Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sepekan terakhir elemen mahasiswa Bersama masyarakat turun ke jalan berunjuk rasa di berbagai titik di Indonesia.

Mereka turun ke jalan untuk menyuarakan protes terkait dengan kenaikan Harga bahan bakar minyak non-subsidi hingga mendesak evaluasi program MBG dan Kopdes Merah Putih.

Menanggapi itu, juru bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menilai Presiden Prabowo tidak alergi terhadap kritik.

"Pak Prabowo tidak alergi dengan kritikan," ujar Bahtra.

Baca Juga Jubir Gerindra Buka Suara soal Keterlibatan TNI dalam Pengamanan Aksi Demo Mahasiswa di https://www.kompas.tv/video/674894/jubir-gerindra-buka-suara-soal-keterlibatan-tni-dalam-pengamanan-aksi-demo-mahasiswa

#mahasiswa #demo #prabowo

Produser: Ikbal Maulana

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674896/full-respons-gerindra-sikapi-demo-mahasiswa-kritik-pemerintah-tuntut-perbaikan-ekonomi-sapa-pagi
Transkrip
00:03Dalam sepekat terakhir, berbagai elemen mahasiswa bersama masyarakat turun ke jalan beruntuk rasa.
00:09Mereka turun ke jalan untuk menyuarakan protes terkait kenaikan harga baan bakar minyak non-subsidi,
00:15hingga mendesak evaluasi program makan bergizi gratis dan kooperasi desa merah putih.
00:20Tidak hanya di Jakarta, aksi ini menyebar di sejumlah daerah di Indonesia.
00:26Di Yogyakarta, mahasiswa dan elemen masyarakat memadati sudut pertigaan kejayaan Yogyakarta Sabtu sore.
00:34Di Banyumas, Jawa Tengah, aliansi mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan pendopo bupati.
00:40Sempat terjadi saling dorong saat pengunjuk rasa menerobos barikade polisi.
00:46Di Jakarta, mahasiswa dari BM Universitas Indonesia dan aliansi mahasiswa Jabodetabek
00:52melakukan aksi unjuk rasa di sekitar Jalan Jenderal Sudirman pada Jumat 12 Juni.
00:58Semula mereka hendak menggelar aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia,
01:02namun rencana mereka terhalang blokade TNI Polri.
01:06BM Universitas Indonesia bilang,
01:09pemerintah kerap menyampaikan data-data soal pencapaian ekonomi yang optimistik,
01:14namun di lapangan berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan langsung masyarakat.
01:18Sekarang kondisi sudah krisis, ada di mana-mana,
01:21tetapi pemerintah masih saja menganggap bahwa kondisi baik-baik saja.
01:25Pemerintah masih saja menganggap bahwa kondisi ekonomi bagus,
01:28bahwa stok energi aman, stabil, dan kondisi-kondisi lainnya bagus.
01:32Mana bukti bahwa ekonomi tumbuh 5,61% itu dirasakan orang rakyat banyak.
01:37Jika memang dirasakan orang rakyat banyak,
01:39harusnya gaji mayoritas rakyat itu naik juga dong sebanding dengan 5,61%.
01:43Terus jika pemerintah menganggap bahwa stok energi aman, segala macam,
01:46kenapa kok dinaikin cuma Pertamax doang?
01:49Kenapa di daerah-daerah mulai menipis stok Pertalet,
01:52bahkan di Pulau Jawa juga mulai menipis.
01:54Politisi Partai Gerindra, Bakhtra Banong, bilang,
01:57pemerintah sangat terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat.
02:01Bakhtra juga menyampaikan,
02:03Presiden Prabowo telah menindaklanjuti sejumlah masukan dan kritik
02:06sebelum digaungkan mahasiswa seperti penghematan anggaran.
02:10Terkait dengan tuntutan teman-teman mahasiswa,
02:12saya pikir ya, jauh sebelum tuntutan ini digaungkan oleh teman-teman mahasiswa,
02:19Pak Prabowo sudah menindaklanjuti.
02:20Misalnya, apakah kita berbicara tentang bagaimana tentang penghematan anggaran,
02:24tentang efisiensi.
02:26Dari awal Pak Prabowo menyampaikan bahwa kita harus berhemat,
02:30dan tentu tidak hanya sekedar ucapan,
02:33tapi itu dilakukan dengan tindakan,
02:35bagaimana kemudian kementerian, lembaga, dan bahkan semua gubernur, bupati, wali kota
02:41diintruksikan secara tegas, secara nyata, melalui peraturan-peraturan
02:46untuk kemudian melakukan penghematan.
02:49Sementara itu, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro,
02:54berharap pemerintah segera merespons tuntutan mahasiswa,
02:57secara transparan dan tidak normatif.
02:59Agung bilang, jika pemerintah tidak merespons dengan cepat,
03:03maka eskalasinya akan meluas.
03:05Kalau tidak kecepatan informasi itu diimbangi oleh kecepatan pemerintah berkomunikasi kepada publik,
03:10seperti timeline tadi, saya khawatir miss-nya banyak nanti.
03:14Jadi kekhawatiran soal disinformasi, fitnah, hoax, dan seterusnya itu,
03:19justru karena ini tidak direspon, dibiarkan.
03:21Jadi maksud saya, kalau bisa, selama aksi berlangsung,
03:25pemerintah merespon per poin jelas, detail.
03:27Karena ini Gen Z ini, anak-anak yang like informasi.
03:31Nah, itu kan jadi problematik, maksud saya.
03:34Jadi karena Gen Z, sosiodemografinya seperti ini,
03:36penyikapannya tidak bisa lagi normatif,
03:39tidak bisa lagi form, apa ya,
03:41ya asal ditanggapi selesai, ini kan per poin.
03:44Kalau saya bahasnya per poin juga.
03:46Follow-up-nya ini, tanggal sekian kami ini.
03:49Jadi kalau bisa setransparan mungkin lebih bagus, gitu.
