin,
06:49karena masih ada nanti 8 dari 12 peringkat 3 terbaik.
06:55Jadi ada 12 grup total di piala dunia kali ini,
06:57peringkat 3-nya yang 8 terbaik itu akan lolos.
07:00Artinya, mungkin untuk lolos otomatis itu tidak akan gampang ya,
07:03tapi saya pikir Iran yang tergabung bersama dengan Belgia dan Mesir ini punya peluang untuk lolos,
07:09ya itu tadi, karena mereka sudah mengoleksi satu poin,
07:12itu satu start yang cukup bagus, walaupun tentunya belum selesai.
07:14Dan kebetulan di pertandingan sebelumnya, Belgia dan Mesir bermain imbang satu sama.
07:19Artinya grup ini semuanya punya peluangnya, boleh dikatakan 50-50.
07:23Jadi, semua masih terbuka, semua masih bisa terjadi,
07:26jadi semua tim di grup G ini bisa lolos, bisa juga tidak lolos.
07:31Dan saya pribadi berharap Iran tetap lolos sejauh mungkin,
07:35supaya ada cerita bumbu-bumbu menarik di piala dunia kali ini.
07:38Oke, Anulis Pak Bola, Bung Haris Pardede,
07:40terima kasih sudah berbagi di Kompas Petang, saya selalu.
07:43Ya, sama-sama.
07:45Terima kasih sudah menonton!
Komentar