03:52Supaya apa? Pemerintah sendiri yang diuntungkan.
03:55Mahasiswa berharap pemerintah bisa lebih peka terhadap kesulitan yang dihadapi warga,
04:00imbas dari naiknya harga BBM non-subsidi.
04:03Tak hanya itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika,
04:06juga anjloknya IHSG, menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.
04:11Tim Liputan, Kompas TV
04:22Dalam sepekaan terakhir, berbagai elemen mahasiswa bersama masyarakat sipil
04:27turun ke jalan berunjuk rasa.
04:29Mereka turun ke jalan untuk menyuarakan protes terkait kenaikan harga bahan bakar minyak
04:33non-subsidi hingga menuntut perbaikan kondisi ekonomi.
04:36Apa yang bisa disikapi dari situasi ini?
04:39Seperti apa sepatutnya pemerintah menikapi tuntutan mahasiswa dan juga masyarakat?
04:44Kita bahas bersama dengan arah sumber yang sudah hadir di sambungan daring saudara.
04:48Ada juru bicara Partai Gerindra sekaligus anggota DPR RI,
04:51Fraksi Gerindra Bahtra Banong,
04:53dan analis komunikasi politik Universitas Pajajaran,
04:57Kunto Adi Wibowo.
04:58Selamat pagi Bang Bahtra, Mas Kunto.
05:01Selamat pagi Mas.
05:03Terima kasih sudah bergabung di Sampai Indonesia Pagi.
05:05Bang Bahtra, terkait dengan demo,
05:08pekan lalu sudah ada demo,
05:10kemudian pekan ini, awal pekan ini, di hari Senin,
05:13ada demo lagi di Jakarta,
05:15bahkan di berbagai daerah dari mulai Sumatera, Kalimantan, Jawa, gitu ya.
05:20Ini juga banyak sekali yang kemudian masih ada demo hari ini.
05:24Memang sudah ada tanggapan dari Bang Kodari,
05:26Kepala Bakom kemarin terkait dengan aksi dari mahasiswa.
05:29Apa yang kemudian kurang dari yang apa disampaikan oleh Bakom, gitu, Bang Bahtra?
05:35Sepertinya perlu respon lebih, nih?
05:37Ya, tentu saya ingin menyampaikan bahwa penyampaian aspirasi,
05:42penyampaian pendapat yang dilakukan oleh teman-teman BM,
05:47teman-teman mahasiswa,
05:49itu tidak dilarang, ya.
05:51Dan memang diatur dalam undang-undang kita,
05:54bahwa setiap orang, setiap individu,
05:57atau kelompok masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum,
06:01itu diperbolehkan.
06:03Tetapi juga, tentu penyampaian pendapat itu harus berbasis data,
06:08berdasarkan fakta-fakta,
06:11kemudian harus disampaikan.
06:14Dan kami juga berterima kasih, ya, kepada teman-teman BM,
06:18sudah melaksanakan demonstrasi secara tertib, damai,
06:21tidak ada anarkisme,
06:23dan di bangsa yang berdemokrasi ini adalah sesuatu yang bagus, ya,
06:29karena berbeda pandangan itu boleh,
06:31berbeda pendapat juga itu diperbolehkan,
06:35dan kami memberi apresiasi yang sebesar-besarnya kepada teman-teman mahasiswa.
06:40Terkait dengan tuntutan, teman-teman BM,
06:44tentu ada lima poin yang dimaksud itu.
06:46Saya ingin menegaskan, ya, bahwa tuntutan tersebut sebetulnya jauh sebelum teman-teman yang menyampaikan itu,
06:54Pak Prabowo sudah mewanti-wanti kepada Kementerian Lembaga
06:58dan juga kepada para kepala-kepala daerah untuk melakukan penghematan anggaran,
07:02jangan melakukan pemborosan.
07:04Dan Pak Prabowo konsisten di situ, ya,
07:06semenjak beliau berkampanye jauh sebelum jadi Presiden,
07:09ini selalu disampaikan bahwa APBN Tita terlalu besar kebocorannya,
07:14maka ini harus diperbaiki dengan cara melakukan penghematan dan efisiensi tentunya, ya,
07:21kalau kita lihat, dan itu dipraktekan.
07:23Bagaimana kemudian Kementerian Lembaga disuruh untuk berhemat,
07:27bagaimana kemudian para kepala-kepala daerah baik itu di tingkat kabupaten kota,
07:31begitu pun di tingkat provinsi,
07:32artinya kan sejalan dengan apa yang disampaikan oleh teman-teman mahasiswa.
07:37Begitupun dengan misalnya terkait soal MBG, ya,
07:40saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa ini adalah program yang sangat mulia,
07:45tujuannya baik untuk memperbaiki gisi anak-anak Indonesia di masa depan,
07:51untuk memperbaiki kualitas manusia, sumber daya manusia di masa yang akan datang,
07:56maka dari itu tentu program ini harus terus didukung,
08:00ya, diberikan dukungan terhadap program strategis pemerintah ini,
08:04bahwa di sana ada ya penyimpangan yang terjadi,
08:08ada pengelolaan yang tidak jujur,
08:10nah itulah yang disayangkan oleh Presiden Prabowo,
08:12maka dari itu beliau langsung mengambil tindakan yang tegas,
08:15mengganti kepala BGN,
08:17terus kemudian menginstruksikan kepada kepala BGN yang baru
08:20untuk memperbaiki tata kelolanya,
08:23terus kemudian yang kedua agar anggarannya betul-betul tepat sasaran,
08:27anggaran-anggaran yang dianggap tidak penting itu harus dihilangkan,
08:31terus kemudian harus ada rekokusi programnya,
08:34bagaimana agar lebih tepat sasaran,
08:37bagaimana agar daya jangkauannya betul-betul masyarakat yang membutuhkan,
08:41artinya ini kan Pak Presiden juga menginginkan hal yang sama,
08:45agar tidak terjadi pemborosan anggaran,
08:48dan saya pikir itu kita bersepakat semua,
08:50bahwa apa yang diteruskan oleh Presiden,
08:52itu menurut hemat kami sesuatu yang baik,
08:55dan terus harus didukung agar program ini tepat sasaran,
08:58agar program ini ya,
09:00daya jangkauannya betul-betul terhadap orang-orang yang membutuhkan,
09:04maka dari itu saya pikir ini adalah sesuatu yang baik ya,
09:08jadi sejalan saya pikir dengan apa yang disampaikan oleh teman-teman mahasiswa,
09:13maka dari itu kalau kita lihat ya,
09:16pemerintah juga sangat responsif terhadap penyampaian pendapat,
09:19beberapa waktu yang lalu banyak pihak misalnya ya,
09:23mengkritik soal bagaimana soal nilai tukar rupiah yang terus melemah,
09:28terus kemudian bagaimana ya SG kita yang terus jauh turun ke dalam,
09:33tetapi pemerintah kan tidak tinggal diam,
09:35pemerintah dengan cepat merespon,
09:37dengan cepat bekerja,
09:38melakukan rapat koordinasi dengan DPR juga,
09:41ya ditimpin oleh Pak Dasko,
09:43bagaimana misalnya fiskal dan monitor kita harus segera dikoordinasikan,
09:47diperbaiki dengan cepat,
09:48apa yang terjadi ya selang beberapa waktu terakhir yang kita saksikan bahwa,
09:52nilai tukar rupiah jauh di bawah 18 ribu,
09:56terus kemudian di SG kita sudah mulai ribon,
09:58tiga hari berturut-turut ya naik begitu jauh,
10:02artinya kan pemerintah terus merespon,
10:04apa yang disampaikan oleh publik,
10:06apa yang disampaikan oleh baik itu masyarakat,
10:09begitu pun dengan mahasiswa atau para tokoh-tokoh bangsa kita,
10:12dan makrapos sudah terbuka,
10:14dengan setiap masukan,
10:15dengan setiap pendapat,
10:16semua para tokoh-tokoh bangsa diajak berdiskusi,
10:20diajak memberi masukan,
10:21baik yang ya seirama dengan pemerintah,
10:24begitu pun misalnya bagi mereka yang sering menyampaikan kritis terhadap pemerintah,
10:30misalnya contoh terakhir ya,
10:32Pak JK diundang untuk bertemu,
10:34berdiskusi tentang terkait soal investasi,
10:36artinya kan Pak Prabowo tidak alergi dengan masukan,
10:39Pak Prabowo tidak alergi dengan kritikan,
10:43beliau selalu menjadikan bahwa masukan,
10:48kritikan itu baik untuk pemerintahan,
10:50karena itu juga dalam rangka, dalam upaya untuk mengontrol,
10:53agar pemerintahan yang dikimpin oleh beliau tetap di jalan yang benar.
10:57Baik, respons terkait dengan pemberosan anggaran,
11:00kemudian soal MBG,
11:01hingga hal-hal lain seperti pelumat rupiah sudah di respons,
11:04dan juga pemerintah sudah menunjukkan bahwa terbuka akan kritik,
11:08tapi masalahnya, saya mau ke Mas Kunto,
11:10Mas Kunto, ini walaupun sudah ada respons dari pemerintah
11:13terkait dengan tuntutan dari mahasiswa,
11:15tetap saja ada aksi-aksi yang terus kemudian bermunculan,
11:20apa yang sebenarnya kurang dari respons pemerintah?
11:23Ya, mungkin yang pertama,
11:25realitas yang ada,
11:27yang dilihat oleh pemerintah atau partai penguasa termasuk Pak Bahtera Banong ini,
11:34dengan realitas yang dirasakan oleh teman-teman mahasiswa berbeda mungkin Mas, gitu.
11:40Sehingga ketika tadi pemerintah mengungkapkan data-data,
11:45komitmen, dan segala macemnya,
11:47efeknya mungkin belum dirasakan,
11:49sampai ke akar rumput, sampai ke mahasiswa,
11:51itu yang kemudian kenapa akhirnya hari ini banyak konsolidasi-konsolidasi
11:59untuk aksi dari teman-teman mahasiswa di seluruh daerah,
12:02hampir di semua daerah, di kota besar, di Indonesia.
12:06Dan ini kan menurut saya sebuah warning ya Mas, ya.
12:10Sesuatu yang perlu diperhatikan,
12:12yang perlu direfleksikan lagi.
12:14Kalau memang pemerintah sudah benar,
12:16sudah benar-benar dengan niatnya tadi,
12:20dengan tujuannya tadi,
12:21dengan cara yang benar pula,
12:24ya saya yakin mahasiswa juga akan appreciate,
12:28akan berapresiasi terhadap usaha-usaha pemerintah itu.
12:31Tapi kemudian yang muncul adalah kritik dan demonstrasi,
12:34berarti kan memang ada realitas yang berbeda tadi ya Mas, ya.
12:38Yang ini mungkin perlu dijembatani,
12:42yang ini mungkin komunikasi pemerintah juga perlu diperbaiki,
12:46terus terang,
12:47karena kemarin misalnya Pak Prabowo pas pidato dihipmi,
12:51juga masih agak sinis terhadap mereka yang mengkritik, gitu.
12:57Jadi kan ini antara statement bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik,
13:04dan Pak Prabowo-nya sendiri agak sinis terhadap yang mengkritik,
13:08ini kan jadi realitas yang memang,
13:10apa ya,
13:11nggak agak sinkron.
13:12Sehingga komunikasinya kurang bisa diterima dengan bagus oleh masyarakat,
13:17terutama oleh teman-teman mahasiswa juga,
13:19untuk soal pemborosan APBN.
13:23Ya benar, ke daerah, ke kementerian lembaga susah.
13:28Saya sendiri di kampus misalnya,
13:30dana riset juga makin serot, kan gitu.
13:33Cuma masalahnya,
13:34kita juga melihat bagaimana Pak Prabowo masih ke Perancis,
13:38sampai dalam waktu hitungan,
13:40nggak ada dua bulan, dua kali.
13:42Ini yang kemudian kita pertanyakan,
13:44apakah efisiensi ini hanya untuk kita yang dibawa,
13:48atau juga keseluruhan.
13:50Nah, komitmen-komitmen ini yang menurut saya,
13:52secara komunikasi, politik,
13:55maupun secara tindakan pemerintah,
13:58tidak benar-benar konsisten.
14:00Ini yang membuat teman-teman mahasiswa masih,
14:04apa ya,
14:05perlu untuk menyampaikan kritik dalam bentuk demonstrasi.
14:08Itu sih, Mas Bud.
14:09Baik, disparitas antara pernyataan dan juga realitas di lapangan,
14:13kemudian juga gaya komunikasi politik,
14:15bagaimana tanggapan ya Bang Bahtera soal ini?
14:18Ya, saya pikir pemerintah ya,
14:20saya ingin menyampaikan secara tegas bahwa
14:22Pak Prabowo selalu, apa namanya, terbuka ya,
14:26setiap pandangan, setiap pendapat,
14:29dan itu selalu ditunjukkan beliau dalam,
14:31apa namanya, aksi nyata,
14:34bagaimana kalau kita saksikan bahwa
14:37seringkali Pak Prabowo mengundang para tokoh-tokoh bangsa kita ya,
14:41baik itu tokoh agama, ya,
14:42tokoh-tokoh yang dianggap punya pengalaman,
14:45punya pengetahuan yang terkait dengan bidang-bidang tertentu,
14:53beliau selalu mengajak berdiskusi untuk kemudian dimintai pendapat,
14:57dimintai masukan,
14:58dalam rangka mungkin itu dipakai rujukan untuk mengambil keputusan,
15:03bahwa tidak bisa memuaskan semua publik,
15:06ya tentu, insya Allah,
15:08pemerintah pasti saya meyakini betul bahwa
15:11apa yang menjadi penyampaian, menjadi kritik,
15:13itu menjadi bahan bagi pemerintah untuk terus memperbaiki
15:17kinerjanya agar tepat sasaran,
15:19karena Pak Prabowo ingin betul-betul
15:20program-program strategis yang direncanakan oleh beliau
15:25bisa dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat,
15:28dan kalau kita lihat ya,
15:29sepanjang sejarah,
15:30mungkin di priori Pak Prabowo inilah kita lihat ya,
15:33pemimpin yang berani, yang kuat melakukan banyak sekali
15:37kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat, ya misalnya apa,
15:40bagaimana kemudian penataan sumber daya alam kita,
15:44Pak Prabowo selalu berpidato bahwa kita harus menerapkan
15:47Pasal 33 Undang-Undang Dasar 45, kenapa?
15:51Karena kalau ini tidak dilakukan, ya,
15:53ini tidak dilakukan banyak sekali kebocoran-kebocoran
15:56yang terjadi di berbagai sektor,
15:58terutama di sumber daya alam kita,
15:59bagaimana kemudian Pak Prabowo punya keberanian
16:02menata sumber daya alam kita ini ya,
16:04agar pengelolaan sawit kita benar,
16:07agar pengelolaan, ya, tambang-tambang kita,
16:10baik itu batu bara,
16:11begitu pun dengan nikel,
16:12yang selama ini dikuasai oleh segelintir orang,
16:16sekelompok orang tertentu,
16:17terus kemudian membuat disparitas
16:19dengan seluruh warga Indonesia.
16:22Mereka sudah berpuluh-puluh tahun
16:24menikmati kekayaan alam kita,
16:26sementara sangat sedikit yang diberikan
16:28sumbangsinya kepada negara.
16:30Apakah ini bukan sesuatu yang bagus?
16:31Nah, mungkin ini semualah yang membuat
16:34banyak pihak kemudian menjadi sok,
16:36terus kemudian karena Pak Prabowo melakukan langkah keberanian
16:39untuk menata sumber daya alam kita,
16:41agar bisa menambah pendapatan negara,
16:44dan kemudian hasilnya bisa dinikmati
16:46oleh seluruh rakyat Indonesia,
16:48tidak lagi dinikmati oleh segelintir orang.
16:51Nah, ini yang harus kita cermati ya.
16:54Kita dukung, kita beri apresiasi,
16:56pemimpin yang punya keberanian seperti Pak Prabowo,
16:59yang kita tahu sendiri selama ini,
17:00ya, penegakan hukum kita,
17:03ya, pengusaha-pengusaha yang kita anggap
17:06tidak bisa tersentuh dengan hukum hari ini,
17:08kita saksikan bahwa Pak Prabowo melakukan itu.
17:11Belum lagi misalnya, ya,
17:13terakhir beliau menyampaikan bahwa
17:17pengelolaan sumber daya alam kita
17:19harus dikuasai sepenuhnya oleh negara,
17:22maka dari itu kini harus kita berikan dukungan,
17:24agar nanti ya,
17:26pengelolaannya dikelola dengan cermat,
17:28dengan baik, dengan tepat,
17:30dan kemudian itulah akan dipergunakan
17:32untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
17:34Jadi, kalau kita saksikan ya,
17:37kebijakan Pak Prabowo yang diambil
17:40betul-betul berpihak kepada rakyat,
17:41betul-betul berpihak kepada masyarakat,
17:43dan mudah-mudahan,
17:44memang kan hasilnya tidak bisa tentu
17:47dilakukan hari ini,
17:49misalnya besok, seminggu kemudian,
17:51sebulan kemudian,
17:52ya, tentu butuh proses,
17:53tentu butuh waktu,
17:55itu semua yang akan kita tunggu nanti,
17:57insya Allah,
17:58Pak Prabowo berkomitmen
17:59untuk terus melakukan kerja-kerja yang nyata
18:03untuk kepentingan rakyat,
18:05dan terutama bagi rakyat kita,
18:06ya, membutuhkan, misalnya,
18:08kalau kita lihat ya,
18:09kita lihat ya,
18:11program-program Pak Prabowo,
18:12semuanya program-program kerakyatan,
18:14memberi makan,
18:15anak-anak sekolah,
18:16ya, memberi makan balita,
18:18bukan hanya segera memberi makan,
18:20kalau program MBG ini berjalan dengan baik,
18:22maka di sana ada perputaran ekonomi,
18:24karena membutuhkan bahan baku,
18:26nah, kalau itu misalnya bahan bakunya
18:27diseplai oleh kabupaten,
18:29itu juga bisa menumbuhkan
18:31perekonomian tingkat kabupaten,
18:32ada sekolah rakyat,
18:33bagaimana anak-anak kita yang kurang mampu,
18:35saudara-saudara kita yang selama ini
18:37tidak mampu menempuh pendidikan,
18:39karena faktor ekonominya,
18:41Pak Prabowo membuat ke sekolah rakyat,
18:42agar mereka juga setara dengan
18:44anak-anak yang lain,
18:45anak yang ada di kota,
18:47ada di peresaan,
18:48ada di prosok sana,
18:49bisa menikmati pendidikan,
18:51banyak program yang sudah diberikan
18:55ataupun dicanakan oleh Pak Prabowo,
18:57tentunya semuanya pro-rakyat,
18:58tapi tadi butuh waktu untuk melihat efeknya,
19:01tapi pas Kuntos,
19:02saya mau tanya ke Anda gitu,
19:04dengan adanya kemarin demo,
19:05kemudian sekarang demo lagi,
19:07ini kan masyarakat tentunya tidak hanya butuh
19:09apa saja yang kemudian akan dilakukan
19:11atau sedang dilakukan,
19:12tapi hasilnya apa,
19:14nah ketika sudah ada demo lagi di hari ini
19:16yang sangat luas mungkin kita lihat ya,
19:18di Jakarta dan di berbagai daerah,
19:20apa respons yang seharusnya diberikan oleh pemerintah,
19:24perlukah misalnya kita jembregi satu-satu,
19:26apa tuntutannya,
19:27akan dilaksanakan kapan,
19:29pencapaiannya harus apa-apa-apa,
19:32agar mahasiswa masyarakat juga merasa,
19:35oh responsnya seperti ini,
19:37dan nyata akan dilakukan
19:38ataupun diwujudkan dalam waktu tertentu.
19:42Ya mas,
19:44kalau menurut saya,
19:45tuntutan yang paling gampang dipenuhi itu
19:47yang nomor lima,
19:48Pak Prabowo berhenti mengelak
19:50dan mengakui kesalahannya gitu kan.
19:52Dalam artian kan kita melihat kemarin,
19:55apakah kita sudah khawatir
19:57ketika rupiah semakin turun
19:59dan akhirnya ketika pemerintah bilang,
20:02oh nggak apa-apa kok,
20:03kita baik-baik saja dan segala macam.
20:05Akhirnya ketika tanggal 9 kemarin,
20:07BI akhirnya menaikkan BI rate bunga,
20:13akhirnya dolar bisa ditahan,
20:15harga dolar bisa ditahan.
20:18Dan itu kan sebuah bentuk,
20:20apa ya,
20:21respon real yang ditunggu oleh masyarakat.
20:25Tidak hanya dalam bentuk retorika
20:28atau janji-janji kampanye yang diulang-ulang,
20:31tapi kemudian,
20:32respon realnya apa sih gitu.
20:35Bahwa kita perlu tahu,
20:37kita nggak baik-baik saja.
20:39Untuk apa?
20:40Untuk kita semua bersiap,
20:41bukan sebagai sendiri-sendiri,
20:44pribadi-pribadi yang cari selamat masing-masing,
20:46tapi sebagai sebuah bangsa.
20:48Apa yang harus kita lakukan?
20:50Tiba-tiba pertama naik,
20:53padahal bilangnya aman-aman saja.
20:55Ini yang kemudian
20:57membuat orang kaget dan marah.
20:59Respon yang pertama pasti marah, mas.
21:01Itu sangat wajar secara psikologis.
21:05Ketika nggak pernah dibilangin apa-apa,
21:07bahkan dibilanginnya baik-baik saja,
21:09terus tiba-tiba harus menanggung semua ini.
21:11Nah, ini yang menurut saya
21:13secara komunikasi sekali lagi
21:15perlu diperbaiki.
21:17Bahwa iya, program-programnya bagus-bagus.
21:19Tapi kan juga butuh waktu lama,
21:22diakui itu kan.
21:23Dan untuk butuh waktu lama,
21:25berarti butuh kesabaran.
21:26Kita harus menunggu sampai kapan, kan begitu.
21:29Seperti halnya janji itu adalah hutang,
21:31ya orang yang berhutang kan harus bilang kan,
21:34bisa dilunasin kapan,
21:36caranya gimana, gitu kan.
21:37Kalau nggak, ya orang di tengah ketidakpastian
21:40yang respon emosi negatif pasti akan selalu keluar.
21:44Kritik, demokrasi hari ini menurut saya adalah
21:47respon wajar,
21:49yang respon dari masyarakat ini
21:52juga harus kemudian jadi momentum
21:55perbaikan bagi komunikasi pemerintah.
21:57Ini yang menurut saya jadi penting,
22:00karena ya mungkin hari ini,
22:01bulan-bulan ini masih ada
22:03piala dunia, kan,
22:05yang mungkin demonstrasinya
22:07masih berupa konsolidasi,
22:09dan segala macam.
22:10Setelah perang dunia,
22:12apa yang, apa,
22:13fokus masyarakat bisa jadi
22:15akan benar-benar tertuju pada
22:17tuntutan-tuntutan mahasiswa ini.
22:19Dan menurut saya,
22:20pengpemerintah punya waktu,
22:22sampai satu bulan lah ini,
22:24untuk segera,
22:25apa,
22:27memperbaiki komunikasinya.
22:28Dan saya apresiasi Pak Bahtera
22:30yang sudah hadir di sini,
22:31biasanya saya ngomong sendirian ya,
22:34saya apresiasi bentuk perbaikan
22:37komunikasi politik ini,
22:39yang menurut saya perlu juga
22:41dipertajam substansi,
22:43dan kemudian tidak hanya komitmen,
22:45tapi bentuk nyata pemerintah.
22:48Apa yang sudah dilakukan
22:49dalam sepekan,
22:51sepekan,
22:51tiga pekan ini,
22:52dalam merespon tuntutan
22:54dari teman-teman mahasiswa.
22:56Nah ini dia,
22:57butuh deadline paling dekat kepastian,
22:59kapan akan kemudian diwujudkan
23:01tuntutan-tuntutan dari mahasiswa
23:03dan pemerintah masyarakat.
23:03Bang Bahtera,
23:05Anda sebagai wakil ketua Komisi 2 DPR RI
23:08dari fraksi Gerindra,
23:10Partai Pendukung Pemerintah,
23:11apa yang bisa Anda dorong ke pemerintah
23:12sebagai DPR RI yang mempunyai
23:15tugas untuk mengawasi
23:16apapun kebijakan pemerintah,
23:18agar lagi-lagi gitu,
23:20kita bisa meredam
23:20apa yang kemudian menjadi
23:23kegerahan masyarakat terutama
23:24terkait dengan apa saja
23:26isu-isu yang sekarang sedang diangkat,
23:28terutama soal ekonomi.
23:30Ya, kalau kita lihat ya,
23:32saya kan di Komisi 2 ya,
23:33terutama bermitra dengan
23:35Kemen DPR RI dan tentu mitranya
23:37dengan para kepala daerah.
23:39Di setiap rapat-rapat kami ya,
23:41terakhir kami memanggil semua
23:42para gubernur dan bupati
23:45melalui sum,
23:46itu ya kita tekankan bahwa
23:48efisiensi ini harus betul-betul dijalankan,
23:51karena kita tahu sendiri ya kan
23:53tantangannya kan tidak mudah mas ya.
23:55Ada tantangan global, geopolitik,
23:58begitu pun dengan geoekonomi,
23:59dan itu kan di luar kendali kita.
24:02Dan tantangan-tantangan itu kan
24:04yang kita harus hadapi secara bersama
24:06dan harus kita respon,
24:07dan Pak Prabowo tadi,
24:09kenapa misalnya harus sering keluar negeri
24:12untuk menjalin hubungan kerjasama
24:14dengan para kepala-kepala negara lain,
24:17itu juga dalam rangka membangun komunikasi
24:19antara pemimpin-pemimpin negara lain
24:22agar situasi-situasi global ini,
24:24tantangan-tantangan global ini
24:26bisa dihadapi secara bersama.
24:28Karena jangan lupa ya,
24:29kita sebagai suatu bangsa kan
24:31betul-betul ya tidak bergantung juga
24:35sama negara-negara lain,
24:36maka dari itu harus berkomunikasi,
24:38terutama misalnya tadi soal energi ya.
24:40Kalau kita lihat kan bahwa
24:42Pak Prabowo keluar negeri itu dalam rangka juga
24:45untuk mengamankan kepentingan bangsa kita,
24:48dan kepentingan negara kita.
24:49Jadi agak keliru misalnya kalau
24:52kita disuruh menghemat,
24:54terus kemudian dianggap Pak Prabowo
24:55tidak melakukan penghematan,
24:56saya pikirkan ada apa namanya ya,
24:59kepentingan-kepentingan bangsa dan negara
25:01dan itu tidak bisa ditunda,
25:02maka kemudian Pak Prabowo melakukan itu.
25:05Jadi kalau terkait soal keresahan publik selama ini,
25:09saya meyakini betul bahwa
25:10pemerintah sangat responsif,
25:12pemerintah pasti mendengar
25:13apa yang menjadi penyampaian publik
25:15dan selalu direspon secara cepat,
25:18terkait tadi misalnya di awal kita diskusikan
25:20soal kebocoran anggaran,
25:22efisiensi anggaran,
25:23terkait misalnya soal program
25:24yang kita anggap selama ini
25:26program prioritas pemerintah,
25:28walaupun misalnya banyak kekurangan di sana,
25:31nah itulah yang harus diperbaiki
25:32sebagaimana apa yang menjadi
25:34arahan Presiden Prabowo.
25:35Dan beliau secara tegas ya,
25:37melakukan pencokotan,
25:39terus kemudian meminta penataan,
25:41pengolahan yang lebih baik lagi,
25:42transparansi anggarannya,
25:43begitu pun misalnya dengan
25:45kalau kita lihat soal
25:47yang dikelungkan
25:48apa namanya
25:49sebagian pihak
25:50terkait soal
25:51harga BBM kita,
25:53harga BBM ini kan
25:54kalau kita lihat ya
25:55jauh sebelumnya
25:56banyak sekali yang menyarankan
25:57kepada Pak Prabowo
25:58untuk kemudian
26:00menaikkan harga BBM.
26:01Tetapi beliau tidak melakukan itu,
26:03bahwa kemudian ya,
26:04bahwa kemudian
26:05dilakukan penyesuaian terhadap
26:07BBM non-subsidi,
26:09karena memang kan
26:10itu kan tidak bisa
26:12terus kita tahan
26:13berlarut-larut.
26:14Kenapa?
26:14Karena kan asumsi
26:15APBN kita kan
26:16harga minyak itu
26:17hanya 70 dolar per bar
26:20yang sementara
26:20kita tahu saat ini
26:22bahwa itu di angka
26:23mendekati 90, 80 lebih ya.
26:26Dan bahkan pernah
26:27di atas 100.
26:28Dan itu semua
26:30harus dilakukan penyesuaian.
26:31Walaupun ya situasi global
26:33yang tidak menentu
26:35yang melanda kita saat ini,
26:36Pak Prabowo masih komitmen
26:38tidak menaikkan ya
26:39BBM subsidi.
26:40Kenapa?
26:41Karena pemerintah menganggap
26:43kalau itu dinaikkan
26:43pasti akan sangat
26:44apa namanya
26:45membebani masyarakat kita
26:47karena pasti harga
26:48bahan kebutuhan pokok
26:49akan naik.
26:51Maka dari itu
26:51pemerintah melakukan
26:52kategorisasi
26:53mana yang boleh dinaikkan,
26:54mana yang tidak.
26:55Artinya kan
26:55itu salah satu bentuk
26:57komitmen perhatian
26:59pemerintah terhadap
26:59rakyat kita.
27:00Itu bentuk komitmen
27:01pemerintah terhadap
27:02rakyat kecil
27:03untuk terus menjaga
27:04stabilitas
27:05harga-harga
27:06bahan pokok
27:07di tingkat bawah-bawah
27:09dan juga menjaga
27:10stabilitas
27:11apa namanya
27:12daya beli masyarakat kita.
27:13Artinya
27:13bukan pemerintah
27:15tidak responsif.
27:16Ya tentu
27:17bahwa misalnya
27:18masih banyak
27:18yang harus diperbaiki.
27:20Iya.
27:20Karena memang kan
27:21kita punya tantangan
27:22baik tantangan internal
27:24begitu pun tantangan eksternal.
27:26Jangan juga dinilai ya
27:27kepemimpinan Pak Prabowo
27:28yang masih
27:29seumur jagung ini
27:30kurang lebih
27:31satu tahun setengah
27:31tiba-tiba misalnya
27:33Pak Prabowo
27:34bisa seperti Superman
27:35menyelesaikan semua problem
27:36dan problem bangsa kita
27:38ini kan
27:38apa namanya
27:39keberlanjutan
27:40dari suatu pemimpin
27:41ke pemimpin berikutnya.
27:42Artinya
27:43banyak sekali memang
27:44yang harus dibenahi
27:44tapi pemerintah
27:45saya pikir tidak tidur
27:47pemerintah tidak
27:47tidak apa namanya
27:49tidak
27:49tidak anti
27:51terhadap
27:51semua masukan-masukan
27:52dan inilah yang sedang
27:53dikerjakan oleh Pak Prabowo
27:55bahwa hasilnya
27:56misalnya
27:56dinikmati
27:57dalam waktu jangka yang panjang
27:59yang ini
27:59harus kita terus
28:00awasi gini yang harus kita
28:02terus tunggu
28:02agar pemerintah terus
28:04bekerja secara maksimal
28:05sehingga dampaknya
28:06bisa dirasakan langsung
28:07oleh publik
28:08oleh seluruh masyarakat
28:09Indonesia
28:09maka dari itu
28:10Pak Prabowo juga
28:11meminta kepada publik
28:13meminta kepada masyarakat
28:14begitu pun dengan DPR
28:15agar terus mengawasi
28:17program-program
28:18proses pemerintah
28:19sehingga bisa lebih
28:20tepat sasaran
28:21bisa anggarannya
28:22juga lebih transparan
28:23dan itu semua
28:24yang diinginkan
28:25oleh presiden kita
28:26masalahnya ini
28:27lagi balapan gitu
28:28Bang Bahtera ya
28:29antara ekspektasi masyarakat
28:30kemudian juga
28:31pernyataan dari pemerintah
28:32untuk mewujudkan
28:33apa yang menjadi tuntutan
28:34saya ke
28:35Mas Kunto lagi
28:36Mas Kunto
28:38hari ini ada demo
28:39besar-besaran
28:40di sejumlah titik
28:41dan tentu
28:42masyarakat butuh
28:44nyatanya apa
28:45gitu
28:45dan juga
28:46besar soal pengawasan gitu
28:47DPR
28:48mungkin kemarin
28:49masih soal
28:50alasannya
28:50tidak
28:51aksinya di DPR
28:53karena
28:53sudah krisis kepercayaan
28:55dengan DPR
28:56sebagai fungsi pengawasan
28:57disana
28:58karena memang
28:59didominasi
29:00disana fraksi-fraksi
29:01adalah pendukung pemerintah
29:02gitu
29:02ada delapan fraksi disana
29:03bagaimana kemudian
29:04meningkatkan kembali
29:05kepercayaan publik
29:06dan juga
29:07menghilangkan
29:08apatisme publik
29:10terhadap
29:10pemerintah
29:11eksekutif
29:12dan juga
29:12legislatif
29:13dalam
29:14mengakomodasi
29:15tututan-tututan mereka
29:17iya mas
29:18kalau satu
29:19di apa
29:20salah satu
29:21yang bisa dilakukan
29:22oleh pemerintah
29:23seperti yang dilakukan
29:24oleh Pak Bahtera ini
29:25dalam artian
29:26gak denial
29:27ketika ada krisis
29:28gitu
29:29nah
29:29ini yang harusnya
29:30komunikasi seperti ini
29:32yang harusnya
29:33menular ke teman-temannya
29:34Pak Bahtera
29:35gitu kan
29:35termasuk ke
29:36Pak Prabowo sendiri
29:37jangan bilang baik-baik saja
29:39gitu
29:39kalau memang
29:40gak baik-baik saja
29:41dan kemudian
29:42ayo
29:43kita harus ngapain
29:44kan
29:44Pak Prabowo sekarang
29:45jenderalnya
29:46pemandannya kan
29:47gitu
29:47ini yang harus
29:49kemudian
29:49dilakukan
29:50dan kita kan
29:52bukan
29:52bukan
29:53prajuritnya
29:54kita itu rakyat
29:55yang beda
29:56dengan prajurit
29:57yang kalau prajurit
29:58perintah A
29:59ya pasti A
29:59kalau kita kan
30:00harus dipersuasi
30:01kan
30:02untuk melakukan
30:03partisipasi
30:04kita butuh persuasi
30:05kita busuk
30:06atau mendekatan
30:07nah ini yang kemudian
30:08menurut saya
30:09kurang dilakukan
30:10yang kedua adalah
30:11ya krisis kepercayaan
30:13terhadap pemerintah
30:14maupun ke DPR
30:15ini kan
30:15sudah pada titik yang
30:17rendah ya mas
30:18yang perlu
30:19kemudian
30:20didorong lagi
30:21saya ingat kemarin
30:22diskusi di
30:23Kompas TV juga
30:24dengan salah satu
30:25anggota DPR
30:26Pak Sugeng ya
30:28yang beliau
30:29bahkan punya ide
30:31untuk
30:31yaudah potong aja
30:32gaji pejabat-pejabat tinggi negara
30:34termasuk gaji
30:35anggota DPR
30:35yang itu
30:37real
30:38langsung dirasakan
30:39oleh masyarakat
30:40walaupun
30:40bentuknya karikatif
30:42tapi kan
30:42ada komitmen
30:44bahwa
30:45oke kalau
30:46rakyat merasa
30:47menderita
30:47kita juga akan
30:48menderita
30:49nah
30:49bentuk-bentuk
30:51senasib
30:51sepenanggungan ini
30:52yang menurut saya
30:53juga kurang
30:54ditunjukkan oleh
30:56pemerintah
30:56gitu kan
30:57kurang-kurang
30:58kerasa di rakyat
31:00gitu kan
31:00jangan-jangan
31:01kita sendiri nih
31:02yang elit politik
31:04enak-enakan nih
31:05nah ini
31:05ini yang
31:06yang apa
31:06prasangka seperti itu
31:08masih ada
31:09selama prasangka seperti itu
31:10masih ada dan besar
31:12akan sangat susah
31:13untuk memulihkan
31:14kepercayaan
31:15lalu yang ketiga
31:16soal
31:17bahwa kritik terhadap
31:19program-programnya
31:20Pak Prabowo itu
31:21juga sudah lama
31:22mas
31:22dari bulan
31:23November
31:24Oktober November
31:25ketika banyak
31:26kasus keracunan
31:27dari
31:28MBG
31:29itu
31:30apa
31:31protes
31:32tidak dalam bentuk
31:33demonstrasi
31:34beberapa
31:34bahkan di Jogja
31:35demonstrasi
31:35tentang
31:38evaluasi lagi
31:39program MBG
31:40tapi kan tidak
31:41kemudian dilakukan
31:42secara transparan
31:44oke
31:44kasus keracunannya
31:45menurun
31:46tapi
31:47tidak ada
31:48kemudian
31:48ini kenapa ya
31:49keracunannya kenapa
31:50siapa yang bersalah
31:51siapa yang harus dihukum
31:52apa bentuk evaluasinya
31:54itu gak ada
31:54sekarang kan
31:55yaudah kan
31:56udah beres kan
31:57udah gak usah protes
31:58nah ini kan
31:59ketidakpuasan ini
32:00akhirnya menumpuk
32:02ya kan
32:03sampai akhirnya kemarin
32:04ketua BGN
32:05dan dua wakilnya
32:06ditangkap
32:08karena kasus korupsi
32:09nah menurut saya
32:10ini akhirnya
32:11gunung es
32:12yang udah
32:13lama-lama menumpuk
32:15ini
32:15ya keluar
32:17dalam bentuk
32:18emosi
32:18dan dalam
32:19demonstrasi
32:20dan saya pikir
32:21teman-teman
32:22mahasiswa masih
32:23berkepala dingin
32:24kan masih rasional
32:25dalam arti yang
32:26demonstrasinya kemarin
32:27di Bundaran HI
32:28juga
32:28kondusif
32:29ya kan
32:30tidak ada
32:31khusus
32:31dan saya pikir
32:33kalau ini
32:34akan dibangun
32:36dan simpati
32:37masyarakat
32:38juga semakin
32:39bertambah
32:39tentang
32:40gerakan
32:41mahasiswa ini
32:42ini akan jadi
32:43membesar
32:44akan jadi bola salju
32:46yang kemudian
32:47menurut saya
32:48sebelum momentum
32:49bola salju itu
32:50membesar
32:50harus segera
32:51deh
32:51oleh pemerintah
32:53karena
32:53saya juga
32:54ingin ada
32:55destabilisasi
32:57politik
32:57kita juga
32:58tidak
32:58semua yang
32:59sudah kita
33:00bangun
33:00harus direnset
33:01lagi
33:02kita gak
33:02tidak ingin
33:03terjadi
33:03itu ya
33:03mas
33:04oke inilah
33:04momennya
33:05di hari ini
33:05bisa pemerintah
33:07belajar dari
33:07yang terjadi
33:08pekan lalu
33:08bagaimana
33:09jangan denial
33:10soal komunikasinya
33:11dan juga
33:12kita tunggu
33:12geberakan
33:13apa yang bisa
33:13dirasakan oleh
33:14masyarakat secara langsung
33:15supaya
33:16kepercayaan
33:17terhadap
33:17pemerintah
33:18tentunya meningkat
33:18untuk bisa
33:20mewujudkan
33:21tutupan-tutupan
33:21dari masyarakat
33:22terkait dengan
33:22keresahan selama ini
33:23terima kasih
33:24mas
33:24sekunto Adiwibo
33:25analis komunikasi politik
33:27Universitas Pajajaran
33:28dan juga
33:28Bang Bahtra Banong
33:30Wakil Ketua Komisi 2
33:31DPR RI
33:32Fraksi Gerindra
33:33sekaligus
33:33jurubicara politik
33:35mas kami jurubicara
33:36Partai Gerindra
33:37sudah bergabung
33:37bersama kami
33:38di Sampai Indonesia pagi
Komentar

Dianjurkan